Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Yonatan Ama; Swaidatul Masluhiya AF; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2070

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya DM dapat mengakibatkan komplikasi yang terjadi sepanjang hidup penderita DM sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita DM itu sendiri. Desain penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Korelatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel simple random rampling, dengan sampel sebanyak 93 responden. intrumen yang digunakan adalah whoqol-bref (who quality of life) dengan mengunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki kadar gula darah pada kategori tinggi (59,1%) yaitu berada pada kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl sedangkan hampir seluruh responden memiliki kualitas hidup seabgian besar berkakategori buruk (76,3%). Hasil analisis uji chi-square didapatkan bahwa ada hubungan kadar glukosa darah puasa dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus (DM) di Wilayah Kerja Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dengan tinggkat signifikan < 0,05 = 0,025. (R= 0,33 p=0,025). Bagi Peneliti selanjutnya dapat menggali lebih jauh apa saja aspek-aspek yang memicu para penderita DM memiliki kadar gula yang tidak normal, dan apa saja faktor-faktor yang memicu buruknya kualitas hidup penderita DM. Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that occurs because the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces, DM can cause complications that occur throughout the life of DM sufferers so that it can affect the quality of life of DM sufferers themselves. The design of this study used a descriptive correlative design with a cross sectional approach. Simple random rampling sampling technique, with a sample of 93 respondents. the instrument used is whoqol-bref (who quality of life) using the chi-square test analysis. The results of the study, the majority of respondents had high blood sugar levels (59.1%). which is at a blood sugar level of more than 200 mg / dl while almost all respondents have a high quality of life for all of the poor categories (76.3%). The results of the chi-square analysis showed that there was a relationship between fasting blood glucose levels and quality of life in people with diabetes mellitus (DM) in the Kendalsari Public Health Center, Lowokwaru District, Malang. With a significant level of
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PRESTASI ANAK KELAS V DAN VI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) ARGOSARI II KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Windy Putri Swaheswanti; Joko Wiyono; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.934

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan prestasi anak di Sekolah Dasar Negeri Argosari II Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 50 siswa dan sampel diambil secara total sampling sebanyak 50 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner yang berisi pertanyaan tentang bagaimana dukungan orang tua terhadap anak dan menggunakan analisis univariat dan bivariat, kemudian data dioleh menggunakan uji statistik Kolerasi Pearson dengan SPSS 23,0. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dukungan keluarga dikategorikan kurang yaitu sebanyak 34 orang tua atau (68%) dengan kategori prestasi anak mendapatkan nilai C sebanyak 42 anak (80%). Uji Kolerasi Pearson menunjukkan nilai sig = 0,001 atau ≤ 0,05. Hasil ini menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan prestasi anak di Sekolah Dasar Negeri Argosari II Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai koefisien 61,2% artinya semakin tinggi dukungan keluarga, maka semakin tinggi tingkat prestasi anak, sebaliknya apabila semakin rendah dukungan keluarga maka semakin rendah tingkat prestasi anak. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan memperhatikan dukungan keluarga sejak usia dini dapat menunjang prestasi anak. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the relationship between family support and child achievement at Argosari II State Elementary School Jabung District Malang Regency. The research design used is descriptive. The total population is 50 students and the sample is taken by (Total Sampling) as many as 50 students. The instrument used in this study is a questionnaire containing questions about how parents support for children and using univariate and bivariate analyzes, then the data is obtained using the Pearson Kolerasi statistical test with spss 23,0. The collected questionnaires were then tabulated and analyzed. The results of the study found that most of the family support is categorized less that is 34 parent much as (68%) with the achievement category of children get the value of C is 42 children much as (80%). Pearson's correlation test showed sig = 0.001 or ≤0.05. These results indicate there is a relationship between family support and achievement of children in Argosari II State Elementary School, Jabung District, Malang Regency With the coefficient value of 61.2% that if the higher the family support, the higher the achievement level of the child. Conversely, if the lower the support of the family, the lower the achievement level of the child. Researchers are further advised to develop research with attention to family support from an early age to support child achievement. Keywords : Child achievement; family support.
ANALISIS FAKTOR RISIKO SCABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HIKMAH DESA KEBONAGUNG KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Nur Aini Widuri; Erlisa Candrawati; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.338 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.697

