Galuh Nita Prameswari
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI BAHAYA METAL DUST EXPLOSION MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS Arfiyana, Nurida Choirinisa; Widowati, Evi; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30202

Abstract

ABSTRAK CSB menemukan rata-rata sekitar 10 insiden dust explosion terjadi per tahun pada rentang waktu 25 tahun. Satu dekade terakhir, hampir setiap tahun di dunia terjadi kasus metal dust explosion. PT X adalah perusahaan baja yang pernah mengalami ledakan pada tahun 2004 dan 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya metal dust explosion menggunakan metode fault tree analysis di PT X. Jenis metode penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) level 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar proses produksi dan lembar tabel identifikasi awal FTA dengan validasi desain menggunakan penilaian dari ahli. Hasil menunjukkan terdapat 77 penyebab dasar terjadinya metal dust explosion dengan penyebab terbanyak adalah kurangnya biaya dan kurangnya informasi masing-masing sebesar 6,5%. Kombinasi kesalahan untuk menyebabkan metal dust explosion terdapat 75 single minimal cut set yang didominasi desain fasilitas dan 3 double minimal cut set terbanyak adalah kombinasi dengan desain fasilitas.   ABSTRACT CSB found that there were about 10 incidents of dust explosion happened per year within 25 years. For the last decade, metal dust explosion case almost happened every year in the world. PT X is a steel manufacture which had explosion cases that happened in 2004 and 2017. This research aims to identify and evaluate metal dust explosion hazard potential using fault tree analysis method at PT X. This research is Research and Development (R&D) level 1. Instruments that were used in this research are production process sheet and table of identification sheet with the expert as design evaluator. Result shows that there are 77 dust explosion basic causes which mostly caused by lack of fund and lack of information with percentage of 6,5% for each. There are 75 single minimal cut sets which are dominated by facility design and 3 double minimal cut sets with mostly is a combination of facility design as failure combinations that can lead to metal dust explosion.
PEMANFAATAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS DI PUSKESMAS Purnamasari, Shella Mediciani; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.33805

Abstract

ABSTRAK Pada 37 puskesmas di Kota Semarang selama bulan Januari sampai Desember 2018 masih ada puskesmas yang memiliki rata-rata rasio kunjungan peserta Prolanis (RPPB) kurang optimal atau tidak memenuhi target minimal 50% kunjungan peserta Prolanis. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan Prolanis di puskesmas Kota Semarang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis). Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Clustered Proportionate Random Sampling yaitu diperoleh sampel sebanyak 44 pasien Prolanis di Puskesmas Srondol dan 74 pasien Prolanis di Puskesmas Bandarharjo. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data analisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis pada puskesmas di Kota Semarang adalah tingkat pengetahuan (p=0,015), dukungan keluarga (p=0,002), dukungan tenaga kesehatan (p=0,009), dan tingkat keparahan yang dirasakan (p=0,025). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan tingkat keparahan yang dirasakan dengan pemanfaatan Prolanis.   ABSTRACT In Semarang City, there are 37 Primary Health Cares. However, from January to December 2018, some of which were still had an average Prolanis attendance ratio (RPPB) that was less than optimal or did not meet the minimum target 50% of Prolanis participant visits. It shows that the utilization of Prolanis in Semarang City?s Primary Health Care is still low. The purpose of this study is to determine the factors associated with the utilization of chronic disease management programs (Prolanis). This research used observational analytic cross-sectional design. It also used the Clustered Proportionate Random Sampling method, which obtained 44 samples of Prolanis patients at the Srondol Primary Health Care and 74 Prolanis patients at the Bandarharjo Primary Health Care. This research used a questionnaire to obtain the data. The data analysis was done by chi-square test. The results of this study showed that the variables associated with the use of Prolanis in Primary Health Care of Semarang City were the level of knowledge (p = 0.015), family support (p = 0.025), support of health workers (p = 0.003), and perceived severity (p = 0.0025). The results conclude that there is a relationship between the level of knowledge, family support, support of health workers, and the level of perceived severity with the utilization of Prolanis.  
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS Basith, Ziana Aubi; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.34957

