Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Trend Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Tenggara Berbasis Ukuran Epidemiologi Irma Irma; Swaidatul Masluhiya AF
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.632 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v6i1.7968

Abstract

Until now, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a public health problem whose number of sufferers continues to increase from year to year and its spread is increasingly widespread. DHF cases are also still endemic and continue to spread in several districts / cities in Southeast Sulawesi Province. This research is a descriptive qualitative research with a population and the sample used is all data on DHF cases from the Southeast Sulawesi Provincial Health Office from 2015 to 2019 as many as 7142 cases. The data that has been collected is then analyzed with the help of the SPSS program to describe the trend of DHF cases based on epidemiological measurements. The results of this study indicate that trend of DHF cases in Southeast Sulawesi based on prevalence rates, Isidence Rate (IR) and Case Fatality Rate (CFR) in the last 5 years from 2015 to 2019 has fluctuated. The trend of DHF cases in Southeast Sulawesi peaked in 2016 year with a prevalence of 0.122% and an IR of 122.3 per 100,000 population while the CFR rate peaked in 2017 year  at 1.01%. Keywords: CFR, DHF, epidemiological, IR, prevalence, trend
Eksplorasi Sebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pneumonia di Kota Malang Swaidatul Masluhiya AF; Ragil Catur Adi Wibowo; Ahmad Luthfin
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.242 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v7i2.10402

Abstract

Indonesia, as a country with a tropical climate, has a diverse prevalence of tropical diseases. Some tropical diseases that often occur in Indonesia such as dengue hemorrhagic fever (DHF) and pneumonia. This study aims to determine the distribution of DHF and pneumonia in Malang City from 2017-2020. This type of research is a descriptive study with the population and sample of patients with DHF and pneumonia in Malang City obtained from the Malang City Health Office from 2017 to 2020. The data collection technique used in this study was secondary data from the Malang City Health Office. The data that has been collected was then analyzed univariately using the Microsoft Excel program to describe the trend of cases of DHF and pneumonia in the last four years. Sukun District is the District with the highest incidence of DHF in Malang City, with 291 cases. In comparison, Blimbing District is the District with the highest pneumonia cases in Malang City, with a total of 1,914 patients. The highest chances of DHF and pneumonia in Malang City occurred in 2019 as many as 527 cases and 2,716 cases spread across 16 health centers and five sub-districts in Malang City.Keywords: DHF, Malang City, Pneumonia, spread
IMPLEMENTASI PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGANTANG Rudy Setiawan; Rio Febrianto Arifendi; Swaidatul Masluhiya AF
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.963 KB) | DOI: 10.33366/japi.v2i1.596

Abstract

Sebagai salah satu kecamatan yang berada di kabupaten Malang, Ngantang memiliki prospek yang bagus dalam berbagai bidang, yaitu wisata yang beraneka ragam, budaya yang unik, sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia. Keberadaan wilayah yang demikian dapat dimanfaatkan sebagai pemacu dalam dunia pendidikan, khususnya pemacu dalam mewujudkan pembelajaran yang kontekstual. Konsep pendidikan yang melibatkan keadaan wilayah setempat, akan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap wilayahnya, sehingga dalam jangka waktu ke depan, peserta didik dapat memiliki rasa memiliki dan mengayomi dalam mengelola lingkungannya, meningkatkan soft skill serta succes skill dalam pengelolaan prospek wilayah. Pendidikan tersebut harus dimulai sejak dini, bahkan SD. Guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik perlu mengintegrasikan pembelajaran kontekstual dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Fakta di lapangan menunjukkan, kebanyakan guru di Kecamatan ngantang masih kesulitan dalam pembuatan perangkat pembelajaran. Fakta tersebut juga didukung oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan ngantang yang menyatakan keluhan guru SD di kecamatan Ngantang tentang banyaknya tuntutan yang diberikan kepada guru, sehingga mereka hanya mengambil perangkat pembelajaran dari internet. Keadaan tersebut menyebabkan peserta didik tidak mengenal sumber belajar yang ada di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap guru SD di kecamatan Ngantang, agar memiliki tambahan pengetahuan dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang kontekstual.
Implikasi Dance Cuci Tangan Enam Langkah terhadap Kemampuan Cuci Tangan Siswa pada Masa New Normal Swaidatul Masluhiya AF; Sirli Mardianna Trishinta; Anung Prasetyo Nugroho
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 7, No 4 (2022)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v7i4.12491

