Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Dan Produksi Berbagai Varietas Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Terhadap Pemberian Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami (Air Kelapa) Pada Sistem Rakit Apung M. Tegar Wiratama; Bejo Suroso; Oktarina Oktarina; Insan Wijaya
AGRITROP Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i1.12640

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi berbagai varietas tanaman pakcoy (Brassica rapa L.)terhadap pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh alami (air kelapa) pada sistem rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan bulan, April 2021 - Juni 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot (petak terbagi) dari dua factor (3x3). Dua faktor tersebut yaitu konsentrasi zpt alami (air kelapa) (Z) sebagai petak utama, dalam 3 taraf, yaitu : Z1 = 75 ml/L, Z2 = 150 ml/L, Z3 = 225 ml/L dan varietas pakcoy (V) sebagai anak petak, dalam 3 taraf, yaitu : V1 = Green pakcoy, V2 = White pakcoy, V3 = Brisk Green pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi zpt alami (air kelapa) berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, perlakuan terbaik adalah konsentrasi 75 ml/L. Perlakuan varietas pakcoy berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, perlakuan terbaik adalah varietas White pakcoy. Interaksi antara konsentrasi zpt alami (air kelapa) dengan varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy, interaksi perlakuan terbaik adalah konsentrasi 75 ml/L dalam varietas White pakcoy
Effect Of Weeding and Pest Control on Root Dynamics of Soybean (Glycine max (L.) Merril) on Sugarcane-Soybean Intercropping System Iskandar Umarie; Wiwit Widiarti; Oktarina Oktarina; Ika Isnaini Rahayu; Muharromatul Hikmah
International Applied Science Vol. 1 No. 1 (2022): Proceedings of International Conference on Rural Development (ICRD) 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ias.v1i1.17

Abstract

Soybean (Glycine max (L.) Merill) is one of the important commodities in the provision of food, feed, and industrial materials, so it has become a major commodity in international trade. The need for global soybeans increases every year, along with population growth, improvement in per capita income, and the development of a food industry that is made from soybeans. This research was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University, Jember, Jember, East Java, Indonesia. The research was conducted in the form of factorial field experiments. The First Factor is F1: Weed Weeding Frequency, as many as 3 levels, yi: F1: Weeding once (15 hst), F2: Weeding 2 times (15, 30 hst), F3: Weeding 3 times (15, 30, and 45 days after) ) and and the second factor is Pest Control by 4 levels: I1 = Chemical Insecticide (Decis 25 EC), I2 = Vegetable Insecticide, I3 = Vegetable Insecticide Soursop Extract, I4 = Vegetable Insecticide of Neem Extract. The treatments above were arranged using a Complete Randomized Block Design (RCBD) which was repeated three times. The results of the study of weed frequency treatment significantly affected the growth of root nodules and the development of the roots of soybean plants. The best weed weeding frequency is weeding three times in one growing season. Treatment of pest control significantly affects the growth of root nodules and the development of the roots of soybean plants. The best pest control is pest control with chemical insecticides. The interaction of weed weeding frequency with pest control significantly influences the growth of root nodules and the root growth of soybean plants. The best interaction in this study is the interaction between the frequency of weeding three times sugar with pest control using chemical insecticides
Penguatan Manajemen Pakan Ternak Kambing dan Pakan Alternatif Berbasis Sumberdaya Lokal Wiwit Widiarti; Syamsul Hadi; Henik Prayuginingsih; Bejo Suroso; Oktarina Oktarina; Abdul Jalil; Taufiq Timur Warisaji; Hudaini Hasbi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v10i1.2146

Abstract

Kebutuhan akan daging kambing di Kabupaten Banyuwangi termasuk di wilayah Kecamatan Kalibaru selama periode tahun 2019 – 2022 cenderung semakin tinggi, tetapi di sisi lain produksi daging kambing cenderung menurun. Desa Kebonrejo adalah salah satu desa di wilayah Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi memiliki ternak kambing atau domba minimal lima ekor kambing tiap KK. Hal ini berarti jumlah populasi ternak kambing mencapai sekitar 2500 ekor dan hal ini akan berimplikasi terhadap kebutuhan pakan ternak yang cukup memadai agar pertumbuhan ternak akan berlangsung normal, terutama pada saat musim kemarau. Tujuan kegiatan ini adalah menciptakan kemampuan bagi peternak dalam aspek manajemen pakan ternak terutama jika musim kemarau tiba dan meningkatkan tingkat keuntungan usahatani dan efisiensi biaya. Metode ini menfasilitasi mitra itu, metode yang diterpkan berupa rekayasa sosial dan teknologi melalui pelatihan dengan pendekatan partisipatif dan pendampingan (supervisi, monitoring & evaluasi). Hasil pelaksanaan kegiatan di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan program dengan uraian sebagai berikut: a) rata-rata perkembangan produksi (bobot kambing) per bulan mencapai 25.78%, b) efisiensi biaya produksi penggemukan ternak sebelum program (1,22) < sesudah program (1,73), dan tingkat keuntungan sesudah pelaksanaan program naik sebesar 99.33%, dan c) mitra tidak kesulitan untuk memberikan pakan ternak rumput pada musim kemarau, karena cukup hanya dengan satu kali per minggu dan mitra dapat mengurangi waktu untuk mencari rumput pada musim penghujan sebesar ± 33% melalui pola pakan alternatif dan pakan rumput dengan pola pakan 4 : 3 hari.
Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Melalui Sistem Bioflok Guna Memenuhi Kebutuhan Gizi Anan Asuh di LKSA Al-Amin Wuluhan Oktarina Oktarina; Muhammad Hazmi; Hudaini Hasbi; Henik Prayoginingsih; Wiwit Widiarti; Syamsul Hadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3832

