Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Persebaran Daerah Rawan Abrasi Pantai Di Pesisir Binongko, Kabupaten Wakatobi Hasnawati Hasnawati; Iradat Salihin; Ahmad Hidayat; Muliddin Muliddin; Noor Husna Khairisa
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 6, No 2 (2022): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v6i2.28248

Abstract

Abstrak: Abrasi pantai adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak dan menyebabkan perubahan garis pantai. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai. Pertama, faktor alami seperti gelombang laut, arus, angin, sedimentasi, topografi pesisir dan pasang surut. Sedangkan faktor kedua adalah faktor manusia (non-alami), seperti penambangan pasir, reklamasi pantai, dan pengerusakan vegetasi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik pantai di Pesisir Binongko; (2) mengetahui sebaran daerah rawan abrasi pantai di pesisir Binongko. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menganalisis pengaruh karakteristik pantai di daerah yang rawan abrasi dengan teknik purposive sampling untuk melihat persebaran daerah rawan abrasi. Hasil penelitian ini antara lain: (1) Karakteristik pantai di Pesisir Binongko antara lain: terdapat lima pantai berpasir, empat pantai berbatu, dan satu pantai berlumpur. Selain itu, terdapat satu pantai pantai berbentuk cembung, empat pantai relatif datar, dan terdapat lima pantai cekung; (2) Persebaran daerah rawan abrasi pantai di Pesisir Binongko adalah sebagai berikut: Pada Kecamatan Binongko tahun 2010 sampai tahun 2020 abrasi terjadi seluas 15,907 ha dan akresi terjadi seluas 20,252 ha, sedangkan di Kecamatan Togo Binongko abrasi terjadi seluas 11,525 ha dan akresi terjadi seluas 7,304 ha. Kata kunci:     Karakteristik pantai, sebaran daerah rawan abrasi, Pesisir Pantai BinongkoAbstract: Coastal abrasion is the process of erosion of shore by the power waves and currents that are destructive and causing shoreline changes. There are two factors that cause shoreline changes. First, natural factors such as ocean waves, currents, wind, sedimentation, coastal topography and tides. The second factor is human factor (non-natural), such as sand mining, beach reclamation, and destruction of coastal vegetation. This study aims to: (1) determine the characteristics of the beach in the Binongko Coast; (2) determine the distribution of coastal abrasion-vulnerability areas on the Binongko Coast. Data in this research is analyzed by using descriptive qualitative method by analyzing the influence of coastal characteristics in areas where is vulnerable to abrasion with purposive sampling technique to see the distribution of vulnerable area of abrasion. The result softh is study are: (1) The characteristics of the beach on the Binongko Coast i.e. there are five beaches, four rocky shores, and one muddy shore. In addition, there is one convex beach, four relatively flat beaches, and five concave beaches; (2) In Binongko District from 2010 to 2020, abrasion occurred in an area of 15,907 acre and accretion occurred in an area of 20,252 acre, while in Togo Binongko District, abrasion occurred in an area of 11,525 acre and accretion occurred in an area of 7,304 acre.Keywords:     Beach characteristics, the distribution of vulnerable area of abrasion, Binongko Coast
DESKRIPSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII4 SMP NEGERI 1 KUSAMBI DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Siti Risnawati; Hasnawati Hasnawati; Hafiluddin Samparadja
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v9i2.19837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII₄ SMP Negeri 1 Kusambi ditinjau dari jenis kelamin. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII₄  SMP Negeri 1 Kusambi. Berdasarkan hasil penelitian gambaran kemampuan penalaran matematis siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel, diperoleh kesimpulan bahwa siswa perempuan memiliki kemampuan penalaran matematis yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki, dengan indikator kemampuan penalaran matematis menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis, gambar atau diagram dan  indikator menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi siswa laki-laki dan perempuan relatif sama, sedangkan pada indikator melakukan manipulasi matematis, indikator mengajukan dugaan, indikator menarik kesimpulan dari pernyataan dan indikator menentukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki. 
DEVELOPING MATHEMATICAL CREATIVE THINKING (CT) ABILITY STUDENTS THROUGH THE TREFFINGER LEARNING MODEL (LM) Lambertus Lambertus; Mohamad Salam; Rezkiati Rezkiati; Suhar Suhar; Hasnawati Hasnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.886 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.5432

