Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA Ni Gusti Ayu Made Aprillia Adwinayanti; Made Oka Ari Kamayani; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p02

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertugas dalam pemberian layanan kesehatan yaitu asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan dipengaruhi oleh perilaku caring perawat. Komponen perilaku caring pada perawat salah satunya adalah efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan kuesioner melalui google form kepada 85 orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Kuesioner yang digunakan adalah Nursing Competence Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri dan Instrumen Perilaku Caring Swanson yang dimodifikasi untuk mengukur perilaku caring perawat yang sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas efikasi diri perawat dalam kategori tinggi sebanyak 73 orang (85,9%), sedangkan mayoritas perilaku caring perawat dalam kategori sedang sebanyak 55 orang (62,7%). Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p = 0,011 dan r = 0,276. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif lemah antara efikasi diri dengan perilaku caring perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula perilaku caring yang diberikan oleh perawat. Perawat diharapkan dapat mempertahankan efikasi diri yang tinggi dan meningkatkan perilaku caring melalui primary service, seminar, workshop, volunteer, pengabdian masyarakat, dan lainnya.
HUBUNGAN CULTURAL COMPETENCE DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT DI RSUD BALI MANDARA Komang Chintya Trisna Devi; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Made Dian Sulistiowati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p12

Abstract

Komunikasi terapeutik perawat di wilayah medical tourism menjadi kompetensi yang wajib dimiliki. Adanya pasien yang berasal dari berbagai latar belakang budaya menyebabkan komunikasi terapeutik ini dapat dipengaruhi oleh cultural competence perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik pada perawat di RSUD Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari-Juni 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 62 perawat yang diperoleh melalui teknik proportionate stratified random sampling. Cultural competence dan komunikasi terapeutik diukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar perawat berjenis kelamin perempuan, berpendidikan diploma keperawatan, beragama Hindu, bersuku Bali, berbahasa Bali, Indonesia, dan Inggris, pernah merawat pasien dari berbagai budaya hampir setiap hari, dan memiliki cultural competence serta komunikasi terapeutik yang cukup baik. Rata-rata perawat berusia 30,71 tahun dan lama kerja 7,82 tahun. Nilai tengah dari lama mengikuti pelatihan/seminar perawatan kompeten secara budaya adalah 2 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang kuat dan bernilai positif antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik perawat (nilai p = 0,000; r = 0,592; α = 0,05). Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa semakin baik cultural competence perawat maka semakin baik pula kemampuan komunikasi terapeutiknya, begitu sebaliknya. Perawat yang memahami budaya pasien dapat memberikan perawatan yang lebih optimal dan mampu menghindari terjadinya kesalahpahaman komunikasi dengan pasien dan keluarganya.
HUBUNGAN DIGITAL HEALTH LITERACY PERAWAT DENGAN PENERAPAN DOKUMENTASI METODE ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) DI RUANG RAWAT INAP RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH Serena Kartikasari; Indah Mei Rahajeng; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p04

Abstract

Literasi Kesehatan Digital (DHL) mengacu pada kemampuan seseorang untuk mencari, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan bersama dengan menggunakan teknologi digital. DHL bagi perawat sangat penting dalam penerapan EMR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara DHL perawat dengan penerapan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Metode penelitian analitik korelasional diterapkan. Pada bulan Mei 2023, penelitian ini dilakukan pada perawat ruang rawat inap. Kuesioner penilaian mandiri skala kompetensi informatika keperawatan (SANICS) dan kuesioner literasi e-kesehatan Cina (C-eHLS) digunakan untuk DHL. Kuesioner evaluasi rekam medis elektronik digunakan dalam kuesioner EMR dari sudut pandang pengguna. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan SANICS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai kuat (R = 0,622), serta hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan C-eHLS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai moderat (R = 0,407). Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara Digital Health Literacy perawat dengan penggunaan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap. Rumah sakit diharapkan dapat membuat Kebijakan Kesehatan Digital untuk membantu pengembangan literasi kesehatan digital perawat dan pengembangan sistem EMR.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN STRES AKADEMIK PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 Luh Indri Lestari; Desak Made Widyanthari; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p12

