Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti; Made Oka Ari Kamayani; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p02

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertugas dalam pemberian layanan kesehatan yaitu asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan dipengaruhi oleh perilaku caring perawat. Komponen perilaku caring pada perawat salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan kuesioner melalui google form kepada 85 orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Kuesioner yang digunakan adalah Nursing Competence Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri dan Instrumen Perilaku Caring Swanson yang dimodifikasi untuk mengukur perilaku caring perawat yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas efikasi diri perawat dalam kategori tinggi sebanyak 73 orang (85,9%), sedangkan mayoritas perilaku caring perawat dalam kategori sedang sebanyak 55 orang (62,7%). Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p = 0,011 dan r = 0,276. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif lemah antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula perilaku caring yang diberikan oleh perawat. Perawat diharapkan dapat mempertahankan efikasi diri yang tinggi dan meningkatkan perilaku caring melalui primary service, seminar, workshop, volunteer, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
HUBUNGAN CULTURAL COMPETENCE DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT DI RSUD BALI MANDARA Komang Chintya Trisna Devi; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Made Dian Sulistiowati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p12

Abstract

Komunikasi terapeutik perawat di wilayah medical tourism menjadi kompetensi yang wajib dimiliki. Adanya pasien yang berasal dari berbagai latar belakang budaya menyebabkan komunikasi terapeutik ini dapat dipengaruhi oleh cultural competence perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik pada perawat di RSUD Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari-Juni 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 62 perawat yang diperoleh melalui teknik proportionate stratified random sampling. Cultural competence dan komunikasi terapeutik diukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar perawat berjenis kelamin perempuan, berpendidikan diploma keperawatan, beragama Hindu, bersuku Bali, berbahasa Bali, Indonesia, dan Inggris, pernah merawat pasien dari berbagai budaya hampir setiap hari, dan memiliki cultural competence serta komunikasi terapeutik yang cukup baik. Rata-rata perawat berusia 30,71 tahun dan lama kerja 7,82 tahun. Nilai tengah dari lama mengikuti pelatihan/seminar perawatan kompeten secara budaya adalah 2 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang kuat dan bernilai positif antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik perawat (nilai p = 0,000; r = 0,592; α = 0,05). Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa semakin baik cultural competence perawat maka semakin baik pula kemampuan komunikasi terapeutiknya, begitu sebaliknya. Perawat yang memahami budaya pasien dapat memberikan perawatan yang lebih optimal dan mampu menghindari terjadinya kesalahpahaman komunikasi dengan pasien dan keluarganya.
HUBUNGAN DIGITAL HEALTH LITERACY PERAWAT DENGAN PENERAPAN DOKUMENTASI METODE ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) DI RUANG RAWAT INAP RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH Serena Kartikasari; Indah Mei Rahajeng; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p04

Abstract

Literasi Kesehatan Digital (DHL) mengacu pada kemampuan seseorang untuk mencari, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan bersama dengan menggunakan teknologi digital. DHL bagi perawat sangat penting dalam penerapan EMR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara DHL perawat dengan penerapan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Metode penelitian analitik korelasional diterapkan. Pada bulan Mei 2023, penelitian ini dilakukan pada perawat ruang rawat inap. Kuesioner penilaian mandiri skala kompetensi informatika keperawatan (SANICS) dan kuesioner literasi e-kesehatan Cina (C-eHLS) digunakan untuk DHL. Kuesioner evaluasi rekam medis elektronik digunakan dalam kuesioner EMR dari sudut pandang pengguna. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan SANICS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai kuat (R = 0,622), serta hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan C-eHLS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai moderat (R = 0,407). Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara Digital Health Literacy perawat dengan penggunaan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap. Rumah sakit diharapkan dapat membuat Kebijakan Kesehatan Digital untuk membantu pengembangan literasi kesehatan digital perawat dan pengembangan sistem EMR.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN STRES AKADEMIK PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 Luh Indri Lestari; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p12

Abstract

Pandemi corona virus disease 2019 memberikan dampakxpada semua sektor, salah satunya sektor pendidikan. Penyesuaian proses pembelajaran dilakukan dari luring menjadi daring. Perubahan metode pembelajaran memberikan dampak kepada mahasiswa salah satunya dampak psikologis yaitu stres akademik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunyaxadalah efikasi diri. Efikasi diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang untuk mencapai suatu tujuan sehingga terhindar dari stres akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan efikasi diri dengan stres akademik pada masa pandemi corona virus disease 2019 pada Mahasiswa. Program. Studi. Sarjanax Ilmu Keperawatan FakultasxKedokteranxUniversitasxUdayana. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 206. Penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif dan kekuatan hubungan rendah antara efikasi diri dengan stres akademik (p-value= 0,000; r=-0,268). Mayoritas mahasiswa memiliki tingkat stres akademik dan efikasi diri sedang, yaitu sebanyak 76,7% dan 88,8%. Mahasiswa keperawatan diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan efikasi dirinya, dengan cara melakukan pendekatan dengan kakak kelas atau berkonsultasi dengan pembimbing akademik untuk meminta bantuan atau saran saat mengalami kesulitan.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TENTANG PENCEGAHAN HIV-AIDS PADA SISWA SMK KESEHATAN I Made Agus Jaya Wardana; Nyoman Agus Jagat Raya; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p14

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu kelompok remaja akhir dengan usia 15 hingga 18 tahun yang berisiko tertular HIV-AIDS. Remaja yang kurang mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pencegahan HIV-AIDS berisiko terjangkit HIV-AIDS. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pada siswa di salah satu SMK Kesehatan mengenai pencegahan HIV-AIDS. Pengambilan data primer dilakukan dengan teknik analisis data univariat. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan menggunakan teknik total sampling, dengan total responden adalah 50 orang. Hasil penelitian didapatkan mayoritas siswa SMK Kesehatan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 49 orang (98%) dengan median usia 16 tahun. Siswa kelas XI berjumlah lebih banyak, yakni 32 orang (64%). Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang rendah dengan jumlah 32 orang (64%), sebanyak 25 orang (50%) mempunyai sikap yang baik, 25 orang (50%) lagi mempunyai sikap yang kurang baik, dan terdapat 48 orang (96%) siswa memiliki perilaku yang tidak berisiko HIV-AIDS. Maka dari itu, dapat disimpulkan pengetahuan siswa tentang pencegahan HIV-AIDS masih kategori rendah. Sangat penting adanya sosialisasi rutin tentang HIV-AIDS siswa SMK Kesehatan guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan HIV-AIDS.