Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TOWEA DITINJAU DARI GENDER Wa Ode Sulistian Lestari Barudi; Kadir Kadir; La Arapu La Arapu
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v10i2.27040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Towea ditinjau dari gender. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Analisis data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini adalah: (1) Subjek dengan kategoti tinggi perempuan feminine lebih unggul dari  pada laki-laki dilihat dari subjek menuliskan semua indikator penalaran matematis, sedangkan pada siswa laki-laki maskulin hanya menuliskan indikator melakukan manipulasi matematis. (2) Subjek dengan kategori  sedang pada perempuan feminine lebih unggul dibandingkan dengan laki-laki, terlihat subjek menuliskan indikator mengajukan dugaan dan manipulai matematis, tetapi tidak menarik kesimpulan, sedangkan pada siswa laki-laki maskulin hanya memunculkan indikator manipulasi matematis. (3) Subjek kategori sendah perempuan feminine lebih unggul dari laki-laki terlihat subjek mampu menuliskan indikator mengajukan dugaan dan melakukan manipulasi matematis. Sedangkan siswa laki-laki maskulin tidak menuliskan semua informasi dari soal.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KENDARI Wa Ode Fikrahayu Darmin; Kodirun Kodirun; La Arapu La Arapu
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppm.v10i2.27056

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemandirian belajar, kemampuan komunikasi matematis dan mengetahui adanya pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negri 2 Kendari. (1) Analisis deskriptif rata-rata kemandirian belajar siswa sebesar . Kategori kemandirian belajar sedang. Sampelditeliti  siswakategori kemandirian belajar tinggi,  kemandirian belajar sedang, dan  siswakemandirian belajar rendah; (2) Analisis deskriptif komunikasi matematis siswakategori tinggi sebanyak 9 siswa mencapai, komunikasi matematissedang sebanyak 50 siswa mencapai , sedangkan komunikasi matetmatisrendah sebanyak 4 siswamencapai . Diperoleh nilai rata-rata komunikasi matematis . Kategori sedang; (3) Berpengaruhsignifikan kemandirian belajar pada komuniasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari. Koefisien determinasi pada besarnya pengaruh antara variabel kemandirian belajar terhadapkomunikasi matematisyaitu  atau . Disimpulkan bahwa pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kendari sebesar .
Kompetensi Guru Matematika SMP dalam Membuat Soal Higher Order Thinking Skills Zamsir; Kodirun; Busnawir; Anwar Bey; La Arapu
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v13i2.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam membuat soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran matematika. Kemampuan guru dalam membuat soal yang bertipe HOTS merupakan salah satu kompetensi yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Kurikulum 2013. Soal bertipe HOTS merupakan instrumen yang dapat dipergunakan guru untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Disamping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor atau kendala yang dialami guru dalam membuat soal HOTS, baik dalam ujian formatif (ulangan harian), maupun pada ujian sumatif (UTS dan UAS). Hasil penelitian menyimpulkan: 1) Kemampuan guru dalam membuat kisi-kisi soal pada umumnya sudah baik. Sebanyak 88% guru mampu membuat kisi-kisi penulisan soal dengan baik, sisanya 12 % masih perlu banyak berlatih membuat kisi-kisi penulisan soal;2) Sebanyak 80% guru sudah mampu membuat soal HOTS dengan tipe tanpa stimulus; 3) Sebanyak 60% guru mampu membuat soal HOTS dengan stimulus; dan 4) Faktor atau kendala yang dialami guru dalam membuat soal HOTS adalah guru masih terbiasa membuat soal yang bersifat LOTS dan belum ada kebijakan khusus dari sekolah tentang penggunaan soal HOTS dalam ujian, Penggunaan soal HOTS di sekolah masih bersifat himbauan.
Student Challenges and Effective Strategies in Everyday Mathematics Learning for Junior High School Students Wa Ode Indrawati; La Ode Ahmad Jazuli; La Arapu; Muhammad Ihwal; Dian Ulfa Sari
Jurnal Amal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/japend.v5i1.122

Abstract

Mathematics learning often faces various obstacles that affect the effectiveness and quality of education. Mathematical concepts are often abstract and difficult for students to understand without a clear and applicable explanation. As a result, students can feel confused and unable to master mathematical concepts with practical applications, hindering understanding and application of the material. The objectives of this research is to find out the students' description of the challenges and effective strategies in daily learning mathematics. This type of research is a qualitative description. Data collection is carried out through interviews, observations, or other methods, and then the data is analyzed in depth to find patterns, themes and meanings that emerge. The research instruments were interviews and questionnaires. The research results show that students prefer mathematics subjects compared to other subjects, only achieving a percentage score of 53%. Of course this is a challenge for a teacher. To overcome these challenges, several strategies that are considered effective in learning mathematics are the use of active learning methods, technology integration; differentiation approach, and development of problem solving skills..
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Video Pembelajaran Berbasis Camtasia melalui Program Pelatihan di SMA Negeri 2 Konawe Selatan Mustamin Anggo; Rahmat; Facharuddin Mustari; Era Maryanti; Fahinu; Hafiludin Samparadja; La Arapu; Wa Ode Indrawati; Mustika Kurniasari
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1: Juni (2026)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v6i1.630

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif dan efektif. Salah satu bentuk media yang dapat mendukung proses pembelajaran adalah video pembelajaran, namun kemampuan guru dalam mengembangkan media tersebut masih relatif terbatas. Kondisi serupa ditemukan pada guru-guru SMA Negeri 2 Konawe Selatan yang sebagian besar masih memanfaatkan media presentasi konvensional dan belum memiliki keterampilan dalam menggunakan aplikasi Camtasia untuk membuat video pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan video pembelajaran berbasis Camtasia melalui program pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 12 orang guru melalui tahapan analisis kebutuhan, persiapan, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan aplikasi, praktik pembuatan video pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menginstal dan mengoperasikan aplikasi Camtasia, memahami fungsi fitur-fitur utama, serta menghasilkan video pembelajaran sederhana sesuai dengan mata pelajaran yang diampu. Selain itu, peserta menunjukkan partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis video, tetapi juga memperkuat kompetensi digital guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, program pelatihan Camtasia dapat menjadi salah satu alternatif model pengembangan kompetensi guru yang efektif dalam mendukung implementasi pembelajaran digital di sekolah.