Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DISCOVERY LEARNING BERBASIS FLIPPED CLASS TERHADAP AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP Klotilda Jenirita; Nurul Ain; Chandra Sundaygara
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v3i1.4810

Abstract

This study aims to determine the effect of the flipped class-based discovery learning model on students' activities and conceptual mastery. The population in this study were all students of class VIII SMP Negeri 02 Singosari Malang. Sampling using purposive sampling technique. The sample chosen was class VIII A as the experimental class with 28 students and class VIII B as the control class with 29 students. The research design used was a quasi experiment and the research design used a postets only control group design. The data analysis used two-way ANOVA. Based on the results of the research that has been done, it is found that there is an effect of the discovery learning model based on flipped class on students' activities and conceptual mastery.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS DAN MOTIVASI SISWA Felisitas Dayanti; Chandra Sundaygara; Kurriawan Budi Pranata
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 2 No. 4 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v2i4.4924

Abstract

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran Creative Problem Solving untuk meningkatkan literasi sains dan motivasi belajar siswa kelas VIII-A SMP PGRI 6 Malang. Creative Problem Solving (CPS) adalah pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan kreativitas. Model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat menciptakan pembelajaran yang dapat merangsang siswa menyelesaikannya secara kreatif sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Subjek penelitian siswa kelas VIII-A SMP PGRI 6 Malang yang berjumlah 25 siswa. penelitian ini dilakukan dua siklus. Jenis penelitian ini PTK (Classroom Action Research) yang masing-masing siklus terdiri dari tahapan-tahapan (1) Perencanaan (planing), (2) pelaksanaan (acting), (3) observer (observation), (4) refleksi (reflecting). Prosedur pengumpulan data melalui observasi dan tes.Hasil penelitian keterlasanaan pembelajaran pada siklus I adalah 70,2% berada pada kualifikasi cukup biak dan pada siklus II 87,19 berada pada kualifikasi baik, sedangkan literasi sains pada siklus I rata-rata kemampuan siswa 75,17 dan pada sisklus II rata-rata kelas 80,08 dan motivasi belajar siswa pada siklus I 60.42% dan pada siklus II 86,12%`. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan literasi sains dan motivasi belajar siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS X SMA ISLAM KEPANJEN Arista Suriati; Chandra Sundaygara; Maris Kurniawati
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 3 No. 3 (2021): September
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v3i3.6053

Abstract

Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis tinggi akan memiliki kemampuan memecahkan masalah atau persoalan dengan efisien. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, interpretasi, eksplanasi, dan regulasi diri, ditemukan permasalahan pada siswa kelas X MIPA SMA Islam Kepanjen yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis. Permasalahan yang dihadapi yaitu siswa sulit menjawab soal-soal uraian yang diberikan, sulit mengajukan pertanyaan pada materi yang sudah diajarkan, dan sulit memberikan alasan dalam menjawab pertanyaan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA Islam Kepanjen pada materi gerak lurus dan gerak melingkar dan mengidentifikasi komponen berpikir kritis siswa pada sub keterampilan analisis, evaluasi, interpretasi dan eksplanasi. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian siswa kelas X MIPA 2 di SMA Islam Kepanjen dengan jumlah 22 peserta didik yang terdiri dari 18 peserta didik perempuan dan 4 peserta didik laki-laki. Hasil pengumpulan data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIPA 2 SMA Islam Kepanjen memperoleh rata-rata 70,06, dan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa pada indikator interpretasi 87,64, analisis 73,3, eksplanasi 62,64 evaluasi 56,67. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas X MIPA 2 SMA Islam Kepanjen pada materi gerak lurus dan gerak melingkar masuk dalam kategori cukup kritis, dan tingkat kemampuan berpikir kritis pada indikator interpretasi masuk pada kategori sangat kritis, keterampilan analisis, eksplanasi serta evaluasi masuk pada kategori cukup kritis.
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PICTORIAL RIDDLE DAN PROBLEM BASED LEARNING SECARA DARING Yasinta Medi; Maris Kurniawati; Chandra Sundaygara
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 3 No. 3 (2021): September
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v3i3.6143

