Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Sulistia Marlita; Alpha Galih Adirakasiwi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.6597

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan yang harus dimiliki bagi setiap siswa, siswa harus mampu mencari solusi untuk menyelesaikan masalah dan memilih strategi untuk menyelesaikan permasalahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menegetahui kemampuan pemecahan masalah siswa MTs kelas VIII dalam materi sistem persamaan linear dua variabel Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas VIII disalah satu MTs yang terdapat di Kabupaten Karawang dari total keseluruhan kelas ada 20 siswa yang menjadi subjek pada penelitian pengumpulan data dengan menggunakan empat soal uraian materi SPLDV dan observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data penelitian dimana setiap soalnya mewakili setiap indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Memakai instrument berwujud soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis di materi persamaan linear dua variabel. Hasil penelitian didapatkan yaitu sejumlah 8 siswa (40) dengan kemampuan pemecahan masalah matematis rendah, sejumlah 7 siswa (35%) dengan kategori sedang serta sejumlah 5 siswa (25%) dengan kategori tinggi. Bisa ditarik kesimpulan yakni kemampuan pemecahan matematis siswa MTs kelas VIII dalam menyelesaikan pada materi persamaan liniear dua variabel masih tergolong rendah diharapkan siswa terus belajar agar kemampuan dalam memecahkan masalah matematis.
Analisis soal penilaian akhir semester mata pelajaran matematika smp berdasarkan level berpikir Attin Warmi; Alpha Galih Adirakasiswi; Adi Ihsan Imami
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 5 No 2 (2019): Edisi Vol. 5 No. 2 Nopember
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v5i2.762

Abstract

Pembelajaran dan penilaian pembelajaran berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS) atau berpikir kritis selalu direkomendasikan dalam proses pembelajaran yang bermutu. Tujuan dari penelitiam ini yaitu untuk mendeskripsikan soal-soal pada penilaian akhir semester berdasarkan level berpikir dan jenis-jenis stimulis yang digunakan. Pengelompokan pada level berpikir yaitu berdasarkan pada Lower Order Thinking Skills (LOTS), Midle Order Thinking Skills (MOTS), dan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pengelompokan pada jenis stimulus yaitu dilihat dari pertanyaan yang digunakan dalam soal-soal penilaian akhir semester. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan analisis dokumen. Soal-soal yang dianalisis adalah soal-soal matematika kelas VII pada penilaian akhir semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari soal-soal yang di berikan pada Penilaian Akhir Semester ini merupakan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) yaitu 48,57%, sedangkan soal yang tergolong dalam Midle Order Thinking Skills (MOTS) dan Low Order Thinking Skill (LOTS) berturut turut sebesar 31,43% dan 20%. Jenis stimulus yang digunakan dalam soal Penilaian Akhir Semester ini berupa penggalan kasus/situasi masalah, gambar, simbol,daftar kata, diagram dan rumus, tetapi jenis stimulus yang paling banyak ditemukan dalam Soal Penilaian Akhir Semester ini yaitu penggalan kasus/situasi masalah.
ANALISIS KEKELIRUAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL TRANSFORMASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA Sondang Titian Paulina; Alpha Galih Adirakasiwi
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 8 No 1 (2022): JUMLAHKU VOL.8 NO.1 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v8i1.1682

Abstract

Transformasi geometri termasuk salah satu materi pembelajaran yang sudah dipelajari sejak jenjang SMP. Dengan demikian materi ini bukanlah hal baru bagi peserta didik pada jenjang SMA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekeliruan yang peserta didik lakukan dan faktor penyebabnya dalam menyelesaikan soal rotasi ditinjau dari kemampuan awal matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 20 peserta didik kelas XI SMA Negeri Karawang. Instrumen yang digunakan berupa tes dan wawancara tidak terstruktur. Analisis datanya dengan mengelompokan peserta didik berdasarkan hasil penilaian harian pada pokok bahasan materi sebelumnya, sebagai kelompok kemampuan awal peserta didik. Kelompoknya terbagi menjadi kelompok tinggi, sedang, dan rendah, kemudian dipilih satu subjek dari setiap kategori yang banyak mengalami kekeliruan serta faktor penyebabnya dalam menyelesaikan soal rotasi. Berdasarkan hasil penelitian, kekeliruan yang banyak dilakukan oleh peserta didik adalah keliru dalam menerapkan rumus serta keterampilan proses yang diperlukan, dan keliru dalam memberikan jawaban akhir. Adapun faktornya dikarenakan peserta didik masih kurang memahami dalam menerapkan rumus dan mengoperasikan bilangan dengan tepat serta terburu-buru dalam menyelesaikan permasalahan.
PENGEMBANGAN ANIMASI PLOTAGON 3D DENGAN PENDEKATAN RME UNTUK MENGONTRUKSI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Attin Warmi; Ahmad Nawawi; Nita Hidayati; Alpha Galih Adirakasiwi; Lessa Roesdiana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i1.10326

