Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Keterikatan antara sajian gending dan proses pencapaian ndadi pada pertunjukan jathilan Muhammad Nur Salim
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.385 KB) | DOI: 10.33153/dewaruci.v13i2.2507

Abstract

Dalam pertunjukan jathilan, ndadi menjadi puncak dari keseluruhan bagian dalam tontonan. Ndadi ditandai melalui perubahan perilaku oleh seseorang yang cenderung di luar kendali atau bahkan di luar nalar manusia. Perilaku itu mungkin merupakan tindakan yang dianggap berbahaya oleh beberapa orang seperti: makan pecahan kaca, makan bara api, berguling di atas duri dan lain-lain. Dalam proses transisi dari kondisi normal menuju ndadi, musik gamelan yang digunakan untuk mengiringi tarian jathilan menjadi salah satu elemen yang mendukungnya. Indikator ini menjadi salah satu titik awal penelitian yang akan dilakukan. Penelitian ini tidak hanya bertujuan mengungkap hubungan antara gending dan proses pencapaian ndadi tetapi juga keterlibatan dalam pertunjukan jathilan. Fokus penelitian ini akan diangkat sehubungan dengan berbagai aspek baik di dalam maupun di luar acara jathilan. Karena itu, untuk mengungkap masalah digunakan pendekatan multidisiplin, yaitu, etnomusikologi, psikologi musik, dan antropologi seni. Metode etnografis digunakan untuk menerjemahkan gejala dalam pertunjukan. Melalui metode dan pendekatan ini, penelitian ini diharapkan untuk mengungkap keberadaan dan penyebab keterlibatan antara gending dan proses pencapaian ndadi dalam kinerja jathilan. ABSTRACTIn the jathilan performance, ndadi became the culmination of a whole section in the spectacle. Ndadi is marked through behavioural change by someone that tends to be beyond control or even beyond human reason. That behaviour may be actions that are considered dangerous by some people such as: eat broken glass, eat burning coals, rolling over on top of the burr and others. In the process of transition from normal conditions towards ndadi, gamelan music used to accompany dances jathilan became one of the elements that support it. This indicator became one of the starting points of research that will be done. This research is not only aimed at uncovering the link between gending and the process of achieving ndadi but also the engagement in jathilan performances. The focus of the study is to be raised in connection with various aspects, both inside and outside the show jathilan. Therefore, to uncover the problem used a multidisciplinary approach, which, ethnomusicology, psychology of music and anthropology of art. Ethnographic methods used to translate symptoms in the show. Through these methods and approaches, this research is expected to reveal the existence and cause of the engagement between gending and the process of achieving ndadi in the jathilan performance.
KREATIVITAS RAHAYU SUPANGGAH PADA FILM OPERA JAWA KARYA GARIN NUGROHO Salim, Muhammad Nur
Acintya Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i2.3580

