Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Metode Scramble dalam Meningkatkan Minat Dan Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis Kelas X di MAN 2 Kota Cirebon Nurkomala, Lidya; Fitriyanto, A. Alvian; Dani, Dani; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Muthohar, Ahmad
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.5049

Abstract

This study aims to determine the effect of using the scramble method on students' interest and understanding of the Al-Qur'an Hadith subject in Grade X at MAN 2 Kota Cirebon. The research was motivated by the low level of student interest and understanding, as demonstrated by a lack of active participation and difficulty in understanding the texts of the Qur'an and Hadith, which is thought to be related to the use of conventional teaching methods. This study used a quantitative approach with a non-experimental descriptive correlational design. The data were analysed to determine the relationship between the use of the scramble method as an independent variable and student interest and understanding as dependent variables. The results of the analysis showed a correlation coefficient (rxy) of 0.573, which is in the moderate correlation category and is positive, thus indicating a significant influence between the two variables. The contribution of determination was 60%, indicating that the scramble method contributed significantly to increasing student interest and understanding, with an increase of 33%. Thus, the scramble method can be used as an alternative active learning strategy in Al-Qur'an Hadith lessons.
Implementasi Program cashless dalam Membentuk Karakter Iffah Santri di Pondok Pesanteren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon Dinarni, Dian; Muthohar, Ahmad; Jamalluddin, Mohammad Jaja; Fitriyanto, A. Alvian; Tomy , Ahmad
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6022

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya gaya hidup non-tunai (cashless society) yang kini mulai merambah ke lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program cashless di lingkungan pesantren serta mengidentifikasi kontribusinya dalam mendukung pembentukan karakter iffah (kemampuan menahan diri, menjaga kehormatan, dan mengendalikan hawa nafsu) bagi para santri, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan dan pengendalian perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh, pengurus pesantren, serta santri di Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program cashless diimplementasikan melalui penggunaan kartu digital elektronik untuk seluruh transaksi di unit usaha pesantren, seperti koperasi, kantin, dan toko kitab. Program ini tidak hanya efektif meminimalkan risiko kehilangan uang dan menyederhanakan administrasi keuangan pesantren, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada pembentukan karakter iffah santri. Melalui sistem pembatasan harian (limit saldo), santri secara alamiah terlatih untuk mengendalikan nafsu konsumtif, membiasakan pola hidup hemat, serta menumbuhkan sikap amanah, jujur, dan disiplin dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, program cashless di pesantren terbukti efektif tidak sekadar sebagai alat transaksi modern, melainkan juga sebagai media edukasi karakter islami yang relevan di era digital tanpa menanggalkan nilai-nilai akhlak pesantren.