Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

IDENTIFIKASI FAKTOR KEGAGALAN DONOR APHERESIS PADA TAHAP SELEKSI DI UNIT TRANSFUSI DARAH SIDOARJO: IDENTIFIKASI FAKTOR KEGAGALAN DONOR APHERESIS PADA TAHAP SELEKSI DI UNIT TRANSFUSI DARAH SIDOARJO Mudayatiningsih, Sri; Hariyanto, Tanto; Amalia, Salma; Suryandari, Endang Sri Dewi Hastuti
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 2 (2025): JTKD- Maret 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i2.69

Abstract

Apheresis merupakan metode baru yang efektif dan aman dalam pengambilan komponen darah. Pengambilan darah donor apheresis ini mempunyai keuntungan yaitu mutu komponen darah lebih konsisten, kandungan biologis lebih besar dan kandungan leukosit lebih rendah, karena komponen yang tidak digunakan dikembalikan kedalam tubuh pendonor. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor kegagalan donor apheresis pada tahap seleksi di Unit Transfusi Darah (UTD) di Sidoarjo. Metode deskriptif dengan data skunder yang diambil dari SIMDONDAR. Sampel semua pendonor apheresis yang mengalami kegagalan pada tahap seleksi sebanyak 56 responden.dari Januari sampai Desember 2023 di lihat dari Berat badan, usia,Tekanan darah, Kadar Haemoglobin, hct,plt, wbc, lipemik, analisis protein total (albumin dan IgG serta ketepatan jadwal donor. Hasil penelitian menunjukkan faktor kegagalan donor apheresis pada tahap seleksi akibat tekanan darah rendah (3%), tekanan darah tinggi (10,20%), Kadar Haemoglobin ≥17 gr/dl (3%) dan (30%) kadar Haemoglobin ≤ 12,5 gr/dl, kadar hct < 37% ( 7,30%), kadar plt <100 (10,20%) serta (5,80%) dengan kadar plt >300, kadar wbc >10,0 (19,10%), kadar lipemik tinggi (1,50%) dan tidak sesuai jadwal donor (10,30%). Sedangkan hasil penolakan akibat berat badan, usia,analisis protein total berupa albumin dan IgG tidak didapatkan adanya penolakan.
Perubahan Hemoglobin, Hematokrit dan Kalium Akibat Lama Penyimpanan Kantong Darah Mudayatiningsih, Sri; Abiddin, Andi Hayyun
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16958

Abstract

ABSTRACT Proper blood storage to maintain the quality of donor blood. Damage to the storage process will reduce blood quality. And decreased viability that has an impact on decreased Adenosine Triphosphate (ATP) results in loss of membrane lipids that cause electrolytes to leave the cell. To analyze the effect of blood bag storage time on Hb, Hct and potassium levels. This research used descriptive analytic with time series design; namely making variations in storage time of 1,7,14 days after collection with storage temperature in the refrigerator (2-6ºC), then hemoglobin, Hct and Potassium levels are examined. The donor blood tubes at the UTD PMI Malang Regency is the population of this study. The sample will be taken using a total sampling technique totaling 30 samples. Data were analyzed using Spearman correlation. The results of the research showed that there is a relationship between the length of blood storage and the stability of blood temperature from the mobile unit at UTD PMI Malang Regency, with a correlation coefficient value of 0.737 with a p value of 0.000 (p<0.05). The blood temperature that more stable between 2-6 degrees Celsius, the longer the blood storage time will be able to last and vice versa. The length of blood storage does not affect the Hb and Hct levels in the blood Keywords: Blood Shelf Life, Hemoglobin, Hematocrit, Potassium  ABSTRAK Penyimpanan darah yang tepat untuk menjaga kualitas mutu darah donor. Kerusakan pada proses penyimpanan akan menurunkan kualitas darah dan penurunan viabilitas yang berdampak pada penurunan Adenosin Triphospat (ATP) mengakibatkan kehilangan lipid membran yang menyebabkan elektrolit keluar dari sel. Menganalisis pengaruh lama simpan kantong darah terhadap kadar Hb,Hct dan kalium. Deskriptip analitik dengan desaign serial waktu (time series design) yaitu membuat variasi lama simpan 1,7,14 hari setelah pengambilan dengan suhu penyimpanan di refrigerator(2-6ºC), kemudian dilakukan pemeriksaan kadar haemoglobin, hematokrit (Hct) dan Kalium. Sampel diambil dari slang darah donor sejumlah 30 sampel. Data dianalisis dengan korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapathubungan lama penyimpanan darah dengan stabilitas suhu darah dari mobile unit di UTD PMI Kabupaten Malang diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,737 dengan nilai p sebesar 0.000 (p<0.05). Semakin stabil suhu darah antara 2-6 derajat Celsius, maka lama penyimpanan darah akan bisa bertahan lama begitu sebaliknya. Lama atau tidaknya penyimpanan darah tidak berpengaruh terhadap nilai kadar Hb dan Hct dalam darah. Kata Kunci: Lama Simpan Darah, Haemoglobin, Hematokrit, Kalium
MONITORING EVALUASI KESEHATAN IBU POST PARTUM DAN BAYI RIWAYAT RESIKO TINGGI KEHAMILAN MELALUI KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE DI PUSKESMAS KROMENGAN : MONITORING EVALUASI KESEHATAN IBU POST PARTUM DAN BAYI RIWAYAT RESIKO TINGGI KEHAMILAN MELALUI KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE DI PUSKESMAS KROMENGAN Mudayatiningsih, Sri; Dewi, Endang Sri
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 2 (2025): JPPMI- April 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i2.73