Abstract

ABSTRACT One of the developments in film in Indonesia is the musical genre film. This genre film experienced a post-reform high point when Sherina's Adventure Film came. This point then became the beginning of the development of musical genre films that were born in the 2000s period. One of the interesting musical films is the Javanese Opera Film by Garin Nugroho. Opera Jawa is interesting because first, Opera Jawa has received various awards and nominations at both national and international levels. Second, because this film bases its musical work on Javanese gamelan or gamelan media. This second reason is the focus of this research. The research "Rahayu Suanggah's Creativity in Garin Nugroho's Javanese Opera Film" is an attempt to reveal one of the film music creation methodologies based on her creative process with Javanese karawitan media (gamelan music). The musical concepts of the musical that were carried by Rahayu Supanggah as the music director was revealed through Rahayu Supanggah's conceptual approach in Bothekan Karawitan Garap's book (2007). The results of this study; Rahayu Supanggah uses Javanese musical nuances in composing Javanese Opera music by involving songs that are composed in various variations such as; 1) single tembang, 2) pathetan, 3) nothing, 4) palaran, and 5) arrangement of traditional pieces while the illustration music consists of 1) New Composition, 2) Illustration of Traditional Music, 3) Exploration Music. Keywords: Creativity, Music, Javanese Opera, Rahayu Supanggah  ABSTRAK Perkembangan film di Indonesia salah satunya pernah diwarnai oleh film genre musikal. Film genre ini mengalami titik puncak pasca reformasi ketika Film Petualangan Sherina hadir. Titik tersebut kemudian menjadi awal perkembangan film genre musikal yang lahir pada periode tahun 2000-an. Salah satu film musikal yang menarik adalah Film Opera Jawa karya Garin Nugroho. Opera Jawa menarik karena pertama, Opera Jawa mendapatkan berbagai penghargaan dan nominasi tingkat nasional maupun internasional. Kedua, karena film ini mendasarkan garapan musikalnya dengan media gamelan Jawa atau karawitan. Alasan kedua inilah yang menjadi fokus pada penelitian ini.Penelitian “Kreativitas Rahayu Suanggah dalam Film Opera Jawa Karya Garin Nugroho” merupakan upaya mengungkap salah satu metodologi penciptaan musik film yang mendasarkan proses kreatifnya dengan media karawitan Jawa (musik gamelan). Konsep-konsep musikal karawitan yang diusung Rahayu Supanggah sebagai music director diungkap melalui pendekatan konsep garap-nya Rahayu Supanggah dalam buku Bothekan Karawitan Garap (2007). Hasil penelitian ini; Rahayu Supanggah menggunakan nuansa karawitan Jawa dalam menggarap musik Opera Jawa dengan melibatkan tembang yang digarap dalam berbagai variasi seperti; 1) tembang tunggal, 2) pathetan, 3) ada-ada, 4) palaran dan 5) aransemen gendhing tradisi sedangkan musik ilustrasi terdiri dari 1) Komposisi Baru, 2) Ilustrasi Gending Tradisi, 3) Musik Eksplorasi.Kata Kunci: Kreativitas, Musik, Opera Jawa, Rahayu Supanggah
KREATIVITAS RAHAYU SUPANGGAH PADA FILM OPERA JAWA KARYA GARIN NUGROHO Salim, Muhammad Nur
Acintya Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v12i2.3580

Abstract

ABSTRACT One of the developments in film in Indonesia is the musical genre film. This genre film experienced a post-reform high point when Sherina's Adventure Film came. This point then became the beginning of the development of musical genre films that were born in the 2000s period. One of the interesting musical films is the Javanese Opera Film by Garin Nugroho. Opera Jawa is interesting because first, Opera Jawa has received various awards and nominations at both national and international levels. Second, because this film bases its musical work on Javanese gamelan or gamelan media. This second reason is the focus of this research. The research "Rahayu Suanggah's Creativity in Garin Nugroho's Javanese Opera Film" is an attempt to reveal one of the film music creation methodologies based on her creative process with Javanese karawitan media (gamelan music). The musical concepts of the musical that were carried by Rahayu Supanggah as the music director was revealed through Rahayu Supanggah's conceptual approach in Bothekan Karawitan Garap's book (2007). The results of this study; Rahayu Supanggah uses Javanese musical nuances in composing Javanese Opera music by involving songs that are composed in various variations such as; 1) single tembang, 2) pathetan, 3) nothing, 4) palaran, and 5) arrangement of traditional pieces while the illustration music consists of 1) New Composition, 2) Illustration of Traditional Music, 3) Exploration Music. Keywords: Creativity, Music, Javanese Opera, Rahayu Supanggah  ABSTRAK Perkembangan film di Indonesia salah satunya pernah diwarnai oleh film genre musikal. Film genre ini mengalami titik puncak pasca reformasi ketika Film Petualangan Sherina hadir. Titik tersebut kemudian menjadi awal perkembangan film genre musikal yang lahir pada periode tahun 2000-an. Salah satu film musikal yang menarik adalah Film Opera Jawa karya Garin Nugroho. Opera Jawa menarik karena pertama, Opera Jawa mendapatkan berbagai penghargaan dan nominasi tingkat nasional maupun internasional. Kedua, karena film ini mendasarkan garapan musikalnya dengan media gamelan Jawa atau karawitan. Alasan kedua inilah yang menjadi fokus pada penelitian ini.Penelitian “Kreativitas Rahayu Suanggah dalam Film Opera Jawa Karya Garin Nugroho” merupakan upaya mengungkap salah satu metodologi penciptaan musik film yang mendasarkan proses kreatifnya dengan media karawitan Jawa (musik gamelan). Konsep-konsep musikal karawitan yang diusung Rahayu Supanggah sebagai music director diungkap melalui pendekatan konsep garap-nya Rahayu Supanggah dalam buku Bothekan Karawitan Garap (2007). Hasil penelitian ini; Rahayu Supanggah menggunakan nuansa karawitan Jawa dalam menggarap musik Opera Jawa dengan melibatkan tembang yang digarap dalam berbagai variasi seperti; 1) tembang tunggal, 2) pathetan, 3) ada-ada, 4) palaran dan 5) aransemen gendhing tradisi sedangkan musik ilustrasi terdiri dari 1) Komposisi Baru, 2) Ilustrasi Gending Tradisi, 3) Musik Eksplorasi.Kata Kunci: Kreativitas, Musik, Opera Jawa, Rahayu Supanggah
Kosmologi Musik Rumah Siwaluh Jabu di Desa Lingga, Kabupaten Karo Regina Cintya Arumba; Sugiyanto, Danis; Salim, Muhammad Nur; Ikhwan, Nil
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v4i2.7521

