Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan Daun Ketapang sebagai Pewarna Alam Batik di IKM Batik Bayat Sarwono Sarwono; M. Rudianto; Tiwi Bina Affanti; Ratna Endah Santoso; Sujadi Rahmad Hidayat
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 41, No 1 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i1.8292

Abstract

Usaha batik warna alam di Daerah Bayat Klaten terdapat terkendala terkait harga bahan baku, sehingga memengaruhi penetapan harga jual produk. Penelitian diharapkan dapat merekomendasikan alternatif bahan baku warna alam sebagai subtitusi pewarna batik. Tumbuhan yang umum dijumpai di daerah setempat adalah pohon ketapang (Terminalia catappa). Pohon ketapang dimanfaatkan sebagai tanaman penghias atau tanaman peneduh yang banyak tumbuh di negara-negara tropis. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan daun ketapang sebagai bahan pewarna alam ramah lingkungan untuk memperoleh alternatif bahan dan keterjangkauan harga. Menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan pada perajin batik warna alam di daerah Bayat Klaten. Sampel penelitian adalah daun ketapang secara random sampling yang terbagi menjadi dua jenis yaitu daun ketapang berwarna hijau dan daun ketapang berwarna kemerahan. Penelitian diterapkan pada proses produksi batik cap, dengan proses penelitian meliputi tahapan mordanting; pengecapan; ekstraksi warna; penguncian warna dengan tunjung, kapur dan tawas. Dilakukan pengujian ketahanan warna terhadap pencucian, yang hasilnya dapat direkomendasikan untuk proses produksi batik. Hasil ekstraksi daun ketapang yang diterapkan pada kain batik menghasilkan pewarna yang mengarah ke warna kecoklatan. Daun ketapang dapat menjadi alternatif warna alam berdasarkan penggunaan daun yang dipilih serta dipengaruhi oleh bahan pengunci yang digunakan.
GEOGRAPHIC RHYTHM STUDY SCULPTURE AND CARVING ART INDUSTRY JEPARA DISTRICT CASE STUDY IN MULYOHARJO VILLAGE Angger Bagus Iswanto; Sarwono Sarwono; Rita Noviani
GeoEco Vol 6, No 1 (2020): GeoEco January 2020
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v6i1.39163

Abstract

The purpose of this study is to find out geography rhythm procurement of raw materials, marketing destination, and problems with production factors sculpture and carving industry in the center of the sculpture and carving industry center in Mulyoharjo Village, Jepara District. This study uses a qualitative descriptive method. The respondent is a sculpture and carving industry entrepreneur in Mulyoharjo Village whose population is 104 industries and 30 industries are sampled. Data collection by interview, documentation and observation. Data analysis used a descriptive qualitative interactive model technique. The results of the study concluded that 86.6% of the industries experienced capital problem,73.3% of the industries experiences raw material problem, 66.6% of the industries experiences marketing problem, and 73,3% of the industries experiences finding workers problem. The most difficult workforce to find is engraver because absence of engraver regeneration. The raw materials used are teak wood and tamarind. In 1990 the raw material came from Jepara. In 1997-2005 the origin of raw materials expanded into the Java Island region. In 2006-2019 the origin of raw materials moved out of Java. The current availability of wood is not experiencing scarcity but the price is increasing. In 1990-1992 the destination areas for product marketing were in the Jepara Regency area only. In 1993-1995 product marketing could reach big cities in Indonesia. Marketing of products to international markets occurred in 1996 until now. In 2013 the number of exports increased with a value of 7,505,772.91 US $. In 2014 to 2018 the number of exports decreased.
Diversifikasi Produk Batik Motif Simplicity dengan Teknik Cap Kertas dan Pewarnaan Alami M. Rudianto; Sarwono Sarwono; Sujadi Rahmad Hidayat; Ratna Endah Santoso; Tiwi Bina Affanti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.978

Abstract

Dewi Batik Boyolali merupakan UKM yang memproduksi berbagai jenis batik serta kain motif batik dengan proses handprint. Perusahaan tidak memproduksi karakter produk batik tertentu sebagai ciri khas, melainkan memproduksi berdasarkan pemesanan konsumen. Kendala yang dihadapi dengan konsep usaha seperti ini adalah diversifikasi produk yaitu kurangnya pilihan yang ditawarkan, keterbatasan stock produk, kurang beragam, dan kurangnya kemampuan menghasilkan produk baru. Berdasarkan permasalahan mitra, maka program pengabdian melakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Dilaksanakan pengembangan produk batik cap kertas dan pewarna alami dengan penerapan batik motif simplicity yang merupakan motif batik sederhana. Pelaksanaan program bertujuan menambah diversifikasi atau pilihan produk pada mitra. Metode pelaksanaan meliputi: pelatihan teknis, pengembangan produk, dan evaluasi program. Program pelatihan teknis meliputi program pembuatan alat cap batik dengan material kertas dan proses pewarnaan batik dengan pewarna alami. Evaluasi melalui kegiatan FGD untuk mengevaluasi pelaksanaan dan hasil serta menyusun rekomendasi kelanjutannya. Hasil pelaksanaan kegiatan mitra memperoleh keterampilan dalam produksi batik cap kertas dan pewarna alami, penambahan produk mitra, desain motif yang didaftarkan HKI dan digunakan oleh mitra. Keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan untuk menambah diversifikasi produk.
FASHION PRODUCT DESIGN INNOVATION AND DIGITAL MARKETING ON IKAT WEAVING ARTISANS IN GROBOGAN M. Rudianto; Sarwono Sarwono; Noor Ismawati Binti Jaafar; Sujadi Rahmat Hidayat; Nisaul Hasanah A Rosyad; Rochmat Aldy Purnomo; Ratna Endah Santoso; Siti Arifah
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The production of traditional ikat weaving in Lajer Village, Grobogan Regency, has produced woven fabrics as local creative products. There are issues related to limited design variety, production capacity, and marketing reach, which have resulted in market demand not being optimally met. This international community service program involves partners from the Syahadah Grobogan Cooperative Group (KUB), comprising young people and women from economically disadvantaged backgrounds. The program aims to improve product quality, expand the market, and increase revenue through training in innovative motif design, fashion product development, and digital marketing via e-commerce platforms. The implementation method includes presentations, hands-on practice, and ongoing mentoring. The results of the activities show an increase in technical skills and design creativity, understanding of modern production technology, and the use of digital media for promotion and sales. This program supports the achievement of the SDGs, particularly Goal 5 (Gender Equality), Goal 8 (Decent Work and Economic Growth), and Goal 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), and aligns with the President of the Republic of Indonesia's Nawa Cita vision for building economic self-reliance based on local potential.