Erlisa Candrawati
Unknown Affiliation

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN KELUARGA DENGAN BERAT BADAN PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Ana Lusia; Joko Wiyono; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.317 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.507

Abstract

Status gizi secara fisik yaitu pertumbuhan berat badan anak dapat dipengaruhi oleh asupan makanan anak dan kondisi kesehatan. Asupan makanan dan kondisi kesehatan dipengaruhi oleh perawatan yang dilakukan oleh orang tua termasuk didalamnya perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makan keluarga dengan berat badan pada anak usia 2-5 tahun di Posyandu RW 06 Kelurahan Tlogomas. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasi yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Orang tua dan anak Usia 2-5 tahun di posyandu RW 06 Kelurahan Tlogomas sebanyak 135 orang. Sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu 57 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan praktik pemberian makan keluarga sebagian besar dikategorikan cukup yaitu sebanyak 35 orang (61,4%), berat badan anak usia 2-5 tahun, hampir setengah anak dikategorikan memiliki berat badan gemuk yaitu sebanyak 35 orang (61,4%), dan hasil analisis data menggunakan uji Spearman rank didapatkan nilai signifikan sebesar 0,017 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan praktik pemberian makan keluarga dengan berat badan pada anak usia 2-5 tahun di Posyandu RW 06 Kelurahan Tlogomas dengan nilai korelasi 0,569. orang tua dapat meningkatkan praktik pemberian makan kepada anak dengan memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang serta melatih anak untuk mengonsumsi makanan keluarga dan bisa makan sendiri. Kata Kunci : Berat badan anak, praktik pemberian makan.
KUALITAS TIDUR BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA LANSIA Andre Haspi Panamuan; Erlisa Candrawati; Wahyu Dini Metrikayanto
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1313

Abstract

Lansia yang mengalami kualitas tidur buruk dapat menyebabkan perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi dan mudah mengalami depresi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan depresi pada lansia di Dusun Dempok Desa Gading Kembar Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 36 lansia dengan penentuan menggunakan cluster sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Analisa data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu uji pearson produc moment. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruhnya (80,6%) responden mengalami kualitas tidur kategori buruk dan hampir setengahnya (47,2%) responden mengalami depresi kategori sedang. Hasil uji pearson produc moment didapatkan p value = (0,000) < (0,050) menunjukkan ada hubungan antara kualitas tidur dengan depresi pada lansia. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan lansia mencukupi kebutuhan tidur sehingga terhindar dari depresi yang bisa menurunkan status kesehatan. Peneliti selanjutnya melakukan penelitian dengan metode eksperimen seperti memberikan pendidikan kesehatan tentang cara melakukan kualitas tidur yang baik untuk menurunkan depresi. ABSTRACT Elderly people who experience poor sleep quality can cause mood changes, difficulty concentrating and depression. The purpose of the study was to determine the relationship between sleep quality with depression in the elderly in Dempok Hamlet, Gading Kembar Village, Jabung District, Malang Regency. The research design used analytical correlation with cross sectional approach. The study sample consisted of 36 elderly with research using cluster sampling. Data collection techniques using instruments in the form of questionnaires. Data analysis method used is the Pearson Product Moment Test. The results of the study proved that almost all (80.6%) of respondents experienced poor quality of sleep and almost half (47.2%) of respondents experienced moderate depression. Pearson produc moment test results obtained p-value = (0.000)
EFEKTIVITAS HIDROTERAPI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI WREDA AL- ISLAH MALANG Inggrid Evi Dilianti; Erlisa Candrawati; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.65 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.579

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2013 adalah 31,7% yang berarti hampir 1 dari 3 penduduk usia 18 tahun ke atas menderita hipertensi. Cara penatalaksanaan penderita hipertensi yaitu farmakologis dan nonfarmakologis, untuk mengurangi efek samping dari penggunaan bahan kimia berkepanjangan lebih baik menggunakan cara nonfarmakologis dengan melakukan hidroterapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas hidroterapi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Wreda Al-Ishlah Malang. Desain penelitian mengunakan quasi experimental design dengan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 25 lansia penderita hipertensi dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling yang berarti pengambilan sampel sesuai kriteria sebanyak 20 sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu independeny t test. Hasil penelitian membuktikan sebelum dilakukannya hidroterapi lebih dari separuh (70,0%) lansia mengalami hipertensi derajat II dan setelah dilakukannya hidroterapi separuh (50,0%) lansia mengalami tekanan darah normal. Hasil independent t test didapatkan p-value = (0,000) < (0,050) sehingga hidroterapi efektif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Wreda Al-Islah Malang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada keluarga yang memiliki lansia penderita hipertensi melakukan hidroterapi selama 10 menit pada pagi dan sore hari sampai tekanan darah dinyatakan normal.
PERBEDAAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI DALAM DAN DI LUAR PANTI WERDHA PANGESTI LAWANG Jefri Selo; Erlisa Candrawati; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.036 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.688

