Ngadiwiyana M.Si. S.Si.
Department Of Chemistry, Faculty Of Science And Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. H. Soedarto SH Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SAINS DAN MATEMATIKA

AKTIVITAS BUBUK KAYU MANIS (CINNAMOMUM CASSIA) SEBAGAI INHIBITOR ALFA-GLUKOSIDASE Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Ismiyarta, Ismiyarta; Prasetya, Nor Basyid A.
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 18 Issue 2 Year 2010
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK---Kayu manis banyak digunakan sebagai obat tradisional., misalnya bagian serbuk kulit kayunya telah digunakan oleh masyarakat di negara tropis termasuk Indonesia sebagai obat antidiabetes. Penelitian secara ilmiah mengenai khasiat tersebut belum banyak dilakukan, sehingga perlu dilakukan penelitian secara ilmiah khasiat antidiabetes melalui uji aktivitasnya terhadap inhibitor enzim alfa-glukosidase. Enzim Alfa-glukosidase (EC 3.2.1.20) merupakan karbohidrase yang mengkatalisis pelepasan glukosa dari ujung nonpereduksi karbohidrat makanan. Pada penderita Diabetes Mellitus (DM), inhibisi terhadap enzim ini menyebabkan penghambatan absorpsi glukosa sehingga menurunkan keadaan hiperglikemia setelah makan. Inhibitor alfa-glukosidase merupakan obat antidiabetes oral yang digunakan untuk mengobati DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat serbuk kulit kayu manis sebagai antidiabetes melalui uji inhibitor terhadap enzim  alfa-glukosidase. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu penyediaan bubuk kayu manis dan uji penghambatan terhadap alfa-glukosidase. Pada uji penghambatan alfa-glukosidase digunakan enzim alfa-glukosidase dan p-nitrofenil α-D-glukopiranosid sebagai substrat. Reaksi dari substrat  p-nitrofenil α-D-glukopiranosid dengan alfa glukosidase menghasilkan p-nitrofenol, senyawa ini yang diukur intensitasnya. Semakin tinggi intensitasnya semakin tinggi aktivitas alfa glukosidase. Serbuk kulit kayu mampu menghambat alfa glukosidase dalam berbagai konsentrasi. Hasil uji inhibisi menunjukkan, pada konsentrasi 50 ppm, aktivitas penghambatan bubuk kulit kayu manis sebesar 45,31% dengan nilai IC50 sebesar 55,02 ppm.Kata kunci: bubuk kulit kayu manis, inhibitor alfa-glukosidase, antidiabetes.Permalink :
Sintesis 3,4-Metilendioksibenzaldehid dari Safrol pada Minyak Lawang (Cinnamomum cullilawan, Bl) sebagai Senyawa Antibakteri Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; AP, Nor Basid
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3803.939 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis 3,4-metilendioksibenzaldehid dari minyak lawang (Cinnanomum cullilawan Bl.). Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi safrol dan sintesis 3,4-metilendioksibenzaldehid. Isolasi safrol melalui redistilasi dan ekstraksi menggunakan NaOH. Sedangkan sintesis 3,4-Metilendioksibenzaldehid melalui reaksi isomerisasi safrol dan reaksi oksidasi menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4). Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR dan GC-MS. Safrol yang diperoleh berupa cairan minyak kekuningan dengan rendemen 22,22%. Hasil isomerisasi safrol yaitu isosafrol berupa cairan minyak kuning kecoklatan. Spektra FTIR menunjukkan adanya gugus metilendioksi, C=C, dan =CH pada gugus alil. Sedangkan hasil oksidasi isosafrol berupa bubuk putih. Spektra FTIR menunjukkan telah terjadi konversi gugus C=C menjadi gugus aldehid. Aktivitas antibakteri dari senyawa 3,4 metilendioksibenzaldehid terhadap bakteri gram positif (Staphyllococcus aureus) dan bakteri gram negatif  (Escherichia coli), dengan metode difusi cakram kertas menunjukkan hasil yang potensial dengan semakin meningkatnya konsentrasi.   Keywords: safrol, isosafrol, 3,4-metilendioksibenzaldehid, minyak lawang
Sintesis Etil Sinamat dari Sinamaldehid pada Minyak Kayu Manis (Cinnamomum cassia) dan Uji Aktivitas sebagai Antidiabetes Amalia, Dian; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana; Fachriyah, Enny
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 21 Issue 4 Year 2013
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3930.412 KB)

