Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan Kualitas Sistem Dan Kualitas Informasi Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pengguna Di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno: HUBUNGAN KUALITAS SISTEM DAN KUALITAS INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK RAWAT JALAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA DI RSUD DR. (H.C) IR. SOEKARNO Rima Deni Anggraini; Astri Sri Wariyanti; Rohmadi
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.177

Abstract

Sistem informasi yang berkualitas di rumah sakit sangat diperlukan dalam pengolahan data rumah sakit yang diharapkan mampu menghasilkan kualitas informasi yang baik dan memberikan kemudahan terhadap penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sistem, kualitas informasi dan kepuasan pengguna sistem informasi rekam medis elektronik rawat jalan dan Untuk menganalisis hubungan kualitas sistem dan kualitas informasi rekam medis elektronik terhadap kepuasan pengguna di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno. Jenis Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan pendekatan cross sectional, Jumlah populasi 108 orang dan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang telah menggunakan SIMRS minimal 1 tahun. Gambaran kualitas sistem baik sebesar 57,69%, gambaran kualitas Informasi baik sebesar 65%, Persentase kategori kepuasan pengguna sangat puas sebesar 77%. Uji hipotesis menggunaka Correlation Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat kekuatan hubungan variabel yang sangat kuat (0.840) dan kualitas sistem memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pengguna dimana nilai signifikansi (2-tailed) 0.000 < 0.05, maka dapat diartikan Ha1 diterima dan H01 ditolak dan variable kualitas informasi dan kepuasan pengguna menunjukan adanya hubungan yang signifikan ini ditandai dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0.000 < 0.05, maka pengujian hipotesis yang diperoleh adalah Ha2 diterima dan H02 ditolak. Kesimpulan padapenelitian ini adalah ada hubungan kualitas sistem dan kualitas informasi rekam medis elektronik terhadap kepuasan pengguna di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno.
ANALISIS KUALITATIF PENDOKUMENTASIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS CRANIOTOMY DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA Dewi Ariani; Sri Sugiarsi; Astri Sri Wariyanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i2.205

Abstract

Mutu rekam medis baik secara kuantitas maupun secara kualitas sangat mendukung untuk standarisasi akreditasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan rancangan mixed method. Penelitian kuantitatif digunakan untuk menganalisis kelengkapan dan kekonsistensian pencatatan rekam medis, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan untuk mencari informasi terkait faktor penyebab pencatatan rekam medis yang tidak konsisten ditinjau berdasarkan aspek man, material, mechine dan methode.Hasil penelitian pendokumentasian rekam medis rawat inap kasus craniotomy di RSUD Dr Moewardi Surakarta di tinjau dari analisis kualitatif adalah konsistensi penulisan diagnosis pada saat masuk, dirawat dan pulang, dari 56 dokumen rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan 50 dokumen rekam medis (89,28%) konsisten dan 6 dokumen rekam medis (10,72%) tidak konsisten. Konsistensi pencatatan perkembangan pasien, rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan 54 dokumen rekam medis (96,4%) konsisten dan 2 dokumen rekam medis (4,5%) tidak konsisten. Konsistensi pencatatan hal-hal penting selama perawatan dan pengobatan, rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan 52 dokumen rekam medis (92,9%) konsisten dan 4 dokumen rekam medis (7,1%) tidak konsisten. Konsistensi pencatatan informed consent, rekam medis rawat inap kasus craniotomy didapatkan sejumlah 46 dokumen rekam medis (82,1%) konsisten dan 10 dokumen rekam medis (17,90%) tidak konsisten. Pencatatan kejadian yang berpotensi menimbulkan tuntutan ganti rugi, rekam medis rawat inap kasus craniotomy tidak ditemukan adanya pencatatan kejadian yang berpotensi menimbulkan ganti rugi. Faktor penyebab pencatatan rekam medis yang tidak konsisten pada kasus craniotomy dilihat dari segi Man yaitu kurangnya ketelitian PPA yang disebabkan karena kelelahan PPA dalam melayani banyaknya pasien. Material tidak ada kendala dalam pencatatan rekam medis yang konsisten. Machine kurangnya laptop atau komputer di ruang nurse station dan belum adanya lembar penilaian konsistensi pencatatan rekam medis. Methode belum mempunyai SPO terkait review konsistensi pencatatan rekam medis.
ANALISIS PERBEDAAN TARIF RIIL RUMAH SAKIT DENGAN TARIF INA-CBG'S PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENYAKIT CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2024: ANALISIS PERBEDAAN TARIF RIIL RUMAH SAKIT DENGAN TARIF INA-CBG'S PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENYAKIT CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2024 DIYAH MARYANI; Astri Sri Wariyanti; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i2.231

Abstract

Penyakit CKD didefinisikan sebagai kelainan pada ginjal struktur atau fungsi, selama 3 bulan atau lebih. BPJS Kesehatan ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan JKN. Tarif INA-CBG’s adalah pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada FKRTL atas paket layanan berdasarkan pengelompokan diagnosa penyakit dan prosedur. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tarif riil RS dengan tarif INA-CBG’s pada pasien rawat inap dengan penyakit chronic kidney disease (CKD) di RSUD dr. Doris Sylvanus. Penelitian bersifat analisis deskriptif, data berupa rekam medis, biaya perawatan dan data klaim rawat inap pasien CKD. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 76 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Uji normalitas yang digunakan uji linear sederhana, uji variabel menggunakan uji Mann Whitney untuk mengetahui selisih biaya riil dengan tarif INA-CBG’s. Hasil penelitian terdapat selisih antara tarif riil dengan tarif INA-CBG’s pada pasien rawat inap dengan penyakit chronic kidney disease (CKD) di RSUD dr. Doris Sylvanus. Selisih yang terjadi -Rp 441.853.788. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p < 0,05 (0,000) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara tarif riil dengan tarif INA-CBG’s. Saran Manajemen rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan review terhadap standar pelayanan dan penatalaksanaan pasien rawat inap penderita CKD.