Abstract

This research is based on the awareness that music functions both as an artistic expression and as a cosmological representation embedded within the cultural structures of traditional societies. The Siwaluh Jabu traditional house in Lingga Village, North Sumatra, was selected as the object of study to examine the relationship between music and the cosmological views of the Karo people. The purpose of this study is to reveal the meaning of music within cultural practices and rituals carried out in the Siwaluh Jabu House, as well as to explore musical elements that reflect the continuity between humans, ancestors, and the universe. This research employs a qualitative approach, with data collected through literature review, participatory observation, and interviews with traditional leaders and local artists. The data analysis was conducted through data reduction, classification, data presentation, and drawing of conclusion. The results of the study show that music both the vocal mantra “ole…ah…ole” and the Gendang Lima Sendalanen ensemble contains symbolic values that interpret wood as a natural element, sustain social connections between groups, and reinforce the social system embedded in the spatial organization of the Siwaluh Jabu traditional house. Music serves as a medium of spiritual and cultural communication that unites the physical and metaphysical dimensions of life. The implications of this research enrich the perspective of music culture and emphasize the importance of preserving traditional music as a local knowledge system integrated with the cosmology of the Karo people.
MENGAJARKAN PERAN DIGITALISASI DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BANGET KALIWUNGU KUDUS Herri Wijaya; Tuti' Nadhifah; Muhammad Nur Salim; Supardi Supardi; Hanin Fitria; Devy Aufia Abshor; Dewi Nur Wakhidah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2150

Abstract

AbstrakDigitalisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Melalui penerapan teknologi digital, masyarakat dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan aksesibilitas terhadap pasar global, dan meningkatkan efisiensi operasional. Namun, penerapan digitalisasi di Desa Banget masih menghadapi beberapa tantangan, seperti infrastruktur digital yang terbatas, kurangnya pengetahuan dan keterampilan digital, keterbatasan modal dan akses pembiayaan, serta tantangan keamanan digital. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan upaya dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Beberapa solusi yang dapat diusulkan antara lain: a. Meningkatkan akses internet dan infrastruktur digital di Desa Banget. b. Menyediakan pelatihan dan pendidikan digital kepada masyarakat. c. Memberikan akses modal dan pembiayaan bagi masyarakat dan UMKM. d. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat dan risiko digitalisasi. e. Dengan kerja sama yang kuat dari berbagai pihak, penerapan digitalisasi di Desa Banget dapat menjadi katalisator untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.Kata kunci: Digitalisasi, Desa Banget, Perekonomian Masyarakat, Tantangan, Solusi.AbstractDigitalization plays a crucial role in improving the economy of the community in Banget Village, Kaliwungu District, Kudus Regency. Through the implementation of digital technology, communities can explore new business opportunities, enhance accessibility to global markets, and improve operational efficiency. However, the implementation of digitalization in Banget Village still faces several challenges, such as limited digital infrastructure, lack of digital knowledge and skills, financial constraints, and digital security challenges. Overcoming these challenges requires efforts from various parties, including the government, private sector, and the community. Some proposed solutions include: a. Improving internet access and digital infrastructure in Banget Village. b. Providing training and digital education to the community. c. Offering financial access and support for the community and SMEs. d. Increasing community awareness of the benefits and risks of digitalization. e. With strong collaboration from various parties, the implementation of digitalization in Banget Village can act as a catalyst for sustainable economic growth.Keywords: Digitalization, Banget Village, Community Economy, Challenges, Solutions.
Kritik Sistem Moneter Konvensional Dan Sistem Moneter Perspektif Islam Maryatin; Muhammad Nur Salim; Jesica Vernanda Artanti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4342