Abstract

Minyak kayu manis diperoleh dengan cara distilasi dari kulit batang kayu manis. Komponen utama dalam minyak kayu manis adalah sinamaldehid (42-75%). Sinamaldehid merupakan senyawa yang memiliki gugus aldehid yang dapat dimodifikasi menjadi gugus ester yang dapat digunakan sebagai antidiabetes. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis etil sinamat dari asam sinamat dan menguji aktivitas etil sinamat sebagai antidiabetes. Metode dari penelitian ini adalah oksidasi dan esterifikasi. Etil sinamat diperoleh dari hasil sintesis merupakan cairan berwarna kuning jernih dan berbau harum dengan rendemen sebesar 98,86%. Hasil dari FTIR menunjukkan terbentuknya etil sinamat dengan adanya gugus C-O ester, sedangkan dari hasil GC-MS diperoleh kelimpahan etil sinamat sebesar 99,01%. Hasil uji aktivitas antidiabetes menunjukkan bahwa, senyawa etil sinamat memiliki nilai IC50 sebesar 215,509 ppm.   Keywords: sintesis; oksidasi; esterifikasi; sinamaldehid; antidiabetes.
PENGARUH TEMPERATUR PADA SINTESIS ESTER ASAM LEMAK SELULOSA (FACE) MENGGUNAKAN KATALIS Na2CO3 Ismiyarto, Ismiyarto; Rejeki, Sri; Ngadiwiyana, Ngadiwiyana
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 1 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3494.17 KB)

Abstract

ABSTRAK-Polimer sintetik sebagian besar dibuat dari bahan tambang sepeti minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui (non renewable) dan non biodegradable. Sehingga diperlukan usaha-usaha untuk membuat polimer biodegradable, seperti polimer ester asam lemak karbohidrat. Minyak nabati seperti minyak biji kapuk merupakan bahan terbarukan yang dapat diubah menjadi metal ester asam lemak dan sangat berpotensi sebagai bahan baku berbagai macam industry. Senyawa ester asam lemak selulosa (FACE) dapat disintesis dari metil ester asam lemak (FAME). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh temperature reaksi tertadap sintesis FACE menggunakan katalis Na2CO3.  Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, diawali dengan penurun kadar asam lemak bebas (FFA) dengan metode ekstraksi pelarut menggunakan etanol. Analisis GC-MS untuk mengetahui komposisi asam lemak penyusunnya. Kemudian dilakukan sintesis FAME dengan katalisator NaOH. Tahap selanjutnya adalah sintesis FACE  dari FAME dan selulosa, sintesis FACE  ini menggunakan katalis Na2CO3 dalam pelarut metanol dengan variasi temperatur 125oC, 130oC, 135oC, 140oC, 150oC selama 4 jam. FACE yang terbentuk dianalisis menggunakan spektrofotometri FTIR untuk mengetahui derajat transesterifikasinya. Bilangan asarn minyak biji kapuk turun dari 6,65 menjadi  0,665. Berdasarkan data GC-MS dan hasil fragmentasi dari masing-masing puncak  dapat diketahui bahwa asam lemak penyusun trigliserida minyak biji kapuk ialah asam linoleat (36,53 %), asam palmitat (20,00 %), asam oleat (18,00 %), dan asam stearat (3,52 %). Rendemen FAME yang dihasilkan sebanyak 17,0538 g dari 20 gram minyak  biji kapuk ldentifikasi FACE yang terbentuk menggunakan FTIR  ditunjukkan dengan munculnya puncak 1743 cm-1 (C=O) yang  diperkuat dengan puncak C-O ester pada 1112 cm-1. FACE yang dihasilkan memiliki derajat transesterifikasi sebesar 0,6048 untuk temperature  130 oC dan 0,6762 untuk temperatur 135 oC. Temperatur optimum sintesis FACE dengan katalis Na2CO3 adalah antara 130 oC – 135 oC. Keywords:  transesterifikasi, s elulasa, Na2CO3, FACE