Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Filsafat Intuisionisme dalam Pembelajaran Matematika Memen Permata Azmi; Azwir Salam
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.804

Abstract

This article is a literature review from several written sources about the importance of intuitive thinking in learning mathematics. The flow of intuitionism emphasizes construction that depends on a belief. Currently, the development of intuitionism is still significant and plays an important role in learning mathematics related to discovery. In addition, intuition can be used as a liaison from one's vision so that it can help to connect the desired object with alternative choices of ideal answers. Intuition has a role as a trigger for a formal solution or as a first step in exploring answers. Intuition also plays a role when someone needs to choose and make critical choices, make, develop, and discover new hypotheses and theories in mathematics. The intuitive and analytical frameworks cannot be separated on the grounds that they are cognitive processes that complement one another. Analytical thinking is valuable at higher skill levels and can clarify and sharpen intuition. So the subjective (intuitive) and objective (analytical) aspects should not be seen as two conflicting choices, but two related approaches.
BAGAIMANA MODEL MEANS END ANALYSIS (MEA) MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA BERDASARKAN SELF CONFIDENCE? Hemadwi Cahya, Devhita; Revita, Rena; Azmi, Memen Permata
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 6, No 2 (2024): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v6i2.42870

Abstract

AbstractMathematical communication ability is one of the abilities students must have to solve mathematical problems. This study aims to analyze the effect of the means-end analysis learning model on students' mathematical communication skills in terms of self-confidence. The experimental research used a factorial experimental design. The population of this research is grade XI students at one of the SMAN in Kerinci, as many as 6 classes. The sampling technique used cluster random sampling, class XI.4 as the experimental class and class XI.3 as the control class. Data collection techniques include a mathematical communication skills test and a self-confidence questionnaire. The data analysis technique used descriptive analysis and a two-way ANOVA test. The results showed differences in mathematical communication skills between students who followed the means-end analysis learning model and students who followed the Direct learning model. There were differences in mathematical communication skills between students who had high, medium, and low self-confidence, and there was no interaction effect between the means-end analysis learning model and self-confidence on students' mathematical communication skills. Abstrak Kelmampulan komulnikasi matelmatis menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk melnyellelsaikan permasalahan matelmatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran means end analysisterhadap kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self confidence. Penelitian eksperimen menggunakan factorial eksperiment design. Populasi penelitian ini siswa kelas XI di salah satu SMAN di Kerinci sebanyak 6 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, kelas XI.4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI.3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data berupa tes kemampuan komunikasi matematis dan angket self confidence. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran means end analysisdengan siswa yang mengikuti model pembelajaran Langsung, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memiliki self confidence tinggi, sedang, dan rendah, dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran means end analysis dan self confidence terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. 
PERAN KOMPETENSI SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI MTs DARUL IHSAN Shofiah Hafizoh; Siti Kholijah Hasibuan; Ade Irma; Memen Permata Azmi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kompetensi sosial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MTs. Darul Ihsan. Melalui wawancara dengan guru dan observasi di kelas, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana guru membangun hubungan positif dengan siswa dari latar belakang yang beragam dan mengelola dinamika sosial di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial yang baik berkontribusi pada kenyamanan siswa dan efektivitas pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi strategi konkret yang digunakan oleh guru untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif dan mendukung, serta dampak positifnya terhadap motivasi dan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar.
PENDAMPINGAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN Azmi, Memen Permata; Nufus, Hayatun; Revita, Rena; Sari, Arnida
COMMUNITY SERVICE JOURNAL OF ECONOMICS EDUCATION Vol 3, No 2 (2024): Community Service Journal Of Economic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/csjee.v3i2.33735

Abstract

Pengabdian kepada masyarat ini berbentuk pendampingan. Tujuan dari pendampingan ini agar guru mendapatkan bantuan yang menyeluruh berupa pemahaman tentang konsep kurikulum merdeka dalam pembelajaran geometri, dan pendampingan langsung dalam merencanakan pembelajaran serta mengimplementasikan pembelajaran geometri sesuai kurikulum merdeka. Metode pendampingan yang dilakukan dengan tiga tahap yaitu perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dan observasi aktivitas siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk melihat persentase ketercapaian kegiatan pendampingan. Hasil pendampingan ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran geometri berdasarkan kurikulum merdeka berada pada kategori terlaksana dengan sangat baik, dan aktivitas siswa berada pada kategori aktif.
Pendekatan Concrete Representational Abstract (CRA) dan Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Azmi, Memen Permata
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i1.3836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep dari pendekatan CRA meliputi: teori yang melandasi pendekatan CRA; makna pendekatan CRA; pendekatan CRA berdasarkan gaya belajar, jumlah siswa, dan tingkat kemampuan; serta aplikasi praktis pendekatan CRA dalam pembelajaran matematika. Artikel ini merupakan studi literatur. Pengumpulan data bersumber dari berbagai jenis artikel jurnal dan buku yang bereputasi. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa teori belajar yang melandasi pendekatan CRA adalah teori psikologi perkembangan kognitif Bruner dan Piaget. Pendekatan CRA terdiri dari tahap konkret, representasi, dan abstrak. Pendekatan CRA efektif diterapkan jika dikonseptualisasikan sebagai kerangka kerja, bukan sebagai urutan yang terpisah. Pendekatan CRA sukses diimplementasikan dengan berbagai gaya belajar; diterapkan secara individu, kelompok kecil atau besar; dapat memfasilitasi siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Aplikasi praktis pendekatan CRA dalam pembelajaran matematika dituangkan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran.
Fleksibilitas dalam Berpikir Kreatif Matematis dan Aplikasi Praktis pada Pembelajaran Azmi, Memen Permata
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3039

