Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERANCANGAN ALAT PERONTOK BIJI LADA KAPASITAS 10 KG DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK M. Amin Fauzie; Togar P.O. Sianipar; Rita Maria Veranika; Puja Agung Pratama
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i1.700

Abstract

Abstrak: Alat perontok lada adalah suatu alat yang digunakan untuk merontokan lada apabila saat musim panen. Dengan adanya alat perontok lada ini akan dapat mampu mempercepat dalam proses perontokan lada apabila produktivitas konsumen meningkat. Alat perontok lada yang akan dibuat ini adalah hasil dari identifikasi masalah yang kerap dialami petani sehingga nantinya dapat bekerja sesuai kebutuhan. Alat ini mempunyai penggerak motor listrik 0,37 kW yang berhubungan langsung dengan poros penggerak utama piringan pisau ulir. Putaran motor listrik 1420 rpm diturunkan dengan perbandingan diameter. Kata kunci: perontokan, lada, putaran (rpm)
ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN KAWAT LAS ELECTRODA BERDIAMETER 3,2mm (Studi Kasus PT.SWAKARYA ADHI USAHA) Irnanda Pratiwi; Rita Maria Veranika; Faizah Suryani
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 1 JANUARI 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.477 KB) | DOI: 10.52333/destek.v5i1.367

Abstract

PT. Swakarya Adhi Usaha merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang proses manufaktur. Produk yang dihasilkan menggunakan consumable berupa electroda (kawat las) 3,2 mm. Sehingga memerlukan inventory management. Model Economic order quantity merupakan metode pengadaan ekonomis yang sangat baik untuk diterapkan di perusahaan yang memiliki sistem persediaan. Karena semakin tinggi modal atau capital yang tertanam suatu inventory maka semakin buruk aliran atau cash flow suatu perusahaan dan semakin kecil nilai turn over persediaan maka semakin buruk perputaran rasio nya. Maka dengan mengaplikasikan metode ini dalam persediaan di PT Swakarya Adhi Usaha agar tercapainya nilai turn over yang tinggi dan capital ratio yang tinggi. Dari data yang diolah maka didapatkan hasil perbandingan persediaan pembelian dari perusahaan sebanyak 540 kg dan EOQ sebanyak 711,88 kg. Sedangkan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp 13.233.332,- dan metode EOQ sebesar Rp 12.743.624,- frekuensi pemesanan dari perusahaan sebnyak 3 kali sedangkan menggunakan metode EOQ sebanyak 2 kali, jumlah persediaan safety stock dari perusahaan tidak menentu, sedangkan menggunakan metode yang dibutuhkan perusahaan sebesar 129,34 kg. Waktu pemesanan kembali (re order point) yang harus dilakukan oleh perusahaan menurut metode EOQ sebesar 135 kg.Kata Kunci:Safety Stock, Economic Order Quantity, Reorder Point, Electroda
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGGULUNG TALI PLASTIK DUA ROLL DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Sukar mansyah; Rita Maria Veranika; M. Amin Fauzie; Hermanto Ali; Salman K.
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 2 JULI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v9i2.780

Abstract

Abstrak: Alat penggulung tali rafia adalah suatu alat yang digunakan untuk menggulung tali rafia yang digerakkan oleh motor listrik yang tujuannya agar bahan yang digulung lebih mudah untuk di angkut dan disimpan. Pada proses merancang dan membuat alat penggulung tali rafia dengan dua roll penggerak motor listrik dilakukan perhitungan daya rencana 0,25 HP atau ¼ HP (0,1864 Kw) yang digunakan pada motor listrik, putaran pully poros yang digerakkan adalah 233 rpm, dan roll penggulung adalah 6,16 N/mm2, kecepatan alat penggulung tali rafia ini tergantung pada panjang tali rafia yang akan digulung. Semakin panjang tali yang digulung akan semakin lama waktu yang diperlukan untuk proses penggulungan.Alat penggulung tali rafia ini sesuai yang diharapkan dan memperoleh gulungan yang tertata dan teratur dengan ukuran sesuai yang diharapkan.Kata kunci: penggulung, rancangan, tali rafia
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENDINGIN AIR AQUASCAPE DENGAN KAPASITAS AIR 10 LITER M. Amin Fauzie; M. Ali; Hermanto Ali; Rita Maria Veranika; Redi Darmawan
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 10 No. 2 Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v10i2.945

