Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Gambaran Penjualan dan Investasi Obat Bermerek Apotek “X” Kelurahan Kampung Satu Kota Tarakan Menggunakan Analisis ABC Periode Tahun 2022 Yulianti Clarisa Febrilia; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Issue 1 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i1.124

Abstract

Pharmacies as facilities that are authorized to manage the inventory of pharmaceutical supplies need to anticipate inventory problems, both over stock and out stock. Pareto ABC analysis is one solution to overcome planning and procurement problems which tend to be ineffective and inefficient. This research aims to determine the sales and investment value of branded drugs at one of the private pharmacies in Tarakan City. This research is a retrospective study using the Pareto ABC analysis method on branded drug sales data in 2022. Based on sales data, 761 types of branded drugs were analyzed. The data is then grouped based on sales value. As for the results obtained, group A consisted of 189 types of drugs, or the equivalent of 24.84% of the total types of drugs, with a sales value of 17,986 items and an investment value of IDR. 209,828,250. Meanwhile, group B consists of 205 types of drugs, or the equivalent of 26.94% of the total types of drugs, with a sales value of 5,155 items and an investment value of IDR. 60,177,500. Meanwhile, for group C there are 367 types of drugs, or 48.23% of all types of drugs, with a sales value of 2,573 items and a total investment value of IDR. 30,107,100. This indicates that inventory monitoring and management can be adjusted to the characteristics and investment size of each drug category.
Gambaran Penjualan dan Investası Obat Over the Counter Apotek “X” Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan Menggunakan Analısıs ABC Tahun 2022 Ayu Febianah; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i2.125

Abstract

Drug management includes planning drug availability, including type, amount, quality, and quantity, to increase efficiency. One method used in drug planning is ABC or Pareto. This research aims to look at the sales and investment picture of over-the-counter OTC drugs at Pharmacy "X" using ABC analysis based on sales data for 2022. This research is a quantitative descriptive research, the retrospective data obtained was analyzed using Microsoft Excel® with the ABC method. The OTC drug data obtained was then classified into 3 groups, namely A, B, and C with cumulative percentages for groups A (70%), B (20%), and C (10%) of the sales or investment value. Based on the results of the analysis, it was found that drugs with sales value in group A contained 147 items of medicine with an investment value of Rp. 381,662,590 (69.91%). Meanwhile, group B contained 164 medicinal items with an investment value of Rp. 109,472,850 (20.05%). Meanwhile, for group C there are 305 items of medicine with an investment value of Rp. 54,790,100 (10.04%). The research conclusion shows that category A dominates the investment value, while category C has a lower investment contribution even though the number of types of drugs is greater.
Gambaran Penjualan dan Investası Obat Generık Apotek “X” Kelurahan Kampung Satu Tarakan Menggunakan Analısıs ABC Tahun 2022 Hendriansyah Hendriansyah; Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada
Journal Borneo Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i2.126

Abstract

Pharmacies as health facilities and businesses, require good management to avoid shortages or excess stock of medicines. This research aims to optimize generic drug inventory management at pharmacy "X" using the ABC method. Using a quantitative and retrospective descriptive approach, generic drug sales data for the period January- December 2022 were analyzed. As a result, Group A consisted of 23 drug items with a total sales transaction of 5,877 (69.89%), Group B consisted of 28 drug items with a total sales transaction of 1,654 (19.67%), and Group C consisted of 71 items with the number of sales transactions was 878 (10.44%). In terms of investment value, Group A consists of 31 medicinal items with an investment value of Rp. 39,058,600 (69.63% of the total), Group B consists of 33 medicinal items with an investment value of Rp. 11,290,000 (20.13% of the total), and Group C consists of 58 medicinal items with an investment value of Rp. 5,743,300 (10.24% of the total). The ABC method can optimize generic drug inventory management at pharmacy “X”, enable prioritization based on sales frequency and investment value, and increase efficiency.
Studi Toksisitas Infusa Rimpang Pacing (Costus speciosus) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada; Fajar Wahyu
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.155

