Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Scoping Review: Hubungan antara Status Perokok Pasif (Secondhand Smoker) dengan Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Pekerja di Perkantoran Farhah Zakiah; Annisa Rahmah Furqaani; Susanti Dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.820

Abstract

Abstract. Secondhand smoke (SHS) is a term for someone who are exposing to secondhand smoke from an active smoker. Exposure to cigarette smoke itself has been proven to be a risk factor for various health problems and is also a serious problem in the workplace. As a result of smoking and exposure to cigarette smoke, it increases the risk of several diseases, such as chronic obstructive pulmonary disease (COPD) which is included in the type of non-communicable disease and is a disease that is a health problem in the world. The purpose of this study was to determine the relationship between secondhand smoke status and the risk of chronic obstructive pulmonary disease in office workers. The study used the scoping review method which was carried out by analyzing articles published in 2016-2021 on three databases, namely Science Direct, Pubmed and Google Scholar, which matched the inclusion criteria of 8,600 articles. There are 5 articles that meet the inclusion criteria. After adjustments were made to the exclusion criteria and the feasibility test using the Joanna Briggs Institute's critical appraisal checklist and based on PICOS, 5 articles were obtained. In one article, there is a comparison between smokers and non-smokers, 196 (63.84%) were exposed to passive smoke (non-smokers), and 24 (12.24%) had COPD. Another article states that the prevalence of COPD is 2.2% (2.4 million) in those who have never smoked. The conclusion of this study shows that there is a relationship between passive smoking and the risk of COPD in the workplace, one of them in the office area. Abstrak. Perokok pasif atau secondhand smoke (SHS) merupakan istilah bagi seseorang yang terpapar asap rokok dari seorang perokok aktif. Paparan asap rokok sendiri telah terbukti sebagai faktor risiko berbagai masalah kesehatan dan juga menjadi permasalahan serius di tempat kerja. Akibat merokok dan paparan asap rokok, adalah meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang termasuk kedalam jenis penyakit tidak menular dan merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan didunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status perokok pasif (secondhand smoke) dengan risiko kejadian penyakit paru obstruktif kronik pada pekerja di perkantoran. Penelitian menggunakan metode scoping review yang dilakukan dengan cara menganalisis artikel yang dipublikasikan pada tahun 2016-2021 pada tiga database yaitu Science Direct, Pubmed dan Google Scholar yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 8.600 artikel. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 5 artikel. Setelah dilakukan penyesuaian dengan kriteria eksklusi dan uji kelayakan menggunakan Joanna briggs Institute critical appraisal checklist dan berdasarkan PICOS didapatkan 5 artikel. Pada salah satu artikel terdapat perbandingan antara pekerja perokok dan bukan perokok didapatkan sebanyak 196 (63,84%) yang terpapar asap pasif (non-perokok), dan 24 (12,24%) di antaranya menderita PPOK. Artikel lain menyebutkan bahwa prevalensi PPOK 2,2% (2,4 juta) pada mereka yang tidak pernah merokok. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perokok pasif dengan risiko kejadian PPOK di tempat kerja salah satunya di area perkantoran.
Scoping Review: Pengaruh Paparan Asap Rokok terhadap Struktur dan Fungsi Pulau Langerhans Ihza Farhan; Annisa Rahmah Furqaani; Eva Rianti Indrasari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.912

