Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Dan Analisis Performansi Wireless Distribution System Pada Layanan Video Streaming Yusuf Budiman; Ahmad Tri Hanuranto; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan terhadap kebutuhan informasi, yang tidak hanya berupa informasi teks dan gambar saja akan tetapi juga melibatkan aspek multimedia yang ada. Salah satu yang dimaksud adalah informasi video streaming. Pada saat mengakses video streaming diperlukan bandwidth yang cukup besar dan mengakibatkan biaya yang besar. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan mengimplementasikan Wireless Distribution System (WDS) dengan mode wireless Repeater/Bridge WDS pada perangkat access point (AP) untuk mengembangkan jaringan nirkabel tanpa harus menggunakan kabel sebagai access point, melainkan memanfaatkan jalur nirkabel sebagai backbone. Pada Tugas Akhir ini dimplementasikan dan dianalisis performansi Wireless Distribution System (WDS) pada layanan video streaming dengan menggunakan raspberry pi sebagai server lalu di distribusikan ke pada client melalui jaringan local wireless dengan mode Wireless Distribution System (WDS), sehingga client bisa mengakses video streaming tanpa internet. Dalam pengujian ini menggunakan parameter-parameter yang dihitung dalam hasil akhirnya adalah packet loss, delay, dan troughput. Dari hasil implementasi dan analisis dapat diketahui nilai dari parameter Quality of Service (Qos). Diketahui bahwa delay skenario 1 untuk video streaming pada jarak 15m router client 1 didapatkan delay terkecil 0,1264s dan pada jarak 15m obstacle acces point 2 client 2 mendapatkan delay yang besar 4,662s begitu juga pada skenario 2 jarak 30m access point 1 client 1 didapatkan 0,548s dan 30m obstacle access point 2 client 2 didapatkan 4,662s, throughput pada skenario 1 yang mendapatkan nilai yang besar terdapat pada jarak 15m router client 1 didapatkan 1,1 Mbps dan jarak 15m obstacle acces point 2 client 2 didapatkan 0,78 Mbps mendapatkan nilai terkecil begitu juga pada skenario 2 jarak 30m router client 1 didapatkan 0,98 Mbps dan 30m obstacle acces point 2 client 2 didapatkan 0,45 Mbps dan Packet Loss pada Skenario 1 dan 2 mendapatkan loss packet sebesar 0%. Kata Kunci: WDS, Raspberry pi, Access Point, Video Streaming, QoS Abstract A Along with the development of information needs, which is not only text and image information but also involve the multimedia aspects that exist. One of the intended information is streaming video. When accessing streaming video required bandwidth is considerable and leads to big cost. The solution of the problem is by implementing a Wireless Distribution System (WDS) with a WDS Repeater/Bridge Wireless mode on an access point (AP) device to develop wireless networks without having to use the cable as Access points, but rather utilizing wireless lines as backbone. This final project is implementated and analyzed, the performance and analysis of Wireless Distribution System (WDS) perform in the video streaming service using the Raspberry Pi as a server and then distributed to the client through a local Wireless network with the mode Wireless Distribution System (WDS), so the client can access streaming video without internet. In this test, using parameters calculated in the final result is packet loss, delay, and troughput. From the results of implementation and analysis can be seen the value of the Service Quality (Qos) parameter. It is known that the delay scenario 1 for streaming video at a distance of 15m client router 1 gets 0.1264s delay and at a distance of 15m access point constraints 2 client 2 gets a huge delay 4,662s as well as in scenario 2 the distance 30m access point 1 client 1 gets 0.548s and 30m obstacle access points 2 clients 2 get 4,662s, throughput in scenario 1 which gets a large value at a distance of 15m client router 1 gets 1.1 Mbps and 15m distance obsolete access points 2 clients 2 gets 0.78 Mbps gets better value in scenario 2 the distance of 30m client router 1 is 0.98 Mbps and 30m access point barrier 2 client 2 is 0.45 Mbps and Package Loss in Scenario 1 and 2 gets packet loss of 0%. Keywords: WDS, Raspberry pi, Access Point, Streaming Video, QoS