Abstract

Costus speciosus atau Pacing, merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai negara Asia. Tanaman ini dilaporkan memiliki aktivitas biologis seperti antidiabetes, antiinflamasi, dan antikanker. Namun, informasi mengenai toksisitasnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas infusa rimpang Costus speciosus menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Metode ini memanfaatkan larva Artemia salina Leach sebagai organisme model untuk menilai potensi toksisitas. Rimpang pacing diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang memiliki potensi farmakologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa rimpang pacing memiliki toksisitas yang sangat tinggi berdasarkan kategori toksisitas Clarkson dengan nilai LC50 sebesar 54,99 ppm. Temuan ini memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut terkait keamanan dan aplikasi farmakologis rimpang pacing sebagai bahan obat herbal.
Uji Validitas Kuisioner Kualitas Hidup NSF 11 Untuk Pasien Neuropati Diabetik di Puskesmas Sebengkok Tarakan Indriawati Indriawati; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Issue 1 tahun 2025
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v5i1.168

Abstract

Penilaian kualitas hidup pasien neuropati merupakan aspek penting dalam evaluasi klinis dan pengambilan keputusan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner kualitas hidup Neuropathy Short Form-11 (NSF-11) bagi pasien neuropati di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Penelitian ini melibatkan 30 pasien diabetes yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani terapi dengan obat antidiabetes oral. Validitas kuesioner diuji menggunakan analisis korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara setiap item dengan total skor, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item dalam kuesioner memiliki korelasi signifikan (r = 0,536 hingga 0,699, p ≤ 0,002), yang mengindikasikan bahwa kuesioner ini dapat mengukur kualitas hidup dengan baik. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,820, yang menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki konsistensi internal yang sangat baik. Dengan demikian, kuesioner ini terbukti valid dan reliabel dalam menilai kualitas hidup pasien neuropati diabetik.
Gambaran Peresepan Obat pada Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Karang Rejo Tarakan Periode April-Juni Tahun 2024 Monika Limbong; Syuhada Syuhada; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.169

Abstract

Diabetes mellitus memerlukan terapi farmakologis untuk mengontrol kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi. Evaluasi pola peresepan obat di Puskesmas penting untuk menilai kesesuaian terapi dengan pedoman klinis. Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pertama dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama untuk penyakit umum dan kronis salah satunya yaitu penyakit Diabetes mellitus. Penelitian ini menganalisis pola peresepan obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Karang Rejo, Tarakan, meliputi jumlah item obat per resep, jenis obat yang paling sering diresepkan, dan distribusi peresepan berdasarkan golongan farmakologi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan metode total sampling, menggunakan data rekam medis pasien diabetes mellitus. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (66%) dengan rata-rata usia 57,89 tahun dan berat badan 60,69 kg. Rata-rata jumlah item obat per resep adalah 3,29, dengan antidiabetes oral sebagai kelompok obat yang paling banyak diresepkan (36,28%), diikuti oleh antihipertensi (16,45%) dan vitamin neurotropik (13,28%). Selain itu, 15,07% resep mengandung ≥5 jenis obat, menunjukkan adanya polifarmasi yang perlu diawasi untuk mencegah interaksi obat dan efek samping. Pola peresepan obat di Puskesmas Karang Rejo berdasarkan kebutuhan terapi pasien diabetes mellitus. Namun, pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan terapi, terutama bagi pasien dengan polifarmasi.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Neuropati Diabetik di Rumah Sakit Angkatan Laut Tarakan Ainul Rabiah; Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.170

Abstract

Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hidup pasien dengan neuropati diabetik berdasarkan berbagai aspek utama, termasuk aktivitas fisik, kesehatan psikologis, kualitas tidur, serta kepuasan terhadap pengobatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pasien neuropati diabetik yang menjalani pengobatan di RSAL Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur berbagai aspek kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kualitas hidup yang baik, dengan skor rata-rata di atas 75%. Gangguan terhadap aktivitas fisik harian memiliki skor 92,50%, sedangkan aktivitas berat 88,33%. Aspek psikologis menunjukkan tingkat semangat pasien mencapai 100%, dengan persepsi kesehatan fisik sebesar 88,33% dan kesadaran terhadap komplikasi 93,33%. Kualitas tidur masih cukup baik dengan skor 95,00%, dan tidak ditemukan depresi berat (100%). Kepuasan terhadap pengobatan mencapai skor tertinggi, dengan efektivitas terapi sebesar 98,33% dan kepuasan pasien 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa dengan manajemen yang tepat dapat membuat pasien neuropati diabetik tetap dapat menjalani hidup dengan kualitas yang baik.
Formulasi Bedak Dıngın Berbasıs Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera powder) dengan Ujı Organoleptık dan PH sebagaı Parameter Stabılıtas Sedıaan Jumsina Jumsina; Benazir Evita Rukaya; Syuhada Syuhada
Journal Borneo Vol 4 No 3 (2024): Volume 4 Issue 2 tahun 2024
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v4i3.171