Abstract

Pengelolaan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bertujuan bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien. Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal, tetapi tetap mempunyai risiko untuk terjadinya komplikasi. sehingga deteksi dini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat tentang adanya faktor risiko dan komplikasi, serta penanganan yang adekuat merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkannya (Depkes, 2003). Tujuan pengabdian masyarakat untuk melakukan monitoring evaluasi kesehatan ibu post partum dan bayi resiko tinggi kehamilan melalui pendekatan continuum of care di Puskesmas Kromengan dengan melakukan evaluasi kerja kelompok, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan haemoglobine dan keikutsertaan KB. Hasil monitoring evaluasi dari 30 orang ibu yang berisiko berdasarkan usia 41 sampai 45 tahun,1 (3,33%). Dan jumlah anak lebih dari lima 1 (3,33%). Riwayat kejadian abortus 6 (20%), persalinan section sesaria 4 (13,33%). keikutsertaan keluarga berencana metode suntik 20 (66,66%), IUD 1 (3,33%), Steril 2 (6,66%), cara pil 4 (13,33%) dan 3 (10%) belum berKB. Haemoglobine 2 (2,67%) ibu dengan kadar haemoglobine kurang dari 10gr/dl. Monitoring perkembangan balita diperoleh data kelompok usia terbanyak 8 (26,68%) berusia 37 sampai 48 bulan, dan 4 (13,33%) berusia 1 sanpai 12 bulan. Penurunan berat badan dari bulan juni 2 (6,67%), juli 5 (16,67%) dan 4 (13,33%) tetap, Agustus 3 (10%). September mengalami penurunan 5 (16,67%), dan tetap 3 (10%). Oktober 8 (26,67%),
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN ANTENATAL CARE UNTUK MENURUNKAN RESIKO KEHAMILAN DENGAN PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE DI PUSKESMAS KROMENGAN MALANG: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN ANTENATAL CARE UNTUK MENURUNKAN RESIKO KEHAMILAN DENGAN PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE DI PUSKESMAS KROMENGAN MALANG Mudayatiningsih, Sri; Sri Dewi, Endang
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 1 (2024): JPPMI- April 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i1.39