Abstract

Tujuan penelitian ini guna mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar fisika siswa antara siswa yang belajar mempergunakan pembelajaran Pictorial Riddle serta model pembelajaran PBL secara daring berbantuan aplikasi Google Classroom dan Whatsapp. Mempergunakan jenis penelitian quasi experiment dengan pretest-postest control group design. Terdapat kelas yang digunakan sebagai sampel yaitu VIII A serta VIII B dengan populasi semua siswa kelas VIII SMP NEGERI 2 Wagir. Instrumen yang dipergunakan yaitu prestasi belajar siswa dan lembar keterlaksanaan model pembelajaran. Prestasi belajar siswa melalui soal tes pilihan ganda sedangkan lembar keterlaksanaan model pembelajaran diperoleh melalui lembar observasi. Analsis uji anova satu jalur yaitu cara yang peneliti gunakan untuk menganalisis data dalam penelitian tersebut. Dan hasilnya menunjukan bahwa: (1) Keterlaksanaan model pembelajaran pictorial riddle dan pembelajaran PBL secara daring berbantuan google classroom dan Whatsapp dapat dikategorikan sangat baik. Dilihat presentase keterlaksanaannya yaitu 95% sedangkan pada model pembelajaran PBL memperoleh presentase 92%. (2) Terdapat ketidaksamaan prestasi belajar fisika siswa antara siswa yang mempergunakan model pembelajaran Pictorial Riddle serta model pembelajaran PBL berbantuan aplikasi google classroom dan whatsapp. Taraf signifikansi didapatkan 0,002 < 0,05. Nilai rata-rata pretasi belajar fisika siswa yang belajar dengan Pictorial Riddle adalah 77,50 dan yang menggunakan model pembelajaran PBL 71,31.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN METODE PROBING PROMPTING DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Intan Rambu Hidda; Chandra Sundaygara
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 3 No. 3 (2021): September
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v3i3.6156

Abstract

This study aims to (1) determine the difference in learning achievement between students who learn using discovery learning model with probing promting method and students who learn using discovery learning model; (2)) knowing the differences in student achievement for high and low motivation in the experimental class and the control class based on the learning model used; (3) to determine the interaction between discovery learning models and the probing prompting method with motivation on student achievement in SMP Negeri 6 Singosari in the 2019/2020 school year. This type of research is a quasi-experimental design with a posttest only control design group. The population in this study were all students of class VII and the research sample consisted of 25 class VII A as the experimental class and 22 students of class VII C as the control class. The sampling technique used was purposive sampling. The data were collected from the questionnaire on learning motivation and student achievement tests and then analyzed using the variant test (ANOVA). The results showed that: (1) There is a difference in student achievement between students who learn using discovery learning models with probing prompting and students who learn using discovery learning models with a value of Fcount = 19.101 ≥ Ftable = 0.361 at a significant level of 0.000 <0.05 ( 2). The student's physics learning achievement value in the experimental class was higher than the control class. Therefore, the level of self-motivation is higher for the experimental class than the control class. (3) There is an influence of the interaction between discovery learning models with probing prompting and student learning motivation on student achievement with a value of Fcount = 1.013 ≥ Ftable = 0.361 at a significant level of 0.318 <0.05. The conclusion of this research is that physics learning using discovery learning model with probing prompting method has a positive effect on student learning motivation and student achievement, but the learning model and student learning motivation have a separate effect on student achievement. Keywords: Discovery Learning, Probing Prompting, Learning Motivation, Achievement Study
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA KELAS VIII B DI SMP PGRI 02 PAKISAJI Rambu Kassi; Sudi Dul Aji; Chandra Sundaygara
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 3 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v3i4.6383

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui tingkat keterampilan berpikir kreatif dengan indikator kelancaran, keluwesan dan kebaruan untuk menyelesaikan soal siswa dalam materi fisika, khususnya pokok pembahasan getaran, gelombang dan suara kelas VIII B di SMP PGRI 02 Pakisaji tahun 2020/2021. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yg diperoleh tingkat keterampilan berpikir kreatif siswa yaitu 3 siswa memiliki tingkat cukup kreatif dalam mengerjakan soal, 10 peserta didik memiliki tingkat kurang kreatif dalam mengerjakan soal fisika dan 9 siswa yang memiliki tingkat tidak kreatif dalam mengerjakan soal fisika. Dan untuk data yang dianalisis hanya diambil masing-masing 2 subjek dari tingkat kreativitas yang cukup, kreativitas kurang dan tidak memiliki kreativitas. Disimpulkan banyak siswa yang kurang bisa berpikir kreatif untuk memecahkan soal fisika.
WORKSHOP PENINGKATAN KUALITAS SDM BAGI CALON GURU FISIKA MELALUI MEDIA PRAKTIKUM KOMPONEN ELEKTRONIKA PASIF DAN AKTIF Kurriawan Budi Pranata; Chandra Sundaygara; Muhammad Sayadi; Sholikan Sholikan Sholikan; Hari Wijaya; Muhammad Ghufron
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2020): Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v3i2.584

Abstract

: Prospective physics teachers are the seeds of the next generation to spread science. But the understanding of science has been balanced with standard laboratory facilitation. In fact there are still many public and private schools that do not have adequate laboratory facilities. Whereas a physics teacher candidate must be able to teach in all fields and conditions. This is a challenge for prospective physics teachers. So the importance of conducting workshops to conduct a learning approach using methods of using practicum media by optimizing the surrounding environment such as the use of passive and active electrical component materials. The implementation of this activity is carried out for six hours consisting of 1. Introduction 2. Characterization 3. Implementation. The results of this dedication activity the prospective physics teachers are very enthusiastic because so far the physics candidates are only limited to knowing but do not understand the physical or physical meaning.
Pengaruh Multiple Representation pada Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Dasar II Mahasiswa Fisika Chandra Sundaygara; Denanda Gaharin
Momentum: Physics Education Journal Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.659 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v1i2.1863