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko Scabies pada santri di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasinya adalah santri yang tinggal di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Malang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel sebanyak 40 santri dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah Odds Rasio. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan risiko Scabies pada santri di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang yang lebih dominan adalah faktor tidur bersama-sama dan berhimpitan dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 21,333 artinya faktor tidur bersama-sama dan berhimpitan dengan teman dalam satu kamar berisiko 21,3 kali lipat menyebabkan Scabies, faktor mandi di kolam mandi(empang) berisiko menyebabkan Scabies sebanyak 21,000 (21,0 kali lipat), faktor personal hygiene berisiko menyebabkan Scabies sebanyak 6,933 (6,9 kali lipat), faktor bergantian handuk berisiko menyebabkan Scabies sebanyak 3,367 (3,4 kali lipat), faktor bergantian pakaian dan alat sholat berisiko menyebabkan Scabies sebanyak 0,373 (0,3 kali lipat), sedangkan faktor lama mondok berisiko menyebabkan Scabies sebanyak 1,400 (1,4 kali lipat). Direkomendasikan bagi pengurus Pondok Pesantren untuk memberikan edukasi kepadapara santridalam merubah perilaku santri untuk berupaya memperbaiki kebiasaan hidup yang bersih dan sehat.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI POSYANDU ARGOSARI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Meity Sarah; Tanto Hariyanto; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.935

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita di Posyandu Argosari Kecamatan Jabung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 37 balita dan sampel diambil secara (purposive sampling) sebanyak 20 balita. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuisioner yang berisi pertanyaan tentang hubungan ASI eksklusif dengan kejadian diare yang terjadi pada balita dan menggunakan analisa data univariat dan analisa data bivariat, kemudian data diolah menggunakan uji statistik spearman rank dengan SPSS 23,0. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar balita yang sedang mengalami diare yaitu sebesar 50% (10 balita) dan balita tidak sedang diare yaitu sebesar 50% (10 balita), dengan jumlah balita yang mendapatkan ASI ekslusif yaitu sebanyak 90% (18 balita). Uji spearman rank menunjukan nilai sig. (2 tailed) 0,151 atau > (0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian diare pada balita di Posyandu Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan memperhatikan pemberian ASI Eksklusif sejak usia dini dapat mengurangi resiko terjadinya diare. ABSTRACT The purpose of this study was to the relationship of exclusif breastfeeding with the incidence of diarrhea in toddler in the Argosari Posyandu Jabung Malang District. This study used a analytic descriptive design with cross sectional. Total population of 37 toddler and sampling technique used was purposive sampling as many as 20. The instrument used was a questionnaire exclusif breastfeeding with the incidence of diarrhea and using data analysis univariate and bivariate, the process using statistic spearman rank test with SPSS 23.0. The result showed that most toddler is diarrhea equal to 50% (10 toddler) and toddler is not diarrhea equal to 50% (10 toddler), with total toddler as exclusif breastfeeding equal to 90% (18 toddler). T-test showed the Sig. (2-tailed) of 0.151 or > (0.05).Means that there were no Relationship Of Exclusif Breastfeeding With The Incidence Of Diarrhea In Toddler In The Argosari Posyandu Jabung Malang District. The researcher is suggested to develop the reseach by paying attention of eksklusif breastfeeding an early age may reduce the risk of diarrhea. Keywords :Exclusif breastfeeding; toddler; diarrhea.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI GURU DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA SINKOP PADA SISWA DI SDN 1 LANDUNGSARI DAN SDN MULYOAGUNG IV KABUPATEN MALANG Petrus Helu Ngara; Swaidatul Masluhiya AF; Wahyu Dini Metrikayanto
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2015

