Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Orisinalitas: Konsep, Penilaian, dan Cara Menunjukkannya pada Bidang Geometri Azmi, Memen Permata
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v7i2.31354

Abstract

Orisinalitas menjadi sangat penting untuk dikaji karena diperlukan dalam  menghadapi berbagai masalah yang hadir karena perbedaan sudut pandang, mengatasi kehidupan modern, penemuan ilmiah, dan masalah tidak rutin. Namun saat ini, konsep dan penilaian orisinalitas masih berbeda-beda antara para ahli, sehingga diperlukan kajian yang mendalam mengenai berbagai sudut pandang mengenai orisinalitas. Artikel ini merupakan studi literatur yang berasal dari berbagai sumber artikel jurnal dan buku sehingga diperoleh deskripsi yang mendalam mengenai konsep dan penilaian orisinalitas dari berbagai perspektif, serta cara mengungkapkan orisinalitas dalam bidang geometri. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa terdapat empat sudut pandang dalam memaknai orisinalitas yaitu orisinalitas mutlak, relatif, komparatif, dan modifikasi. Penilaian orisinalitas dapat dilakukan menggunakan sudut pandang objektif dan subjektif. Untuk mengungkapkan orisinalitas dalam bidang geometri diperlukan masalah terbuka, terhubung, terintegrasi, menantang, dan abstrak.
Integrating islamic values into mathematics student worksheets: Validity study on exponents and radicals Hakim, Abdur Rahman; Ramadhanti, Oktarisa; Bijani, Hilda Ladan; Azmi, Memen Permata; Nufus, Hayatun
LINEAR: Journal of Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguran IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/w00bfe09

Abstract

Student worksheets are instructional materials designed to help learners grasp subject matter, foster interaction with teachers, and encourage active engagement in the learning process. In Islamic-based schools, the integration of religious values into instructional resources is essential to provide meaningful learning experiences that support both cognitive and moral development. However, existing mathematics worksheets often lack such integration. This study aims to design and validate mathematics worksheets on exponents and radicals that explicitly integrate Islamic values. The research employed a Research and Development (R&D) design using Plomp’s development model, which consists of preliminary research, prototyping, and evaluation. The study, however, was limited to the prototyping and validation stages. Validation was conducted by three expert validators. The results revealed that the worksheets achieved an overall overall validity score of 90,50% from subject matter experts and 95,62% from instructional design experts, both categorized as very valid. These findings demonstrate that the integration of Islamic values into mathematics worksheets not only meets academic and design standards but also provides a meaningful approach to teaching mathematics that aligns with the spiritual and moral objectives of Islamic-based education.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Otomatisasi Instrumen Evaluasi Pembelajaran Melalui Pelatihan Google Apps Script (GAS) dan Integrasinya dengan Google Form Sari, Arnida; Azmi, Memen Permata; Granita, Granita; Muhandaz, Ramon
Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural Vol 3 No 3: BATIK Desember 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/batik.v3i3.2356

Abstract

The challenges of learning evaluation in the digital era demand efficiency and personalization. Google Forms (GF), although popular, has limited functionality when it comes to advanced automation, such as certificate creation, access restrictions, and complex notifications. This training aims to improve teachers' competency in utilizing Google Apps Script (GAS) to automate and develop GF-based learning evaluation instruments. The method used is Participatory Action Learning (PAL), which includes pre-tests, material delivery (lectures, demonstrations), independent practice, and post-tests. The results of the community service show significant improvements in teachers' understanding and skills in writing simple scripts, integrating GAS with GF and Google Sheets, and successfully creating automation solutions such as a system for sending quiz feedback and issuing digital certificates in real time. This increased competency has a direct impact on work efficiency and the quality of evaluation services to students.
Fleksibilitas dalam Berpikir Kreatif Matematis dan Aplikasi Praktis pada Pembelajaran Memen Permata Azmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3039

