Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

TINGKAT STRES MAHASISWA KEPERAWATAN STIKKU AKIBAT PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nanang Saprudin; Nonny Yulia Sabrina
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 01 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i1.474

Abstract

Adanya pandemi covid 19 berdampak terhadap perubahan segala aspek kehidupan termasuk dunia akademik. Pembelajaran yang selama ini dilaksanakan secara tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring. Belum maksimalnya penguasaan teknologi informasi serta terbatasnya akses internet bagi pengguna layanan infromasi dikalangan mahasiswa menjadi hambatan tersendiri dalam capaian pembelajaran yang tentunya mengakibatkan tingkat stres bagi mahasiswa. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara metode pembelajaran jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa prodi S1 keperawatan STIKKU dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 220 mahasiswa. Teknik sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar (57,3 %) metode pembelajaran daring kurang efektif dan hampir sebagian mahasiswa (41,8 %) mengalami stres sedang. Hasil uji chi-square didapatkan p value =0,002 < α (0,05) artinya terdapat hubungan antara metode pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 dengan tingkat stress mahasiswa. Simpulan penelitian yaitu stres yang dialami mahasiswa S1 Keperawatan STIKKU disebabkan oleh metode pembelajaran daring yang kurang efektif. Saran bagi prodi bisa memperkaya pembelajaran daring dengan memasukan berbagai video pembelajaran menarik serta membentuk donasi bersama dalam penyediaan kuota bagi mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran online.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP BOUGENVILLE, MAWAR DAN CEMPAKA II RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2018 Hamka Pebriansah; Nanang Saprudin
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan elemen penting di rumah sakit yang harus mempunyai kemampuan melaksanakan asuhan keperawatan. Dalam hal ini adalah discharge planning yang merupakan hubungan terintegrasi antara perawat, rumah sakit, pasien dan keluarga secara komprehensif. Hasil pengamatan studi pendahuluan; dari 10 perawat diwawancara, 2 perawat sudah mengetahui sebatas kulit luarnya saja, sementara 8 lainnya bahkan mengetahui jika discharge planning hanya proses pemulangan pasien saja, hal ini melatarbelakangi penulis tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis hubunganan tentang pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di ruang Bougenville, Mawar dan Cempaka II RSUD “45” Kuningan. Hasil penelitian menunjukan 66,7% perawat mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, 73,8% perawat dapat menerapkan discharge planning dengan baik. Hasil uji statistic dengan chi-square menunjukkan chi-square hitung nilai p value = 0,016 maka nilai p value < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap Bougenville, Mawar dan Cempaka II RSUD “45” Kuningan. Sarannya diharapkan perawat dapat menambah pengetahuan seputar discharge planning, bagi rumah sakit; dapat menetapkan Standar Prosedur Operasional (SPO) discharge planning, menjadi kajian dan bahan acuan bagi peneitian serupa di masa mendatang
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN PURWAWINANGUN KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Noneng Siti Sopiah; Nanang Saprudin; Ronny Suhada
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita menjadi hal penting yang harus diperhatikan, karena balita merupakan kelompok yang masih dalam pertumbuhan, sehingga rentan mengalami masalah gizi. Menurut Dinas Kesehatan Kuningan tahun 2017 terdapat 3.509 anak berstatus gizi kurang dan 1.947 anak berstatus gizi lebih. Keadaan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya Pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Pola Makan Dengan Status Gizi Balita Di Kelurahan Purwawinangun Kabupaten Kuningan Tahun 2017. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan dengan rancangan cross-sectional. Populasinya seluruh balita di kelurahan purwawinangun kabupaten kuningan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling yaitu sebanyak 77 responden. Data penelitian diambil melalui lembar observasi. Uji korelasi menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar 68,8% balita memiliki status gizi baik, sedangkan sebagian besar 71,4% balita memiliki pola makan baik. Uji hipotesis didapat p value 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan status gizi balita di Kelurahan Purwawinangun Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi balita. Saran: Disarankan kepada seluruh ibu selalu menerapkan pola makan yang baik dengan pemilihan bahan makanan, jenis makanan dan frekuensi makan
PENGARUH KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI ORANG TUA DALAM PERAWATAN ANAK THALASEMIA DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Sri Fatmawati; Nanang Saprudin; Neneng Aria
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Problems thalasemia become a bandwagon around the world including in indonesia. Recorded thalasemia patients in indonesia in 2017 namely 15.000 people. The problems often experienced in the case thalasemia is the lack of the older people in giving care for the thalasemia. Preliminary studies known 3 mother has knowledge, attitudes and motivation lacking in child care thalasemia. This report aims to review the influence of education and information communication audiovisual based on knowledge, attitudes and motivation parents in the care of thalasemia at RSUD 45 Kuningan. Research Methods: The kind of research this is experimental, with quasy eksperiment design and design one research group pre-test and post-test design, with a population of 119 people. The sample collection technique using a technique acidental the sampling method of 30 or the number of respondents, by the time research for 1 week. The research instruments used in using a questionnaire. Statistical analysis done in univariat and bivariat with the methods chisquare comparative mcnemar by test. Research Result: The analysis shows increased univariat knowledge about 12 respondents ( 40 % ) having given intervention, 10 respondents ( 33,3 %) suitor positive after given intervention and 11 respondents ( 36,6 % ) have a good motivation in the care of thalasemia having given intervention. The analysis chi-square by test comparative mcnemar obtained the influence of education and information communication audiovisual based on knowledge parents ( p value = 0,002 ), the parents ( p value = 0,002 ), and motivation parents ( p value = 0,001 ) with child care thalasemia post transfusion. Conclusion: The results of the study concluded that is the communication information and education audiovisual based on knowledge , attitudes and motivation parents in the care of thalasemia .Expected parents , and nurses can work together in care for the thalsemia
TINGKAT STRES MAHASISWA KEPERAWATAN STIKKU AKIBAT PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nanang Saprudin; Nonny Yulia Sabrina
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 01 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i1.474