Abstract

Pemahaman konsep matematis siswa di Sekolah Dasar masih tergolong rendah dan sering kali menjadi tantangan terutama jika materi yang disampaikan bersifat abstrak. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) menawarkan solusi dengan menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata yang relevan bagi siswa. Oleh karena itu diperlukan inovasi untuk mengembangkan media yang dapat mengontruksi siswa sekolah dasar dalam memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini menggunakan model ADDIE untuk mengembangkan media animasi Plotagon 3D dengan pendekatan RME yang diharapkan valid, praktis dan efektif. Proses Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan tes. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas V SDN Sungaibuntu II . Pengembangan media animasi plotagon 3D ini penuhi kriteria sangat valid dari segi materi sebesar 91, 67% serta dari segi media sebesar 93, 33%. Kepraktisan diperoleh dari tanggapan guru dan siswa terhadap media animasi plotagon 3D yaitu sebesar 90%. Selanjutnya, keefektifan diperoleh dari hasil tes akhir belajar siswa, yang mana 80% dari jumlah siswa memenuhi KKM yang ditentukan. Dengan demikian dapat dikatakan pengembangan media animasi plotagon 3D dengan pendekatan RME valid, praktis dan efektif dalam mengontruksi pemahaman konsep matematis siswa di sekolah dasar. Students'understanding of mathematical concepts in elementary schools is still relatively low and often becomes a challenge, especially if the material presented is abstract. The Realistic Mathematics Education (RME) approach offers solutions by connecting mathematical concepts with real situations that are relevant for students. Therefore, innovation is needed to develop media that can enable elementary school students to understand mathematical concepts. This research uses the ADDIE model to develop Plotagon 3D animation media with the RME approach which is expected to be valid, practical and effective. The data collection process was carried out using questionnaires and tests. The research subjects consisted of 30 fifth grade students at SDN Sungaibuntu II. The development of 3D plotagon animation media meets the very valid criteria in terms of material at 91.67% and in terms of media at 93.33%. Practicality was obtained from teacher and student responses to the 3D plotagon animation media, namely 90%. Furthermore, effectiveness is obtained from the results of the final student learning test, where 80% of the number of students meet the specified KKM. Thus, it can be said that the development of 3D plotagon animation media using the RME approach is valid, practical and effective in constructing students' understanding of mathematical concepts in elementary schools.  
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII PADA MATERI OPERASI HITUNG ALJABAR Inara Aisha; Alpha Galih Adirakasiwi
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.180