Abstract

Fleksibilitas dalam berpikir kreatif menjadi sangat penting untuk dibahas karena berpotensi menghasilkan cara-cara yang beragam secara konseptual. Ketika fleksibilitas berpikir dikuasai, maka tercipta kepercayaan diri dan keberanian untuk mengeksplorasi gagasan baru. Dalam konteks matematika, fleksibilitas berpikir memungkinkan siswa untuk merepresentasikan masalah matematika dengan berbagai cara, seperti diagram, grafik, tabel, atau persamaan sesuai dengan pemahaman siswa kebutuhan masalah. Artikel ini membahas secara mendalam konsep fleksibilitas dalam berpikir kreatif matematis meliputi metode penilaian, cara-cara untuk menunjukkan fleksibilitas pada masalah geometri, dan penerapannya dalam situasi praktis. Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji berbagai jenis artikel jurnal dan buku sehingga dihasilkan deskripsi yang mendalam. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa fleksibilitas berkaitan dengan kapasitas mengubah cara dengan melihat suatu masalah dari perspektif yang berbeda-beda, Fleksibilitas diukur dengan aktivitas mengubah fokus, mencoba strategi yang berbeda, memanfaatkan representasi yang berbeda, dan menghubungkan berbagai cabang matematika. Beberapa kriteria masalah yang dapat mendukung fleksibilitas dalam berpikir, yaitu masalah terbuka, terkoneksi, visual, dan menantang. Salah satu contoh aplikasi praktis yang mendukung fleksibilitas berpikir kreatif matematis siswa adalah menggunakan pendekatan intuitif, konkret, representasi, dan abstrak.
Menggali Kompetensi Profesional Guru: Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan Layyana Syarifah Pane; Ade Irma; Memen Permata Azmi
GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/guruku.v3i3.1095

Abstract

This study aims to explore the professional competence of teachers as a key factor in improving the quality of education at SMA Negeri 1 Tambang. The research employed interviews with an experienced teacher to gain insight into the strategies for developing professional competence in facing modern educational challenges. The findings indicate that professional competence encompasses not only subject mastery and classroom management but also communication skills, collaboration, and continuous self-development. Challenges such as administrative burdens and limited time hinder the optimal development of these competencies. Therefore, systematic support from schools and government, including ongoing training and adequate facilities, is essential. In conclusion, professional competence is a crucial foundation for creating a conducive learning environment and enhancing the overall quality of education.
Pengaruh Penerapan Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau dari Disposisi Matematis pada Siswa SMP/MTs Apriliani, Azha; Revita, Rena; Azmi, Memen Permata
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3332

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dalam matematika sangat penting bagi siswa, namun masih banyak siswa yang megalami kesulitan dalam menyelesaikan matematika dengan penalaran yang logis. Maka, diperlukan suatu model pembelajaran seperti Project Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa tersebut dengan memperhatikan disposisi matematis siswa. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh model pembelajaran, disposisi matematis, serta interaksi keduanya terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain factorial eksperimental dan pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Penelitian dilakukan di SMP Islam As-Shofa Pekanbaru dengan populasi kelas VIII dan sampel kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Dari hasil posttest yang telah dihitung menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model Project Based Learning dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Selain itu, ditinjau dari disposisi matematis juga terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis. Tetapi, tidak temukan interaksi antara model Project Based Learning dengan disposisi matematis terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning dan/atau disposisi matematis berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis di SMP Islam As-Shofa Pekanbaru.
Asosiasi Antara Kemampuan Analogi Dengan Komunikasi Matematik Siswa SMP Azmi, Memen Permata
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2017): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v8i1.902

Abstract

This research is a quantitative research with cross-sectional design that aims to examine the association between students 'mathematical analogy abilities with students' mathematical communication abilities. The subject of this research is 33 students of class VII in one of Junior High School of Kampar Regency of Riau Province. The instrument used is a essay test about the problem of mathematical analogy and mathematical communication. Data analysis techniques to test the association of both capabilities based on the category of contingency association test (Pearson Chi Square test and contingency coefficient). The results showed that this study was an association between students' mathematical analogy abilities with students' mathematical communication abilities. The degree of association between students 'mathematical analogy abilities with students 'mathematical communication abilities is high.
Strategi dalam Berpikir Kreatif Matematis pada Masalah Bangun Datar Azmi, Memen Permata
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i3.4485

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang meliputi aspek kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas dalam menyelesaikan masalah. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa siswa masih mengalami hambatan dalam mengembangkan ketiga aspek tersebut. Mengkaji strategi yang digunakan siswa dalam berpikir kreatif pada konteks bangun datar penting dilakukan agar dapat teridentifikasi bagaimana siswa mengembangkan ide, berpindah antar strategi, dan menghasilkan solusi baru, sehingga dapat dirancang intervensi pembelajaran yang lebih efektif untuk mendukung kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memahami proses berpikir siswa secara kontekstual dan mendalam. Partisipan terdiri dari 27 siswa kelas VIII SMP di Pekanbaru yang telah menerima pembelajaran tentang luas bangun datar. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kreatif matematis dan wawancara berbasis tugas, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi siswa pada aspek kelancaran mencakup penggunaan representasi beragam, eksplorasi pendekatan, dan identifikasi pola. Strategi siswa pada aspek fleksibilitas ditunjukkan melalui perubahan pendekatan konseptual dan penggabungan metode. Strategi siswa pada aspek orisinalitas tampak dalam penggunaan pendekatan tak biasa, modifikasi masalah, serta representasi visual yang unik.