Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh asupan protein dan zink pada anak stunting di Kabupaten Kuningan Saprudin, Nanang; Igustia, Tia; Nengsih, Neneng Aria
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i2.1108

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada anak yang dicirikan dengan perawakan pendek. Faktor nutrisi seperti defisit protein dan zink diduga sebagai faktor yang berhubungan dengan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein dan zink dengan stunting pada anak.Metode: Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan retrospektif. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi sebanyak 44 anak stunting dan teknik sampling menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan microtise, kuisioner, lembar observasi dan catatan medis. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan uji bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: Sebagaian besar responden (52,3 %) konsumsi protein baik, sebagian besar responden (56,8 %) konsumsi zink kurang serta sebagian besar (61,4 %) termasuk kategori stunting sangat pendek. Uji chi square menunjukan konsumsi protein memiliki p value (0,011) dan konsumsi zink dengan p value (0,004).Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi protein dan zink dengan stunting pada anak.
Rukhsah KONSEP RUKHSAH RELEVANSINYA DENGAN IDDAH WAFAT WANITA KARIER DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: Rukhsah, Iddah dan Wanita Karier Nanang Saprudin; Sayehu; Musthofa, Usman
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v6i1.21695

Abstract

Islam bukanlah agama diskriminatif karenanya sangat menghargai hak-hak perempuan akibat perceraian. Seorang istri yang telah kehilangan suaminya mereka diminta untuk menjalani masa iddah. Dilarang bagi seorang wanita untuk meninggalkan rumah atau menikah lagi selama ia masih dalam masa iddah setelah bercerai dari suaminya. Dengan pengecualian keadaan darurat atau keadaan yang mendesak, hukum negara juga berlaku untuk wanita karier yang telah berpisah atau bercerai dari suaminya. Oleh karena itu maka dalam penlitian bertujuan membahas tentang: Rukhsah bagi wanita karier yang sedang iddah wafat, dan Pandangan hukum Islam terhadap iddah wafat. Penulisan penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian hukum normatif, yang mengintegrasikan pendapat ahli hukum dengan buku, jurnal, naskah, dan metode hukum Islam. Metode penelitian perpustakaan (library research) akan digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian ini. Sumber bahan hukum primer dan sekunder yaitu bahan pustaka yang diperoleh dari undang-undang dan buku atau jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Bahwa qdari qsudut qpandang qagama qdan qkebajikan qterhadap qperempuan qsudah qwajar qdiberlakukannya qundang-undang. qNamun, qlarangan qtertentu qterhadap qperempuan qyang qterlibat qdalam qperilaku qiddah qdapat qmenemukan qbeberapa qalasan quntuk qmenjadikannya qundang-undang qyang qberlaku quntuk qsemua qwaktu qdan qsituasi.  Kemudian Pandangan hukum Islam terhadap iddah wafat, telah jelas Kompilasi Hukum Islam dan Undang-undang Perkawinan menyatakan bahwa pada dasarnya wanita yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya wajib 70  menjalani masa iddah dan ihdad selama 4 bulan 10 hari dengan mematuhi larangannya, tetapi saat ini terdapat perbedaan yaitu tuntutan yang harus dipenuhi yaitu bekerja dikarenakan berada di dalam keadaan darurat, seperti tidak ada yang dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya.   Kata Kunci: Rukhsah, Iddah dan Wanita Karier
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RS JUANDA KUNINGAN TAHUN 2023 Sudirman, Rany Muliany; Saprudin, Nanang; Pricilla, Cucu Ratna Dewi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.866

