Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

PERANAN PRODUK DUPA SETENGAH JADI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG BAGI MASYARAKAT PULAU BALI Ninik Indawati; Mohammad Ahsan; Sri Umi Mintarti; Nila Restu Wardani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.933 KB)

Abstract

Mata pencarian masyarakat desa Dalisodo sebagai pelaku usaha perlu ditingkatkan. Jumlah penduduk desa Dalisodo 2065 KK terdapat 654 KK pengrajin biting dupa dan 10 pelaku usaha dupa, hasil identifikasi kependudukan dan monitoring terhadap permasalahan yang ada oleh tim pengabdi di tahun kedua (2017), bahwa volume pengiriman dupa semakin pesat, setidaknya sekali pengiriman sebanyak 6 ton dan seminggu dua kali pengiriman. Pengiriman yang utama adalah kota Bali karena masyarakat Bali selalu menggunakan dupa sebagai ritualnya, dan kota Bali sangat tergantung dengan dupa setengah jadi dari kota Malang, karena ketika pengiriman terhambat maka akan terganggu kebutuhan dupa untuk kegiatan ritualnya. Dupa yang dikirim ke kota Bali adalah dupa setengah jadi yang belum harum, sehingga dupa sesampai di kota Bali diberi pewangi agar harum, dikemas dan selanjutnya siap untuk dipasarkan.  Sesuai temuan masalah yang ada, maka hal tersebut menjadi program kerja tim pengabdi Pada tahun 2017. Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai temuan adalah : 1) pelatihan pengembangan produk jadi dupa wangi, 2) penataan label, 3) pendampingan hak cipta loga dupa wangi, 4) pelatihan pemasaran online dan offline, dan 5) pembuatan company profile. Hasil yang dicapai pada program yang telah berjalan menunjukkan peningkatan pengetahuan pelaku usaha sangat tinggi. Pemahaman khalayak sasaran terhadap proses pelaksanaan kegiatan pelatihan khususnya saat pewangian dupa sangat meningkat.  Penerapan percontohan ipteks telah berhasil dilakukan oleh alah satu pelaku usaha dengan melakukan produksi dupa wangi dan dipasarkan. Program Kemitraan Wilayah ini telah berjalan dengan baik, sesuai program yang telah ditetapkan.
POTENSI UNGGULAN DESA PETUNGSEWU KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Endi Sarwoko; Iva Nurdiana; Mohammad Ahsan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.846 KB)

Abstract

Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang merupakan salah satu desa penghasil Dupa untuk keperluan masyarakat yang beragama Hindu. Permasalahan yang dihadapi masyarakat pengrajin Dupa di Desa Petungsewu salah satunya adalah kendala keterbatasan lidi bambu sebagai bahan baku untuk memproduksi Dupa, bahkan untuk memenuhi kebutuhan lidi bambu, harus didatangkan dari luar Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan tujuan (1) membantu masyarakat pengrajin Dupa untuk bisa meningkatkan produksi lidi bambu sebagai bahan baku dupa, agar biaya produksi bisa lebih efisien; (2) meningkatkan pendapatan masyarakat selain produksi dupa juga memproduksi lidi dupa maupun lidi bambu untuk sate. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah sebagai berikut (1) Alih Teknologi mesin pembuat lidi bambu; (2) Pelatihan dan pendampingan manajemen produksi dan keuangan; (3) Pelatihan manajemen pemasaran. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah (1) jumlah produksi lidi untuk dupa meningkat; (2) masyarakat memiliki bisnis tambahan yaitu mampu memproduksi lidi baik untuk memenuhi kebutuhan produksi dupa maupun untuk dijual; (3) pendapatan masyarakat meningkat. Potensi sumberdaya alam di Desa Petungsewu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang berupa pohon bambu yang cukup melimpah bisa memiliki nilai tambah bagi masyarakat.