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep sistem moneter konvensional karena bertumpu pada uang fiat dan mekanisme bunga. Dalam sistem ini, bank sentral dapat mencetak uang tanpa dukungan aset riil, sehingga meningkatkan risiko inflasi struktural. Selain itu, keberadaan bunga dianggap menyebabkan konsentrasi kekayaan pada pemilik modal finansial dan mendorong praktik spekulatif di sektor keuangan. Sedangkan sistem moneter dalam Islam menekankan pentingnya standar emas–perak (dinar dan dirham), pelarangan riba, dan keterkaitan erat antara sektor moneter dan sektor riil. Artikel ini juga membahas kritik terhadap sistem moneter konvensional berbasis uang fiat dan bunga, serta membandingkan prinsip-prinsip dasar ekonomi moneter Islam dan konvensional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pustaka terhadap karya-karya primer dan sekunder ekonomi Islam. Analisis dilakukan dengan cara mengkaji konsep, prinsip, serta instrumen sistem moneter Islam, kemudian membandingkannya dengan sistem moneter konvensional. Pendekatan deskriptif-analitis digunakan untuk menarik kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem moneter Islam dipandang lebih stabil dan adil karena berbasis aset riil serta tidak mengenal bunga. Sebaliknya, sistem moneter konvensional dinilai rentan terhadap krisis, inflasi struktural, dan konsentrasi kekayaan akibat mekanisme bunga dan penciptaan uang berbasis utang.
Pengaruh Persepsi Manfaat dan Kepercayaan terhadap Keputusan Menabung Produk Simpanan Idul Fitri di BMT Mubarakah Kudus Islami, Sad Nurul; Ningrum, Nurani Puspa; Salim, Muhammad Nur
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (November-Desember 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i2.6447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan anggota dalam memilih untuk menabung produk simpanan Idul Fitri di BMT Mubarakah Kudus, dengan fokus pada dua faktor utama, yaitu persepsi manfaat dan kepercayaan. Target penelitian ini adalah anggota BMT Mubarakah Kudus yang terlibat dalam produk simpanan Idul Fitri, dengan mempertimbangkan faktor demografis dan pengaruh pihak lain dalam pengambilan keputusan keuangan. Penelitian ini dilaksanakan di BMT Mubarakah Kudus Jl Kudus-Purwodadi Km. 08 Undaan Lor Undaan Kudus. Metode : Teknik pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling dengan populasi berjumlah 219. Sampel 122 anggota. Metode pengumpulan data peneliti harus mengumpulkan secara langsung melalui wawancara, dan penyebaran kuosioner. Analisis data menggunakan uji instrument meliputi uji validitas dan uji reabilitas. Uji asumsi klasik meliputi uji multikolonieritas, uji normalitas dan uji heteroskedastitas. Uji hipotesis meliputi uji regresi linier berganda, koefesien determinan, uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji f) dengan software analisis data SPSS versi 26. Kesimpulan : persepsi manfaat dan kepercayaan terhadap keputusan menabung produk simpanan idul fitri di BMT Mubarakah Kudus menunjukkan nilai F hitung 31,341 dengan nilai F tabel 3,07 dan berdasarkan tingkat signifikan sebesar 0,000 Hal ini berarti F hitung lebih besar dari F tabel (31,341 > 3,07). Dapat diartikan bahwa persepsi manfaat dan kepercayaan ada hubungan secara simultan dengan keputusan menabung.
PENERAPAN E-COMMERCE DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK KONVEKSI UMKM Muhammad Nur Salim
Jurnal Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Ekonomi Syariah dan Akuntansi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jeisa.v1i2.1139

