Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN GETARAN GEMPA DAN STRUKTUR BETON UNTUK ANALISA TIDAK LINEAR Ade Faisal, Ph.D
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA PEMODELAN GETARAN GEMPA DAN STRUKTUR BETON UNTUK ANALISA TIDAK LINEAR
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi s/ruktur gedung lama menjadi ha/ yang penling saal ini. Hal ini diakibalkan o/eh peningkatan bahaya gempa yang ditunjukkan oleh perubahan peta zona gempa dan pera/uran gempa di Indonesia. Untuk eva/uasi struklur gedung penggunaan cma/isa tidak linear semakin sering dilakukan. Analisa tidak linear ini juga sudah 11111/ai dipakai 1111/uk disain, bi/a perencanaannya berbasis simpangan dan kine,ja struktur. Untuk i/11 111e111aha111i cara 1111/uk melakukan analisa lidak linear secara baik adalah sangal per/11. At/11/ai dari pemodelan gelaran gempa sampai dengan pemodelan struktur gedung. T11/isan ini mengulas secara ringkas bagaimana 111e111b11at cma/isa tidak linear 1111/uk struktur beton yang di11111/ai dengan pemode/cm getaran gempa dari perspektif seismologi sampai dengan pemodelan slrukl11r beton secara Jidak linear tidak etastis.
HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT TENAGA PENGAJAR Ade Faisal, Ph.D
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT TENAGA PENGAJAR
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT TENAGA PENGAJAR
Peer Review - Studi parametrik kinerja dinding pengisi bata merah pada struktur beton bertulang akibat beban gempa Ade Faisal
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA Vol 9, No 2 (2015): Peer Review - Studi parametrik kinerja dinding pengisi bata merah pada struktur
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kekakuan, kekuatan dan penempatan (konfigurasi) dinding bata terhadap struktur. Struktur bangunan dimodelkan sebagai portal 2 dimensi dan terdiri dari 5 model yaitu struktur open frame, strukturfully-infilled wall frame, strukturfully-infilled wall frame dengan bukaan 16%, struktur fully-infilled wall frame dengan bukaan 40%, dan struktur open first-story frame. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi dinding pengisi yang terbuat dari dinding bata sangat mempengaruhi kekakuan lateral stnkttur. Adanya dinding pengisi yang kaku di sebuah level tingkat dan pada level tingkat lain tidak ada dapat menyebabkan efek tingkat lemah (soft story). Hasil studi juga menunjukkan bahwa faktor bukaan juga sangat mempengaruhi kekuatan dinding pengisi. Dinding dengan bukaan 40% ternyata tidak begitu mempengaruhi kinerja dari struktur utama. Pemasangan dinding pengisi bata ternyata dapat meningkatkan kapasitas dari struktur itu sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh model struktur dengan menggunakan dinding pengisi memiliki kapasitas yang lebih besar dengan peningkatan sebesar 12,833% pada zona gempa 4 dan 28,931% pada zona gempa 6. Untuk model struktur dengan bukaan 16% terjadi peningkatan sebesar 3,015% pada zona gempa 4 dan 7,135% pada zona gempa 6. Berbanding terbalik dengan kapasitas, keberadaan dinding bata bisa mengurangi daktilitas struktur, dari studi ini diperoleh pengurangan sebesar 56,344% pada zona gempa 4 dan 71,405% pada zona gempa 6.
Estimasi Respon Tanah Sedang di Beberapa Lokasi di Kota Medan Akibat Skenario Terburuk Gempa Sumatera Ade Faisal
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.2