Abstract

Six steps handwashing using soap and running water is one of the efforts to prevent disease. This study aims to determine the implications of the six-step handwashing dance on students' handwashing abilities during the new normal period at SDN 1 Landungsari, Dau District, Malang Regency. The design in this study was pre-experimental with a one-group pretest-posttest design that involved a sample of 77 students using a purposive sampling method. The instrument employed in this study was in the form of a 6-step handwashing questionnaire. The data was analyzed using a T-Test. The inclusion criteria in this study were elementary school students in grades IV, V, and VI, present at the time of the study, participated in the study and were willing to take the pretest and posttest. Frequent handwashing is one of the effective steps to prevent the transmission of COVID-19. Based on the study results, it was known that before the six-step handwashing dance (pre-test), respondents were not able to wash their hands properly and correctly. This was indicated by the wrong movements during the six-step handwashing practice. After being taught the six-step handwashing dance (post test), almost all of the respondents were able to wash their hands properly and correctly. The ability of respondents increased by 67.53%. Paired Sample T-Test results in a value of Sig. (2-tailed) 0.00 < 0.05 which can be concluded that there is an implication of the six-steps handwashing ability for students of SDN 01 Landungsari Malang Regency. This is because the material about the six steps of good and correct handwashing was delivered in an interesting method so that respondents could accept and remember the material easily.Keywords: Baby shark; COVID-19; six-steps handwashing; dance; ability.
Determinant Dermatitis Kontak pada Petani Rumput Laut Irma; Wa Ode Nilam Febriyan; Swaidatul Masluhiya AF
Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2023): Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (June)
Publisher : Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/kesdok.V4i2.5616

Abstract

Abstract—Data from the World Health Organization (WHO) shows that 50-90% of cases of skin disease are contact dermatitis. The purpose of this study was to analyze determinants of incidence of contact dermatitis in seaweed farmers in Muna District, Southeast Sulawesi. This research is a quantitative study with a cross sectional study design. The population in this study is 526 people who work as seaweed farmers with a total sample of 222 people calculated using the formula n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2 P(1-P). Samples were taken by accidental sampling technique. Data was collected using a questionnaire. Analysis of data used the chi square test with α = 0.05. The results of the analysis showed that a history of skin disease (p = 0.000 <0.05) and personal hygiene (p = 0.000 <0.05).Thus it can be concluded that a history of skin disease and personal hygiene are determinants of the incidence of contact dermatitis in seaweed farmers. Keywords: contac dermatitis, seaweed famer, determinant Abstrak—Word Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa 50-90% kasus penyakit kulit yang terjadi adalah dermatitis kontak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut yang ada di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bekerja sebagai petani rumput sebanyak 526 dengan jumlah sampel 222 orang yang dihitung menggunakan rumus n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2 P(1-P). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Intrumen pengumpul data penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan uji chi square dengan α =0,05. Hasil analisis menunjukan bahwa riwayat penyakit kulit (p=0,000<0,05) dan personal hygiene (p=0,000<0,05). Dapat disimpulkan bahwa riwayat penyakit kulit dan personal hygiene merupakan determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut. Kata kunci: dermatitis kontak, petani rumput laut, determinan
SOSIALISASI PENDIDIKAN GIZI TENTANG PEMILIHAN JAJANAN SEHAT DAN BERGIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 106 KENDARI Ruslan Majid; Kamrin; Irma; Virda; Wulan Ulfasari; Swaidatul Masluhiya AF
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i2.570

Abstract

Anak sekolah dasar merupakan salah satu kelompok konsumtif dan kebiasaan jajan yang cukup tinggi. Kebiasaan jajan pada anak sekolah dasar memiliki permaslah tersendiri, oleh karena sebagian besar anak sekolah dasar memiliki pengetahuan tentang gizi dan jajanan sehat yang masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertjuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SDN 106 Kendari tentang makanan bergizi dan jajanan sehat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 106 Kendari dengan bentuk intervensi yang diberikan adalah penyukuhan melalui metode ceramah, diskusi dan demonstrasi. Responden atau sasaran yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan ini sebanyak 22 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata – rata pengetahuan responden (siswa) tentang makanan bergizi dan jajanan sehat sebelum penyuluhan adalah 53,18 dan setelah penyuluhan rata – rata pengetahuan responden (siswa) adalah 75,45. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil dengan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar negeri 106 Kendari tentang makanan bergizi dan jajanan sehat.