Abstract

Data Kependudukan PBB tahun 2013 di Indonesia jumlah lansia sebanyak 14,4 juta jiwa atau sebanyak 7,18% dari jumlah penduduk. Semakin meningkatnya umur lansia maka persoalan yang di alaminya juga semakin banyak sehingga menyebabkan stres baik lansia yang tinggal dengan keluarga maupun lansia yang tinggal di dalam panti lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat stres pada lansia di dalam dan di luar panti Werdha Pengesti Lawang. Desain penelitian mengunakan desain komparatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 lansia yang tinggal di luar panti dan 68 lansia yang tinggal di Panti Werdha Pangesti Lawang, penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling sebanyak 21 lansia yang tinggal di luar panti dan sebanyak 27 lansia yang tinggal di Panti Werdha Pangesti Lawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisis data yang di gunakan ialah independent sample t-test. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (40,7%) responden mengalami tingkat stress sedang di dalam panti werdha dan kurang dari separuh (47,6%) responden tidak mengalami stress di luar werdha, sedangkan hasil uji independent sample t-test membuktikan “ada perbedaan tingkat stres pada lansia di dalam dan di luar Panti Werdha Pangesti Lawang” dangan p-value = (0,001) < (0,050). Adanya perbedaan tingkat stres pada lansia di dalam dan di luar panti maka perlu adanya dukungan keluarga untuk memberi semangat kepada lansia yang tinggal dengan keluarga, sedangkan bagi lansia yang tinggal di panti werdha harus ada kegiatan sosialisasi untuk memberi pengertian kepada lansia agar mau menerima diri apa adanya dan merawat diri secara mandiri.
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERIPADA PASIEN POST PARTUM DI RSB PERMATA HATI SAWOJAJAR MALANG Bawon Harianto; Rita Yulifah; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.88 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1367

Abstract

Inisiasi menyusu dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri (tidak disodorkan ke puting susu). Inisiasi Menyusu Dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh inisiasi menyusui dini terhadap penurunan Tinggi Fundus Uteri. Desain penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan Post Test Only Design. Keadaan yang ingin diteliti adalah pengaruh Inisiasi Menyusu Diniterhadap penurunan TFU (24 jam pertama) tepatnya 2 jam Post Partum yang akan dilakuakan di RSB Permata Hati Sawojajar- Malang. Adapun variabel independen dalam penelitian ini adalah inisiasi menyusu dini dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan TFU. Jumlah populasinya adalah 15 responden yaitu dari jumlah rata-rata / bulan dari 5 bulan terakhir. Pengambilan sampel menggunakan tabel kerici berdasarkan jumlah populasi didapatkan jumlah sampel 14 orang, penelitian ini dimulai 1-31 agustus 2010. Berdasarkan uji statistik dapat diketahui bahwa pada uji beda atau pengujian t - 2 sampel independent dihasilkan nilai p-value sebesar 0,000, nilai ini telah lebih kecil dari = 0,05, sehingga H0 ditolak, sehingga dapat dikatakan dengan tingkat kepercayaan 95% bahwa terdapat pengaruh inisiasi menyusui dini terhadap penurunan tinggi fundus uteri. Saran bagi peneliti yang akan datang lengkapi keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam penelitian ini untuk menyempurnakannya serta tingkatkan selalu program IMD. ABSTRACT Initiation of Early Breastfeeding is the process of breastfeeding the baby immediately after birth. Early Initiation of Breastfeeding will be very helpful in the continuation of exclusive breastfeeding and length of breastfeeding. The aim of this study was to find out the effect of early breastfeeding initiation on a decrease in Fundus Uteri Height. The design of this study used the Quasi Experiment method with Post Test Only Design. The situation to be investigated is the effect of Early Breastfeeding Initiation on decreasing TFU (first 24 hours) to exactly 2 hours Post-Partum which will be conducted at Permata Hati Hospital Sawojajar-Malang. The independent variable in this study is Early Breastfeeding Initiation. The dependent variable in this study is a decrease in TFU. The total population is 15, which is from the average number / month of the last 5 months. Sampling method was based on the number of population obtained a sample of 14 people. This study taken from 1 to 31 August 2010. Based on statistical tests it can be seen that in different test or t-2 testing independent samples produced P-values of 0,000, this value has been smaller than = 0.05, so that H0 is rejected.So it It can be concluded that there is an effect of Early Breastfeeding Initiation on a decrease in Fundus Uteri Height. Suggestions for future researchers are to complete the limitations and always improve the IMD program. Keywords : Early breastfeeding initiation; high fundus uteri.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSYANDU PERMADI TLOGOMAS KOTA MALANG Indah Maulinda; Erlisa Candrawati; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.825 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.693