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine the effect of multiple representation on problem based learning (PBL) on the mastery of basic physics concept 2. Tyoe of research is quasy experiment using postest only control group design. The subject of the study consisted of two group which the experimental group of students who studied with the PBL with multiple representation of 1 class and control group of students who studied with PBL. Data nastery of basics physics concept 2 through from the student’s test after got treatment. The result of this study indicate that the mastery basic concept 2 of student who learn with PBL model with multiple representation higher than students who learn with PBL. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh multiple representation pada pembelajaran berbasis masalah (PBM) terhadap penguasaan konsep fisika dasar 2. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen menggunakan posttest only control group design. Subyek penelitian dipilih secara random klaster. Subyek penelitian terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen yaitu mahasiswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan multiple representation 1 kelas dan kelompok kontrol yaitu mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah 1 kelas. Data penguasaan konsep fisika dasar 2 diperoleh melalui tes yang dilaksanakna setelah Mahasiswa mendapat perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep fisika dasar 2 mahasiswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan multiple representation lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis masalah
Pengembangan bahan ajar media pembelajaran fisika dengan pendekatan multi representasi untuk meningkatkan kemampuan pembuatan alat-alat praktikum calon guru fisika Chandra Sundaygara; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Muhammad Nur Hudha
Momentum: Physics Education Journal Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.7 KB) | DOI: 10.21067/mpej.v2i2.2709

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan ajar media pembelajaran fisika berbasis multi representasi untuk mengembangkan kemampuan membuat dan merangkai alat-alat percobaan fisika dan mengetahui kelayakan serta respon siswa terhadap bahan ajar ini pada materi listrik dan magnet. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Desain penelitian menggunakan desain Four-D yaitu Define, Desain, Develop, Disseminate oleh Thiagarajan, dkk., 1974. Instrumen penelitian adalah angket. Data penelitian terdiri dari data uji kelayakan oleh validator dan data ujicoba terbatas yang diberikan kepada mahasiswa yang diperoleh melalui pemberian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Uji kelayakan yang didasarkan validasi ahli media dan ahli materi diperoleh nilai rata-rata uji kelayakan sebesar 3,51 yang dikategorikan baik/valid sehingga bahan ajar layak digunakan, (2) Respon siswa terhadap bahan ajar media pembelajaran fisika berbasis multi representasi melalui ujicoba terbatas diperoleh nilai rata-rata ujicoba terbatas sebesar 3,58 yang dikategorikan baik/valid Kata Kunci: Bahan Ajar, Multi Representasi, Media pembelajaran Fisika
PENINGKATAN USAHA UKM KERUPUK PULI MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN PENGEMASAN PRODUK Chandra Sundaygara; Riski Nur Istiqomah Dinnullah
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i2.5491

Abstract

Kerupuk puli merupakan produk makanan berbahan dasar beras yang sangat digemari oleh masyarakat. Kerupuk ini mudah dijumpai dimana saja. Selain harganya yang murah, kerupuk ini banyak disukai masyarakat karena rasanya gurih dan mudah didapat. Hal inilah yang menjadikan masyarakat banyak membuka peluang usaha dengan menjual kerupuk puli tersebut. Beberapa diantara UKM yang telah mengelola usaha pembuatan kerupuk puli ini adalah UKM milik Ibu Yati yang bertempat di Kelayatan Gang 2, RT 10, RW 12 Desa Sukun, Kecamatan Sukun,  Kota Malang, Jawa Timur. Pemilik UKM tersebut menjadi mitra dalam kegiatan PKM ini. Permasalahan yang ada pada mitra ini adalah proses pengemasan yang kurang baik. Selama ini mitra menggunakan lilin dalam mengemas kerupuk puli yang telah dikemas dalam plastik. Kurang merekatnya plastik yang direkatkan tersebut menyebabkan kerupuk terkontaminasi dengan udara luar sehingga mudah melempem dan menjadi kurang higienis. Oleh karena itu, tujuan dari diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan dan pelatihan manajemen pengemasan produk kerupuk puli kepada mitra UKM Kerupuk Puli. Metode yang digunakan adalah transfer ilmu pengetahuan terkait dengan desain merk dagang maupun manajemen pengemasan yang menarik kepada pemilik usaha. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra memiliki tambahan pengetahuan  terkait pengemasan produknya agar lebuh baik dan menarik serta mampu membuat merk dagang sederhana. Sementara, dampak positif yang terjadi setelah dilakukan kegiatan ini adalah mitra mampu menghasilkan produk kerupuk puli yang lebih berkualitas dikarenakan dengan proses pengemasan yang baik kemasan kerupuk tidak akan mudah bocor sehingga kerupuk tidak mudah melempem (tetap renyah).