Abstract

Number of patient visits in Puskesmas Gayamsari has decreased from 2015 to 2018. The scope of health service utilization in Puskesmas Gayamsari can be said low, because of the reach of patient visits in Puskesmas Gayamsari under the average patient visits in Puskesmas of Semarang City, that is 80%. The research objectives were to know the factors relate to the utilization of health services in Puskesmas Gayamsari. The type of research is an analytical observational with cross sectional design. The number of samples is 90 respondents selected with an accidental sampling using the chi-square test.  Result shows that knowledge (p=0,000), attitude (p=0,009), individual assessment of the disease (p=0,000), facilities (p=0,000), doctor's service (p=0,016), accessibility (p=0,000), and ease of information (p=0,000) are related with the utilization of health services i  Puskesmas gayamsari, while the level of education (p=0,379) is not related to the utilization. This research suggestion is to optimize the publication of the existence and benefits of Puskesmas Gayamsari as health service provider through mass media and soon.
Program Penanggulangan Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Pradana, Firmansyah Kholiq; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.33874

Abstract

ABSTRAK Prevalensi gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Poncol pada tahun 2017 adalah sejumlah 10,26 %, dan merupakan kasus balita gizi kurang tertinggi di Kota Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi proses perencanaan, pelaksanaan dan hasil program penanggulangan gizi kurang. Jenis penelitian ini adalah penelitian jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 5 informan utama dan 6 informan triangulasi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara terkait evaluasi program penanggulangan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Poncol Kota Semarang dengan proses analisi data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pelacakan balita gizi kurang yaitu sebesar 88 % masih dibawah target yaitu 100 %. Penyuluhan dan konseling gizi belum maksimal karena masih kurangnya pengetahuan ibu mengenai pola asuh balita yang terkena gizi kurang. Capaian pemberian makanan tambahan yang masih dibawah sasaran 100 % yaitu sebesar 50 %. Pemberian Vitamin dan mineral yang terdapat salah sasaran karena terkendala data yang kurang lengkap. Saran untuk Puskesmas Poncol yaitu melakukan evaluasi hingga ke semua lini terutama masyarakat. Kata kunci: Gizi Kurang, Evaluasi, Program, Penanggulangan ABSTRACT The prevalence of undernutrition in infants in the working area of the Poncol Community health in 2017 is 10.26%, and is the case of a less-than-highest nutrient in Semarang. The purpose of this research is to know and evaluate the process of planning, implementation and outcome of undernutrition countermeasure program. This type of research is a qualitative research type study with a descriptive survey approach. The informant in this study amounted to 11 people consisting of 5 main informant and 6 triangulated informant. Sampling using purposive sampling techniques for data retrieval in this study is through interviews and documentation. The instrument used in this research is an interview guideline related to the evaluation of a lack of malnutrition program in the working area of the Community health centers Poncol Semarang with the process of data analysis of data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions and verification. The results showed that the tracking of nutritional infants was less than 88% constrained by the mother of malnourished infants who did not bring the balms to Posyandu. Counseling and nutritional counseling have not been maximized because there is still a lack of knowledge about the foster care of toddlers affected by less nutrition. The achievement of additional meals that are still below the target of 100% is 50%. The provision of vitamins and minerals that have been mistargeted due to less complete data constraints. Advice for Poncol Puskesmas is to evaluate to all lines especially the community. . Keywords: Undernutrition, evaluation, program, prevention
Penyelenggaraan Makanan, Tingkat Kecukupan Energi dan Status Gizi pada Siswi SMP 'Ain, Kasyful; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.33906

