Claim Missing Document
Check
Articles

Implikasi Media Informasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Dalam Mengenali Tanda dan Gejala Covid-19 Swaidatul Masluhiya AF; Anung Prasetyo Nugroho; Sirli Mardianna Trishinta
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.700

Abstract

Pada kondisi pandemi saat ini, media informasi sangat berperan penting dalam memberikan informasi terbaru. Media juga berperan penting dalam penyebaran informasi wabah virus Covid-19. Media cetak maupun elektronik sebagai sumber informasi memiliki peran penting dalam membentuk persepsi serta respon publik tentang Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi media informasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga dalam mengenali tanda dan gejala covid-19 di Wilayah Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 627 KK dengan sampel yang diperoleh sebanyak 87 KK diambil dengan menggunakan Purposive sampling. Data dikumpulkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Pearson Correlation. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebagian besar (55,2%) responden memperoleh informasi tentang Covid-19 dari berita TV. Berdasarkan pendapat responden tentang penilaian media informasi yang dipilih, diketahui sebagian besar (62,07%) responden berpendapat baik tentang media informasi Covid-19. Hasil ini juga menunjukkan sebagian besar (51,7%) pengetahuan keluarga dalam mengenali tanda dan gejala Covid-19 berada pada kategori kurang dengan sig. 0.000 < 0.005 artinya terdapat hubungan antara pendapat masyarakat tentang media yang ditonton dengan pengetahuan serta menunjukkan kekuatan hubungan kategori sedang (0.427). Pengetahuan dapat dikaitkan dengan perilaku seseorang, dimana pengetahuan yang baik dapat menunjukkan perilaku yang baik. Hasil ini selanjutnya dapat dijadikan dasar dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dalam mengenali tanda dan gejala covid-19
Trend Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Tenggara Berbasis Ukuran Epidemiologi Irma Irma; Swaidatul Masluhiya AF
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.632 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v6i1.7968

Abstract

Until now, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a public health problem whose number of sufferers continues to increase from year to year and its spread is increasingly widespread. DHF cases are also still endemic and continue to spread in several districts / cities in Southeast Sulawesi Province. This research is a descriptive qualitative research with a population and the sample used is all data on DHF cases from the Southeast Sulawesi Provincial Health Office from 2015 to 2019 as many as 7142 cases. The data that has been collected is then analyzed with the help of the SPSS program to describe the trend of DHF cases based on epidemiological measurements. The results of this study indicate that trend of DHF cases in Southeast Sulawesi based on prevalence rates, Isidence Rate (IR) and Case Fatality Rate (CFR) in the last 5 years from 2015 to 2019 has fluctuated. The trend of DHF cases in Southeast Sulawesi peaked in 2016 year with a prevalence of 0.122% and an IR of 122.3 per 100,000 population while the CFR rate peaked in 2017 year  at 1.01%. Keywords: CFR, DHF, epidemiological, IR, prevalence, trend
Eksplorasi Sebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pneumonia di Kota Malang Swaidatul Masluhiya AF; Ragil Catur Adi Wibowo; Ahmad Luthfin
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.242 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v7i2.10402

Abstract

Indonesia, as a country with a tropical climate, has a diverse prevalence of tropical diseases. Some tropical diseases that often occur in Indonesia such as dengue hemorrhagic fever (DHF) and pneumonia. This study aims to determine the distribution of DHF and pneumonia in Malang City from 2017-2020. This type of research is a descriptive study with the population and sample of patients with DHF and pneumonia in Malang City obtained from the Malang City Health Office from 2017 to 2020. The data collection technique used in this study was secondary data from the Malang City Health Office. The data that has been collected was then analyzed univariately using the Microsoft Excel program to describe the trend of cases of DHF and pneumonia in the last four years. Sukun District is the District with the highest incidence of DHF in Malang City, with 291 cases. In comparison, Blimbing District is the District with the highest pneumonia cases in Malang City, with a total of 1,914 patients. The highest chances of DHF and pneumonia in Malang City occurred in 2019 as many as 527 cases and 2,716 cases spread across 16 health centers and five sub-districts in Malang City.Keywords: DHF, Malang City, Pneumonia, spread
THE PREVALENCE AND DETERMINANTS OF DIARRHEA IN TODDLERS IN COASTAL AREA, NORTH BUTON REGENCY Irman Ado; Yusuf Sabilu; Muhammad Ilyas Yusuf; Swaidatul Masluhiyah A.F.; Erwin Erwin
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 7 No 3 (2021): Supplementary Issue (The 4th National Pharmacy Conference 2021 Universitas Halu O
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v7i3.6161