Abstract

Abstract. Smoking is a risk factor for numerous diseases. Inhaled cigarette smoke can spread and have negative effects to bodily tissues, including the endocrine parts of the pancreas. The purpose of this study was to analyze the effects of cigarette smoke exposure to the structure and function of the Islet of Langerhans. This study uses Scoping Review method, systematic searches was carried out through databases PubMed, Proquest, and Google Scholar that meet the eligibility criteria. The search results found 9,421 articles that matched the keywords, with 127 articles that met the inclusion criteria and 2 articles that met the PICOS criteria. After critical reviews, two articles were declared eligible for analyzed. The results of the two articles stated that there were changes in pancreatic beta cells in the group with exposure to cigarette smoke. Histopathological changes the group exposed to cigarette smoke in form of vacuole formation, cell atrophy, and apoptotic processes in the. The group also showed an increase in serum glucose and a decrease in serum insulin when compared to the control group. Cigarette smoke has many toxic compounds that can affect the condition of the pancreas. Nicotine and cadmium are examples of some tobacco compounds that can induce oxidative stress and damage the cellular components of beta cells, causing these cells to malfunction and undergo cell death. Abstrak. Merokok merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai penyakit. Asap rokok yang terhirup dapat menyebar dan memberi efek negatif di seluruh jaringan tubuh termasuk jaringan endokrin pankreas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek paparan asap rokok terhadap struktur dan fungsi pulau Langerhans. Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review, pencarian sistematis dilakukan melalui database PubMed, Proquest, dan Google Scholar yang memenuhi kriteria kelayakan. Hasil pencarian mendapati 9.421 artikel yang sesuai dengan kata kunci, dengan 127 artikel yang sesuai kriteria inklusi serta 2 artikel yang memenuhi kriteria PICOS. Setelah dilakukan tinjauan kritis, dua artikel dinyatakan memenuhi syarat untuk dilakukan analisis. Hasil dari kedua artikel menyatakan terdapat perubahan sel beta pankreas pada kelompok dengan pajanan asap rokok. Perubahan histopatologis berupa pembentukan vakuola, atrofi sel, dan proses apoptosis pada kelompok paparan asap rokok. Kelompok tersebut juga menunjukkan peningkatan glukosa serum dan terjadi penurunan insulin serum bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Asap rokok memiliki banyak senyawa toksik yang dapat mempengaruhi kondisi pankreas. Nikotin dan kadmium adalah contoh sebagian senyawa rokok yang dapat menginduksi stress oksidatif dan merusak komponen selular sel beta sehingga membuat sel tersebut disfungsi dan mengalami kematian sel.
Pengaruh Ekstrak Ginseng terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Hewan Coba Model Diabetes Melitus Tipe 2 Haifa Nur Bilqis Sahnella; Herri S. Sastramihardja; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1280

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder whose prevalence continues to increase throughout the world. Type 2 Diabetes Mellitus is most commonly characterized by increased blood sugar (hyperglycemia), impaired insulin function, and/or decreased insulin production. Treatments that can lower blood sugar levels and increase insulin secretion are herbal remedies, namely ginseng extract. The purpose of this study was to analyze studies on the effect of ginseng extract on reducing blood sugar levels in experimental type 2 diabetes models. This research uses the methodology The scoping review uses international scientific articles that meet the criteria eligible from 3 databases, namely PubMed, Springer Link, and Science Direct. The results initial search contained 1,811 articles and the final article that met the eligibility criteria (eligible) contained 3 articles. The results of three articles showed that the administration of ginseng extract can lower blood sugar levels in animal models of diabetes mellitus type 2. Conclusion groups of mice given ginseng ethanol extract at a dose of 900 mg/kg may lower blood sugar levels and HbA1c. Abstrak. Diabetes melitus adalah kelainan metabolism kronis dimana prevalensinya terus meningkat diseluruh dunia. Diabetes Melitus Tipe2 paling umum ditandai dengan peningkatan gula darah (hiperglikemia), terganggunya fungsi insulin, dan atau penurunan produksi insulin. Perawatan yang bisa menurunkan kadar gula darah dan peningkatan sekresi insulin yaitu dengan pengobatan herbal, yaitu ekstrak ginseng. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis penelitian-penelitian mengenai pengaruh ekstrak ginseng pada penurunan kadar gula darah hewan coba model diabetes tipe2. Penelitian ini memakai metodologi scoping review menggunakan artikel ilmiah internasional yang mencukupi kriteria kelayakan (eligible) dari 3 database yaitu PubMed, Springer Link, dan Science Direct. Hasil pencarian awal terdapat 1.811 artikel dan artikel akhir yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible) terdapat 3 artikel. Hasil dari 3 artikel tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak ginseng dapat menurunkan kadar gula darah pada hewan coba model diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan kelompok mencit yang diberikan ginseng ekstrak etanol dengan dosis 900 mg/kg dapat menurunkan kadar gula darah dan HbA1C.
Gambaran Berat Badan Lahir Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 di Puskesmas Situ Kabupaten Sumedang Siti Nurrani Yuniasari; Nanan Sekarwana; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1996