Abstract

Abstract According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 75 of 2013, the AKG needed by girls aged 13-15 years is 2000 kcal. Efforts to meet the energy needs and good nutrition of children through consumption in schools can be done through the provision of food in schools. The purpose of this study was to analyze the implementation of food in the dormitory and determine the level of energy sufficiency and nutritional intake of female students living in the boarding school. The research method is descriptive analysis using quantitative research methods with techniques cross sectional. The results of research in the Universe hostel is one form of organizing food that is not looking for profit. As much as 83.4% of the organization of food in the boarding school kitchen has been implemented well. There were 18 students (60%) who had good levels of energy adequacy. Students who have normal nutritional status and acceptability are 16 students (53.3%) out of 30 students. The conclusion of this research is that the implementation of food has been implemented well so that the level of energy sufficiency and nutritional intake of female students living in the boarding school has no problems and those who have normal nutritional intake and acceptability are more than half of all female students living in the boarding school. Keywords: food provision, boarding school, nutritional intake.
Faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Purwaningtyas, Melorys Lestari; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi anemia ibu hamil tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2015 adalah Puskesmas Karang Anyar 69,23%. Angka anemia ibu hamil di Puskesmas Karang Anyar dari tahun 2012 sampai dengan 2014 belum memenuhi target Kota Semarang kurang dari 20%. Tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil. Jenis penelitian observasional analitik, desain cross sectional. Populasi 272 ibu hamil, sampel 74 ibu hamil (simple random sampling). Analisis data dengan chi square dan regresi logistik. Hasilnya tidak ada hubungan antara pendapatan (p=0,578), pengetahuan (p=0,431), pendidikan (p=0,239), usia (p=1,000), kecukupan zat besi (p=0,578), protein (p=0,615), vitamin C (p=0,729), paritas (p=1,000), kebiasaan minum teh (p=0,953) dan ada hubungan status gizi (p=0,000) dengan kejadian anemia ibu hamil. Tidak ada hubungan antara pendapatan, pengetahuan, pendidikan, usia, tingkat kecukupan zat besi, protein, vitamin C, paritas, kebiasaan minum teh dengan kejadian anemia ibu hamil, ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia ibu hamil. Kata Kunci: Status Anemia, Ibu Hamil The highest prevalence of anemia among pregnant women in Semarang, 2015 was PHC Karang Anyar 69.23%. Anemia’s prevalence among pregnant women in PHC Karang Anyar from 2012 through 2014 have not reached the target of Semarang, less than 20%. This study investigated associate factors of anemia among pregnant women. This study was an analytic observational research, cross sectional design. The population was 272 pregnant women, sample 74 pregnant women (simple random sampling). Data analysis using chi square and logistic regression. The results show that income (p=0,578), knowledge (p=0,431), education (p=0,239), age (p=1,000), adequacy of iron (p=0,578), protein (p=0,615), vitamin C (p=0,729), parity (p=1,000), tea drinking habits (p=0,953), nutritional status (p=0,000). The conclution, there was not correlation between income, knowledge, education, age, adequacy of iron, protein, vitamin c, parity, tea dringking habits with anemia among pregnant women. There was correlation between nutritional status with anemia among pregnant women. Keywords: Anemia status, Pregnant women
Analisis Spasial Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian Kusta di Wilayah Pesisir Idayani, Titik Nur; Windraswara, Rudatin; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabupaten yang endemis kusta dengan angka prevalensi 1,24/10.000 penduduk. Kecamatan Kragan dan Sarang merupakan dua kecamatan dengan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 1,36/10.000 penduduk dan 9,41/10.000 penduduk. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian kusta adalah faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran spasial aspek lingkungan dengan kejadian kusta di Kecamatan Kragan dan Sarang yang tersebar di 14 wilayah desa. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang ditetapkan sebesar 19 kasus. Analisis data menggunakan analisis spasial dengan teknik overlay dan Average Nearest Neighboor (ANN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 11 responden tersebar di 9 desa dengan cakupan rumah sehat kurang baik (64,2%), sebesar 16 responden bertempat tinggal di dekat area persawahan (84,2%) dan 11 responden tinggal di dekat area perairan (57,9%) serta diketahui pola persebaran penyakitnya yaitu mengelompok dengan jarak terdekat 0 km dan jarak rata-ratanya 1,3 km. Kesimpulan penelitian ini yaitu lokasi persebaran kusta lebih banyak berada di dekat area persawahan dan pada desa yang cakupan rumah sehatnya kurang baik. Kata kunci: Kusta, Lingkungan, Tata Ruang Rembang is one of leprosy endemic district with the prevalence 1,24/10.000 population. Kragan and Sarang are two of subdistricts with the highest prevalence of 1.36/10.000 and 9.41/10.000 population. One of the factors that affect leprosy is environmental. The purpose is to know the description of environmental aspects with leprosy in Kragan and Sarang which spread in 14 villages. The type of this research is observational using descriptive approach. The samples were 19 cases. Data analysis was using spatial analysis with overlay technique and Average Nearest Neighboor. The result showed that 11 respondents were spread in 9 villages with coverage of healthy house did below health standard (64.2%), 16 respondents lived close to field area (84.2%), and 11 respondents lived close to water area (57.9%) and known that spread of leprosy pattern is clustered with a nearest distance and the average is 0 km and 1.3 km. The conclusion is the location distribution of leprosy more in the field area and villages with coverage of healthy house did below health standard. Keywords: Leprosy, Environment, Spatial
Keterlambatan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pringapus Andriani, Eva; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.18346

