Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Coping Mechanism in Women with Breast Cancer Titis Eka Apriliyanti; Kusnanto Kusnanto; Joko Suwito; Abdul Fauzi
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 3 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p408-411

Abstract

Background: Impaired coping mechanisms often occur in women with breast cancer. The purpose of this study is to determine the description of coping mechanisms in women with breast cancer who undergo chemorepy, radiation or both.Methods: The population in this study were women with breast cancer who underwent chemotherapy, radiation or both. Sampling was done by random sampling where the number of samples is 70. Taking data using the COPE Brief instrument.Result: Four indicators in the destructive category were acceptance (54.3%), denial (61.4%), emotional support (52.9%) and positive reframing (67.1%) while three indicators were mostly in the constructive category, namely self blame (60%), active (64.3) %), and Behavioral disengagement (72.9%).Conclusion: Four destructive indicators indicate poor avoidance and positive thinking in breast cancer patients, while 3 constructive indicators describe good problem solving. Assessment based on this indicator can be taken into consideration in the selection of appropriate interventions to improve coping mechanisms in breast cancer patients.
Pijat Refleksi Berpengaruh Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Di Panti Wreda Surabaya Agustin, Aisyah Dita; Suwito, Joko; Mu'afiro, Adin; Utami, Sri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 3 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i3.3397

Abstract

Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. penderita hipertensi yang masih kesulitan untuk mengontrol tekanan darah Sejauh ini, masyarakat hanya berfokus pada pengobatan farmakologi, sedangkan terapi nonfarmakologi seperti pijat refleksi juga dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan pengobatan. . Pijat refleksi dilakukan dengan memberikan penekanan pada titik refleksi tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi pijat refleksi  untuk menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Desain penelitian ini adalah quasy-eksperimental, menggunakan pendekatan pretest posttest control group design. Penelitian ini melibatkan 30 lansia yang menderita hipertensi di Panti Wreda Hargo Dedali dan Panti Wreda Usia Anugerah Surabaya, dengan pembagian 15 lansia sebagai kelompok perlakuan dan 15 lansia sebagai kelompok kontrol. SOP Pijat refleksi, sphygmomanometer digital, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test dan Mann-Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah lansia hipertensi mengalami penurunan setelah dilakukan pijat refleksi ( p value0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pijat refleksi dapat menjadi pengobatan nonfarmakologi yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Direkomendasikan untuk melibatkan sampel yang lebih besar, serta mengontrol variabel perancu secara lebih ketat agar efektivitas pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah dapat diketahui dengan hasil yang lebih kuat dan dapat digeneralisasi.Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. penderita hipertensi yang masih kesulitan untuk mengontrol tekanan darah Sejauh ini, masyarakat hanya berfokus pada pengobatan farmakologi, sedangkan terapi nonfarmakologi seperti pijat refleksi juga dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan pengobatan. . Pijat refleksi dilakukan dengan memberikan penekanan pada titik refleksi tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi pijat refleksi  untuk menurunkan tekanan darah lansia hipertensi. Desain penelitian ini adalah quasy-eksperimental, menggunakan pendekatan pretest posttest control group design. Penelitian ini melibatkan 30 lansia yang menderita hipertensi di Panti Wreda Hargo Dedali dan Panti Wreda Usia Anugerah Surabaya, dengan pembagian 15 lansia sebagai kelompok perlakuan dan 15 lansia sebagai kelompok kontrol. SOP Pijat refleksi, sphygmomanometer digital, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test dan Mann-Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95% (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah lansia hipertensi mengalami penurunan setelah dilakukan pijat refleksi ( p value 0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa pijat refleksi dapat menjadi pengobatan nonfarmakologi yang efektif untuk menurunkan tekanan darah. Direkomendasikan untuk melibatkan sampel yang lebih besar, serta mengontrol variabel perancu secara lebih ketat agar efektivitas pijat refleksi terhadap penurunan tekanan darah dapat diketahui dengan hasil yang lebih kuat dan dapat digeneralisasi.