Implementasi On Board Diagnostic Ii Untuk Pengumpulan Data Pada Kendaraan Roda Empat Muhammad Rasyad Mustafa; Ahmad Tri Hanuranto; Nyoman Bogi Aditya Karna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beberapa kejadian kecalakan lalu lintas terjadi karena kerusakan pada mesin mobil dan hal tersebut tanpa diketahui sebelumnya oleh pengemudi mobil tersebut. Di era moderen ini internet menjadi hal yang lumrah di setiap kalangan pun sudah berdampingan dengan internet mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Implementasi dari OBD-II juga bisa disangkutkan dengan adanya Internet of Thing (IoT) perkembangan teknologi pun semakin maju salah satunya di bidang otomotif. On Board Diagnostic II (OBD-II) adalah sebuah soket dalam kendaraan beroda em- pat (mobil) yang berfungsi untuk mengetahui kondisi mesin mobil tersebut melalui Engine Control Unit (ECU) pada mobil. Pada sistem dalam tugas akhir ini dengan memanfaatkan fitur On Board Di- agnostic - II (OBD-II) untuk membaca paramteter pada data Engine Control Unit (ECU) mobil melalui protokol yang sesuai dengan ECU mobil tersebut lalu data akan direkam oleh ELM327 dan diteruskan ke Arduino Nano untuk ditranslasikan dari data yang telah direkam oleh ELM327. Lalu data akan dikirimkan ke internet atau server melalui GPRS dengan menggunakan SIM 800L untuk kebutuhan analisa lebih lanjut. Dalam implementasi ini manfaat yang diharapkan yaitu ELM327 berhasil merekan parameter pada ECU dan data berhasil dikirmkan ke cloud server melalui General Packet Radio Service (GPRS) agar nanti pada pengembangan studi ini user bisa mengetahui informasi tentang kondisi mobilnya berdasrkan parameter yang diperoleh dan agar bisa dianalisa lebih lanjut lagi pada pengembangannya kede- pan. Kata Kunci: OBD-II, ECU, Internet Abstract A number of traffic accidents occur because of damage to the car’s engine and it is unknown to the driver of the car. In this modern era the internet has become a common thing in every circle that has side by side with the internet ranging from children to adults. The implementation of OBD-II can also be linked to the exis- tence of the Internet of Thing (IoT), the development of technology is increasingly advanced one of them in the automotive sector. On Board Diagnostic II (OBD-II) is a socket in a four-wheeled vehicle (car) that functions to determine the condition of the car’s engine through the Engine Control Unit (ECU) on the car. In the system in this final project by utilizing the On Board Diagnostic - II (OBD-II) feature to read the parameters in the car’s Engine Control Unit (ECU) through a protocol that matches the car’s ECU, the data will be recorded by ELM327 and forwarded to Ar- duino Nano to be translated from data that has been recorded by ELM327. Then the data will be sent to the internet or server via GPRS by using the 800L SIM for fur- ther analysis needs. In this implementation the expected benefits, namely ELM327, succeeded in recording parameters on the ECU and the data was successfully sent to the cloud server through General Packet Radio Service (GPRS) so that later in the development of this study the user could find out information about the condition of the car based on parameters obtained and be analyzed go further on the future development. Keywords: OBD-II, ECU, Internet
Sistem Deteksi Intrusi Menggunakan Algoritma Genetik Pada Serangan Dos Di Protokol Tcp Dan Udp Muhammad Akmal Fauzi; Ahmad Tri Hanuranto; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini perkembangan di dunia teknologi jaringan sangat pesat serta penggunaan internet yang semakin bertambah, dengan bertambahnya pengguna internet maka jumlah kebutuhan network pun juga ikut bertambah. Risiko dari bertambahnya jumlah kebutuhan network membuat lalu lintas jaringan semakin kompleks dan risiko penyerangan terhadap data yang dilindungi dari sebuah server. Karena banyaknya ancaman yang terjadi di jaringan komputer, maka diperlukan sebuah sistem yang dapat mengamankan jaringan komputer tersebut. Intrusion Detection System atau yang biasa disebut dengan IDS adalah sistem yang memonitor lalu lintas jaringan untuk aktivitas yang mencurigakan dan memberikan peringatan ketika aktivitas tersebut ditemukan. Untuk memecahkan masalah tersebut, pada Tugas Akhir ini dilakukan analisis dari proses IDS menggunakan KDD99 sebagai dataset dengan menggunakan algoritma genetik sebagai fitur seleksi dan algoritma KNN sebagai klasifikasi dan evaluasi. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, fitur seleksi menggunakan algoritma genetik mendapatkan 18 fitur terbaik yang akan digunakan dari 41 fitur, dengan rata-rata akurasi 84,17 % , dan klasifikasi menggunakan algoritma KNN dengan akurasi data training 99,98%, data testing dengan rata-rata 97,52% dan ratarata perhitungan manual diparameter k=1 78,57%, k=3 76,40%, k=5 76,86%, k=7 76,71%, k=9 77,57%. Kata Kunci : Intrusion Detection System, IDS, Genetic Akgorithm, GA, Security Network, Network Computer. KNN, Dataset, KDD99. Abstract At present the development in the world of network technology is very rapid and internet usage is increasing, with the increase in internet users, the number of network needs also increases. The risk of increasing the number of network needs makes network traffic more complex and the risk of attacking protected data from a server. Because of the many threats that occur on computer networks, it requires a system that can secure the computer network. Intrusion Detection System or commonly called IDS is a system that monitors network traffic for suspicious activities and gives a warning when the activity is found. To solve this problem, in this Final Project do analyze the IDS process using KDD99 as a dataset using genetic algorithms as a selection feature and KNN algorithm as classification and evaluation. Based on the tests performed, the selection feature uses a genetic algorithm to get the 18 best features to be used from 41 features, with an average accuracy of 84,17%, and classification using the KNN algorithm with accuracy of training data 99,98% , data testing with average 97,52% and the average manual calculation parameter k=1 78,57%, k=3 76,40%, k=5 76,86%, k=7 76,71%, k=9 77,57%. Keywords : : Intrusion Detection System, IDS, Genetic Akgorithm, GA, Security Network, Network Computer. K-NN, Dataset, KDD99..
Perencanaan Jaringan Ppdr Berbasis Broadband Lte-advanced Menggunakan Fitur Carrier Aggregation Inter-band Non-contiguous Pada Frekuensi 400 Mhz Dan 800 Mhz Di Wilayah Bandung Pandu Aditya Perkasa; Ahmad Tri Hanuranto; Innel Lindra
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Public Protection and Disaster Relief (PPDR) dinilai sebagai solusi yang konkret untuk membantu proses penyelamatan dan evakuasi korban saat terjadi bencana alam dan tindakan kriminal. Dengan adanya jaringan PPDR instansi keselamatan publik akan terintegrasi dan dapat saling berkomunikasi secara masif dalam satu jaringan khusus dan eksklusif. Luaran dari Tugas Akhir ini adalah rancangan jaringan PPDR berdasarkan jumlah site dan kualitas sinyal yang telah disesuaikan dengan kebutuhan layanan personel PPDR di wilayah Bandung. Dengan menggunakan frekuensi 400 MHz di band 31 dan frekuensi 800 MHz di band 20 serta pemanfaatan fitur Carrier Aggregation Inter-band Noncontiguous pada LTE-A dapat mengoptimalkan sistem komunikasi untuk public protection (PP) dan disaster relief (DR). Skenario yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah A :Perancangan dilakukan dengan menggunakan duplexing FDD-FDD pada band 31 dan band 20, dan skenario B : Perancangan dilakukan dengan menggunakan duplexing FDD-TDD pada band frekuensi yang sama, dan C: Perancangan dilakukan dengan mode duplexing FDD tanpa fitur Carrier Aggregation. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, SINR yang dihasilkan oleh power transmitter 43 dBm adalah 10,58 dB sedangkan untuk power transmitter 46 dBm adalah 9,33 dB untuk skenarioA dan B, sedangkan skeanrio C menghasilkan 11,51 dB pada skema 43 dBm dan 10, 48 dB pada skema 46 dBm dan RSRP yang dihasilkan pada power transmitter 43 dBm adalah -84,42 dBm untuk scenario A dan B, sedangkan scenario C -78,18 dBm. Sedangkan untuk 46 dBm adalah -85,4 dBm untuk kedua scenario, dan -77,43 dBm untuk 46 dBm. Sedangkan pada parameter throughput, skenario A memberikan hasil yang lebih baik dari scenario B, hal tersebut dipengaruhi oleh mode duplexing yang digunakan. Kata kunci : PPDR, LTE-A, Carrier Aggregation, Throughput, RSRP, SINR. Abstract Public Protection and