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan e-commerce dalam meningkatkan daya saing produk konveksi pada UMKM Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan induktif-deduktif. Hasil penelitian ini adalah ada beberapa motivasi yang mendorong para pengusaha konveksi di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus untuk menggunakan layanan e-commerce. Motivasi-motivasi tersebut antara lain adalah mengikuti trand, mempermudah pemasaran dan transaksi, memperbanyak konsumen, dan faktor efisiensi waktu dan biaya dalam pemasaran. Dalam menggunakan layanan e-commerce, para pengusaha konveksi di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus memiliki strategi tersendiri, antara lain memberikan pelayanan yang baik dan respon yang cepat kepada pembeli, menawarkan harga terbaik dan potongan harga, giat berpromosi kepada rekan dan kenalan, serta menampilkan foto barang dan deskripsi yang jelas agar pelanggan merasa tertarik dan yakin dengan kondisi barang yang ia pesan.
Gamelan dalam Citra Budaya Popular : Studi Kasus Lokananta Gamelan Gigs di Surakarta, Jawa Tengah Suciati; Muhammad Nur Salim
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v7i1.186

Abstract

Purpose: This article aims to describe an event titled Lokananta Gamelan Gigs (LOGIGS), which is regularly held at Lokananta, Surakarta. The event was initiated to address a specific issue: the lack of interest among younger generations, particularly Gen Z, in traditional gamelan arts. To tackle this challenge, the organizers developed strategies to package and promote LOGIGS using a popular culture approach, aiming to spark greater interest in gamelan among young people. Additionally, social aspects, including the importance of collectivism to create an inclusive space within the gamelan community, also form a critical foundation of the event's objectives. This emphasis on collectivism and inclusivity is expected to foster better management skills and increased productivity within the gamelan scene. Methods: This research employs a qualitative method, integrating art studies, cultural studies, management, and ethnography. Data were gathered through Instagram content analysis, media news reviews, direct observations of performances, and interviews. Results and Discussion: Findings reveal that LOGIGS adopts a popular culture approach to realize its vision, as reflected in various elements such as poster design styles, performers' attire, and other subcultural aspects, as well as the event’s overall presentation. LOGIGS also functions as an inclusive space and an educational platform, evident in Instagram posts discussing gamelan knowledge. Conclusion: The implementation of LOGIGS through a popular culture approach highlights an innovative gamelan event management model that has not been explored in prior discussions.
PERAN GENDHING JATHILAN DALAM PROSES NDADI PADA KESENIAN JATHILAN KELOMPOK TURONGGO MUDO DESA BOROBUDUR Muhammad Nur Salim
Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Surakarta: Jurusan Karawitan Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/keteg.v14i1.679

Abstract

This research is motivated on the phenomenon of ndadi in Jathilan Turonggo Mudo performance. Ndadi phenomena associated with the world of the cosmos and there are several steps that must be done to achieve it. One way to achieve ndadi conditions is the use of music. Music, which in this case is a gendhing Jathilan believed to help as a bridge in the process of achieving ndadi. This study aims to reveal the role of music as an element that supports ndadi conditions. Gendhing Jathilan became one of preconditions required the establishment of the relation. Ndadi in Jathilan performances occurs when gendhing jathilan is presented as a musical accompaniment. Nevertheless gendhing Jathilan is not create or form someone to ndadi but as a facilitator in delivering a dancer to experience ndadi. It is based on the gendhing Jathilan relation with the other context of ndadi. Gendhing Jathilan becomes a stimulus to bring a behavior called the ndadi. Gendhing Jathilan has the potential characteristics in ndadi conditioning process. The characters in addition to referring to the gendhing jathilan performance, also the form / structure of gendhing such as strophic form, ostinato, and repetitive. Gendhing Jathilan in the final round performances jathilan presented three times. In each of these perform have the respective roles in the process of ndadi. Gendhing Jathilan has some role in every phase of the ndadi process such as gendhing as a conductor of ndadi, gendhing as ndadi accompaniment and gendhing in healing of ndadi.Keywords: ndadi, role, characters, gendhing Jathilan