Abstract

Abstrak Puskesmas Pringapus mengalami peningkatan kasus Tuberkulosis (TB) Paru dari 34 kasus menjadi 41 kasus pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan berobat pasien TB Paru. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah total populasi didapatkan 35 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan fisher. Hasil menunjukkan bahwa pada variabel tingkat pendidikan (p = 0,012), status pekerjaan (p = 1,000), tingkat pendapatan (p = 0,002), tingkat pengetahuan (p = 0,018), jarak ke pelayanan kesehatan (p = 0,001), presepsi penderita (p = 0,005), riwayat tempat pengobatan (p = 0,279) dan gejala awal (p = 0,002). Simpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara variabel tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tingkat pengetahuan, jarak ke pelayanan kesehatan, presepsi penderita dan gejala awal dengan keterlambatan berobat pasien TB Paru dan tidak terdapat hubungan antara variabel status pekerjaan dan riwayat tempat pengobatan dengan keterlambatan berobat pasien TB Paru. Abstract Primary health care of pringapus had increased the case of Pulmonary TB from 34 cases to 41 cases in 2016. The study was conducted in 2017 and it was purposed to determine factors associated with treatment delay among pulmonary tuberculosis patients. The type of this research was analytic observational with cross sectional design. The sample of this study was total population of 35 respondents. The instrument used a questionnaire. Data were analyzed with chi-square and fisher test. The results were variable of education (p = 0,012), job status (p = 1,000), income (p = 0,002), knowledge (p = 0,018), distance to health service (p = 0,001), patient perception p = 0,005), history of treatment site (p = 0,279) and initial symptoms (p = 0,002). The concluded of this study was a correlation between the variables of education, income, knowledge, distance to health service, patient perception and early symptoms with treatment delay among TB patients and no relationship between job status and history of treatment sites with with treatment delay among TB patients. Keyword : Delay Treatment, Patients, Pulmonary Tuberculosis
Implementasi Kebijakan Ruang Laktasi di Tempat Kerja Sari, Nela Kusuma; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.26982

Abstract

Cakupan ASI eksklusif tahun 2016 di Kabupaten Semarang masih di bawah target nasional (80%) dan rata-rata cakupan ASI di Jawa Tengah (54,22%) yaitu sebesar 49,34%. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu masih sedikitnya tempat kerja yang menyediakan ruang lakasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sumberdaya dalam implementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja pada PT. Bina Guna Kimia Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan informan purposive sampling 7 informan utama dan 3 informan triangulasi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumberdaya dalam impementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja secara keseluruhan sudah cukup baik walaupun masih terdapat bagian yang belum sesuai. Saran penelitian ini adalah untuk menyesuaikan dengan Permenkes RI No. 15 Tahun 2013 dalam penyediaan sumberdaya dalam implementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja.
Pemetaan dan Perumusan Kompetensi Ahli Gizi Bidang Olahraga Mardiana, Mardiana; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30018

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Dalam dunia olahraga sepakbola 40 % atlet sepakbola memiliki asupan energi kurang. Begitu juga dengan asupan gizi pada atlet beladiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengembangkan kompetensi ahli gizi bidang olahraga. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Narasumber yang digunakan akademisi/ pakar gizi olahraga, pelatih dan pengurus organisasi profesi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli gizi bidang olahraga merupakan bagian dari lulusan ahli gizi, belum ada keahlian khusus yang diperoleh secara formal untuk bidang keahlian tersebut. Keahlian dasar seperti gizi dasar, biokimia, dan fisiologi tentu menjadi mutlak dikuasai oleh seorang ahli gizi olahraga. Kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat. Simpulan : kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat. ABSTRACT Background: In the world of soccer sports 40% of football athletes have less energy intake. Likewise with nutritional intake in martial arts athletes. The purpose of this study is to map and develop the competencies of nutrition experts in sports. Method: this study uses a qualitative descriptive approach. Resource persons used by academics / sports nutrition experts, trainers and administrators of professional organizations. The sampling technique uses purposive sampling and snowball sampling. Results: The results of the study show that nutritionists in sports are part of a nutritionist graduate, there is no special expertise that has been formally obtained for the field of expertise. Basic skills such as basic nutrition, biochemistry, and physiology certainly become absolutely controlled by a sports nutritionist. The ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition. Conclusions: the ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition.