Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengabdian Perbaikan Fasilitas Mesin Produksi Keripik Tempe di Panti Asuhan Bhakti Luhur Chandra Sundaygara; Dwi Wahyuningsih; Kurriawan Budi Pranata; Solikhan Solikhan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.84 KB) | DOI: 10.33366/japi.v4i1.1219

Abstract

Bhakti Luhur merupakan panti asuhan orang cacat tubuh, cacat bicara, dan down syndrome. Panti ini memiliki komitmen untuk meningkatkan ketrampilan berwirausaha bagi kaum disabilitas. Namun, hal itu terkendala oleh fasilitas panti asuhan yang mengandalkan donasi santunan yang bersifat sukarela. Sehingga tidak dapat dijadikan pengembangan fasilitas yang berkelanjutan. Meskipun demikian, keterbatasan fasilitas panti asuhan tidak menyurutkan semangat pengelola untuk melatih orang disabilitas menjadi wirausahawan yang mandiri. Salah satu minim fasilitas tersebut pada ketrampilan pembuatan camilan keripik tempe. Selama ini, keripik tempe di panti asuhan dibuat dengan cara tradisional. Tempe diiris tipis dengan pisau untuk menjadi keripik. Akibatnya bentuk irisan tidak homogen dan waktu produksi menjadi sangat lama. Teknologi yang ditransfer dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pengadaan alat perajang keripik tempe menggunakan metode pengiris semi otomatis. Mesin perajang yang diterapkan bersifat portable, safety bagi penyandang disabilitas serta dapat mempersingkat waktu produksi. Melalui metode pelaksanaan kegiatan ceramah, diskusi, demplot pendampingan dan demonstrasi mesin produksi telah didapatkan hasil kegiatan pengabdian ini meliputi (1) Peningkatan fasilitas (2) Peningkatan ketrampilan berwirausaha, (3) Mempersingkat waktu produksi (4) Bertambahnya wawasan Mitra pentingnya pengelolaan proses produksi yang safety bagi penyandang disabilitas. Kesimpulan sebelum dan sesudah dari kegiatan ini yaitu, meminimalisir kecelakaan kerja. Selain itu, waktu produksi menjadi singkat, sebelumnya butuh 2 jam sekarang menjadi 30 menit.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Berdasarkan Langkah-Langkah Polya Pada Materi Pemuaian Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Wagir Maria Faustina Bhenge; Chandra Sundaygara; Sholikhan
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah merupakan bagian penting dalam suatu proses pembelajaran matematis salah satunya yaitu dalam pembelajaran fisika. Pemecahan masalah diartikan sebagai suatu usaha atau jalan keluar dari suatu kesulitan. Tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah pada materi pemuaian zat berdasarkan langkah-langkah polya pada kelas VII E yang berjumlah 22 siswa di SMP Negeri 2 Wagir. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh: persentase rata-rata siswa adalah 66,18% dengan skor terendah 53% dan skor tertinggi 83% sehingga disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah seluruh siswa masuk dalam kriteria sedang (66,18%).
Pengembangan Buku Ajar Berbasis PjBL dengan Pendekatan STEM untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Fluida Statis Kelas XI SMA Ogiarto Ate; Chandra Sundaygara; Kurriawan Budi Pranata
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 4 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v4i4.8226

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh buku ajar pembelajaran fisika berbasis PjBL dengan pendekatan STEM untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan mengetahui kelayakan serta respon pengguna terhadap buku ajar ini pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R & D). Desain penelitian ini menggunakan desain 3-D yaitu; Define, Desain and Develop. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket, dan soal Preetest-Postest. Data penelitian berupa data uji kelayakan oleh validator dan data uji coba terbatas yang diberikan kepada guru fisika dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) uji kelayakan yang diperoleh dari validasi ahli media dan ahli materi diperoleh nilai rata-rata uji kelayakan sebesar 90.23 % yang berada pada kategori sangat baik/sangat layak digunakan, (2) hasil uji coba terbatas terhadap siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 87.95 % yang berada pada kategori sangat baik, (3) hasil uji N-gain terhadap tingkat pemahaman konsep siswa setelah menggunakan buku ajar ini memperoleh nilai sebesar 0.67 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan data hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa buku ajar berbasis PjBL-STEM layak digunakan sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik
E-Module of Physics Science Integrated with Sustainable Development Goals to Enhance Students' Environmental Literacy Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Sudi Dul Aji; Arief Rahman Hakim; Chandra Sundaygara; Anatolia Gurtin; Muhammad Nur Hudha
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v7i1.6844

Abstract

This study aims to produce a product of an electronic module on the subject of energy to enhance students' environmental literacy. This research was a research and development (R&D) using the ADDIE development model which includes: 1) the initial needs analysis stage to determine the needs of students and teachers, 2) the design stage which included collecting references, instruments and designing and creating an e-module of the science of physics integrated Sustainable Development Goals (SDGs), 3) the development of e-modules was carried out using the Canva application, Fliphtml and validation of material and media experts, 4) small-scale trials conducting interviews with students and teachers to obtain qualitative data in-depth, 5) evaluation from users, namely students and subject teachers. The assessment included 1) a Media expert test; 2) a material expert test; 3) user tests; 4) a small-scale test. The results of this study showed that: (1) the SDGs integrated science e-module was produced to enhance students' environmental literacy (2) the quality of the science e-module for students was developed according to material experts and media experts to have very good quality (VG) with the ideal percentage of each 83.00% and 98.00%. (3) the teacher's response to the student module is Very Good (VG) with an ideal percentage of 98%. Meanwhile, the student's response to the student's science e-module is Strongly Agree with an ideal percentage of 83.00%. Based on the results of this study, it can be concluded that the Science E-Module Integrated to  SDGs has met the criteria of being feasible and effective for enhancing students'  environmental literacy skills seen from the responses of media experts, material expert responses, students’ responses and trials.
Improving the Independence of Small and Medium Enterprises through Strengthening the Management of Plastic Waste Management Businesses in Kedung Kandang District, Malang City Rita Indah Mustikowati; Maris Kurniawati; Chandra Sundaygara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v4i2.1929

Abstract

Purpose: Plastic recycling is important for environmental conservation and is also a form of business unit that provides employment opportunities for the surrounding community. The plastic waste management business has good prospects, because the reality is that until now the raw materials for plastic recycling production still have to be imported to meet production needs. This Community Partnership Empowerment (PKM) focuses on efforts to increase the independence of small and medium enterprises (SMEs) engaged in the management and recycling of plastic waste. Method: The methods used to overcome the problems faced by partners are business management training through business planning for business development, so that partner businesses tend to stagnate and training in applying financial management properly, so that the development of capital, assets, and business profits has not been measured. Conclusion: increase partner independence through strengthening plastic waste management business management and increase partner knowledge about a comprehensive management system