Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keragaman genetik populasi giant snakehead (Channa micropeltes) menggunakan penanda Random Amplified Polymorphic DNA di perairan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah Kamal, M Mukhlis; Butet, Nurlisa A.; Wibowo, Arif; Eva Muhajirah
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.1.141-151

Abstract

Giant snakehead yang juga dikenal dengan sebutan Toman merupakan ikan dengan cita rasa dan bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik populasi C. micropeltes di Taman Nasional Sebangau (TNS), Kalimantan Tengah menggunakan analisis molekuler dengan pendanda genetic Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Primer yang digunakan pada penelitian ini yaitu OPE-07, OPD-03 dan OPG-10. Hasil menunjukkan bahwa persentase polimorfisme di perairan TNS tergolong rendah (43,1818%) dan heterozigositas juga tidak jauh berbeda yaitu 0,2323 dan 0,2067. Berdasarkan pada uji berpasangan Fst, populasi C. micropeltes di perairan TNS tidak berbeda nyata (P>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa C. micropeltes di perairan SNP populasi sungai Sebangau maupun Katingan tidak terdapat perbedaan keragaman genetik. Secara genetik, C. micropeltes di perairan SNP memiliki keanekaragaman relatif rendah dan kemampuan adaptasi rendah.
Beberapa Aspek Biologi Reproduksi Catfish Predator Indonesia (Wallagonia leerii Bleeker, 1851) di Sungai Sebangau Kalimantan Tengah Riza, Nurasiah; Butet, Nurlisa Alias; Kamal, Mohammad Mukhlis; Wibowo, Arif; Simon, Okta; Ansori, Ma'mun
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.2.276-284

Abstract

Ikan tapah (Wallagonia leerii) merupakan salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis penting dan terkenal karena ukurannya yang besar dan menjadikan ikan ini sebagai target utama penangkapan di Sungai Sebangau. Eksploitasi yang berlebihan dikhawatirkan dapat menyebabkan penurunan dan mengancam kelestarian ikan tapah yang penyediaannya masih bergantung pada alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan biologi reproduksi ikan tapah yang meliputi nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas. Total 96 ekor ikan tapah yang diperoleh menggunakan alat tangkap perangkap ikan dan seine net selama tiga bulan pada lima lokasi sampling di Sungai Sebangau. Hasil penelitian ini yaitu nisbah kelamin ikan tapah untuk semua sampel yaitu 1:0,9 dan berdasarkan uji Chi-square dengan selang kepercayaan 95% menunjukkan hasil yang mendekati pola 1:1. Nilai indeks kematangan gonad untuk jantan dan betina berkisar antara 0,110% – 0,522% dan 0,112% – 0,651%.Waktu pemijahan berlangsung dari bulan Desember hingga Januari. Total fekundittas dari 11 betina ikan tapah berkisar antara 2976 - 155501 telur dgan rata-rata 43334 telur.