Abstract

Abstrak. Kota Medan terletak ~80 km dari patahan strike-slip Sumatera dan ~300 km dari pertemuan lempeng Indo-Australian dan Eurasian. Kota ini pernah bergetar hebat tahun 1936 akibat gempa  Kutacane (segmen patahan Tripa) MS=7,2 yang menyebabkan sejumlah bangunan rumah rusak. Karena tidak sepenuhnya aman, studi ini melakukan sejumlah kajian skenario gempa terhadap Kota Medan berdasarkan mekanisme dan magnitude gempa, jarak terdekat dan kondisi geoteknik. Skenario gempa di kawasan Nias berkekuatan Mw=9,3 dan gempa Mw=7,8 di segmen Tripa/Renun digunakan sebagai skenario terburuk, bersama dengan gempa Aceh 26/12/2004, Nias 28/03/2005 dan Renun 01/04/1921. Kemudian tiga lokasi tanah di Medan dianalisa dengan memakai riwayat waktu percepatan gempa yang berasal dari 21 rekaman nyata gempa-gempa subduksi dan patahan aktif di belahan dunia lain. Percepatan batuan dasar diperoleh sebesar 0,1002 g dan 0,1420 g, masing-masing akibat gempa subduksi Nias dan segmen patahan Tripa/Renun. Sebanyak 153 respon spektrum percepatan tanah dihasilkan, terdiri dari 81 spektrum akibat gempa subduksi dan 72 spektrum akibat gempa patahan. Respon tanah ini menunjukkan gejala yang harus diwaspadai karena melampaui spektrum rencana tanah sedang dan mencapai nilai atas spektrum rencana tanah lunak SNI-1726-2003 Wilayah 3, pada hampir seluruh perioda waktu. Abstract. Medan is located ~80 km away from Sumatran strike-slip fault and ~300 km away from boundary of Indo-Australian and Eurasian plates. Medan has been experienced tremor causing damage of some buildings in 1936 due to Ms=7,2 earthquake sourced from Kutacane (Tripa fault segment). Since the city was not fully safe, this study conducts an investigation to the effect of worst scenario earthquakes for Medan based on source mechanism, magnitude, closest source-to-site distance, and geotechnical condition. The subduction earthquakes of Mw=9,3 in Nias region and Mw=7,8 in Tripa/Renun fault segments are employed as the worst scenario earthquakes for Medan. The earthquakes of Aceh 26/12/2004, Nias 28/03/2005, and Renun 01/04/1921 are took into account as well. Three locations in Medan are then assessed using 21 synthetic time histories accelerations sourced from ground motion record of subduction and strike-slip earthquakes from other countries. The bedrock peak ground accelerations (PGA) found for Nias subduction region and Tripa/Renun fault segment reach 0,1002 g and 0,1420 g, respectively. This study results 153 soil surface spectrum response accelerations that consist of 81 spectrums and 72 spectrums affected by subduction and transform faults earthquakes. The soil responses due to worst scenario earthquakes show apprehensive trend, which beyond the design spectrum of medium soil in Zone 3 of SNI-1726-2003. It almost reaches soft soil design spectrum at all over periods as well.
Seismic performance of moment frames under multiple fling-step pulse ground motions Ade Faisal; Afiful Anshari; Bambang Hadibroto; Ahmad Fahmy Kamarudin
SINERGI Vol 26, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2022.2.004

Abstract

The displacement fling-step pulse seldom signatures near-field earthquake in its ground motions. It is well recognized that the near-field ground motion with velocity pulse amplifies the building drift larger than the regular ground motion. Recent findings explain that the building experiences minor damage to collapse is not caused only by the single earthquakes, which in many cases are due to repeated ground motion. The seismic performance of moment frames under the displacement fling-step pulse motion is not studied, particularly when this type of motion applies. Thousands of nonlinear inelastic response history analyses are conducted in order to find out the inter-story drifts, as the engineering demand parameter throughout the incremental dynamic analysis, on the 5 to 20-story moment resisting frames under the influence of multiple ground motions with a fling-step pulse. The special, intermediate, and ordinary types of moment frames are considered, respectively. On average, the evaluation result explains that the intensity measure of multiple ground motions with a fling-step pulse needs 68.37% lower than the single ground motion in order to produce the near collapse inter-story drift. This means the multiple ground motion with fling step pulse increases the probability of near collapse of frames significantly.  
KAJIAN KURVA KAPASITAS STRUKTUR BAJA SRPM AKIBAT PENERAPAN DESAIN PLASTIS BERBASIS KINERJA PADA DAERAH KEGEMPAAN TINGGI DI INDONESIA Ade Faisal, Ph.D
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA KAJIAN KURVA KAPASITAS STRUKTUR BAJA SRPM AKIBAT PENERAPAN DESAIN PLASTIS BERBASIS KINERJA PADA DAER
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan zona gempa moderat hingga berat, sehingga perencanaan struktur gedung tahan gempa menjadi sangat penting. Namun prosedur desain kegempaan saat ini masih didasarkan terhadap respon elastis struktur, tanpa secara langsung mempertimbangkan respons inelastis struktur pada tahap awal desain, sehingga mengakibatkan desain awal struktur yang kurang baik dan menyebabkan proses iterasi desain, gaya geser dasar desain tidak realistis, kekuatan lateral tidak merata sepanjang tinggi struktur, serta pola mekanisme leleh tidak menjamin sesuai dengan yang diharapkan. Prosedur desain plastis berbasis kinerja merupakan prosedur desain kegempaan yang secara langsung menyertakan simpangan target dan mekanisme kolom kuat–balok lemah pada tahap awal desain, sehingga tidak dibutuhkan proses iterasi desain. Dalam penelitian ini akan dievaluasi kinerja struktur baja SRPM 3- dan 8-tingkat, yang didesain plastis berbasis kinerja di Pulau Nias dengan variasi rasio simpangan target 0.015, 0.025, dan 0.03, melalui analisis statis nonlinier menggunakan SeismoStruct, dan dengan data gempa Duzce 1999, Kocaeli 1999, dan Hector Mine 1999 yang telah diskalakan terhadap spektrum respons desain Pulau Nias. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa prosedur desain plastis berbasis kinerja dapat diterapkan dengan baik pada daerah kegempaan tinggi (Pulau Nias, Indonesia). Dari kurva kapasitas struktur menunjukkan bahwa gaya geser dasar desain plastis berbasis kinerja lebih realistis dibandingkan gaya geser dasar desain elastis. Hal ini dibuktikan oleh kuat lebih yang sangat besar pada desain elastis.
EVALUASI DAKTILITAS KURVATUR PILAR JEMBATAN BETON BERTULANG Ade Faisal, Ph.D
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA EVALUASI DAKTILITAS KURVATUR PILAR JEMBATAN BETON BERTULANG
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beraneka ragam metode untuk membuat suatu pilar jembatan beton bertulang menjadi lebih daktail, salah satunya dengan pemberian tulangan pengikat. Pemberian tulangan pengikat pada pilar akan mengakibatkan pilar tersebut memiliki kemampuan untuk berdeformasi lebih besar daripada pilar yang tidak diberi tulangan pengikat. Kontribusi pengikatan terhadap tingkat daktilitas pilar dapat dilihat dari diagram momen-kurvaturnya. Pilar yang mengalami tarikan berlebihan akan mengakibatkan retak pada pilar yang diakibatkan oleh lelehnya tulangan. Sehingga suatu saat keruntuhan akan terjadi bila tarikan yang terjadi melebihi kapasitas kekuatan dan deformasi dari pilar. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi terhadap daktilitas kurvatur kolom dengan memperhitungkan kontribusi pengikatan. Ada berbagai formulasi pemodelan diagram momen-kurvatur yang telah diusulkan sampai saat ini untuk dipakai di dalam analisa tidak linear. Perbedaan pemodelan diagram momen-kurvatur ini akan memberikan pengaruh kepada hasil daktilitas kurvatur yang kemudian juga berpengaruh kepada daktilitas simpangan. Studi ini dibuat untuk mengetahui kontribusi pengikatan terhadap daktilitas kurvatur dan simpangan dengan program komputer analisa tampang CUMBIA yang berbasis model makro. Momen-kurvatur dan interaksi gaya aksial-momen dari hasil analisa CUMBIA tersebut kemudian dipakai untuk analisa pushover struktur pilar jembatan dengan SAP2000. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa hasil analisa pushover yang memakai keluaran program CUMBIA memberikan hasil yang mendekati kepada hasil eksperimental milik Chung dkk. (2008). Namun demikian hasil evaluasi simpangan dan daktilitas memakai elemen garis di SAP2000 tidak direkomendasikan untuk dipakai bila data momen-kurvatur dan interaksi gaya aksial-momen diambil dari CUMBIA. Hal ini disimpulkan karena hasil analisa pushover tidak mendekati kurva selubung terluar hasil uji eksperimental.
Peer Review - Pemodelan Getaran Gempa dan Struktur Beton Untuk Analisa Tidak Linear Ade Faisal
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA 2013: Peer Review - Pemodelan Getaran Gempa dan Struktur Beton Untuk Analisa Tidak Linear
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi s/ruktur gedung lama menjadi hal yang penling saal ini. Hal ini diakibalkan o/eh peningkatan bahaya gempa yang ditunjukkan oleh perubahan peta zona gempa dan peraturan gempa di Indonesia. Untuk eva/uasi struklur gedung penggunaan cmaisa tidak linear semakin sering dilakukan.
A Comprehensive Study on the Influence of Strength and Stiffness eccentricities to the On-plan Rotation of Asymmetric Structure Ade Faisal, Ph.D
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA A Comprehensive Study on the Influence of Strength and Stiffness eccentricities to the On-plan Rotat
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