Abstract

Abstract. Birth weight is heavy baby which weighed in time one first hour after born. Measurement or weighing can be done in the place facility health centers or places where mothers give birth, such as hospitals, health centers, and polindes. During the COVID-19 pandemic, there are several factors that affect birth weight. Coronavirus infection may increase the risk of pneumonia in pregnant women compared to non-pregnant women. The prevalence of infection cases in pregnant women will reach 25% by 2020. The further impact of COVID-19 infection on pregnant women is the emergence of concerns regarding neonatal growth and development. This study aims to determine the comparison of baby's birth weight before and during the COVID-19 pandemic at the Situ Health Center, Sumedang Regency. The population of this study is the medical record of the weight of newborns at the Situ Health Center, Sumedang Regency in 2019-2021, while the sampling technique uses the purposive sampling method and produces a sample of 237. The data used is secondary collected by recording data from medical records of newborns in 2019-2021. The analysis technique uses quantitative analysis. The results showed that the average birth weight before the COVID-19 pandemic was 3080,86 grams with a total sample of 116 and the average birth weight during the COVID-19 pandemic was 2794,38 grams with a sample size of 121. Abstrak. Berat bayi lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam waktu satu jam pertama setelah lahir. Pengukuran atau penimbangan dapat dilakukan di tempat fasilitas kesehatan atau tempat ibu bersalin, seperti rumah sakit, puskesmas, dan polindes. Pada masa pandemi COVID-19 terdapat beberapa faktor yang memengaruhi berat badan lahir. Infeksi coronavirus dapat meningkatkan risiko pneumonia pada wanita hamil dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Prevalensi kasus infeksi pada wanita hamil mencapai 25% pada tahun 2020. Dampak lanjut dari infeksi covid-19 pada ibu hamil, yaitu munculnya kekhawatiran terkait pertumbuhan dan perkembangan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan berat badan lahir bayi sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Situ Kabupaten Sumedang. Populasi dari penelitian ini adalah rekam medis berat badan bayi baru lahir di Puskesmas Situ, Kabupaten Sumedang pada tahun 2019-2021, sedangkan teknik sampling menggunakan metode purposive sampling dan menghasilkan sampel sebanyak 237. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan cara mencatat data dari rekam medis bayi yang baru lahir pada tahun 2019-2021. Teknik analisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitiaan menunjukkan rata-rata berat badan lahir sebelum masa pandemi COVID-19 adalah 3080.86 gram dengan jumlah sampel 116 dan rata-rata berat badan lahir selama masa pandemi COVID-19 adalah 2794.38 gram dengan jumlah sampel 121.
Hubungan Kelelahan Kerja dan Kualitas Tidur Perawat Unit Penyakit dalam di RSUD Sekarwangi Sukabumi Ratu Intan Permatasari; Herri S. Sastramihardja; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6029

Abstract

Abstract. Work fatigue is a condition that can cause in vital signs and work productivity that is usually experienced by workers. Fatigue is one of the factors that affect the quality of a person's sleep. Poor sleep quality for health workers, including nurses, can lead to decreased health care for patients. The purpose of this study was to determine the relationship between work fatigue and sleep quality of internal medicine unit nurses at Sekarwangi Hospital, Sukabumi. This research was reviewed by the Bandung Islamic University Ethics Committee with letter number 084/KPEK-Unisba/V/2022. This study used a quantitative analysis method with a cross-sectional approach using a total sampling technique. Data collection was taken through primary data using the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire to assess sleep quality and the Swedish Occupational Fatigue Inventory questionnaire to assess work fatigue. The results of the study using the Chi-square test analysis were obtained from 40 nurses in the internal medicine unit of Sekarwangi Hospital, Sukabumi. The results showed that 15 respondents (37.5%) with severe work fatigue had poor sleep quality, and 11 respondents (27.5%) with mild work fatigue experienced good sleep quality. The results of the analysis found that there was a relationship between work fatigue and the sleep quality of nurses (P-value <0.05) and r 0.609 (0.60-0.799) which indicated that work fatigue and sleep quality of internal medicine unit nurses at Sekarwangi Hospital had a strong relationship. In conclusion, work fatigue has a risk of interfering with sleep quality. Abstrak. Kelelahan kerja adalah keadaan yang dapat menyebabkan penurunan dari tanda vital dan produktivitas kerja yang biasanya dialami oleh tenaga kerja. Kelelahan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas tidur seseorang. Kualitas tidur yang buruk pada tenaga kesejatan, termasuk perawat, dapat menimbulkan tindakan pelayanan kesehatan kepada pasien menurun. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kelelahan kerja dan kualitas tidur perawat unit penyakit dalam di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini telah dikaji oleh Komite Etik Universitas Islam Bandung dengan nomor surat 084/KPEK-Unisba/V/2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik pemilihan sampel total sampling. Pengumpulan data diambil melalui data primer menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index untuk menilai kualitas tidur dan Swedish Occupational Fatigue Inventory untuk menilai kelelahan kerja. Hasil penelitian menggunakan analisis uji Chi-square diperoleh dari 40 perawar unit penyakit dalam RSUD Sekarwangi Sukabumi. Hasil penelitian menunjukan responden dengan kelelahan kerja berat berjumlah 15 orang (37,5%) memiliki kualitas tidur yang buruk, dan responden dengan kelelahan kerja ringan berjumlah 11 orang (27,5%) mengalami kualitas tidur yang baik. Hasil analisis didapatkan terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kualitas tidur perawat (P-value ,0,05) dan r 0,609 (0,60-0,799) yang mengindikasikan bahwa kelelahan kerja dan kualitas tidur perawat unit pemyakit dalam di RSUD Sekarwangi Sukabumi memiliki hubungan yang kuat. Simpulan kelelahan kerja berisiko menganggu kualitas tidur.
Literature Review: Trombositopenia sebagai Deteksi Dini pada Pasien Sepsis Neonatorum Qintana Dianissa Sutomo; Annisa Rahmah Furqaani; RB. Soeherman Herdiningrat
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5976

Abstract

Abstract. Sepsis is a life-threatening organ dysfunction caused by immune dysregulation against infection. The purpose of this literature review is to collect previous research data on thrombocytopenia as early detection in neonatal sepsis patients. The results of this study showed that the standard diagnosis is based on bacterial culture from body fluids, but bacterial culture is hampered by low sensitivity, high false negative results due to high potential contamination, and slow analysis time. The high mortality rate of sepsis makes early detection essential. Monitoring and assessment of risk factors and hematologic profile is an attempt at early detection. Thrombocytopenia occurs 24 hours after infection. The activation of platelets causes clot formation which increases platelet utilization, leading to thrombocytopenia. Thus it can be concluded that thrombocytopenia can be used as early detection in patients with neonatal sepsis. Keywords: neonatal, sepsis, thrombocytopenia Abstrak. Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam kehidupan yang disebabkan oleh disregulasi imun terhadap infeksi. Tujuan studi literatur ini untuk mengumpulkan data penelitian terdahulu mengenai trombositopenia sebagai deteksi dini pada pasien sepsis neonatorum. Hasil dari studi ini menunjukan standar baku diagnosis didasarkan pada kultur bakteri dari cairan tubuh, namun kultur bakteri ini terhambat oleh sensitivitas yang rendah, hasil negatif palsu yang tinggi karena tingginya potensi kontaminasi, dan waktu analisis yang lambat. Angka kematian sepsis yang tinggi sehingga penting dilakukan deteksi dini. Pemantauan dan penilaian faktor risiko dan profil hematologi merupakan upaya deteksi dini. Trombositopenia terjadi 24 jam setelah infeksi. Adanya aktivasi trombosit menyebabkan pembentukan clot sehingga meningkatkan pemakaian trombosit, sehingga menyebabkan trombositopenia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa trombositopenia dapat digunakan sebagai deteksi dini pada pasien sepsis neonatorum. Kata Kunci: neonatorum, sepsis, trombositopenia
Scoping Review: Mekanisme Antihiperkolesterolemi Kandungan Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum Linn) pada Hewan Model Celine Erditha; Annisa Rahmah Furqaani; Tita Barriah Siddiq
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6454

Abstract

Abstract. Cardiovascular disease (CVD) is the main cause of death from non-communicable diseases (PTM) in various countries, including Indonesia. Hypercholesterolemia is the main risk factor for CVD. RISKESDAS KEMENKES RI in 2018 noted that 21.2% of Indonesia's population had borderline total cholesterol levels, and 7.6% had high levels. Single garlic (Allium sativum L.), one of Indonesia's biodiversity resources, is known to have a hypolipidemic effect. The high content of bioactive compounds in Allium sativum L., such as flavonoids, saponins, and SAC, plays a major role in reducing blood cholesterol levels. This study aims to determine the effect and mechanism of single garlic bioactive compounds on blood cholesterol levels. Scoping review is the method used, and there are six databases used, namely Proquest, Hindawi, Pubmed, Scopus, Embase, and Garuda. There were 3179 journals with 415 articles that met the inclusion criteria, 4 articles that met the exclusion criteria and PICOS, and 4 articles that met the eligibility criteria. The results of this study showed a decrease in total cholesterol (TC) levels after being given a bioactive compound from the alcoholic extract of Allium sativum L. at various doses, by increasing the activity of antioxidant enzymes and lecithin-cholesterol acyl transferase (LCAT). In conclusion, the single bioactive compound of garlic extract is effective in lowering cholesterol levels through increasing the activity of antioxidant enzymes and LCAT. Abstrak. Cardiovascular disease (CVD) menjadi penyebab kematian utama penyakit tidak menular (PTM) diberbagai negara termasuk Indonesia. Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama CVD. RISKESDAS KEMENKES RI tahun 2018 mencatat, 21,2% penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol total borderline dan 7,6% tinggi. Bawang putih tunggal (Allium sativum L.) salah satu keanekaragaman hayati Indonesia yang dikenal memiliki efek hipolipidemik. Tingginya kandungan senyawa bioaktif pada Allium sativum L. seperti flavonoid, saponin dan SAC menjadi pemeran utama dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mekanisme kandungan senyawa bioaktif bawang putih tunggal terhadap kadar kolesterol darah. Scoping review menjadi metode yang digunakan, terdapat enam database yang digunakan yaitu Proquest, Hindawi, Pubmed, Scopus, Embase dan Garuda. Terdapat 3179 jurnal dengan 415 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, 4 artikel yang sesuai dengan kriteria ekslusi dan PICOS serta 4 artikel yang sesuai dengan kriteria kelayakan. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan kadar Total Cholesterol (TC) setelah diberikan senyawa bioaktif dari ekstrak alkohol Allium sativum L. dengan berbagai dosis, melalui peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan lecithin-cholesterol acyl transferase (LCAT). Simpulan, senyawa bioaktif ekstrak bawang putih tunggal efektif dalam menurunkan kadar kolesterol melalui peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan LCAT.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Sindrom Pramenstruasi pada Mahasiswi Unisba Reisya Nur Adisty; Arief Budi Yulianti; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10329

Abstract

Abstract. Asian countries have a higher prevalence of premenstrual syndrome compared to western countries. The prevalence rate of premenstrual syndrome in Indonesia according to research conducted in 2020 reached 85% of the female population of reproductive age. One factor in the increase in premenstrual syndrome symptoms is decreased physical activity. This study aims to analyze the relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome in female students at Bandung Islamic University. The design used was cross-sectional with 199 respondents. The type of research used was analytical observational. The data collected was primary data using the American Family Physician questionnaire for PMS and using the International Physical Activity Questionnaire for physical activity. The results of the study were carried out after the chi-square test was carried out to find the relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome. Based on statistical test results, a probability value of 0.000 < 0.05 was obtained, this means that there is a relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome in active undergraduate students at Bandung Islamic University who have experienced menstruation. Lack of physical activity will cause endorphin deficiency in the body which can result in premenstrual syndrome. However, physical activity in the form of exercise can stimulate the release of endorphins and create a feeling of calm when premenstrual syndrome occurs. Abstrak. Negara asia mempunyai prevalensi terjadinya sindrom pramenstruasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara barat. Tingkat prevalensi sindrom pramenstruasi di Indonesia menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 mencapai 85% dari populasi wanita usia reproduksi. Salah satu faktor terjadinya peningkatan gejala sindrom pramenstruasi adalah aktivitas fisik yang menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada mahasiswi Universitas Islam Bandung. Desain yang digunakan adalah potong-lintang dengan responden 199. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Data yang dikumpulkan merupakan data primer menggunakan kuesioner American family Physician untuk pms dan menggunakan international physical activity questionnaire untuk aktivitas fisik. Hasil penelitian setelah dilakukan uji chi-square untuk mencari hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi. Berdasarkan hasil uji secara statistik diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, hal ini berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada mahasiswi aktif program sarjana di Universitas Islam Bandung yang telah mengalami menstruasi. Kurangnya aktivitas fisik akan menyebabkan defisiensi endorfin dalam tubuh yang dapat mengakibatkan sindrom premenstruasi. Namun dengan aktivitas fisik berupa olahraga dapat merangsang hormon endorfin keluar dan menimbulkan perasaan tenang saat sindrom premenstruasi terjadi.
Gambaran Karakteristik Pasien Diare Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bojongsoang Tahun 2023 Novia Fitri Ramdayanti; Yuniarti; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10926