Abstract

Pandemi corona virus disease 2019 memberikan dampakxpada semua sektor, salah satunya sektor pendidikan. Penyesuaian proses pembelajaran dilakukan dari luring menjadi daring. Perubahan metode pembelajaran memberikan dampak kepada mahasiswa salah satunya dampak psikologis yaitu stres akademik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunyaxadalah efikasi diri. Efikasi diri merupakan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang untuk mencapai suatu tujuan sehingga terhindar dari stres akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan efikasi diri dengan stres akademik pada masa pandemi corona virus disease 2019 pada Mahasiswa. Program. Studi. Sarjanax Ilmu Keperawatan FakultasxKedokteranxUniversitasxUdayana. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 206. Penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif dan kekuatan hubungan rendah antara efikasi diri dengan stres akademik (p-value= 0,000; r=-0,268). Mayoritas mahasiswa memiliki tingkat stres akademik dan efikasi diri sedang, yaitu sebanyak 76,7% dan 88,8%. Mahasiswa keperawatan diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan efikasi dirinya, dengan cara melakukan pendekatan dengan kakak kelas atau berkonsultasi dengan pembimbing akademik untuk meminta bantuan atau saran saat mengalami kesulitan.
Nursing Quality: Exploring Completeness and Accuracy of Nursing Care Documentation at Hospital Ni Putu Emy Darma Yanti; Ni Putu Leni Puswita Sari; I Ketut Dian Lanang Triana
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.5789

Abstract

Nursing Documentation has significant roles in order to enhancing patient safety. Thus, its accuracy and completeness should perfectly perform based on the standards. This study aims to evaluate the implementation of nursing care documentation among nurses in hospitals. This study employed non-experimental descriptive quantitative research with a retrospective approach and the samples chosen was 114 medical records that met the inclusion criteria using proportional stratified random sampling technique. The research instruments used is an observation sheet for a study documenting the nursing care standards implementation by The Ministry of Health of Republic Indonesia 2005, which has been modified by adding true and false points for each indicator assessed. The data analysis employed univariate analysis which is presented in the form of a frequency’s distribution. The study results found that most of the nurses were not able to complete the records correctly by 72,8% as well as grouping the data by 55,3% in the assessment aspects. In the diagnosis and the intervention aspects, most of the nurses are able to completing the documentation perfectly. On the other aspects, the study found that nurses are not able to complete the implementation that refers to the treatment plan by 67 or 58,8%. However, it is also found that the nurses are not able to documented the evaluation refers to objective by 58 or 50,9%. On the general documentation, most of the nurses still are not able to compete the records by standardized format (95;83,3%) as well as put the initials or name clearly and date in the documentation (58;50,9%).
Exploring Nurses Self-Efficacy Regarding Nursing Competencies among Associate Nurses in Bali, Indonesia I Ketut Dian Lanang Triana; Vip Paramarta; Rukhiyat Syahidin; Farida Yuliaty; Kosasih Kosasih; Ni Putu Emy Darma Yanti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.361

Abstract

Nurses’ self-efficacy refers to their perception of their own capability to carry out specific tasks, which in turn can influence various aspects of practice aimed at delivering improved nursing care. This study aimed to identify and explore nurses’ self-efficacy in relation to nursing competencies and its predictors among nurses in Bali, Indonesia. This study employed a descriptive-analytical design involving 149 associate nurses choosen by purposive sampling. Data were collected using questionaires and Pearson’s correlation test is employed to examine the relationships between variables. This study found that nurses’ self-efficacy was influenced by their length of work experience. In addition, burnout syndrome, self-esteem, and grit were identified as significant predictors of nurses’ self-efficacy. This study implied that the nurses’ self-efficacy regarding nursing competencies could be improved as long as the nurses has their optimum personal characteristics as well as self-functionality. Thus, will affects their professional nursing competencies in order to improve better nursing outcomes.
Comparison of Primary and Modular Nursing Methods on Nurse Work Engagement, Nurse Job Satisfaction, Patient Trust, and Patient Satisfaction in A General Hospital Ni Putu Emy Darma Yanti; I Ketut Dian Lanang Triana; Rai Sekar Widhi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.851