Abstract

Diarrhea in children under five is still a disease with the second highest mortality rate after pneumonia. The World Health Organization (WHO) WHO recorded that around 5.6 million children under five died in 2016 and 8.8% were caused by diarrhea. The prevalence of diarrhea in Indonesia based on the results of Riskesdas (Basic Health Research) in 2018 decreased by 6.2 percent from Riskesdas in 2013 to 12.3%. Despite the decline, diarrhea remains the highest cause of under-five mortality among other diseases. This study is a quantitative descriptive study that aims to see the revalence and identify the determinants of diarrhea in children under five in coastal areas. The population and sample in this study were all data on diarrhea cases that occurred in the coastal area of ​​North Buton Regency during the observation period, from 2016 to 2020. The results showed that the prevalence of diarrhea in children under five in coastal areas was still quite high with a fluctuating pattern and Some of the determinant factors identified were environmental factors, namely clean water sources, family latrines, Waste Water Sewerage (WWS), heredity factors such as Low Birth Weight (LBW) and health service factors, namely Complete Basic Immunization (IDL). Further analysis is needed to determine the main determinants of the incidence of diarrhea in children under five in the coastal area in order to determine strategies for the prevention and control of diarrheal diseases in children under five.
IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGANTANG Rudy Setiawan; Rio Febrianto Arifendi; Swaidatul Masluhiya AF
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.963 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i1.596

Abstract

Sebagai salah satu kecamatan yang berada di kabupaten Malang, Ngantang memiliki prospek yang bagus dalam berbagai bidang, yaitu wisata yang beraneka ragam, budaya yang unik, sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia. Keberadaan wilayah yang demikian dapat dimanfaatkan sebagai pemacu dalam dunia pendidikan, khususnya pemacu dalam mewujudkan pembelajaran yang kontekstual. Konsep pendidikan yang melibatkan keadaan wilayah setempat, akan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap wilayahnya, sehingga dalam jangka waktu ke depan, peserta didik dapat memiliki rasa memiliki dan mengayomi dalam mengelola lingkungannya, meningkatkan soft skill serta succes skill dalam pengelolaan prospek wilayah. Pendidikan tersebut harus dimulai sejak dini, bahkan SD. Guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik perlu mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Fakta di lapangan menunjukkan, kebanyakan guru di Kecamatan ngantang masih kesulitan dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Fakta tersebut juga didukung oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan ngantang yang menyatakan keluhan guru SD di kecamatan Ngantang tentang banyaknya tuntutan yang diberikan kepada guru, sehingga mereka hanya mengambil perangkat pembelajaran dari internet. Keadaan tersebut menyebabkan peserta didik tidak mengenal sumber belajar yang ada di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap guru SD di kecamatan Ngantang, agar memiliki tambahan pengetahuan dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang kontekstual.
Implikasi Dance Cuci Tangan Enam Langkah terhadap Kemampuan Cuci Tangan Siswa pada Masa New Normal Swaidatul Masluhiya AF; Sirli Mardianna Trishinta; Anung Prasetyo Nugroho
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 7, No 4 (2022)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v7i4.12491