Abstract

Latar Belakang : Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang menyumbang kasus kematian ibu tertinggi di Indonesia, angka kematian ibu di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 sebanyak 96 per 100.000 kelahiran hidup, preeklamsia menempati urutan pertama penyebab kematian ibu di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia di RS Juanda Kuningan Tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional, populasi sebanyak 401 ibu hamil dan sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 201 responden. Sumber data menggunakan data sekunder dan instrumen penelitian yang digunakan yaitu rekam medis, analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden termasuk dalam kategori usia berisiko (<20 th dan >35 th) yaitu sebanyak 119 responden (59,2%), hampir setengahnya responden termasuk dalam kategori IMT overweight yaitu sebanyak 85 responden (42.3%), dan sebagian besar responden mengalami preeklamsia yaitu sebanyak 135 responden (67,2%). Terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian preeklamsia p value 0,000 dan OR 3.760, terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia p value 0,000. Simpulan dan saran : Terdapat hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS Juanda Kuningan Tahun 2023. Disarankan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan ANC secara rutin dan program hamil diusia yang tepat untuk mencegah terjadinya preeklamsia.
HUBUNGAN KONSUMSI PROTEIN DAN ZINK SERTA RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN DI UPTD PUSKESMAS LAMEPAYUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2023 Saprudin, Nanang; Igustia, Tia; Nengsih, Neneng Aria
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.871

Abstract

Stunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang, dan riwayat penyakit infeksi yang berpengaruh langsung terhadap 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis. Hasil studi pendahuluan didapatkan responden yang mengalami stunting disebabkan karena anak kurang mengonsumsi asupan protein dan zink, serta kurangnya menjaga kebersihan rumah yang menyebabkan anak mudah terserang penyakit infeksi. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 0-5 tahun. Jenis penelitian analitik retrosfektif dengan desain penelitian crossectional. Populasi seluruh anak stunting di UPTD Puskesmas Lamepayung. Jumlah sampel sebanyak 44 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, microtoise untuk mengukur tinggi badan, catatan rekam  medis, dan kuesioner yang sudah diuji validitas. Analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi serta analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden (52,3%) memiliki konsumsi protein yang baik, sebagian besar (56,8%) memiliki konsumsi zink kurang, sebagian besar (61,4%) stunting dengan kategori sangat pendek dan hampir seluruh responden (93,2%) memiliki riwayat penyakit infeksi dalam tiga bulan terakhir. Hasil analisis bivariat : konsumsi protein (p value = 0,025), konsumsi zink (p value = 0,009), riwayat penyakit infeksi (p value = 0,018). Terdapat hubungan antara konsumsi protein dan zink serta riwayat penyakit infeksi dengan stunting pada anak usia 0-5 tahun di UPTD Puskesmas Lamepayung Kabupaten Kuningan Tahun 2023. Disarankan kepada para orang tua untuk memberikan asupan protein dan zink seperti, daging, aneka seafood, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan untuk mengurangi risiko terjadinya stunting. Selain itu, kebersihan lingkungan sangat penting untuk kesehatan anak dan keluarga agar tidak mengalami penyakit infeksi secara berulang.
Pengaruh asupan olahan lokal bubur creamy labu kuning terhadap peningkatan berat dan tinggi badan balita stunting Rusmianingsih, Nining; Nengsih, Neneng Aria; Saprudin, Nanang; Syawalia, Daniar Rahma
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/564swj40

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang ditandai dengan perawakan pendek. Prevalensi Stunting cenderung terus meningkat di Kabupaten Kuningan. Labu kuning kaya nutrisi yang baik untuk balita Stunting. Penelitian mempunyai tujuan menganalisis pengaruh pemberian labu kuning terhadap perubahan berat dan tinggi badan balita Stunting.Metode: Desain quasi eksperimental dengan nonequivalent control group. Sampel sebanyak 36 balita Stunting menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen menggunakan timbangan badan, mikrotuase dan SOP. Waktu pemberian bubur creamy labu kuning setiap hari selama 3 minggu. Analisis data menggunakan uji-t dependent dan uji-t independen.Hasil: Terdapat peningkatan berat badan (0,76 kg, p =0,000) dan tinggi badan (1,28 cm, p= 0,000). Terdapat peningkatan berat badan (0,27 kg, p= 0,000) dan tinggi badan (0,93 cm, p= 0,006). Tidak terdapat perbedaan berat dan tinggi badan kelompok intervensi dan kontrol (intervensi p=0,179 dan kontrol p=1,000).Kesimpulan: Kelompok intervensi lebih signifikan dalam meningkatkan berat dan tinggi badan balita Stunting dibandingkan dengan kelompok kontrol. Orang tua agar menyusun menu harian yang mengandung olahan lokal bubur creamy labu kuning dalam berbagai bentuk seperti puree, puding, atau campuran bahan lain untuk mendukung pertumbuhan tinggi dan berat badan balita Stunting.
Pengaruh bolu kukus pisang kepok terhadap peningkatan berat dan tinggi badan balita stunting Nengsih, Neneng Aria; Sudirman, Rany Muliany; Saprudin, Nanang; Badriah, Dhiya
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bqxaq592