Abstract

Abstrak: Aquascape adalah sebuah seni yang mengatur tanaman air, batu, karang,kayu dan lain-lain sebagainya.Seni ini menggunakan media didalam kotak kaca atau akrilik yang menyerupai aquarium.Dalam merawat tumbuhan-tumbuhan yang berada didalam Aquscape itu hidup tergantung pada temperatur air. Pengujian ini dibuat alat uji menggunakan dua buah termoelektrik sebagai pendingin sedangkan water block alumium sebagai penampung air sementara untuk didinginkan dan dipindahkan kedalam aquascape. Adapaun tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa suhu temperatur air yang sesuai pada tanaman yang berada di dalam aquascape. Nilai perpindahan panas konduksi yang terjadi dalam pengujian menggunakan dua buah termoelektrik yang disusun sejar adalah 1,1211 Watt.Kata kunci: aquascape, termoelektrik, water block aluminium, perpindahan panas konduksi
KAJI ULANG KONSTRUKSI BEJANA TEKAN PADA AIR RESERVOIR TANK DI PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA TBK Rita Maria Veranika; Madagaskar; Odi Marhendra
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 13 Nomor 1 Januari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v13i1.958

Abstract

Bejana tekan atau Pressure Vessel adalah tangki yang dipergunakan untuk menyimpan fluida. Penyimpanan fluida mempunyai karakteristik ataupun perlakuan khusus, seperti fluida yang bertekanan, fluida pada temperatur yang rendah ataupun fluida dalam temperatur yang tinggi. Desain Air Reservoir Tank di PT Indocement Tunggal Prakarsa ini untuk menyalurkan udara bertekanan maksimal 1.05 MPa sesuai kebutuhan industri pabrik. Berdasarkan Perhitungan disimpulkan bejana tekan tersebut dapat di operasikan dengan aman, dengan syarat tekanan pada Pressure Gauge bejana tekan tidak melebihi 147,45 Psi dan Temperatur operasi tidak melebihi 122 °C.
OPTIMASI JUMLAH LUBANG UDARA PADA REAKTOR KOMPOR BIOMASSA UNTUK PENINGKATAN DAYA TERMOELEKTRIK GENERATOR Rita Maria Veranika; M. Ali; Madagaskar; M. Fadli
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 13 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/1-10

Abstract

Energi merupakan kebutuhan utama manusia, dan seiring pertumbuhan populasi serta industri, permintaan energi terus meningkat. Sumber energi fosil semakin menipis dan berkontribusi pada perubahan iklim, sehingga pencarian sumber energi alternatif yang ramah lingkungan menjadi penting. Biomassa, yang masih digunakan di banyak desa di Indonesia sebagai bahan bakar memasak, menawarkan solusi terbarukan. Penelitian ini mengembangkan kompor biomassa efisien, khususnya kompor gasifikasi dengan sistem blower, untuk memaksimalkan pembakaran. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan panas dari kompor untuk menghasilkan energi listrik menggunakan Termoelektrik Generator (TEG), yang dapat menyalakan lampu dan alat listrik berdaya rendah, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya yang dapat dihasilkan oleh pembangkit listrik berbasis termoelektrik dengan memanfaatkan panas dinding kompor biomassa. Proses dimulai dengan pembuatan reaktor dengan variasi jumlah lubang (20, 27, dan 34) dengan diameter lubang 0,008 m, serta 34 lubang asli berdiameter 0,006 m. Pengujian daya termoelektrik dilakukan secara seri, diikuti analisis data. Hasil menunjukkan bahwa lima modul TEG SP1848-27145 yang dipasang pada dinding kompor menghasilkan daya maksimum 1,242 Watt dengan 34 lubang modifikasi. Reaktor dengan 34 lubang asli menghasilkan 0,874 Watt, 27 lubang 0,518 Watt, dan 20 lubang 0,306 Watt. Meskipun demikian daya yang dihasilkan masih tergolong kecil, karena kebutuhan listrik input lebih besar daripada output yang dihasilkan.
Penyuluhan Penjernihan Air dengan Metode Reverse Osmosis Faizah Suryani; RA. Nurul Moulita; Madagaskar; Rita Maria Veranika; Martin Luther King; M. Nefo Alamsyah; Hermanto MZ
Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/bersama.v3i2.1143