Disaster Relief (PPDR) is a concrete solution to help the process of saving and evacuating victims during natural disasters and criminal incidents. With the PPDR network, public safety agencies will be integrated and able to communicate massively with one another in a special and exclusive network. The output of this Thesis is the PPDR network design based on the number of sites and signal quality that has been adjusted to the service needs of PPDR personnel in Bandung area. By using 400 MHz frequency in band 31 and 800 MHz frequency in band 20 and utilizing the Noncontiguous Inter-band Carrier Aggregation feature on LTE-A can optimize communication systems for public protection (PP) and disaster relief (DR). The scenarios used in this Final Project are A: The design is using FDD-FDD duplexing in band 31 and band 20, and scenario B: Design is using FDD-TDD duplexing in the same frequency band and C : Design is using 400 MHz frequency without Carrier Aggregation. Based on the simulation conducted, the SINR produced by the 43 dBm power transmitter is 10.58 dB while for the 46 dBm power transmitter is 9.33 dB for scenarios A and B, while Scandean C produces 11.51 dB on the 43 dBm and 10, 48 schemes dB in the 46 dBm and RSRP schemes generated at the 43 dBm power transmitter is -84.42 dBm for scenarios A and B, while scenario C is -78.18 dBm. Whereas 46 dBm is -85.4 dBm for both scenarios, and -77.43 dBm for 46 dBm. While in the throughput parameters, scenario A gives better results than scenario B, it is influenced by the duplexing mode used. Keywords: PPDR, LTE-A, Carrier Aggregation, Throughput, RSRP, SINR.
Analisis Performansi Jaringan Battlefield Management System Menggunakan Multi Hop Wireless Network Risyad Riyadi; Ahmad Tri Hanuranto; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Medan perang modern merupakan skenario jaringan yang kompleks yang mencakup domain jaringan yang berbeda. Domain-domain ini termasuk entitas militer yang berbeda seperti pasukan sekutu, objek bergerak, dan lain sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk berkomunikasi antar elemen militer mulai dari komunikasi suara hingga mengontrol jalannya suatu operasi militer yang sedang berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menganalisis jaringan komunikasi yang paling baik untuk diimplementasikan dalam bidang militer. Dimana bidang tersebut merupakan bidang vital yang membutuhkan konektivitas dan jaringan yang stabil serta real-time. Melalui penelitian ini, penulis berharap dapat menciptakan suatu sistem komunikasi yang dapat dimanfaatkan di berbagai wilayah dan dapat memberikan informasi mengenai pertempuran yang sedang terjadi melalui perancangan jaringan Battlefield Management System menggunakan Multi Hop Wireless Network. Diharapkan Battlefield Management System ini dapat memenuhi kebutuhan pertukaran informasi yang didalamnya tidak hanya mengenai komunikasi suara antar pangkalan militer dan entitas pendukungnya, namun dapat mengetahui juga apa saja yang terjadi dalam suatu pertempuran. Kata kunci : multi-hop, wireless network, ad hoc, BMS. Abstract Modern battlefields are a complex network scenario that contains different network domain. These domains including different military entities like allied forces, moving objects, etc. Therefore we need a system that can be used to communicate between military elements ranging from voice communication to controlling the running of an ongoing military operation. The purpose of this study is to design and analyze the best communication networks to be implemented in the military field. Where the field is a vital field that requires a stable connectivity and real-time network. Through this research, the authors hope to create a communication system that can be utilized in various regions and can provide information about the fighting that is going on through the design of the Battlefield Management System network using the Multi Hop Wireless Network. It is expected that this Battlefield Management System can meet the need for information exchange which is not only about voice communication between military bases and supporting entities, but can also know what happens in a battle. Keywords: multi-hop, wireless network, ad hoc, BMS.