Abstract

Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal, tetapi mempunyai resiko terjadinya komplikasi. Komplikasi kehamilan dan persalinan dapat mengancam jiwa dan tidak diduga sebelumnya, maka deteksi dini resiko kehamilan perlu dilakukan untuk mengetahui sedini mungkin adanya komplikasi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk melakukan deteksi dini pada ibu hamil dalam mencegah faktor resiko pada ibu hamil. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan continuum of care dalam melakukan deteksi dini resiko ibu hamil di Puskesmas Kromengan dengan cara pendataan dan screnning serta pemeriksaan Antenatal Care terpadu, pemeriksaan laboratorium (Haemoglobine, golongan darah, urine lengkap, HIV, Sphilis, hepatitis) dari seluruh ibu hamil yang ada di tujuh desa wilayah kerja Puskesmas Kromengan Malang. Hasil pendataan dan screnning didapatkan 30 ibu hamil beresiko tinggi yaitu yang berusia dibawah 20 tahun 3 (10%), berusia diatas 35 tahun 9 (30%), riwayat abortus 8 (26,66%), grande multi 1 (3,33%), kategori kurang gizi 2 (6,67%), ibu hamil dengan obesitas 5 (16,67%), dan resiko anemia ringan 16 (53,33%). Kesimpulan hasil pengabdian masyarakat diperoleh ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi akan dilakukan pemantauan untuk mencegah dan mengantisipasi kematian ibu hamil dan bersalin yang berdampak pada kesejateraan bayinya.
PEMBERDAYAAN MONITORING KESEHATAN IBU DAN BALITA RIWAYAT RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE M DI PUSKESMAS KROMENGAN MALANG: MONITORING KESEHATAN IBU DAN BALITA RIWAYAT RESIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN PENDEKATAN CONTINUUM OF CARE M DI PUSKESMAS KROMENGAN MALANG Mudayatiningsih, Sri; Sri Dewi, Endang
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 1 No 2 (2024): JPPMI- Oktober 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v1i2.56

Abstract

Pengelolaan program kesehatan ibu dan anak untuk memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan secara efektif dan efisien. Pemantapan pelayanan diutamakan pada kegiatan pokok salah satunya peningkatan deteksi faktor resiko dan komplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat untuk memonitoring kesehatan ibu dan balita yang mempunyai riwayat resiko tinggi. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan continuum of care dalam melakukan evaluasi kesehatan ibu dan balita resiko tinggi di Puskesmas Kromengan dengan cara pembentukan kelompok, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan laboratorium Haemoglobine, pemberian makanan tambahan, evaluasi kerja kelompok yang ada di tujuh desa wilayah kerja Puskesmas Kromengan Malang. Hasil evaluasi pemeriksaan kesehatan dari 30 ibu berusia dibawah atau sama dengan 20 tahun 4 (13,33%), dan 1 (3,33%) ibu yang berusia diatas 41 tahun. Riwayat abortus 6 (20%), grande multi 1 (3,33%) serta 10 (33,33%) ibu yang mempunyai anak antara 3 sampai 4. Ibu dengan riwayat persalinan section sesaria 4 (13,33%) serta 2 (6,67%) ibu dengan resiko anemia ringan dengan nilai haemoglobin kurang dari 10gr/dl. Kesimpulan hasil pengabdian masyarakat diperoleh ibu dan balita yang mempunyai masalah kesehatan akan dilakukan pemantauan untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan lain
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PRODUK DARAH DALAM PROSES RILIS DI UNIT TRANSFUSI DARAH TULUNGAGUNG: FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PRODUK DARAH DALAM PROSES RILIS DI UNIT TRANSFUSI DARAH TULUNGAGUNG Mudayatiningsih, Sri; Panggayuh, Ardi; ah, Salwa Naafi’
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 3 (2025): JTKD- September 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.91

Abstract

Produk darah merupakan komponen penting dalam terapi transfusi, sehingga kegagalan produk dapat menyebabkan keterlambatan atau pembatalan transfusi dan membahayakan pasien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kegagalan produk darah dalam proses di Unit Transfusi Darah. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan analisis data sekunder dari Simdondar periode Januari–Oktober 2024. Parameter yang dianalisis meliputi lipemik, hemolisis, volume darah, hematokrit, hemoglobin, kontaminasi bakteri, kesalahan labeling, kerusakan produk, dan kesalahan penyimpanan. Dari total 19.740 kantong darah, ditemukan kegagalan akibat lipemik sebesar 0,041% dan hemolisis 0,025%, sementara parameter lainnya tidak menunjukkan kegagalan. Penelitian menyimpulkan bahwa lipemik merupakan penyebab utama kegagalan produk darah, sedangkan hemolisis berkaitan dengan kerusakan mekanik selama pengolahan dan penyimpanan. Pengawasan mutu yang ketat dan penerapan penyimpanan sesuai standar diperlukan untuk mencegah lipemik dan meminimalkan hemolisis.