Abstract

The low ability of CT is a problem that occurs in class VIII students of SMPN 1 Kendari. One reason is the application of inappropriate LM. Treffinger's LM is learning by inviting students to think creatively in solving problems based on the facts around them to come up with various ideas and choose solutions. The purpose of this study was to develop the mathematical CT skills of junior high school students. Class VIII SMPN 1 Kendari as a population consists of 9 classes. Class VIII3 and VIII6 were determined by random sampling technique as an experimental class of 26 students and a control class of 25 students. The finding in this study is that students' mathematical CT skills taught by the Treffinger LM are better than in the guided discovery model. Treffinger's LM is superior in developing CT skills. In addition, Treffinger's LM excels in developing aspects of fluency, flexibility, and elaboration of mathematical CT skills. In contrast, the guided discovery LM excels only in developing aspects of originality.Rendahnya kemampuan CT merupakan masalah yang terjadi pada siswa kelas VIII SMPN 1 Kendari. Salah satu penyebabnya adalah penerapan model pembelajaran yang tidak sesuai. Model pembelajaran Treffinger adalah pembelajaran dengan mengajak siswa berpikir kreatif dalam memecahkan masalah berdasarkan fakta-fakta di sekitar mereka untuk memunculkan berbagai ide dan memilih solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan keterampilan CT matematis siswa SMP. Kelas VIII SMPN 1 Kendari sebagai populasi terdiri dari 9 kelas. Kelas VIII3 dan VIII6 ditentukan dengan teknik random sampling sebagai kelas eksperimen sebanyak 26 siswa dan kelas kontrol sebanyak 25 siswa. Temuan dalam penelitian ini adalah kemampuan CT matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran Treffinger lebih baik dibandingkan dengan model penemuan terbimbing. Model pembelajaran Treffinger lebih unggul dalam mengembangkan keterampilan CT. Selain itu, model pembelajaran Treffinger unggul dalam mengembangkan aspek kefasihan, keluwesan, dan elaborasi keterampilan CT matematis. Sebaliknya, model pembelajaran penemuan terbimbing hanya unggul dalam mengembangkan aspek orisinalitas.
PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, ORIENTASI PASAR DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KINERJA PEMASARAN (STUDI PADA PARA PENGUSAHA PENGOLAH KOPI TOLAKI DI KABUPATEN KONAWE SELATAN) Hasnawati Hasnawati; Endro Sukotjo; Yusuf Yusuf; Isalman Isalman
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Organisasi (JUMBO) Vol 6, No 3 (2022): Jurnal JUMBO Vol 6 No 3
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.626 KB) | DOI: 10.33772/jumbo.v6i3.22844

Abstract

The aims of this study were to determine and analyze: (1) The effect of entrepreneurial orientation, market orientation, and product innovation on marketing performance of tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency, (2) The effect of entrepreneurial orientation on marketing performance of tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency, (3) The effect of market orientation on marketing performance of tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency, (4) The effect of product innovation on marketing performance of tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency. The number of samples in this study was all entrepeneur of Coffe Tolaki at South Konawe Regency about 34 respondents. The analysis technique was using multiple regression analysis with SPSS 25.The results showed that: (1) entrepreneurial orientation, market orientation, and product innovation has a positive and significant effect on marketing performance of tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency, (2) Entrepreneurial orientation has a positive and significant effect on marketing performance of Tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency, (3) Market orientation has a positive and significant effect on marketing performance of Tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency, (4) Product innovation has a positive and significant effect on marketing performance of Tolaki coffee processing entrepreneur South Konawe Regency
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Mohamad Salam; Hasnawati Hasnawati; Ida Ayu Putri Andini; Suhar Suhar; Lambertus Lambertus
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i2.7448

Abstract

Mathematical reasoning is a systematic thinking process based on mathematical logic in solving problems that affect the creation of logical decisions based on the knowledge that students already have. This study aims to analyze students' mathematical reasoning abilities based on initial abilities. The method used is qualitative with a descriptive approach using triangulation techniques. The research subjects were class VIIIB students of SMP Negeri 15 Konawe Selatan consisting of 3 students who were selected from 25 students based on their initial abilities. Data collection techniques through written tests and interviews. The results obtained are: (1) students who have high initial abilities meet all indicators of mathematical reasoning, namely making conjectures (P1), doing mathematical manipulation (P2), compiling evidence (P3), making conclusions (P4), and checking the validity of arguments (P5, (2) students who have early abilities are fulfilling some indicators of mathematical reasoning, namely P1, P2, and some P3, and (3) students who have low initial ability meet the P1 and P2 mathematical reasoning indicators. These results indicate that different initial abilities have different mathematical reasoning.
Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Model Kolaboratif Deep Learning Berbasis Lesson Study di Era Disrupsi Digital Mohamad Salam; La Misu; Awaludin Awaludin; Jafar Jafar; Hasnawati Hasnawati; Salim Salim; Sitti Nur Astuti S
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.714