Abstract

Proses penuaan yang dialami lansia menyebabkan perubahan tidur sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Mengatasi kualitas tidur lansia yang buruk bisa menerapkan salah satu cara yaitu Relaksasi benson yang merupakan pengembangan metode respon relaksasi dengan melibatkan faktor keyakinan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson terhadap kualitas tidur lansia di posyandu permadi Tlogomas kota Malang. Desain penelitiaan ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan populasi sebanyak 23 responden, dan sampel sebanyak 20 responden, 10 responden kelompok kontrol dan 10 responden kelompok perlakuan, pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diperoleh dari10 responden kelompok perlakuan diketahui sebagian besar dikategorikan baik.Data kualitas tidur lansia pada lansia di posyandu permadi Tlogomas Kota Malang pada kelompok perlakuan yang melakukan relaksasi benson yaitu sebanyak 7 responden (70%) dikategorikan baik, dan 3 responden (30%) dikategorikan cukup, sebanyak 10 responden kelompok kontrol dikategorikan baik, 3 responden (30%) dikategorikan cukup dan 7 responden (70%) dikategorikan buruk. Ada pengaruh penggunaan terapi relaksasi benson terhadap kualitas tidur lansia hasil analisis data dengan menggunakan uji Mann-whitney U Test diketahui sig = 0,000 ≤ 0,05 maka terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, ada pengaruh terapi relaksasi benson terhadap kualitas tidur lansia di posyandu permadi Tlogomas kota Malang. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya yang meneliti tentang variabel yang sama, dapat menambah sampel penelitian sehingga hasilnya lebih akurat. Bagi kader posyandu diharapkan terapi relaksasi benson diterapkan dalam kegiatan rutin Posyandu.
HUBUNGAN RUTINITAS SARAPAN PAGI DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK KELAS IV DI SDN LANDUNGSARI 01 KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Sandri Handayani Putri; Erlisa Candrawati; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1309

Abstract

Data surveilan KLB keracunan pangan tahun 2010 terdapat 163 kasus akibat konsumsi jajan karena tidak sarapan pagi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan rutinitas sarapan pagi dengan prestasi belajar anak kelas IV di SDN Landungsari 01 Kec. Dau Kab. Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 anak kelas IV dan sampel penelitian menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu kolerasi spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar 19 (63,3%) anak kelas IV rutin melakukan sarapan pagi dan sebagian besar 22 (73,3%) anak kelas IV memiliki prestasi belajar baik di SDN Landungsari 01 Kec. Dau Kab. Malang, sedangkan hasil kolerasi spearman rank didapatkan p value = 0,023 < 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan rutinitas sarapan pagi dengan prestasi belajar anak kelas IV di SDN Landungsari 01 Kec. Dau Kab. Malang. Orang tua perlu menyipkan sarapan pagi sebelum anak berangkat sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar anak. ABSTRACT The 2010 food poisoning outbreak surveillance data found 163 cases due to consumption of snacks because they did not eat breakfast. The purpose of this study was to determine the relationship between the breakfast routine and the learning achievement of fourth grade children at Landungsari 01 Elementary School. Dau Kab. Poor. The design of the study uses analytic correlation design with cross sectional approach. The population in this study were 30 grade IV children and the study sample used total sampling. The data collection technique used is a questionnaire. The data analysis method used is spearman rank correlation using SPSS. The results of the study prove that most of 19 (63.3%) fourth grade children routinely had breakfast and most of 22 (73.3%) fourth grade children had good learning achievement at Landungsari 01 Elementary School. Dau Kab. Malang, while the results of spearman rank correlation obtained p value = 0.023
PAPARAN MEDIA BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA Edelina Angwarmase; Erlisa Candrawati; Warsono Warsono
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.95 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i2.439

Abstract

Fenomena perilaku seksual semakin memprihatinkan.Banyaknya remaja yang melakukan perilaku seksual bebas menjadi pertanda bahwa permasalahan ini akan semakin berkembang jika tidak upaya pencegahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubunganpaparan media dengan perilaku seksual pada remaja di wilayah Simpang Mega Mendung Dieng Malang.Desain penelitian menggunakan desain penelitian correlation. Populasi adalah seluruh remaja di wilayah Simpang Mega Mendung Dieng Malang. Sampling yang diambil adalah teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 71 orang responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2015 dengan menggunakan kuesioner. Analisa hasil penelitian menggunakan uji spearman rho∝ =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami paparan media berresiko tinggi yaitu 46 orang (64,8%) dan kategori remajayang telah terkena paparan media berisiko tinggi seluruhnya telah melakukan perilaku seksual berisiko tinggi yaitu sebanyak orang 46 orang (64,8%). Dari pengujian statistik diperoleh hasil ada hubungan yang kuat antara paparan media dengan perilaku seksual pada remaja dengan nilai p =0,000 < α = 0,05 dan r = 0,769.Penelitian selanjutnya disarankan untukdapat menjadi sumber informasi awal dan bahan perbandingan dalam mengkaji paparan media dengan perilaku seksual pada remaja, menambah besar sampel, menambahkan variabel lain seperti pengaruh teman sebaya, dukungan sosial keluarga, agama, dan memilih lokasi penelitian yang memiliki cakupan luas seperti kelurahan. Kata kunci : Remaja, Paparan Media, Perilaku Seksual
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS DAU KABUPATEN MALANG Agustika Rokhma Dewi; Joko Wiyono; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.195 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.819