Analisis Performansi Video Kompresi H.265 (hevc) Dan Vp9 Pada Layanan Video Streaming Internet Protocol Television (iptv) Dari Segi Quality Of Service (qos) M Hafidh Idris; Ahmad Tri hanHanuranto; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan Internet Protocol Television (IPTV) terus berkembang karena permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap kualitas layanan televisi semakin tinggi. Pengguna menginginkan streaming video dengan kualitas yang bagus, hal tersebut berpengaruh pada pengalokasian bandwidth yang dibutuhkan, sehingga teknologi kompresi video menjadi cara agar kualitas video terjaga namun dapat meminimalisir konsumsi bandwidth yang dibutuhkan. Sebelum proses streaming, video diolah terlebih dahulu, maka dibutuhkan codec (untuk mengompresi dan mendekompresi video). H.265 High Efficiency Video Coding (HEVC) dan VP9. VP9 menghasilkan kualitas gambar yang hampir sama dengan H.265 namun menggunakan bandwidth yang lebih kecil. Pengujian dilakukan terhadap metode kompresi H.265 (HEVC) dan VP9 pada layanan IPTV berbasis video streaming dengan membandingkan resolusi video dari SDTV (480) dan HDTV (720 dan 1.080). Parameter Quality of Service menjadi tolak ukur data yang akan dianalisis. Pengujian dilakukan untuk mengetahui efek dari penggunaan video kompresi (codec) H.265 (HEVC) dan VP9 menurut perubahan bitrate, framerate dan bandwidth yang digunakan. Dari hasil pengujian akan diketahui video kompresi (codec) mana yang lebih baik performa nya. Video kompresi (codec) yang memiliki nilai durasi streaming lebih rendah, delay yang lebih kecil, nilai jitter yang lebih kecil, nilai packet loss yang lebih kecil dan throughput yang lebih tinggi adalah codec dengan performa lebih baik. Kata Kunci : Streaming live, codec, H.265(HEVC), VP9, Quality of Service, performansi. Abstract The Internet Protocol Television (IPTV) service continues to grow because the demand and needs of better quality television services are increasingly high. Users want streaming video with good quality, it affects the allocation of the required bandwidth, efficient video technology becomes the appropriate ways of video quality but still can minimize the bandwidth consumption. Before the streaming process, the video is processed first, then a codec is needed (for compressing and decompressing videos). H.265 High Efficiency Video Encoding (HEVC) and VP9. VP9 produces image quality that is almost the same as H.265 but uses less bandwidth. Tests were carried out on the H.265 (HEVC) and VP9 compression methods on video streaming-based IPTV services by comparing video resolutions from SDTV (480) and HDTV (720 and 1,080). The Quality of Service parameter becomes a benchmark for the data to be analyzed. Tests were carried out to determine the effect of using H.265 (HEVC) and VP9 video compression (codec) with the original bitrate, framerate and bandwidth. From the test results, you will find a video compression (codec) which is better for its performance. Video compression (codec) which has lower streaming duration value, smaller delay, smaller jitter value, smaller packet loss value and higher throughput is better codec. Keywords: Streaming live, codec, H.265(HEVC), VP9, Quality of Service, performance
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Dini Penderita Aritmia Berbasis Internet Of Things (iot) Melza Pradipta Permana; Ahmad Tri Hanuranto; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Detak jantung merupakan indikasi penting dalam bidang kesehatan yang berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan pada jantung seseorang, dengan melakukan perancangan alat dan aplikasi deteksi detak jantung yang bisa menghitung detak jantung dapat membantu seseorang mengetahui tingkat kesehatan sendiri secara mandiri dan lebih dini bila terjadi kelainan kerja jantung. Namun untuk mengetahui jumlah denyut nadi dibutuhkan alat elektrokardiograf, yaitu representasi dari karakterisitik sinyal jantung yang dihasilkan oleh aktifitas listrik otot jantung. Alat ini menggunakan sensor pulse yang diletakkan pada ujung jari tangan sebagai alat pendeteksi detak jantung yang diproses dengan mikrokontroler arduino uno dan menggunakan android smartphone sebagai basis sistem yang diterapkan untuk mengoperasikan dan menampilkan data detak jantung. Sistem koneksi antara alat dan android smartphone menggunakan media wireless. Data hasil deteksi detak jantung tersimpan di thingspeak, sehingga dapat diolah untuk keperluan lebih lanjut. Berdasarkan simulasi alat dilakukan pengambilan sampel data detak jantung pada 10 manusia normal dan 10 Penderita arimia. Dengan percobaan pengambilan sampel data sebanyak 5 kali. Didapatkan perbedaan detak jantung normal manusia untuk adalah 75 bpm dan untuk penderita aritmia adalah 107 bpm. Kata Kunci : Penderita aritmia, Representasi elektrokardiograf, Sensor pulse, Mikrokontroler arduino uno, Wireless, Thingspeak, Smartphone android. Abstract Heart rate is an important indication in the health field that is useful for knowing the health condition of a person's heart, by designing tools and heart rate detection applications that can calculate heart rate can help A person knows the level of health itself independently and early in the case of cardiac work disorders. However, in order to determine the amount of pulse required by the Electrocardiograph tool, that is the representation of the cardiac signaling characterisitics produced by the electrical activity of the heart muscle. This tool uses a pulse sensor that is placed on the fingertip of the hand as a heart rate detection tool that is processed with an Arduino UNO microcontroller and uses the Android smartphone as the base system applied to operate and Display the heart rate data. The connection system between the device and Android smartphones using wireless media. The Data of heart rate detection is stored in thingspeak, so it can be processed for further purposes. Based on the simulation the tool carried out a heart rate data sampling on 10 normal humans and 10 archemical sufferers. With 5 times trial of sampling data. There is a human normal heart rate difference for 75 bpm and for patients with arrhythmia is 107 BPM. Keywords : Arrhythmia sufferers, Electrocardiograph representation, Pulse sensor, Arduino uno microcontroller, Wireless, Thingspeak, Android smartphone.