Abstract

Pengetahuan berperan dalam memberikan wawasan terhadap terbentuknya sikap dan akan diikuti dengan motivasi serta tindakan guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa di SDN 1 Landungsari dan SDN Mulyoagung IV Kabupaten Malang. Penelitian ini mengunakan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 44 guru dengan sampel sebanyak 23 responden. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.Instrumen menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan motivasi. Metode uji analisis data menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa lebih dari separuh (56,5%) responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang tentang pertolongan pertama siswa sinkop, lebih dari separuh (56,5%) responden memiliki motivasi kategori rendah dalam memberikan pertolongan pertama siswa sinkop. Hasil uji Chi Square didapatkan p-value = (0,000) yang berarti bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama sinkop pada siswa di SDN 1 Landungsari dan SDN Mulyoagung IV Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah jumlah sampel penelitian dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama sinkop kepada guru yang memiliki pendidikan rendah, hal ini untuk meningkatkan motivasi guru dalam memberikan pertolongan pertama pada siswa sinkop. Knowledge plays a role in providing insight into the formation of attitudes and will be followed by the motivation and actions of the teacher in giving students a first-aid syncope. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge with teacher motivation in providing synoptic first aid to students at SDN 1 Landungsari and SDN Mulyoagung IV Malang Regency. This study uses a descriptive correlative design with cross sectional approach. The study population was 44 teachers with a sample of 23 respondents. Sampling using simple random sampling. Data collection using a questionnaire level of knowledge and motivation. The data analysis method uses Chi Square test with a significant level of 0.05. The results of the study prove that more than half (56.5%) of respondents have a level of knowledge of the category lacking about the first aid of syncope students, more than half (56.5%) of respondents had low category motivation in giving first aid to syncope students. Chi Square test results obtained p-value = (0,000) which means that there is a relationship between the level of knowledge and the motivation of the teacher in providing synoptic first aid to students at SDN 1 Landungsari and SDN Mulyoagung IV Malang Regency. The next researcher is expected to increase the number of research samples and provide health education about syncope first aid to teachers who have low education, this is to increase the motivation of teachers in providing first aid to syncope students. Keywords: Victim; Experience; Synchronous Handling
PENGARUH KOMPRES NORMAL SALIN 0,9% TERHADAP PHLEBITIS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Riza Eka Hana Putri; Pertiwi Perwiraningtyas; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.654 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.698

Abstract

Phlebitis merupakan inflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia maupun mekanik akibat dari terapi infus yang ditandai peradangan pada dinding vena. Kompres normal salin 0,9% dapat meningkatkan respon anti inflamasi dan sirkulasi darah, sehingga mempercepat proses penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa Pengaruh Kompres Normal Salin 0,9% Terhadap Phlebitis Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Penelitian ini menggunakan quasy eksperiment dengan rancangan jenis one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang mengalami tanda phlebitis yang dirawat di RS Panti Waluya Sawahan Malang sebanyak 49 pasien. Besar sampel sebanyak 44 pasien dengan teknik area proportional random sampling. Analisa data menggunakan uji Statistik Wilcoxon dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian didapatkan 91% pasien mengalami phlebitis derajat sedang sebelum dilakukan kompres dan sebanyak 82% pasien mengalami perubahan tidak tampak phlebitis setelah dilakukan kompres. Hasil analisa bivariat menunjukkan p value=0,000 < α=0,05 (H1 diterima) artinya ada pengaruh kompres normal salin 0,9% terhadap phlebitis. Saran bagi RS Panti Waluya Sawahan Malang untuk bahan pertimbangan dalam intervensi asuhan keperawatan dalam penanganan phlebitis secara nonfarmakologis sehingga tidak terjadi komplikasi yang lebih lanjut. Bagi penelitian selanjutnya dapat menjadi referensi penelitian dengan judul faktor-faktor yang mempengaruhi phlebitis.
POLA ASUH IBU YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) Maria Fransiska Adriana Nyanyi; Tavip Dwi Wahyuni; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.122 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1434

