Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farmaka

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK BERBAGAI SPESIES TUMBUHAN MANGROVE NIA KURNIASIH; Eli Halimah
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2570.56 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22265

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang prevalensinya cukup tinggi. Indonesia memiliki lautan yang luas yang didalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang bermacam-macam salah satunya adalah tanaman mangrove yang memiliki berbagai macam spesies. Tanaman mangrove atau bakau dikenal sebagai tanaman yang hidup di area pesisir pantai dan digunakan sebagai tanaman yang menjaga area pantai agar tidak terjadi proses abrasi akibat ombak dari laut. Tanaman ini memiliki banyak manfaat seperti pencegah dan penyaring alami, tempat sumber makanan bagi biota laut, kayunya sebagai bahan bakar, serta sudah banyak digunakan secara empirik sebagai tanaman obat tradisional dan salah satunya sebagai antibakteri. Review artikel ini dilakukan untuk pengumpulan informasi mengenai aktivitas antibakteri dari beberapa jenis tanaman mangrove. Aktivitas antibakteri ini dilihat dari nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan diameter zona hambat. Hasil pengujian antibakteri yang diperoleh berdasarkan parameter diameter zona hambat, spesies mangrove yang memiliki aktivitas antibakteri kuat (diameter zona hambat >20mm) yaitu ekstrak air eksokarp Bruguiera gymnorrhiza terhadap bakteri Delftia sp. menghasilkan zona hambat sebesar 23±0,55mm, ekstrak air batang Nypa fructicans terhadap bakteri Bacillus subtilis menghasilkan zona hambat 22,16±0,76mm, sedangkan ekstrak air daunnya terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumonia masing-masing menghasilkan zona hambat sebesar 20,33±0,95mm dan 20,03±1,08mm, serta ekstrak metanol daun Ricinus communis terhadap Staphylococcus aureus menghasilkan zona hambat sebesar 20,7mm. Tanaman mangrove mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri.Kata Kunci : Mangrove, infeksi, antibakteri
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR LEUKOSIT, LIMFOSIT, MONOSIT DAN GRANULOSIT PADA MAHASISWA FARMASI UNPAD SHIFT B 2016 Dian Amalia Maharani; Irsarina Rahma; Utari Yulia Alfi; Nia Kurniasih; Syara Nur Fitri Balqist; Sifa Muhammad Yusuf; Hanifa Rifdah Aiman; Maura Syafa Islami; Kiara Puspa Dhirgantara; Rano Kurnia Sinuraya; Dika Pramita Destiani; Imam Adi Wicaksono
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.21 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22048

Abstract

Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, dimana melibatkan beberapa faktor yang dapat dilihat melalui skor dari kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap kadar leukosit, limfosit, monosit, dan granulosit dalam darah. Metode penelitian ini menggunakan pengisian kuesioner PSQI dan pengukuran kadar leukosit, limfosit, monosit, dan granulosit menggunakan Haematology Analyzer. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan analisis menggunakan uji korelasi fisher’s exact adalah sig. 0,009 untuk leukosit, sig. 0,031 untuk limfosit, 0,000 untuk monosit, dan 0,012 untuk granulosit. Dapat disimpulkan hasil sig sebesar <0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kadar leukosit, limfosit, monosit dan granulosit.Kata Kunci: Kualitas Tidur, PSQI, Kadar Leukosit