Abstract

Fleksibilitas dalam berpikir kreatif menjadi sangat penting untuk dibahas karena berpotensi menghasilkan cara-cara yang beragam secara konseptual. Ketika fleksibilitas berpikir dikuasai, maka tercipta kepercayaan diri dan keberanian untuk mengeksplorasi gagasan baru. Dalam konteks matematika, fleksibilitas berpikir memungkinkan siswa untuk merepresentasikan masalah matematika dengan berbagai cara, seperti diagram, grafik, tabel, atau persamaan sesuai dengan pemahaman siswa kebutuhan masalah. Artikel ini membahas secara mendalam konsep fleksibilitas dalam berpikir kreatif matematis meliputi metode penilaian, cara-cara untuk menunjukkan fleksibilitas pada masalah geometri, dan penerapannya dalam situasi praktis. Artikel ini merupakan studi literatur yang mengkaji berbagai jenis artikel jurnal dan buku sehingga dihasilkan deskripsi yang mendalam. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa fleksibilitas berkaitan dengan kapasitas mengubah cara dengan melihat suatu masalah dari perspektif yang berbeda-beda, Fleksibilitas diukur dengan aktivitas mengubah fokus, mencoba strategi yang berbeda, memanfaatkan representasi yang berbeda, dan menghubungkan berbagai cabang matematika. Beberapa kriteria masalah yang dapat mendukung fleksibilitas dalam berpikir, yaitu masalah terbuka, terkoneksi, visual, dan menantang. Salah satu contoh aplikasi praktis yang mendukung fleksibilitas berpikir kreatif matematis siswa adalah menggunakan pendekatan intuitif, konkret, representasi, dan abstrak.
Pengaruh Penerapan Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau dari Disposisi Matematis pada Siswa SMP/MTs Azha Apriliani; Rena Revita; Memen Permata Azmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3332

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dalam matematika sangat penting bagi siswa, namun masih banyak siswa yang megalami kesulitan dalam menyelesaikan matematika dengan penalaran yang logis. Maka, diperlukan suatu model pembelajaran seperti Project Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa tersebut dengan memperhatikan disposisi matematis siswa. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh model pembelajaran, disposisi matematis, serta interaksi keduanya terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain factorial eksperimental dan pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Penelitian dilakukan di SMP Islam As-Shofa Pekanbaru dengan populasi kelas VIII dan sampel kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Dari hasil posttest yang telah dihitung menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model Project Based Learning dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Selain itu, ditinjau dari disposisi matematis juga terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis. Tetapi, tidak temukan interaksi antara model Project Based Learning dengan disposisi matematis terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning dan/atau disposisi matematis berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis di SMP Islam As-Shofa Pekanbaru.
ANALISIS KOMPETENSI SOSIAL GURU DI LINGKUNGAN SEKOLAH Najwa Aulia Gulis; Jawiyah; Ade Irma; Memen Permata Azmi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7669

Abstract

Kompetensi sosial guru merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, dalam praktik pendidikan, kompetensi sosial sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan kompetensi pedagogik dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kompetensi sosial guru dalam proses pembelajaran melalui kegiatan observasi langsung di dua sekolah, yaitu Madrasah Aliyah Terantang dan Pondok Pesantren Al-Kahfi. Observasi dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 terhadap guru matematika di masing-masing sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen observasi sistematis yang berpedoman pada indikator kompetensi sosial, meliputi kemampuan komunikasi, empati, kerja sama, dan pengelolaan hubungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang memiliki kompetensi sosial yang baik mampu menciptakan suasana belajar yang positif, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta membangun hubungan yang harmonis antara guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah. Selain itu, ditemukan adanya persamaan dan perbedaan dalam gaya komunikasi, pendekatan empati, dan pola kerja sama antara kedua guru yang diamati. Dengan demikian, kompetensi sosial guru dapat dipandang sebagai faktor penting dalam mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif, bermakna, dan berkualitas.