Abstract

Kebiasaan mengabaikan makanan atau malas makan pada anak merupakan persoalan yang banyak dialami oleh orang tua. Pada masa pertumbuhannya, anak sangat membutuhkan banyak nutrisi penting. Jika tidak, tumbuh kembangnya akan terhambat dan anak mengalami banyak masalah seiring dengan pertambahan usianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh ibu yang mempengaruhi perilaku sulit makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) di RA Pesantren Almadaniyah Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan analitik non eksperimen dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 anak prasekolah (4-6 tahun) dengan penentuan menggunakan purposive sampling. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji chi square dengan menggunakan SPSS 17. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar (61,8%) ibu menerapkan pola asuh demokrasi pada anak prasekolah (4-6 tahun) dan sebagian besar (70,6%) anak prasekolah (4-6 tahun) mempunyai perilaku sulit makan rendah. Hal tersebut karena sebagian besar ibu memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik sehingga pengetahuan tentang cara mengasuh anak yang baik bisa diterapkan. Hasil uji chi square didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada pengaruh pola asuh ibu dengan perilaku sulit makan pada anak prasekolah (4-6 tahun) di RA Pesantren Almadaniyah Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Ibu perlu menerapkan pola asuh demokrasi untuk mengurangi perilaku sulit makan anak. ABSTRACT Parenting as an interaction between parents and children, with good parenting patterns such as gentle and not forced to reduce child's difficult eating behavior, it aims to improve the growth and development of children. The purpose of this research is to know the pattern of mother's care that influence difficult eating behavior in preschool children (4-6 years) in RA Pesantren Almadaniyah Landungsari Dau District Malang Regency. The research design used non experimental analytic with cross sectional approach. The sample of the study were 34 preschool children (4-6 years) with determination using purposive sampling. The data analysis method used is chi square test by using SPSS 18. The result of this research proves that most of mother (61.8%) apply democracy pattern to children in preschool children (4-6 years) and most (70.6% ) Preschooler (4-6 years old) has a low difficult eating behavior. Chi square test results obtained p value = (0.000)
FAKTOR RESIKO TERJADINYA PENYAKIT NYERI SENDI PADA LANJUT USIA Aminullah RY; Joko Wiyono; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.932

Abstract

Berdasarkan data Depkes RI tahun 2015, penyakit nyeri sendi banyak ditemukan pada golongan usia lanjut, dengan jumlah pengidap penyakit nyeri sendi mencapai 23,6% hingga 31,3%. Nyeri sendi merupakan salah satu penyakit terbanyak yang di derita oleh kalangan lanjut usiadi Jawa Timur sebanyak 28% dari 4.209.817 lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko terjadinya penyakit nyeri sendi pada lanjut usia. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif yang memberikan gambaran secara mendalam pada suatu fenomena dan kemudian melakukan analisis odd rasio. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 165 lanjut usia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan random sampling yang berarti pengambilan sampel secara acak sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 33 lansia yang mengunjungi Posyandu Lansia Permadi Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang. Instrumen data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian membuktikan sebanyak 39,4% lanjut usia suka mengonsumsi makan yang tidak sehat, sebanyak 66,7% lanjut usia berada di lingkungan yang tidak sehat dan sebanyak 69,7% lanjut usia tidak pernah melakukan olahraga. Lanjut usia perlu melakukan hidup sehat seperti mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak, instan dan mengadung purin tinggi seperti daging sapi dan sayur bayam; rutin melakukan aktivitas ringan seperti menyapu rumah agar lingkungan bersih dan rutin melakukan olahraga dua kali dalam seminggu agar terhindar dari penyakit nyeri sendi. ABSTRACT Based on the data of MOH RI in 2015, joint pain disease found in elderly group, with the number of sufferers of joint pain reached 23.6% to 31.3%. Joint pain is one of the most diseases suffered by the elderly in East Java as much as 28% of 4.209.817 elderly. The purpose of this study was to determine the risk factors for joint pain in elderly patients. The research design used is a descriptive design that gives an in-depth description of a phenomenon and then performs an odd ratio analysis. The population in this study as many as 165 elderly with the determination of research samples using random sampling which means random sampling so that the number of samples used as many as 33 elderly who visited Posyandu Elderly Permadi Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Malang. The data instrument used is questionnaire. Data analysis method that is used was descriptive. The results showed that 39.4% of elderly people liked to eat unhealthy diet, 66.7% of elderly in an unhealthy environment and 69.7% of elderly never exercised. So the elderly need to do a healthy life such as reducing the consumption of fatty foods, instant and high purine mengadung such as beef and spinach vegetables; routinely perform light activities such as sweeping the house for a clean environment and regular exercise twice a week to avoid joint pain disease. Keywords : Elderly; unhealthy environment; food; joint pain; exercise.
Hubungan Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Irma Irma; Yusuf Sabilu; Harleli Harleli; Swaidatul Masluhiya AF
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v12i2.2234

