Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL PEMBELAJARAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM WACANA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS VII MTS DARUSSALAM JAPARA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ifah Hanifah; Hani Hanipah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/p4hdc437

Abstract

Judul penelitian ini adalah perbedaan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015. Rumusan masalah: 1) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015?; 2) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015?; 3) adakah perbedaan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015? Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: 1) hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara kurang, dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 50.70; 2) hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara cukup, dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 59.36; 3) ada perbedaan yang signifikan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa pada taraf signifikan 5% diperoleh 2,000, sedangkan nilai t hitung lebih besar yaitu 3,09.
ANALISIS STRUKTUR BAHASA SLANG PADA MAJALAH KAWANKU PERIODE JANUARI 2015DAN ANCANGAN PEMBINAAN BAHASA PADA REMAJA SEBAGAI KONSUMEN MAJALAH KAWANKU Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Nursiska Dewi Putri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zygh1w02

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis bahasa slang dalam majalah kawanku priode Januari 2015 berdasarkan bentuk kata, struktur bahasa slang, dan ancangan pembinaan, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap bentuk dan struktur bahasa slang yang terdapat dalan majalah kawanku periode Januari 2015 dan ancangan pembinaan untuk konsumen majalah Kawanku. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana bentuk kata bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (2)Bagaimana struktur bahasa slang dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (3)Bagaimana ancangan pembinaan pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku?.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk medeskripsikan bentuk bahasa slang yang ada dalam majalah kawanku periode Januari 2015,(2)Untuk mendeskripsikan struktur bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015(3)Untuk mendeskripsikan ancangan pembinaan Bahasa pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah majalah Kawanku berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh kesimpulan (1) Dalam majalah kawanku terdapat bentuk kata slang, (2) struktur bahasa slang yang dianalisi lebih banyak menggunakan penyingkatam, akronim,pembentukan dan penggubahan kata.(3) terjadi banyak kesalahan penggunaan penyingkatan, pengubahan kata, dan akronim yang tidak sesuai dengan standar maka akan di beri informasi lebih luas menganai kebahasaan terutama bahasa slang atau bahasa pergaulan yang lebih cepat berkembang di kalangan remaja saat ini dengan menggunakan ancangan pembinaan melalui strategi penyuluhan terhadap penggunaa majalah kawanku yaitu para remaja terutama SMA. Berdasarkan penelitian ini, penulis merekomendasikan agar remaja konsumen majalah Kawanku dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam situasi formal ataupun nonformal.
ANALISIS STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI PADA HARIAN PIKIRAN RAKYAT EDISI MINGGU KE 2 BULAN JANUARI 2015 DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS EKSPOSISI DI SMA KURIKULUM 2013 Ajat Sudrajat; Ifah Hanifah; Maya Indriyani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/6df5zq56

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi Pada Harian Pikiran Rakyat Edisi Minggu ke 2 Bulan Januari 2015 dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar dalam Pembelajaran Memahami Teks Eksposisi di SMA Kurikulum 2013.Rumusan masalah: 1) bagaimana struktur teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; 2) bagaimana kaidah teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; dan 3) apakah teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar memahami teks eksposisi di SMA? Metode : Deskriptif kualitatif. Simpulan: Teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015, jika dilihat dari struktur dan kaidah teks eksposisi, sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, maupun dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, dan dengan kondisi sarana yang tersedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar bagi siswa di SMA dalam memahami teks eksposisi
PERBEDAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 CIAWIGEBANG TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI DAN MEDI TEKS NARASI Ifah Hanifah; Rian Permana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rbmdmk48

Abstract

Masalah Penelitian ini yaitu : 1) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 dalam Ciawigebang pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri? 2) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media teks narasi? 3)Adakah perbedaan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi? Metode: metode eksperimen sungguhan Simpulan: Berdasarkan data dan pengolahan data maka peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut. 1) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri, berkategori baik. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 66 berada pada rentang nilai 60-80. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 2) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media teks narsi, berkategori cukup. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 58 berada pada rentang nilai 50-60. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi pada siswa kelas XI IPS 4 dan XI IPS 5 SMA Negeri 1 Ciawigebang tahun ajaran 2014/2015. Hal tersebut dibuktikan dari hasil penghitungan dengan uji t yang menghasilkan t hitung lebih besar daripada t tabel, yaitu t hitung 4,12 > t tabel 1,66. Artinya, kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri lebih baik dari pada media teks narasi.
ANALISIS LAFAL ANAK USIA 21 BULAN DI DESA TUNDAGAN KECAMATAN HANTARA KABUPATEN KUNINGAN DILIHAT DARI KAJIAN FONOLOGI Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Ika Nartika
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w7emwk52