Abstract

Dampak penyakit hipertensi berkembang dari tahun ke tahun dan menyebabkan banyak komplikasi. Hipertensi adalah faktor resiko utama pada penyakit jantung, serebral (otak), renal (ginjal), dan vas-kular (pembuluh darah) dengan komplikasi berupa “infark miokard” (serangan jantung), gagal jantung, stroke (serangan otak), gagal ginjal dan penyakit vaskular perifer. Hipertensi dipengaruhi oleh curah jantung dan tekanan perifer. Berbagai faktor yang mempengaruhi curah jantung dan tekanan perifer dapat mempengaruhi tekanan darah seperti asupan garam yang tinggi, faktor genetik, stres, obesitas, jenis kelamin, usia, dan kebiasaan merokok. Mekanisme terjadinya hipertensi yaitu melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I converting enzyme (ACE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada pasien hipertensi di Puskesmas Dau Kabupaten Malang. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan dukungan keluarga terhadap pasien penderita hipertensi agar taat dalam melakukan pengobatan secara rutin. Desain penelitian mengunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini pasien penderita penyakit hipertensi di Puskesmas Dau Kabupaten Malang sebanyak 30 orang dan sampel penelitian menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Chi-Square dengan menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga dinyatakan sebagian besar yaitu sebanyak 22 pasien (73,33%) dikategorikan baik, kepatuhan berobat didapatkan sebagian besar yaitu sebanyak 23 pasien (76,67%) dikategorikan patuh, sertahasiluji Chi-Square didapatkan p-value = 0,011 < α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima. Artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada pasien penderita penyakit hipertensi di Puskesmas Dau Kabupaten Malang.
EVALUASI TEKANAN DARAH DAN KADAR GULA DARAH PESERTA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) SEBELUM DAN SESUDAH SENAM AEROBIK Arqandy Hadikusuma; Erlisa Candrawati; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.644 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1386

Abstract

Olahraga dan pengobatan secara rutin sangat berperan penting dalam penatalaksanaan tekanan darah tinggi karena mendorong jantung bekerja secara optimal, melancarkan sirkulasi darah, dan mampu menurunkan tekanan darah. Penyakit diabetes mellitus juga dapat dihindari atau dikurangi melalui latihan olahraga secara teratur. Penelitian ini adalah penelitian komparatif, dengan desain pre dan post experiment yang bertujuan untuk membandingkan tekanan darah dan kadar gula darah sebelum dan sesudah senam aerobik. Sampel penelitian ini adalah seluruh peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di Klub Sehat Sejahtera UPTD Puskesmas Pagak yang berjumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah rata-rata mengalami penurunan setelah senam aerobik secara signifikan, begitu pula dengan kadar gula darah meskipun tidak secara signifikan. Bagi calon peneliti selanjutnya hendaknya memperhatikan kontrol konsumsi natrium dan glukosa sehari-hari di rumah sebelum pemeriksaan tekanan darah dan gula darah,serta mengobservasi secara kualitas dan kuantitas keaktifan responden dalam mengikuti gerakan senam aerobik mengingat faktor-faktor tersebut dimungkinkan bermakna dalam memengaruhi hasil penelitian. ABSTRACT Regular exercise and medication play an important role in the management of high blood pressure because it stimulates the heart to work optimally, promote blood circulation, and can lower blood pressure. Diabetes mellitus can also be avoided or reduced through regular exercise. This research is a comparative study, with a pre and post experiment design which aims to compare blood pressure and blood sugar levels before and after doing aerobic exercise. The sample of this study was all participants of the chronic disease management program (Prolanis) at the Healthy Prosperous Club UPTD in Puskesmas Pagak as many as 20 people. The results showed that blood pressure level decreased after aerobic exercise significantly, as did blood sugar levels, although not significantly. For future researchers, they should pay attention to the control of daily consumption of sodium and glucose at home before examining blood pressure and blood sugar, and observe the quality and quantity of the activity of respondents in following aerobic exercise movements because these factors may be significant in influencing research results. Keywords : Blood glucose level; prolanis;aerobic gymnastic; blood pressure.