Abstract

Bedak dingin merupakan salah satu produk perawatan kulit tradisional yang banyak digunakan karena manfaatnya dalam melembapkan, mencerahkan, dan menenangkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bedak dingin berbasis serbuk daun kelor (Moringa oleifera powder) serta mengevaluasi stabilitasnya melalui uji organoleptik dan pH selama penyimpanan. Metode penelitian meliputi formulasi bedak dingin dengan bahan utama serbuk daun kelor, bengkoang, beras, dan jagung, serta air perasan bengkoang. Uji organoleptik mencakup evaluasi warna, aroma, tekstur, serta homogenitas sediaan dan pengukuran pH dilakukan untuk memastikan kestabilan produk. Selain itu juga dilakukan uji hedonitas menggunakan metode repeated measures design dengan 10 panelis yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bedak dingin berbasis serbuk daun kelor memiliki stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan 7 hari pada suhu kamar, dengan tidak adanya perubahan signifikan pada parameter organoleptik dan pH yang tetap stabil pada nilai 5. Uji hedonitas menunjukkan bahwa produk ini diterima dengan baik oleh panelis dengan tingkat kesukaan yang setara dengan produk komersial. Kesimpulan, bedak dingin berbasis serbuk daun kelor berpotensi sebagai produk perawatan kulit alami yang stabil dan aman digunakan.
Evaluasi Penyimpanan dan Distribusi Alat Kesehatan PT X  Kota Tarakan Adriansyah Arjuna; Heriani Heriani; Benazir Evita Rukaya
Journal Borneo Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Issue 1 tahun 2025
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v5i1.172

Abstract

Penyimpanan dan pendistribusian alat kesehatan yang sesuai dengan regulasi merupakan aspek krusial dalam menjamin mutu, keamanan, dan ketersediaan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem penyimpanan dan pendistribusian alat kesehatan di PT “X” berdasarkan Pedoman Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB). Metode yang digunakan adalah observasi langsung dengan pendekatan deskriptif dan evaluatif terhadap fasilitas penyimpanan dan prosedur distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar persyaratan CDAKB telah dipenuhi, seperti kebersihan gudang, ventilasi, ketersediaan rak dan palet, serta pemantauan suhu secara berkala. Proses distribusi juga telah mengikuti prosedur standar, termasuk pemeriksaan alat transportasi dan penandaan produk. Namun demikian, ditemukan kekurangan dalam penyampaian informasi kepada pelanggan terkait kondisi penyimpanan dan perlindungan mutu produk. Oleh karena itu, perbaikan komunikasi dalam rantai distribusi perlu dilakukan untuk menjamin alat kesehatan tetap aman dan layak digunakan saat sampai di tangan pengguna akhir.
Gambaran Pola Peresepan Obat pada Pasien Diare Non-Spesifik di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan Periode Januari-Juni 2024 Risal Hidayat; Heriani Heriani; Benazir Evita Rukaya; Ayu Puspasari
Journal Borneo Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Issue 1 tahun 2025
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v5i1.174

Abstract

Diare non-spesifik merupakan masalah kesehatan umum yang dapat menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola peresepan obat pada pasien diare non-spesifik di Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan, dengan metode deskriptif kuantitatif retrospektif menggunakan data resep pasien periode Januari–Juni 2024. Hasil menunjukkan bahwa Oralit (96,0%) dan Zinc (90,6%) merupakan terapi utama yang paling banyak diresepkan, sesuai dengan pedoman yang dianjurkan. Obat simtomatik seperti Domperidone (27,3%), Loperamide, dan Attapulgit juga ditemukan, bersama antibiotik Cotrimoxazole dan Amoksisilin (masing-masing 0,7%). Selain itu, terdapat peresepan gastroprotektif, analgesik, antipiretik, antihistamin, ekspektoran, serta vitamin dan mineral. Kesimpulannya, terapi utama telah sesuai pedoman, dan rendahnya penggunaan antibiotik mencerminkan penerapan peresepan rasional oleh tenaga medis.