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Jumlah air di dunia sangat melimpah akan tetapi hanya sekitar 5% yang bisa di manfaatkan oleh manusia. Distribusi air yang kurang merata membuat masyarakat masih menggunakan air yang kurang layak untuk dipakai sehari-hari.  Hal ini  terjadi pada masyarakat Desa Sidomulyo kabupaten Banyuasin. Distribus Air dari PDAM yang masih belum merata membuat masyarakat masih menggunakan air sungai dan sumur yang kurang memadai kebersihannya. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat cara  pengolahan air denga metode Reverse Osmosis (RO). Metode ini menggunakan membram dalam prosesnya sehingga dapat menyaring partikel besar, senyawa yang mudah menguap, logam berat serta senyawa pembuat bau.  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dilakukan dengan cara penyuluhan dan demonstrasi penjernihan air dengan alat  reverse osmosis. Selain itu informasi juga diberikan melalui poster dan video yang berkaitan dengan metode reverse osmosis.  Setelah dilakukan penyuluhan, dilakukan post test dan di dapatkan hasil bahwa sebanyak 75% masyarakat memahami materi yang telah diberikan. Hasil ini diharapkan adanya   peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya kualitas air bersih dan masyarakat bisa melaksanakan pengelolaan air bersih secara mandiri
UJI KONDUKVITAS TERMAL TANAH LIAT SEBAGAI MEDIA ISOLATOR PANAS ALAT PEMANGGANG PEMPEK Muin, Abdul; M. Lazim; Sukarmansyah; Rita Maria Veranika
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 11 No.2 Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v11i2.169

Abstract

Isolator merupakan bagian yang tidak dapat terlepaskan dari permasalahan termal. Isolator bersifat mampu menahan laju energi panas pada saat melaluinya. Di Palembang ada salah satu makanan yang namanya pempek panggang. Dimana bahannya terbuat dari adonan pempek, agar dapat dimakan maka adonan ini harus dipanggang, Pemanggangan dilakukan pada suatu wadah terbuat dari besi yang dilapis isolator, biasanya isolator yang dipergunakan adalah tanah liat dengan tujuan agar panas pemanggan pempek tidak banyak terbuang keluar. Disini telah dilakukan pengujian untuk mengetahui besar harga k (konduktivitas) tanah liat. Prinsip pengujian yang dilakukan dengan menyiapkan 3 bahan yang berbentuk lingkaran, yaitu besi, tanah liat besi. Dalam pengujian ketiga bahan tersebut disusun berurutan yaitu besi, tanah liat dan besi yang kemudian dipanaskan dengan bola listrik dengan daya 200 Watt dibiarkan selama 10 menit. Setelah itu besi dan tanah liat tersebut diukur suhunya baik pada sisi atas maupun sisi bawah, pengujian dilakukan sebanyak 3 kali. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan hasil bahwa konduktivitas termal tanah liat diperoleh berturut-turut yaitu 1,7916 W/m.K, 1,6538 W/m.K dan 1,7200 W/m.K dan rata-ratanya adalah sebesar 1,7218 W/m.K.
KAJI ULANG KONSTRUKSI ELEVATOR BERKAPASITAS PENUMPANG 15 ORANG (1000 KG) DI GEDUNG MENARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS TRIDINANTI Muhammad Ali Akbar; Rita Maria Veranika; M. Amin Fauzie
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 12 No.1 Januari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v12i1.316

Abstract

Salah satu sarana transportasi yang diciptakan untuk menunjang mobilitas manusia dalam kegiatan sehari-hari adalah elevator. Perhitungan dimulai dengan menghitung massa sangkar, massa counterweight, massa tali baja, beban yang ditanggung motor, perhitungan tali baja, momen puntir, daya yang dibutuhkan motor, serta gaya berat dan gaya normal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1. Daya aktual motor dibutuhkan ketika elevator dibebani oleh 15 penumpang atau 1000 kg adalah sebesar 7,09 HP, 2. Kapasitas beban maksimum yang mampu diangkat oleh elevator ini adalah 1085,855 kg, 3. Tali baja yang digunakan dapat dipastikan aman karena tegangan yang terjadi pada tali baja sebesar 2261,88 kg/cm2 tidak melebihi tegangan maksimum yang diizinkan yaitu 4714,29 kg/cm2.
PERHITUNGAN ULANG KONTRUKSI PADA ELEVATOR (LIFT) KAPASITAS 24 ORANG DI GEDUNG OPI MALL PALEMBANG M. Ilham Pangestu; M. Amin Fauizie; Madagaskar; Rita Maria Veranika
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 12 No.2 Juli 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v12i2.478

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menghitung ulang kontruksi elevator berkapasitas 24 orang di gedung Opi Mall Palembang. Perhitungan ulang bertujuan untuk mendapatkan variabel-variabel yang berhubungan dengan kontruksi elevator sehingga bisa diketahui karakteristik dan kemampuan elevatornya pada pembebanan maksimum. Hasil perhitungan daya motor yang diperlukan ketika lift dibebani sesuai kapasitas yang direkomendasikan adalah 10,88 HP dan masih dibawah daya motor yang tersedia yaitu 14,48 HP.