Implementasi Machine Learning Pada Desain Sistem Monitoring Mobil Menggunakan On-board Diagnostic-ii Samudra Dzikri Gifari Prasetyo; Ahmad Tri Hanuranto; Nyoman Bogi Aditya Karna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak fitur dari mobil yang mencakup tentang keselamatan pengemudinya, namun masih banyak kecelakaan lalu-lintas terjadi dimana-mana. Salah satu faktor kecelakaan yang cukup umum yaitu malfungsi dari mobil itu sendiri. Salah satu penyebab malfungsi mesin pada mobil dapat terjadi karena kelalaian pengguna memonitor kondisi mobilnya. On-Board Diagnostic (OBD II) merupakan standar internasional berkaitan diagnosa kendaraan yang memungkinkan pengambilan data kendaraan yang didapat dari sensor di mobil melalui Engine Control Unit (ECU). Dengan perangkat interfaceOBDII yaitu ELM327 memungkinkan pengambilan data, pengolahan data dan diagnosa kendaaraan secara realtime. Data yang telah diambil, dikumpulan pada server kemudian diolah oleh machine learning dimana pada perancangan sistem ini digunakan Decision Tree dengan algoritma Classification and Regression Tree (CART) untuk memprediksi terjadinya perubahan kondisi mesin yang tidak baik. Keluaran dari machine learning tersebut akan diteruskan ke user interface untuk menampilkan informasi kendaraan dan prediksi kondisi kendaraan. Kata Kunci: OBD-II, Machine Learning, Internet of Things, Cloud Computing, Decision Tree Abstract Many manufacturer implement safety feature for car user, but traffic accident still occurred even with all of that kind of safety feature which often happened because of engine failure. User neglecting maintenance leaves car in a bad shape and can affect safety of driving. On-Board Diagnostic (OBD II) are international standard which refers to diagnostic for vehicle which allows us to collect raw data from sensor mounted on car connected to Engine Control Unit(ECU). With interface device of OBD-II which is ELM327, data acquisition, data stream processing, and real time vehicle diagnostic become possible. Collected data are sent to server so it can be processed by machine learning with Decision Tree algorithm with Classification and Regression method which will predict car condition. Car information and predicted condition will be informed to user via web based interface. Keywords: OBD-II, Machine Learning, Internet of Things, Cloud Computing, Decision Tree
Desain & Implementasi Remote Outlet Switch Menggunakan Modulasi Radio Frequency Shift Keying (fsk) Berbasis Arduino Trisatya Krisnawan; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan yang sangat penting bagi manusia saat ini adalah listrik. Permasalahan yang sering terjadi bila berhubungan dengan listrik adalah biaya tagihan listrik. Para produsen di bidang teknologi dituntut agar membuat suatu produk yang dapat memberikan fasilitas untuk membantu permasalahan para konsumen diantaranya adalah biaya listrik. Saat ini sudah ada produsen yang memproduksi Remote Outlet Switch, namun dengan harga yang mahal dan selain itu produk yang digunakan menggunakan koneksi wi-fi. Namun tidak semua orang memiliki koneksi wifi di rumahnya, karena jauh dari perkotaan atau biaya tagihan wifi yang cukup mahal tiap bulannya. Tugas Akhir ini menyajikan solusi biaya rendah dan fleksibel untuk mengontrol peralatan rumah menggunakan perangkat Remote Outlet Switch. Remote Outlet Switch adalah Steker daya yang dapat diakses melalui frekuensi radio. Pengguna dapat menyambungkan perangkat ke Remote Outlet Switch untuk mengaktifkan / menonaktifkan daya, tanpa menggunakan koneksi wi-fi. Ada satu cara untuk mengakses Remote Outlet Switch ini, yaitu menghubungkannya pada frekuensi radio yang sama. Pengguna dapat menggunakan sebagai mengaktifkan atau mematikan beberapa switch dari jarak jauh. Remote Outlet