Abstract

Six steps handwashing using soap and running water is one of the efforts to prevent disease. This study aims to determine the implications of the six-step handwashing dance on students' handwashing abilities during the new normal period at SDN 1 Landungsari, Dau District, Malang Regency. The design in this study was pre-experimental with a one-group pretest-posttest design that involved a sample of 77 students using a purposive sampling method. The instrument employed in this study was in the form of a 6-step handwashing questionnaire. The data was analyzed using a T-Test. The inclusion criteria in this study were elementary school students in grades IV, V, and VI, present at the time of the study, participated in the study and were willing to take the pretest and posttest. Frequent handwashing is one of the effective steps to prevent the transmission of COVID-19. Based on the study results, it was known that before the six-step handwashing dance (pre-test), respondents were not able to wash their hands properly and correctly. This was indicated by the wrong movements during the six-step handwashing practice. After being taught the six-step handwashing dance (post test), almost all of the respondents were able to wash their hands properly and correctly. The ability of respondents increased by 67.53%. Paired Sample T-Test results in a value of Sig. (2-tailed) 0.00 < 0.05 which can be concluded that there is an implication of the six-steps handwashing ability for students of SDN 01 Landungsari Malang Regency. This is because the material about the six steps of good and correct handwashing was delivered in an interesting method so that respondents could accept and remember the material easily.Keywords: Baby shark; COVID-19; six-steps handwashing; dance; ability.
IKLIM DAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI SULAWESI TENGGARA Irma Irma; Listy Handayani; Swaidatul Masluhiya AF
Preventif Journal Vol 8, No 1 (2023): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu masalah Kesehatan yang cukup serius terjadi di negara tropis seperti Indonesia adalah penyaki Demam Berdarah Dengue (DBD). Tingkat incidene rate (IR) dan case fatality rate (CFR) DBD di Indoneisa masih tinggi. Tahun 2018 sebesar 25,11 per 100.000 penduduk dengan CFR sebesar 0,71%. Di Provinsi Sulawesi Tenggara angka IR dan CFR DBD juga masih tinggi. Tahun 2017 angka IR sebesar 32,4 per 100.00 penduduk dan CFR sebesar 1,01, tahun 2018 IR sebesar 38,4 per 100.000 penduduk dengan CFR sebesar 0,6% dan pada tahun 2021 IR sebesar 56,6 per 100.000 penduduk dengan CFR sebesar 0,59%. Penelitian ini merupakan penelitian ekologis dengan pengumpulan data secara retrospektif. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yang memuat data DBD dan iklim. Data dianalisis secara uvariat dan bivariat dengan uji korelasi Pearson pada α 0,05 untuk melihat hubungan antara kelembaban udara dan suhu lingkungan dengan kejadian DBD. Hasil uji korelasi Pearson kelembaban dan kejadian DBD diperoleh nilai р=0,001 dan r = 0,463 dan suhu lingkungan dengan kejadian DBD dengan nilai р=0,001 dan nilai r = 0,44. Kesimpulan: ada hubungan signifikan antara kelembaban udara dengan kejadian DBD dengan kekuatan hubungan yang sedang dan tidak ada hubungan yang signifikan antara suhu lingkungan dengan kejadian DBD dan kekuatan hubungan yang lemah. Dengan demikian, sebaiknya Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara perlu memberikan informasi mengenai kondisi iklim di Sulawesi Tenggara yang mendukung terjadinya penyakit DBD sehingga diharapkan masyarakat dapat melakukan upaya preventif lebih dini terhadap penyakit DBD. Kata kuci : DBD, kelembaban, suhu Abstract One of the serious health problems that occurrence in thropical country like Indonesia is Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease. The incidence rate (IR) and case fatality rate (CFR) of DHF in Indonesia also still high. In 2018 the IR of DHF was 25.11 per 100,000 population with CFR of 0.71%. The IR and CFR of DHF in Southeast Sulawesi Province, were still high. In 2017 the IR was 32.4 per 100.00 population and CFR was 1.01, in 2018 IR was 38.4 per 100,000 population and CFR was 0.6% and in 2021 IR was 56.6 per 100,000 population and CFR by 0, 59%. The type of study was ecological study that collected secondary data on DHF and climate retrospectively. The data analysis done by uvariate and bivariate with Pearson corelation test on α 0.05 to identify relationship between air humidity and enviroment temperature with incidence DHF. The results of the Pearson corelation test of humidity with incidence of DHF obtained р = 0.001 and r = 0.463 and the enviroment temperature with incidence of DHF with value of р = 0.001 and value of r = 0.44. Conclusion: there was a significant relationship between air humidity with incidence of DHF with a moderate relationship and there was no significant relationship between enviroment temperature with incidence of DHF and weak relationship. Therefore, Southeast Sulawesi Provincial Health Office may share the information related with climate condition that influence the DHF incidence so the prevention measures can be done early by community. Keywords: DHF, humidity, temperature
Edukasi Pencegahan Diare pada Anak Sekolah Dasar Negeri 12 Kota Kendari Irma, Irma; Lestari, Hariati; Gunawan, Edi; AF, Swaidatul
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): PRAXIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v2i2.738

