Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SLB MELALUI PENDAMPINGAN PERMAINAN ADAPTIF KETERAMPILAN GERAK DASAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Febriani Fajar Ekawati; Ismaryati Ismaryati; Tri Winarti Rahayu; Bambang Wijanarko
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v27i1.21452

Abstract

Dasar pengetahuan dan pemahaman tentang Penjas Adaptif guru PJOK di SLB masih kurang, karena banyak diantara mereka yang berlatar belakang guru kelas. Sehingga kompetensi profesi sebagai guru PJOK kurang terpenuhi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan profesinalisme guru PJOK di SLB Cabang Dinas Wilayah VII melalui pendampingan permainan adaptif keterampilan gerak dasar. Kegiatan ini menggunakan metode pembimbingan berupa peningkatan pemahaman kepada para guru SLB tentang aktivitas fisik yang tepat untuk ABK dan manfaatnya, pelatihan berupa penayangan video pembelajaran permainan adaptif keterampilan gerak dasar untuk anak tunagrahita, dan pendampingan berupa pemantauan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti aplikasi whatsapp (WA), video conference (google meet), dan email. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah kompetensi guru PJOK di SLB Cabang Dinas Wilayah VII dapat dikatakan meningkat, karena mereka semakin menguasai materi permainan adaptif keterampilan gerak dasar. Salah satu indikator kompetensi profesi seorang guru adalah menguasai materi pelajaran selain kompetensi pedagogi, sosial dan kepribadian. Akhirnya, melalui kegiatan ini profesionalisme guru PJOK di SLB Cabang Dinas Wilayah VII bertambah baik.Kata Kunci: penjas adaptif, permainan adaptif, profesionalisme guru PJOK, keterampilan gerak dasar, tunagrahita  
Peningkatan Pemahaman Tentang Aktivitas Fisik untuk Anak Cerebral Palsy pada Guru Kelas dan Orang Tua Febriani Fajar Ekawati; Ismaryati Ismaryati; Tri Winarti Rahayu; Hendrig Joko Prasetyo
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.3838

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang manfaat melakukan aktivitas fisik bagi kesehatan tubuh sudah cukup baik. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tertentu seperti pada penyandang cerebral palsy (CP). Utamanya orang tua dan guru merasa takut untuk mendampingi anaknya untuk beraktivitas fisik. Biasanya, orang tua mengunjungi seorang terapis untuk memberikan kesempatan bergerak kepada anaknya dengan biaya yang tidak murah. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dan guru tentang aktivitas fisik yang sesuai dengan anak CP. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu sosialisasi berupa penyampaian materi tentang fungsi gerak dan latihan dasar kekuatan serta cara mengukur kekuatan, pelatihan berupa praktik latihan-latihan kekuatan sederhana, dan pendampingan berupa praktik melatih anak-anak CP di rumah masing-masing dengan dipantau tim pengabdi melalui Whatsapp Group. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan orang tua dan guru tentang aktivitas fisik dan manfaatnya pada anak CP sebesar 29%. Selain itu, peningkatan kekuatan genggaman pada anak-anak mengindikasikan bahwa pendampingan latihan yang dilakukan orang tua berhasil dengan baik.
Effects of High-Intensity Interval Training on Body Weight in Obese Adults Muh Alif Kurniawan Sam; M Furqon Hidayatullah; Febriani Fajar Ekawati
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 17 No. 2 (2023): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v17i2.8469

Abstract

Background: Obesity has become an epidemic and is a major threat to health. There are many ways to overcome obesity, one of which is exercise, but there are still reasons such as not having time to exercise. The purpose of this study is to discuss and describe the effects of High-Intensity Interval Training on weight loss in obese adults. Method: The method used in this study was a literature review using PRISMA to determine the number of articles used, the PEDro scale to assess each article, and check the quartiles of articles through schimago, then The articles were explained the population, intervention, comparison and outcome of each article. Result: The results obtained were that weight loss in the HIIT group varied from each article, namely 3.9kg, 5.3kg, 5.7kg, and 5kg, All comparison groups from articles that discussed HIIT and BMI also experienced weight loss, but HIIT had advantages in losing weight compared to some other comparisons, except for a study conducted by D'Amuri et al in 2021 which showed greater weight loss results in the MICT group, namely 0.3kg more than the HIIT group which was only 5.7kg, however, the two groups did not have a significant difference. Conclusion: This study concludes that High-Intensity Interval Training can reduce the weight of individuals who are obese in adulthood.
Sosialisasi Pembelajaran PJOK Inklusif pada Guru Sekolah Menengah Pertama Kota Surakarta sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme dalam Mengajar Febriani Fajar Ekawati; Tri Winarti Rahayu; Budhi Satyawan; Ismaryati Ismaryati; Deddy Whinata Kardiyanto; Bambang Wijanarko
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8736