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Kuningan khususnya CigandaMekar menjadi prioritas utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia karena tingginya prevalensi stunting pada balita. Perlu adanya olahan bahan lokal  dari pisang kepok kaya nutrisi dan berpotensi meningkatkan tinggi dan berat badan balita. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh olahan pisang kepok terhadap perubahan berat dan tinggi badan balita stunting. Metode: Quasi eksperimental dengan model nonequivalent control group. Sampel sebanyak 36 balita stunting yang dibagi menjadi kelompok intervensi (18 balita) dan kelompok kontrol (18 balita) dipilih secara consecutive sampling. Instrumen terdiri dari timbangan berat badan, microtoise serta SOP. Olahan lokal pisang kepok diberikan setiap hari selama 3 minggu. Data dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan independent samples t-test. Hasil : Pada kelompok intervensi terdapat peningkatan berat badan (0,72 kg dengan nilai p=0,026) dan tinggi badan (0,87 cm dengan nilai p=0,000). Pada kelompok kontrol terdapat peningkatan berat badan (0,08 kg dengan nilai p=0,000) dan tinggi badan (0,45 cm dengan nilai p=0,001). Terdapat perbedaan signifikan rata-rata berat dan tinggi badan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dengan nilai p=0,000 dan p=0,001. Kesimpulan : Kelompok intervensi lebih signifikan dalam peningkatan berat dan tinggi badan balita stunting dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap regulasi fisiologi tubuh bayi dengan berat badan lahir rendah Saprudin, Nanang; Nengsih, Neneng Aria; Hoerunnisya, Tasha
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ywz2p661

Abstract

Latar Belakang: Bayi dengan berat badan lahir rendah beresiko tinggi mengalami gangguan homeostatis. Terapi murottal Al-Qur’an diduga efektif membantu pemulihan regulasi fisiologis tubuh bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap perubahan fisiologi tubuh bayi berat badan lahir rendah.Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 32 bayi dengan teknik consecutive sampling. Terapi diberikan selama 15 menit dua kali sehari selama lima hari menggunakan speaker bluetooth. Data dikumpulkan menggunakan SPO, pulse oximeter, termometer digital dan stetoskop,  kemuadian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test.Hasil: Pada kelompok intervensi diperoleh saturasi oksigen (95,50%-97,10%) (p=0,000), frekuensi napas (55,50-51,44 x/menit (p=0,002), frekuensi jantung (153-150 x/menit (p=0,000), suhu tubuh (36,1°C-36,5°C) (p=0,003). Sedangkan kelompok kontrol yaitu saturasi oksigen (95,88%-97,06%) (p=0,000), frekuensi napas (55,31-52,06 x/menit (p=0,002), frekuensi jantung (155,1-154,6 x/menit (p=0,000), serta suhu tubuh (35,9°C-36,0°C) (p=0,628).Kesimpulan: Terapi murottal efektif memperbaiki parameter fisiologis bayi berat badan lahir rendah. Murottal bisa dimasukan sebagai bagian manajemen bayi berat badan lahir rendah.