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) diare adalah penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak setelah pneumonia, terutama pada negara – negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki masalah penyakit menular. Kegiatan pengabdian ini berbentuk edukasi kesehatan yang bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada anak usia sekolah dasar tentang pencegahan penyakit diare. Hasil ini kegiatan ini menunjukkan bahwa pengatahuan anak sekolah dasar tentang pencegahan diare sebelum pelaksanaaan vidio edukasi atau penyuluhan singkat tergolong rendah yaitu dengan skor 54,0 dan setelah pemberian vidio edukasi dan penyuluhan singkat rata – rata pengetahuan tresponden menjadi baik yaitu dengan skor 79,33. Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxan menunjukkan bahwa nilai p=0,000< α =0,05. Dengan demikian dapat dikatatakan bahwa pemberian vidio edukasi dan penyuluhan singkat berpengaruh terhadap tingkat pengatahuan siswa tentang pencegahan diare. Kegiatan pengabdian ini dapat dikatakan berhasil.
Hubungan Pengetahuan Slogan “Isi Piringku” dengan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar Masluhiya AF, Swaidatul; Maemunah, Neni
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i2.5930

Abstract

Masalah gizi pada anak sekolah cukup tinggi. Asupan gizi yang optimal diperlukan dalam tumbuh kembang anak secara fisik maupun kecerdasan. Sosialisasi dan praktek gizi sangat penting diterapkan pada anak usia sekolah. Sebuah inisiatif kesejahteraan masyarakat telah memperkenalkan program "Isi Piringku" untuk mempromosikan gizi seimbang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan slogan “Isi Piringku” dengan status gizi siswa sekolah dasar  di SDN 1 Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain survei cross-sectional, populasi siswa SD kelas IV, V, dan VI  berjumlah 106 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak, sehingga diperoleh besar sampel sebanyak 84 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Pengetahuan terhadap slogan “Isi Piringku” diukur menggunakan kuesioner skala Likert, sedangkan status gizi anak diukur dengan pengukuran antropometri, meliputi berat badan per umur dan tinggi badan per umur, berdasarkan perhitungan Z-Score standar WHO-NHCS. Analisis data menghasilkan nilai p-value sebesar 0,036 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan slogan “Isi Piringku” dengan status gizi anak di SDN 1 Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Meningkatkan pengetahuan gizi merupakan aspek penting dalam pendidikan kesehatan, yang mempunyai implikasi potensial dalam menumbuhkan perilaku pola makan yang baik dan dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan gizi anak.
Determinant Dermatitis Kontak pada Petani Rumput Laut Irma; Wa Ode Nilam Febriyan; Swaidatul Masluhiya AF
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2023): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V4i2.5616

Abstract

Abstract—Data from the World Health Organization (WHO) shows that 50-90% of cases of skin disease are contact dermatitis. The purpose of this study was to analyze determinants of incidence of contact dermatitis in seaweed farmers in Muna District, Southeast Sulawesi. This research is a quantitative study with a cross sectional study design. The population in this study is 526 people who work as seaweed farmers with a total sample of 222 people calculated using the formula n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2 P(1-P). Samples were taken by accidental sampling technique. Data was collected using a questionnaire. Analysis of data used the chi square test with α = 0.05. The results of the analysis showed that a history of skin disease (p = 0.000 <0.05) and personal hygiene (p = 0.000 <0.05).Thus it can be concluded that a history of skin disease and personal hygiene are determinants of the incidence of contact dermatitis in seaweed farmers. Keywords: contac dermatitis, seaweed famer, determinant Abstrak—Word Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa 50-90% kasus penyakit kulit yang terjadi adalah dermatitis kontak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut yang ada di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bekerja sebagai petani rumput sebanyak 526 dengan jumlah sampel 222 orang yang dihitung menggunakan rumus n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2 P(1-P). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Intrumen pengumpul data penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan uji chi square dengan α =0,05. Hasil analisis menunjukan bahwa riwayat penyakit kulit (p=0,000<0,05) dan personal hygiene (p=0,000<0,05). Dapat disimpulkan bahwa riwayat penyakit kulit dan personal hygiene merupakan determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut. Kata kunci: dermatitis kontak, petani rumput laut, determinan