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi apakah rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII pada materi operasi hitung aljabar lebih tinggi atau lebih rendah dari KKM. Teknik random sampling digunakan untuk memilih 41 siswa kelas VII pada salah satu SMP di Kabupaten Karawang tahun pelajaran 2024/2025 sebagai sampelnya. Studi ini memperoleh data dari tes kemampuan berpikir kritis siswa berjumlah 2 soal uraian. Hasil penelitian berdasarkan uji-t satu sampel adalah , yakni . Hasil tersebut merepresentasikan bahwa tidak ditolak, maka rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII pada salah satu SMP di Kabupaten Karawang tahun pelajaran 2024/2025 lebih rendah dari 75. Namun, berdasarkan hasil perhitungan frekuensi nilai kemampuan siswa menunjukkan terdapat 17 siswa berkategori sangat tinggi, 12 siswa berkategori tinggi, 10 siswa berkategori sedang, dan 2 siswa berkategori rendah. Sehingga, perlu adanya sedikit peningkatan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, seperti dengan menggunakan soal matematis tingkat tinggi dalam pembelajaran sehari-hari.
ANALISIS TINGKAT KECEMASAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Aisyah; Alpha Galih Adirakasiwi
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan belajar matematika pada siswa SMP. Kecemasan matematika merupakan respons emosional negatif berupa rasa takut, gugup, dan tidak nyaman saat menghadapi pelajaran matematika, yang dapat mengganggu kinerja kognitif dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 41 siswa kelas VIII B dari salah satu SMP di Karawang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket non-tes yang terdiri dari 28 pernyataan yang mencakup tiga aspek kecemasan belajar, yaitu kognitif, afektif, dan fisiologis. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa, yaitu sekitar 35%, berada pada tingkat kecemasan sedang. Pada aspek kognitif, sebanyak 37% siswa mengalami kecemasan yang ditandai dengan kurangnya kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa takut gagal. Aspek afektif menunjukkan 34% siswa merasa gugup, gelisah, dan kurang senang saat pembelajaran. Sementara pada aspek fisiologis, 33% siswa mengalami reaksi fisik seperti mual, berkeringat dingin, sakit kepala, dan jantung berdebar. Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan belajar matematika cukup umum dialami siswa dan perlu mendapatkan perhatian dalam proses pembelajaran.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA MATERI PLSV Stevi Nilam Sari; Alpha Galih Adirakasiwi
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII pada materi persamaan linear satu variabel (PLSV) di sebuah Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Karawang. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi 35 siswa yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori kemampuan, yaitu tinggi, sedang, dan rendah, berdasarkan hasil tes uraian. Tes tersebut mencakup indikator pemahaman konsep matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi seluruh indikator tersebut secara optimal. Sebaliknya, siswa dalam kategori sedang dan rendah masih menghadapi kesulitan, khususnya dalam hal ketelitian, pemilihan rumus yang tepat, serta kemampuan merepresentasikan konsep secara matematis. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang bervariasi, memperkuat pemahaman konseptual dasar, serta rutin melaksanakan asesmen formatif guna meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
Self-Regulated Learning in Mathematics Education: A Systematic Review of Its Contribution to Mathematical Competencies and Learning Outcomes Atilla Divani Davel; Adi Ihsan Imami; Alpha Galih Adirakasiwi
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 8 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v8i2.19032

Abstract

Self-regulated learning (SRL) is widely recognized as an essential factor in mathematics learning; however, empirical evidence remains fragmented across mathematical competencies, educational contexts, and dimensions of self-regulation, limiting a comprehensive understanding of its role in mathematics education. This systematic literature review synthesizes empirical evidence to examine the contribution of SRL to mathematics learning, identify the mathematical competencies most consistently associated with SRL, and characterize the dominant dimensions of students’ self-regulation. Following the PRISMA guidelines, 20 empirical studies published between 2021 and 2025 were systematically selected and synthesized using narrative thematic analysis. The findings consistently demonstrate positive associations between SRL and mathematics achievement, reasoning, creative thinking, conceptual understanding, and problem-solving performance. Planning, goal setting, self-monitoring, and self-evaluation emerged as the most prominent dimensions of SRL, whereas learning initiative was identified as the least developed aspect across the reviewed studies. Beyond supporting academic performance, the synthesis indicates that SRL functions as an integrated regulatory mechanism through which cognitive, metacognitive, motivational, and behavioral processes collectively foster higher-order mathematical thinking. These findings provide a broader conceptual understanding of the role of SRL in mathematics education and offer an evidence-based foundation for designing instructional practices that explicitly cultivate students’ self-regulatory capacities while informing future research on technology-enhanced and context-sensitive mathematics learning.
Higher-order thinking research in mathematics education: a bibliometric mapping analysis Hendra Kartika; Teruni Lamberg; Hanifah Nurus Sopiany; Adi Ihsan Imami; Lessa Roesdiana; Alpha Galih Adirakasiwi
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 20, No 2: May 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v20i2.22088

Abstract

This study presents a bibliometric analysis of research on higher-order thinking skills (HOTS) in mathematics education. The objectives are to examine publication distribution and identify leading journals, authors, institutions, and countries. Data were retrieved from the Scopus database and analyzed using VOSviewer software. A total of 104 articles published between 2004 and 2022 were reviewed. Various visual representations, including graphs, tables, charts, and maps, were used to present the findings. The results show that HOTS research in mathematics education is closely associated with problem-solving, mathematics learning, and assessment. Eurasia Journal of Mathematics, Science, and Technology Education emerged as the most prominent journal, while Universiti Teknologi Malaysia was identified as the most influential institution, with Malaysia playing a significant role in this research domain. These findings provide a comprehensive overview of the research landscape and offer directions for future studies in mathematics education. Based on these results, suggestions for future research are proposed.