Abstract

Era disrupsi digital menuntut guru untuk terus meningkatkan profesionalismenya agar mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif yang relevan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru SMPN 15 Kendari melalui model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pembentukan kelompok Lesson Study, pelatihan penyusunan modul ajar, pendampingan open kelas, dan refleksi kolaboratif melalui siklus Plan–Do–See. Instrumen pengukuran berupa kuesioner respons guru berskala Likert empat poin dan lembar observasi open kelas yang dianalisis secara deskriptif persentase. Kegiatan diikuti 25 guru yang terbagi dalam empat kelompok bidang studi: Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa. Hasil menunjukkan bahwa 100% guru menyatakan sosialisasi Deep Learning berbasis Lesson Study sangat penting, 85,71% menyatakan model ini berdampak positif terhadap proses belajar mengajar, 100% menilai model ini membangun kolaborasi antar guru, dan 95,24% menyatakan antusias untuk melaksanakan open kelas. Disimpulkan bahwa model kolaboratif Deep Learning berbasis Lesson Study efektif meningkatkan profesionalisme guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif di era digital.
DARI PESISIR UNTUK INDONESIA: GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT CEGAH DIABETES DI DESA WAWORAHA, SOROPIA irnawati irnawati; Ruslin Ruslin; Hasnawati Hasnawati; Nasrudin Nasrudin; Wahyuni Wahyuni; Henny Kasmawati; Asriullah Jabbar; Muh. Ilyas Y; Loly Subhiaty Idrus; Ghais S. Daud; Intan Permata Putri; Tissa Filiany Mangari
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2526

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, termasuk di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara yang memiliki akses terbatas terhadap informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan diabetes melalui gerakan hidup sehat di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, demonstrasi pola makan seimbang "Isi Piringku", pemeriksaan gula darah, pembagian leaflet, serta pemberdayaan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, misalnya kesadaran terhadap gejala diabetes naik dari 40% menjadi 88%, serta sikap positif dengan kesediaan mengurangi konsumsi gula meningkat dari 68% menjadi 96%. Pemeriksaan gula darah menemukan 40% peserta memiliki kadar gula tinggi. Program ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan berkelanjutan melalui kader terlatih. Edukasi kesehatan dengan pendekatan partisipatif direkomendasikan untuk pencegahan diabetes di masyarakat pesisir
IMPLEMENTASI PROGRAM DAGUSIBU MELALUI PENDEKATAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT KELURAHAN WATU-WATU TENTANG AKSES DAN PEROLEHAN OBAT YANG TEPAT Asniar Pascayantri; Adryan Fristiohady; Irnawati Irnawati; Asriullah Jabbar; Sabarudin Sabarudin; Hasnawati Hasnawati; Nur Illyin; Astrid Indalifiany; Fadhliyah Malik; Vica Aspadiah; Rahmat Mualiadi; Dian Munasari Solo; La Ode Muhammad Fitrawan; Nasrudin Nasrudin; Ari sartinah; Muhammad Ilyas Y; Mubarak Mubarak
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2570

Abstract

Low drug literacy can lead to drug misuse, irrational self-medication, and the procurement of medicines from unofficial sources. This community service activity aimed to improve the knowledge of Watu-Watu Village residents on proper drug access and acquisition through the DAGUSIBU program, using educational leaflets, discussions, and interactive question-and-answer sessions. Program effectiveness was measured using pre- and post-tests, as well as Likert-scale evaluations. Results showed an increase in community knowledge from 61% to 100%, and the program received a mean evaluation score of 4.83 out of 5. The leaflet-based DAGUSIBU program, combined with active interaction, effectively improved community drug literacy and can serve as a replicable model for community-based pharmaceutical education.
Pembuatan Produk Mie Daun Kelor  Masyarakat di Desa Unnamed Road Bonggoeya, Kec. Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Rizal Rizal; Abdullah Igo, BD; Muh. Ilham; Hasnawati Hasnawati; Murni Nia; Nurvianti Nurvianti; La Ode Muhammad Yamin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/03w9nn56

Abstract

Di Indonesia, tanaman kelor dikenal sebagai tanaman pagar yang mana tanaman tersebut banyak ditemukan di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, tanaman kelor sangat mudah didapatkan namun pemanfaatan tanaman kaya zat gizi ini masih kurang. Berbagai olahannya, olahan tepung daun kelor memiliki kandungan gizi lebih dibandingkan dengan daun kelor segar. Jumlah kandungan nutrisi pada tepung daun kelor yaitu zat besi sebesar 60 mg/100 g, energi sebesar 358 kkal/100 g, kandungan protein 26,3%, kandungan karbohidrat 48,4% dan lemak sebesar 6,57% (Krisnadi, 2015: 26-30). Berbagai Produk olahan dari tepung daun kelor sudah banyak ditemukan, salah satunya adalah produk mie. Program  Pelatihan dengan tema Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Produk Mie Daun Kelor Masyarakat Di Desa Unnamed Road Bonggoeya, Kec. Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan  salah satu pembelajaran bagi mahasiswa untuk dapat turun langsung membantu dan memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai bagaimana cara memanfaatkan daun kelor menjadi produk yang bernilai ekonomis. Pemahaman masyarakat tentang pengolahan daun kelor masih terbatas karena mereka hanya melakukan perebusan untuk dikonsumsi, padahal banyak ide kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi pangan. Contoh pengolahan daun kelor menjadi  miemenjadi ide yang dapat dikembangkan oleh masyarakat, karena tidak membutuhkan biaya yang besar serta mudah dibuat di rumah masing-masing warga. Peserta kegiatan sangat senang karena kegiatan ini memberikan pemahaman dan referensi baru bagi masyarakat dalam pemanfaatan daun kelor.