Abstract

Abstract. Diarrhea is an increase in the frequency of bowel movements with the consistency of soft or liquid stools within 24 hours which is usually caused by gastrointestinal infections. Diarrhea is common in toddlers. The occurrence of diarrhea can be caused by various factors, both age, nutritional status, and habits carried out. This study aims to determine the characteristics of toddler diarrhea patients in the working area of Bojongsoang Health Center in 2023. This study used quantitative descriptive method. The data collection technique used in this study was a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criterias then obtained 45 respondents. The results obtained from this study were mostly male respondents (54.3%), aged 12-23 months (35.6%), had good nutritional status (44.4%), and had completed basic immunization (60%). Abstrak. Diare merupakan peningkatan frekuensi buang air besar dengan konsistensi feses yang lunak ataupun cair dalam 24 jam yang biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan. Diare sering terjadi pada balita. Terjadinya diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik usia, status gizi, maupun kebiasaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien diare balita di wilayah kerja Puskesmas Bojongsoang pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian didapatkan 45 responden. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (54,3%), usia 12 – 23 bulan (35,6%), memiliki status gizi baik (44,4%), dan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap (60%).
Gambaran Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Al-Ihsan Bandung Sayyidah Fauziyah; Wida Purbaningsih; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11303

Abstract

Abstract.. Dengue fever (DHF) is a viral infectious disease transmitted by the Aedes aegypti mosquito and is characterized by fever, thrombocytopenia, and plasma permeation characterized by an increase in hematocrit. One of the important indicators of hematological examination to establish the diagnosis of DHF is platelet count and hematocrit value. This study aims to determine the description of hematocrit value and platelet count of DHF patients. The type of research used is descriptive analytic research using cross-sectional design with sample selection using purposive sampling technique. Data were taken from the medical records of DHF patients with a total sample of 175 patients. The results of the study obtained that the most age was children and adolescents, namely 64% and the most gender was female, namely 52%. Most patients had hematocrit values in the normal category, 73.1% with an average hematocrit value of 40.75%. Most patients had platelet counts <100,000/µL, 52.6% with an average platelet count of 120,880/µL. It can be concluded that the hematocrit value in patients is mostly in the normal level, and the platelet count is mostly in the <100,000/µL category. Abstrak. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan ditandai dengan adanya demam, trombositopenia, dan perembesan plasma yang ditandai dengan peningkatan hematokrit. Salah satu indikator penting pemeriksaan hematologi untuk menegakkan diagnosis DBD adalah jumlah trombosit dan nilai hematokrit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai hematokrit dan jumlah tombosit pasien DBD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan rancangan cross-sectional dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil dari rekam medik pasien DBD dengan jumlah sampel 175 pasien. Hasil penelitian diperoleh umur terbanyak adalah anak dan remaja yaitu 64% dan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 52%. Sebagian besar pasien nilai hematokrit dalam kategori normal yaitu 73,1% dengan rata-rata nilai hematokrit adalah 40,75%. Sebagian besar pasien memiliki jumlah trombosit <100.000/µL yaitu 52,6% dengan rata-rata jumlah trombosit adalah 120.880/µL. Dapat disimpulkan bahwa nilai hematokrit pada pasien paling banyak dalam tingkatan normal, dan jumlah trombosit paling banyak dalam kategori <100.000/µL.