Abstract

Guna memenuhi kebutuhan gizi untuk 22 orang anak asuh terutama kecukupan atas protein hewani, maka diperlukan alternatif cara strategis agar tepat waktu, tepat nilai kandungan gizi, tepat edukatif, tepat anggaran, dan berkelanjutan. LKSA Al Amin PCM Wuluhan sebagai mitra untuk pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dengan pilihan kegiaan pelatihan dan pendampingan budidaya ikan nila melalui sistem bioflok. Sistem ini memiliki kelebihan dapat meningkatkan kelangsungan hidup (survival rate) hingga > 90% tanpa pergantian air, selain sangat cocok untuk diadopsi komunitas yang memiliki lahan sempit. Adapun tujuan pelaksanaan ini adalah untuk melakukan pelatihan dan parktik serta pendampingan budidaya ikan nila dengan sisitem bioflok untuk memenuhi kebutuhan gizi pangan anak asuh yang selama ini menjadi masalah bagi Pengelola LKSA dan belum terpecahkan. Pendekatan yang telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan mitra melalui beberapa pendekatan seperti parisipatory action, dan capacyty buliding. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah 1) Kegiatan sosialisasi dan pelatihan sudah dilaksanakan yang diikuti oleh pengurus, pengurus dan anak asuh LKSA Al-Iman PCM Wuluhan, 2) Proses penerapan teknologi budidaya tersebut sudah dilaksanakan dan diiringi proses pendampingan dengan relatif baik, 3) Kegiatan pelatihan manajemen pakan ternak ikan dan manajemen ekonomi rumahtangga telah dilaksanakan dan dipahami dengan baik oleh peserta (mitra), dan 5) hasil monitoring terhadap kesehatan ikan, kualitas air, dan pertumbuhan panjang ikan berlangsung dan berkembang dengan baik. Rata-rata panjang ikan pada minggu ke sepuluh mencapai 6.49 cm per minggu atau panjang ikan pada minggu ke10 menjadi 10.7 cm, dan laju pertumbuhan panjang ikan yang tampak fluktuatif dengan rata-rata mencapai 11.8% per minggu.
Sosialisasi Sistem Jaminan Produk Halal di SMKN 5 Jember Ara Nugrahayu Nalawati; Danang Kumara Hadi; Oktarina Oktarina; Alda Wata Alim Ronita; Nanda Putri Eryani
Journal of Community Development Vol. 4 No. 2 (2023): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i2.136

Abstract

Indonesia is a country with the largest Muslim population in the world. This affects the culture and patterns of public consumption of halal and thayyib products. The obligation to consume halal food and thayyib in the sharia review of Muslims is written in the Al Quran and Hadith. Demand for halal products and public awareness of purchasing halal products has increased. This is supported by the Regulation of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia No. 26 of 2019 in article 27 which states that products that enter, circulate and trade in the territory of Indonesia must be halal certified. List of products that must be halal certified, in the form of products (food, beverages, medicines, cosmetics, chemical-biological-genetically engineered products, and used goods) and services (slaughter, processing, storage, packaging, distribution, sales and presentation). SMKN 5 Jember is one of the vocational high schools in Jember which has produced processed food products such as bread. In an effort to improve product quality and quality, it is necessary to carry out a halal certification process for bread products from the Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH). This is a strong reason for academics to evaluate the socialization and mentoring activities carried out for students of SMKN 5 Jember so that they can register bakery products so that they have a halal certificate. The socialization method is carried out using 2 ways, namely lectures and question and answer. The evaluation activity was carried out by giving pre-tests (tests before material explanation) and post-tests (tests after material explanations) to students to measure the effect of socialization on students knowledge of SMKN 5 Jember regarding halal products. Based on the test results it was concluded that the socialization activities carried out were able to increase the knowledge of SMKN 5 Jember students regarding the criteria for halal products. In addition, it is hoped that the existence of halal certification for bakery products at SMKN 5 Jember will become an embryo for the formation of halal food in the school area.