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Lafal Anak Usia 21 Bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan Kecamatan Hantara dilihat dari Kajian Fonologi. Rumusan masalah: Bagaimana pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan. Tujuan: Ingin mengetahui tentang pelafalan anak usia 21 bulan di Desa Tundagan Kecamatan Hantara Kabupaten Kuningan pada saat bertutur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data tes dan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 21 bulan yang ada di desa Tundagan kecamatan Hantara kabupaten Kuningan. Simpulan:pelafalan anak usia 21 bulan dalam melafalkan kosa kata belum fasih dilafalkan karena dari hasil penelitian tersebut ditemukan tuturan yang belum lengkap, seperti penghilangan fonem, penggantian fonem, dan perubahan bunyi kata.
KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT PADA SURAT DINAS TINGKAT DESA SE-KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN DAN ANCANGAN POLA PEMBINAANNYA Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Siti Ikasari
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rndyz005

Abstract

Penelitian ini berjudul Ketidakefektifan Kalimat pada Surat Dinas Tingkat Desa Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan dan Ancangan Pola Pembinaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketidakefektifan kalimat pada surat dinas yang dibuat oleh staf administrasi Desa yang berada di lingkungan Kecamatan Darma serta menghasilkan ancangan pola pembinaan bahasa Indonesia berdasarkan analisis kesalahan kalimat pada surat dinas. Pendekatan dan metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan metode deksriptif kualitatif. Dari penelitian ini sudah terkumpul 19 surat surat dinas dan hasil analisisnya adalah sebagai berikut. (1) Ketidakefektifan kalimat pada surat dinas pemerintahan Desa Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan banyak surat yang menggunakan kalimat yang tidak efektif. Misalnya, kalimatnya terlalu panjang, banyak menggunakan kata-kata yang tidak diperlukan, dan ketidakjelasan subjek dan predikat, (2) Berdasarkan analisis ketidaefektifan kalimat pada surat dinas, maka dibentuk ancangan pola pembinaan bahasa dalam bentuk rancangan pelaksaan pembinaan bahasa. Materi yang akan dibinakan adalah pilihan kata, penggunaan kalimat, dan sistematika. Adapaun metodenya adalah dengan praktik langsung yang dikemas dalam bentuk workshop. Sementara itu, evaluasinya akan dilaksanakan melalui proses paraktik langsung pembuatan surat dinas.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID DENGAN GAMIFIKASI PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPLANASI DI SMP Ifah Hanifah; Sun Suntini; Aan Anjasmara
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0fjdmn09

Abstract

Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian pengembangan yang telah dilakukan sebelumnya dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Android dengan Gamification dalam Pembelajaran Teks Ekplanasi pada kelas VII di SMP Negeri 2 Kuningan” yang baru sampai pada tahap pengembangan produk. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya hasil pembelajaran memahami teks eksplanasi yang diakibatkan oleh kurangnya media pembelajaran tentang pemahaman teks eksplanasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis android dengan gamifikasi dalam pembelajaran teks ekplanasi di SMP. Metode yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design. Adapuan insterumen yang digunakan adalah insterumen tes pemahaman teks ekspalanasi. Setelah dilakukan uji efektivitas, diperoleh hasil bahwa media pembelajaran berbasis android dengan gamifikasi efektiv digunakan dalam pembelajaran teks eksplanasi di SMP. Hal itu terlihat dari hasil perhitungan bahwa nilai sig.(2-tailed) adalah 0,001. Dengan dasar Keputusan, jika sig.(2-tailed)<0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Maka sig.(2-tailed) 0,001<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan media berbasis android dengan gamifikasi efektif digunakan dalam pembelajaran teks ekplanasi di SMP dapat diterima. Artinya, terdapat perbedaan kemampuan siswa dalam memahami teks eksplanasi sebelum dan sesudah menggunakan media. Dengan demikian hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran memahami teks ekspalani dalam hal penggunaan media pembelajaran yang inovatif.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI PADA MEDIA ONLINE KUNINGANMASS Dea Cahaya Ramadona; Syifa Nurfadilah; Ayu Miranda; Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/etxfmm71

Abstract

Salah satu kesalahan yang sering ditemukan dalam tataran morfologi adalah kesalahan afiksasi dan reduflikasi. Kesalahan-kesalahan bahasa tersebut seringkali membuat pembaca salah menafsirkan dan menyebabkan ungkapan penulis tidak dapat tersampaikan dengan baik. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan morfologi yang sering muncul dalam berita lokal Kuninganmass serta memperbaikinya sesuai kaidah yang berlaku. Penelitian ini menggunakan dan menerapkan metode penelitian deskriptif kualitatif. Tahapan penelitian kualitatif dimulai dengan memilih objek penelitian yaitu media online Kuninganmass, pengumpulan data berkaitan dengan objek penelitian, menyusun catatan data, dan menganalisisnya. Hasil penelitian menunjukan 20 kesalahan morfologi, terdiri dari 16 kesalahan afiksasi dan 4 reduflikasi. Kesalahan ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kaidah kebahasaan yang dapat memperngaruhi kejelasan dan akurasi informasi dalam berita.