Abstract

Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) mempunyai tujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan atau pembelajaran bersama bagi peserta didik penyandang disabilitas dengan peserta didik pada umumnya. Proses pembelajaran inklusif juga harus dilaksanakan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Namun masih banyak guru PJOK khususnya yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Surakarta menghadapi permasalahan-permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyusun perangkat pembelajaran pada guru PJOK dalam kelas inklusif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022 bertempat di SMPN 6 Surakarta, dengan jumlah peserta adalah 30 orang. Angket pengetahuan tentang konsep mengajar pada kelas inklusif diberikan pada saat sebelum dan sesudah pemberian materi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran. Hasil sosialisasi dan pelatihan kepada guru PJOK menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata 30% pada setiap butir pertanyaan, selanjutnya; guru mampu menganalisa dan menentukan cara mengajar kelas PJOK inklusif dengan benar yang dituangkan dalam RPP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru semakin memahami tentang konsep mengajar PJOK inklusif serta mampu untuk merencanakan, melakukan, dan membuat evaluasi dalam mengajar. Keberhasilan ini menjelaskan bahwa profesionalisme mereka juga semakin baik.School with an Inclusive Education System provides educational opportunities or joint learning for students with disabilities and students in general. The inclusive learning process must also be implemented in Physical Education, Sports, and Health (PESH) subjects. However, many PESH teachers at Junior High Schools in Surakarta still face problems in the implementation process. Therefore, this community service aimed to improve teachers' knowledge of inclusive learning and their skills to prepare the PESH inclusive class. The program conducted in SMPN 6 Surakarta on Saturday, 2 July 2022, with the number of participants was 30 people. The inclusive knowledge questionnaire was distributed to the participants before and after the activity. There was an improvement in knowledge among teachers after the socialization of the inclusive learning process in PESH. Furthermore, the teachers could analyze and determine how to teach inclusive classes correctly as outlined in the lesson plan. The average improvement is around 30% in every statement. Teachers can increasingly plan, teach, and evaluate their inclusive classes better than before. As a result, their professionalism is improving. 
Hubungan Antara Motivasi dan Mental Toughness dengan Prestasi Atlet Beladiri Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kota Surakarta Budiman Prianggono; Febriani Fajar Ekawati
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7490

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi keterkaitan antara motivasi dan mental toughness dengan prestasi atlet beladiri terutama di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kota Surakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey dan studi korelasional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh atlet beladiri di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kota Surakarta dengan jumlah 46 atlet, sedangkan untuk sampel terdapat 46 atlet. Pengambilan data sampel menggunakan teknik probability sampling, sedangkan pengumpulan data menggunakan instrumen angket Sport Motivasional Scale – 28 (SMS – 28) untuk motivasi, dan untuk mental toughness menggunakan instrument angket Mental Toughness Index (MTI), untuk prestasi menggunakan lembar penilaian poin prestasi. Pengujian statistik menggunakan Korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan antar variabel secara partial dan regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel secara simultan. Hasil yang diperoleh memperlihatkan motivasi memiliki korelasi secara signifikan dengan prestasi (0.000 < 0.05) dan mental toughness memiliki korelasi secara signifikan dengan prestasi (0.006 < 0.05). Secara simultan, motivasi dan mental toughness menunjukkan hubungan yang signifikan dengan prestasi (0.000 < 0.05). Simpulan yang dapat ditarik adalah motivasi dan mental toughness memiliki hubungan dalam mendukung peningkatan prestasi atlet beladiri Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kota Surakarta.
Penguatan Kompetensi Guru dan Pelatih Melalui Para Throwball Adaptif Berbasis Kolaborasi Tiga Pilar Deddy Whinata; Febriani Fajar Ekawati; Tri Winarti Rahayu; Ismaryati; Budhi Satyawan; Bambang Wijanarko; Muhammad Endra Sukmana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62423

Abstract

This community engagement program aimed to strengthen the capacity of special school teachers and disability-sport coaches through an adapted Para Throwball program based on a Three-Pillar collaboration involving special school teachers, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia coaches, and athletes with disabilities. The program employed a participatory approach consisting of five stages: initial coordination, development of adapted media and instructional modules, theoretical workshop, collaborative field practice, and monitoring and evaluation. Eighteen participants were involved, including six students with disabilities, two special school teachers, two coaches, and eight athletes with disabilities. The intervention used soft-foam balls, an adjustable portable net, and a task-analysis-based instructional module integrated with video tutorials. Evaluation indicated an aggregate 74.5% increase in teachers' and coaches' understanding of instructional and tactical content, exceeding the 70% program target. Athletes served as role models and enhanced learning experiences, while coaches bridged technical and tactical knowledge with school-based instruction. The program demonstrates potential for strengthening an adapted sport ecosystem from school participation toward disability sport development. However, because individual pre-test and post-test scores were not fully available, the 74.5% figure is treated as an aggregate achievement rather than evidence of statistical significance. Future programs should employ validated instruments, larger samples, and longitudinal follow-up.