Switch ini menumpangkan data kepada Radio Frequency Shift Keying (FSK). Pada perancangan alat ini di dapatkan hasil yaitu Remote Outlet Switch yang berfungsi sebagai pengontrol steker dan diperoleh dengan harga yang terjangkau dari segi biaya modal awal maupun operasional. Dengan hasil pengujian yang didapatkan, jangkauan perangkat ini mencapai 440 meter dengan keadaan LOS (Line of Sight) dan hingga 61 meter dengan keadaan non-LOS. Kata Kunci : Remote Outlet Switch, FSK, Radio Frekuensi, LOS Abstract A very important need for humans today is electricity. The problem that often occurs when it comes to electricity is the cost of electricity bills. Manufacturers in the field of technology are required to make a product that can provide facilities to help customers about electricity costs. At present there are manufacturers who produce Remote Outlet Switches, but at an expensive price and besides that the products used use a wi-fi connection. But not everyone has a WiFi connection at home, because far from home or the wi-fi rental costs are quite expensive every month. This Final Project provides a low cost and flexible solution for controlling home appliances using the Remote Outlet Switch device. Remote Outlet Switch is a radio that can be accessed via radio frequency. Users can connect the device to the Remote Outlet Switch to enable / enable power, without using a Wi-Fi connection. There is one way to access the Remote Outlet Switch, which is connecting it to the same radio frequency. Users can use it as a switch on or off some distance. Remote Outlet This switch places data on Radio Frequency Shift Keying (FSK). Remote Control Switch that functions as a controller and is obtained at an affordable price in terms of initial capital and operations. With the results of the tests obtained, this device ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 3644 update reaches 440 meters with LOS (Line of Sight) and up to 61 meters with non-LOS conditions. Keywords: Remote Outlet Switch, FSK, Radio Frequency, LOS
Perancangan Mobile Aplikasi Berbasis Android Untuk Pengukuran Kuat Sinyal (drive Test) Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Pada Jaringan 4G LTE Muhammad Fikri Fernanda Yusuf; Uke Kurniawan Usman; Ahmad Tri Hanuranto
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drive test merupakan metode untuk melakukan pengukuran kuat sinyal pada suatu daerah yang mencangkup luas coverage dan kuat sinyal pada daerah tertentu. Untuk melakukan drive test dibutuhkan sebuah mobile aplikasi yang dapat mengukur data dari wilayah yang diingkan. Saat ini belum ada aplikasi mobile yang dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Tugas akhir ini melakukan perancangan mobile aplikasi android yang dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan drone dari data yang ada pada database. Aplikasi ini dirancang agar dapat menampilkan hasil dari drive test menggunakan drone. Hasil tersebut berupa parameter RSRP, RSRQ, dan SNR serta rute mapping saat melakukan drive test. Hasil pengujian mobile aplikasi, didapatkan delay rata-rata sebesar 0,326 detik yang menunjukkan bahwa delay pada mobile aplikasi cukup bagus. Pada pengujian Mean Opinion Score (MOS) didapatkan nilai rata-rata sebesar 4,32 sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikai user friendly. Untuk pengujian dari semua fitur-fitur yang terdapat pada mobile aplikasi dapat berjalan dengan baik. Dan untuk nilai RSRP dari drive test menggunakan drone lebih besar 0,5 dBm dari drive test normal. Untuk nilai RSRQ drive test menggunakan drone lebih kecil 0,26 dB dari drive test normal. Sedangkan nilai SNR yang didapat lebih besar 0,78 dB dari drive test normal.Kata Kunci: Drive Test, Android, Unmanned Aerial Vehicle, G-Net Track, Smartphone, Database.