All buildings are subjected to some degree of torsion which in turn changes the member torsional demands from that of translation only. Torsional effects on buildings subjected to earthquakes are not found directly in structural analysis unless full three-dimensional inelastic dynamic time history analysis is conducted. Since design is often conducted using two-dimensional analysis, these effects are not directly considered. There is currently an understanding on how different factors may influence torsion, however, the degree to which these factors influence torsion is relatively unknown. Slab rotation effect is considered a major response parameter to represent the severity of the torsional response of eccentric systems; hence, it is considered in this study. The centre of strength (CR) and centre of stiffness (CS) are the two main factors under considerations. A comprehensive analysis on eighty different CR and CS conditions are applied to a three-dimensional, asymmetric building and their influences to slab rotation are observed. The CR/CS conditions are applied by varying strength eccentricities (er) and stiffness eccentricities (es) using two condition models. Then, earthquake ground motions are applied in z-direction under elastic and inelastic conditions. The results interpreted using a simple approach shows important slab rotation behaviour that forms interesting findings from this study. The slab rotation demand is found to reduce as strength eccentricity moves away from the Centre of Mass (CoM) but is independent of the stiffness eccentricity. The study also confirms finding of previous works which states that stiffness eccentricity plays a minor role when assessing the torsional behaviour of a ductile systems. Results from inelastic analysis shows slab rotation demand increases as strength eccentricity is closer to the CoM but it remains constant for elastic analysis.
(Turnitin) PENGARUH GETARAN GEMPA YANG MENGANDUNG EFEK PULSE DAN TANPA PULSE PADA STRUKTUR TIDAK SIMETRIS SEBIDANG Ade Faisal, Ph.D
KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA PENGARUH GETARAN GEMPA YANG MENGANDUNG EFEK PULSE DAN TANPA PULSE PADA STRUKTUR TIDAK SIMETRIS SEBID
Publisher : KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil uji duplikasi memakai Turnitin