Abstract

Nursing care delivery models influence the continuity, quality, and outcomes of nursing care. Primary nursing and modular nursing present different approaches to responsibility distribution, care coordination, and nurse–patient interaction. However, evidence comparing their impact on nurse-related and patient-related outcomes remains limited in low- and middle-income countries. Aim to compare the effects of primary versus modular nursing methods on nurse work engagement, nurse job satisfaction, patient trust, and patient satisfaction in an inpatient setting. A cross-sectional comparative study was conducted among 60 nurses and 30 adult inpatients in a regional public hospital in Bali, Indonesia. Purposive sampling was used. Validated instruments were administered. Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (Cronbach’s α = 0.80–0.90), Mueller & McCloskey Satisfaction Scale (MMSS) (reliability ranges from α = 0.78–0.89), Patient Trust Scale (PTS) (reliability α > 0.85), and Patient Satisfaction with Nursing Care Quality Questionnaire (PSNCQQ) (reliability α > 0.90). Data were analyzed using Chi-square tests with α=0.05. The primary nursing group demonstrated significantly higher levels of patient trust (p=0.038), patient satisfaction (p=0.041), nurse work engagement (p=0.027), and nurse job satisfaction (p=0.016) compared with the modular nursing group. Primary nursing consistently showed higher proportions in the “high” category across all measured outcomes. Primary nursing appears more effective than modular nursing in enhancing nurse work engagement and job satisfaction, while simultaneously improving patient trust and satisfaction. Wider adoption of primary nursing may support improvements in nursing care quality within hospital settings.
Optimizing Hospital Management System Through The Kanban Method: A Review of Current Evidences I Ketut Dian Lanang Triana; Ni Putu Emy Darma Yanti; Vip Paramarta; Putu Dyah Candra Agustina
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background – Hospitals, as essential providers of healthcare services, face significant challenges in managing diverse inventories, including pharmaceuticals, medical equipment, and daily operational supplies. Inefficient inventory management often leads to increased costs and resource wastage, underscoring the need for systematic approaches to enhance efficiency. Objectives – This study aimed to review the literature on the application of the Kanban method in hospital inventory management and to evaluate its potential benefits in cost reduction and waste minimization. Methods – A literature review was conducted using a replicable protocol to identify relevant peer-reviewed articles indexed in Google Scholar. The search was restricted to publications in English and Indonesian from January 2020 to January 2025. Boolean search strategies were employed with keywords including Kanban Method, hospital inventory management, cost reduction, and efficiency. Eligible articles were thematically analyzed to synthesize the findings. Results – The review highlights that the Kanban method, originally developed for manufacturing industries, can be effectively adapted to hospital settings. Its implementation demonstrates potential to optimize resource utilization, reduce operational costs, and alleviate waste production. However, challenges remain, particularly cultural resistance among healthcare staff and the need for systematic planning and organizational commitment to ensure successful adoption. Conclusion – The Kanban method offers a viable and effective approach for improving hospital inventory management. This findings offer practical insights for hospital administrators and policymakers seeking cost-effective and sustainable inventory management strategies, while also identifying gaps for future empirical research.
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM Ni Nyoman Candraningsih; Ni Putu Emy Darma Yanti; Ni Komang Ari Sawitri; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p13

Abstract

Kegiatan praktikum laboratorium merupakan tahapan pembelajaran penting dalam mempersiapkan mahasiswa keperawatan sebelum menghadapi praktik klinik pada situasi nyata. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Tim Pelaksana Penjaminan Mutu (TPPM) salah satu Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners  mengenai tingkat kepuasan terhadap praktikum pada tahun 2021-2023, masih ditemukan adanya ketidakpuasan yang cukup signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan mahasiswa dalam kegiatan praktikum di Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling pada 260 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen SERVQUAL dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat dimensi memiliki gap negatif, yaitu tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), dan assurance (jaminan), yang mengindikasikan bahwa aspek fasilitas, pengelolaan kelas, responsivitas laboran, jumlah laboran yang tersedia, serta supervisi dosen masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap kegiatan praktikum. Sementara itu, dimensi empathy (perhatian) memiliki gap positif, menunjukkan bahwa perhatian dosen telah memenuhi ekspektasi mahasiswa dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan praktikum yang lebih kondusif dan efektif. Adapun saran penelitian ini diharapkan kepada institusi keperawatan dapat menjadi bahan evaluasi mengenai gambaran tingkat kepuasan mahasiswa keperawatan dalam kegiatan praktikum, guna meningkatkan kualitas pendidikan dalam membentuk calon tenaga keperawatan.