Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Gaya Penulisan Iksaka Banu dan Kurnia Effendi dalam Novel Pangeran Dari Timur: Sebuah Kajian Literatur Komparatif Farah Tazkyatun; Nensilianti Nensilianti; Syamsudduha Syamsudduha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3521

Abstract

Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra untuk menganalisis aspek sosiologi pengarang dalam karya sastra, dengan fokus pada dua pengarang, Iksaka Banu dan Kurnia Effendi. Melalui analisis data, gaya penulisan keduanya dalam mendeskripsikan seni lukis, tempat, dan bangunan dalam novel "Pangeran dari Timur" dibandingkan dengan pendekatan deskripsi realistis (objektif) dan impresionistis (subjektif). Hasilnya menunjukkan bahwa gaya penulisan mereka dipengaruhi oleh latar sosial dan kehidupan pengarang, dengan Iksaka Banu cenderung menggunakan pendekatan realistis yang merinci objek secara faktual, sedangkan Kurnia Effendi lebih cenderung kepada deskripsi impresionistis yang menekankan interpretasi subjektif. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana latar belakang sosial dan pengalaman individu dapat memengaruhi gaya penulisan dalam karya sastra, serta pentingnya memahami pendekatan deskripsi objek dalam konteks realistis dan impresionistis dalam kajian sastra.
Kesantunan Berbahasa dalam Talkshow “Perempuan Bicara” Dokumentasi Videografi Tahun 2022 di Channel Youtube TV One Kajian Pragmatik Yuditha Yuditha; Syamsudduha Syamsudduha; Andi Agussalim Aj
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada talkshow Perempuan Bicara berdasarkan kajian pragmatik. Fokus penelitian ini adalah strategi kesantunan berbahasa dan prinsip kesantunan berbahasa dalam talkshow Perempuan Bicara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh tuturan antara pembawa acara dan narasumber dalam talkshow Perempuan Bicara. Sumber data dalam penelitian ini adalah adalah video youtube acara talkshow Perempuan Bicara yang ditayangkan di TV One. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat dua strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh penutur dan lawan tutur yakni strategi kesantunan positif dan strategi kesantunan negatif. Prinsip kesantunan berbahasa yang ditemukan dalam penelitian ini berupa maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim pemufakatan, maksim kesederhanaan dan maksim kesimpatian.
Tindak Tutur Ilokusi dalam Wacana Pro dan Kontra Media Sosial pada Platform Instagram dan Youtube Arnovlin Evilin Pali'; Syamsudduha Syamsudduha; Sultan Sultan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4023

Abstract

Pragmatik merupakan aktivitas bertutur tidak hanya terbatas pada penuturan sesuatu, tetapi juga melakukan sesuatu atas dasar tuturan itu. Austin dalam Rusminto (2009:74) mengemukakan bahwa aktivitas bertutur tidak hanya terbatas pada penuturan sesuatu, tetapi juga melakukan sesuatu atas dasar tuturan itu. Pendapat Austin ini didukung oleh Searle menyatakan bahwa unit terkecil komunikasi bukanlah kalimat, melainkan tindakan tertentu, seperti membuat pernyataan, pertanyaan, peritah, dan permintaan Media sosial merupakan media komunikasi yang efektif, tranparasi dan efisien serta memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan pembaharuan. Penggunaan media sosial merupakan sebuah jembatan penghubung yang bisa membantu semua kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, sebagai proses mengalihkan pandangan masyarakat dari tradisional ke pandangan masyarakat modern. Dengan menganalisis wacana pro dan kontra media sosial pada platform Instagram dan Youtube. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis. Adapun bentuk tindak tutur ilokusi: 5 kutipan, jenis tindak tutur ilokusi; Asertif: 4 kutipan, Direktif: 1 kutipan, Komisif: 1 kutipan, Ekspresif: 3 kutipan, dan Deklaratif: 1 kutipan.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Quizizz terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Bugis Kelas VI UPT SD Negeri 8 Pangkajene Kabupaten Sidrap Sri Wahyuni Suyuti; Syamsudduha Syamsudduha; Andi Fatimah Yunus
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v6i1.86007

Abstract

This study aims to determine students' mastery of Bugis vocabulary before and after using the Quizizz application and to determine the effect of this application on the vocabulary mastery of sixth-grade students at the UPT SD Negeri 8 Pangkajene, Sidrap Regency. This study was quantitative with a quasi-experimental approach using a One Group Pretest-Posttest design. The sample consisted of 25 students selected using a total sampling technique. Data collection techniques used pre-tests and post-tests, while data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics using paired sample t-tests. The results showed that the average pre-test score was 64.16, categorized as sufficient, while the average post-test score increased to 94.00, categorized as very good. The hypothesis test results obtained a significance value <0.05, thus H₀ was rejected and H₁ was accepted. This indicates that there is a significant effect of using the Quizizz application on students' Bugis vocabulary mastery. Therefore, using the Quizizz application can improve students' Bugis vocabulary mastery and create more interactive and enjoyable learning.
PATRIARCHAL IDEOLOGY AND GENDERED AUTHORITY IN BUGIS PAPPASENG: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF CLASSICAL TEXTS Syamsudduha Syamsudduha; Andi Muhammad Irawan; Sultan Sultan
Jurnal Gramatika Vol 12, No 1 (2026): Spring Issue (April-September)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2026.v12i1.10542

Abstract

Gender inequality and patriarchal social order continue to shape many contemporary societies, often rooted in long-standing cultural texts that are rarely questioned critically. In Bugis society, pappaseng, classical advisory texts transmitted across generations, are widely regarded as sources of moral guidance and social values. However, limited scholarly attention has been given to how these texts discursively construct and legitimize gendered power relations. Addressing this gap, this study investigates how patriarchal ideology and gendered authority are embedded and normalized in Bugis pappaseng. Drawing on Critical Discourse Analysis (CDA), particularly van Dijk’s socio-cognitive framework and the ideological square of self- and other-presentation, this study analyses eleven selected pappaseng excerpts that explicitly or implicitly articulate gender roles, moral expectations, and social authority. The analysis reveals two dominant discourse constructions: the discourse of the ideal woman and the discourse of male domination. Women are represented as morally regulated subjects whose social value is defined by obedience, restraint, and their role in maintaining siri’ (honour and shame), whereas men are constructed as legitimate authority holders associated with leadership, control, and public power. Through polarized discursive strategies, pappaseng texts naturalize and moralize patriarchal relations, presenting gender hierarchy as culturally appropriate and divinely sanctioned. This study argues that pappaseng functions not only as cultural wisdom but also as an ideological apparatus that reproduces gender inequality over time. By focusing on classical texts, this research extends feminist CDA beyond contemporary discourse and underscores the importance of critically re-examining traditional narratives in efforts toward gender justice. Future research is encouraged to explore comparative ethnic texts and alternative or resistant readings within classical discourse traditions.