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a serious health problem, especially in tropical countries including east Indonesia. DHF cases in Bau-Bau City in the last three years have shown a significant increasing trend. In 2017 the IR DHF in Bau-Bau was 62,6 per 100.000 population, in 2018 the IR rate was 67,4 per 100,000 population, and the CFR rate was 1%, and in 2019 the IR DHF was 94,9 per 100,000 population with the CFR increasing to 1,3%. The purpose of this study was to determine the relationship between rainfall and humidity with the incidence of DHF. This study is an ecological study using secondary data on DHF and climate which were collected retrospectively. Data on dengue fever for 566 cases were taken from the Health Office of Bau-Bau City and data on climate were taken from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) Meteorological Station Class II Betoambari Bau-Bau City. The analysis was carried out univariate and bivariate with the Spearman correlation test at 0,05 to determine the relationship between rainfall and humidity with the incidence of DHF. The results of the Spearman correlation test of rainfall with the incidence of DHF obtained a value of=0,006 and r=0,35 and air temperature with the incidence of DHF with a value of=0,000 and a value of r=0,576. Climatic factors, namely rainfall and air temperature, are associated with the incidence of dengue fever in Bau-Bau City, Southeast Sulawesi.
Implikasi Media Informasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Dalam Mengenali Tanda dan Gejala Covid-19 Swaidatul Masluhiya AF; Anung Prasetyo Nugroho; Sirli Mardianna Trishinta
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.700

Abstract

Pada kondisi pandemi saat ini, media informasi sangat berperan penting dalam memberikan informasi terbaru. Media juga berperan penting dalam penyebaran informasi wabah virus Covid-19. Media cetak maupun elektronik sebagai sumber informasi memiliki peran penting dalam membentuk persepsi serta respon publik tentang Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi media informasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga dalam mengenali tanda dan gejala covid-19 di Wilayah Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 627 KK dengan sampel yang diperoleh sebanyak 87 KK diambil dengan menggunakan Purposive sampling. Data dikumpulkan dengan metode wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Pearson Correlation. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebagian besar (55,2%) responden memperoleh informasi tentang Covid-19 dari berita TV. Berdasarkan pendapat responden tentang penilaian media informasi yang dipilih, diketahui sebagian besar (62,07%) responden berpendapat baik tentang media informasi Covid-19. Hasil ini juga menunjukkan sebagian besar (51,7%) pengetahuan keluarga dalam mengenali tanda dan gejala Covid-19 berada pada kategori kurang dengan sig. 0.000 < 0.005 artinya terdapat hubungan antara pendapat masyarakat tentang media yang ditonton dengan pengetahuan serta menunjukkan kekuatan hubungan kategori sedang (0.427). Pengetahuan dapat dikaitkan dengan perilaku seseorang, dimana pengetahuan yang baik dapat menunjukkan perilaku yang baik. Hasil ini selanjutnya dapat dijadikan dasar dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dalam mengenali tanda dan gejala covid-19