Abstract

Adanya pandemi covid 19 berdampak terhadap perubahan segala aspek kehidupan termasuk dunia akademik. Pembelajaran yang selama ini dilaksanakan secara tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring. Belum maksimalnya penguasaan teknologi informasi serta terbatasnya akses internet bagi pengguna layanan infromasi dikalangan mahasiswa menjadi hambatan tersendiri dalam capaian pembelajaran yang tentunya mengakibatkan tingkat stres bagi mahasiswa. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara metode pembelajaran jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa prodi S1 keperawatan STIKKU dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 220 mahasiswa. Teknik sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar (57,3 %) metode pembelajaran daring kurang efektif dan hampir sebagian mahasiswa (41,8 %) mengalami stres sedang. Hasil uji chi-square didapatkan p value =0,002 < α (0,05) artinya terdapat hubungan antara metode pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 dengan tingkat stress mahasiswa. Simpulan penelitian yaitu stres yang dialami mahasiswa S1 Keperawatan STIKKU disebabkan oleh metode pembelajaran daring yang kurang efektif. Saran bagi prodi bisa memperkaya pembelajaran daring dengan memasukan berbagai video pembelajaran menarik serta membentuk donasi bersama dalam penyediaan kuota bagi mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran online.
DINAMIKA PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA DAN KONFLIK KELUARGA HUKUM ADAT DIHUBUNGKAN DENGAN UU NO. 1 TAHUN 1974 JO UU NO. 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN Saprudin, Nanang; Sayehu, Sayehu; Musthafa, Usman
Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/rj.v4i2.177

Abstract

Marriage according to Customary Law is not only a very important event for those who are still alive, but marriage is also a very meaningful event and one that receives full attention and is attended by the spirits of the ancestors of both parties. Customary law does not regulate absolutely the age limit for a person's marriage, that is, there are no provisions regarding the minimum and maximum age limits for entering into marriage. One of these things is that the Outer Baduy community is allowed to marry at a young age. Thus, this research will examine the meaning of marriage, marriage in the outer Baduy community and legal sanctions for foreign Baduy customary marriages towards the marriage of underage children. The discussion method in this research is qualitative with the type of research namely the Normative legal approach (normative juridical) and Empirical Law (empirical juridical) or known as normative-empirical research. Meanwhile, the definition of an empirical juridical approach is carried out by looking at the realities that exist in practice in the field. The results and conclusions of this research are the foreign Baduy marriage process, if the legal conditions for the marriage are not met, then according to law number 1 of 1974 in conjunction with law number 16 of 2019 concerning marriage, it is explained that a marriage can only be said to be a valid marriage if it fulfills the following requirements. marriage requirements and carried out according to the laws of each religion and recorded according to statutory regulations. Then there are legal sanctions if there is a violation of underage marriage as regulated in Law no. 1 of 1974 in conjunction with Law no. 16 of 2019 concerning marriage, namely if there is an element of coercion in marrying a minor for any reason, criminal penalties can be imposed. Islamic law does not prohibit someone from entering into a marriage on condition that they have reached maturity and are able to provide a living, both physical and spiritual. The Baduy traditional community all obeys the rules made by Pu'un. In customary law there are also sanctions if there is a violation. The lightness or severity of the sanctions depends on the type of error or violation
Faktor yang berhubungan dengan kejadian dini karies gigi pada anak di Kabupaten Kuningan Saprudin, Nanang; Romdona, Reza; Mawaddah, Anggi Ulfah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i2.682

Abstract

Latar belakang: Karies gigi diduga dipengaruhi beberapa faktor yang perlu dilakukan penelitian lanjutan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor mana saja yang berhubungan dengan karies gigi pada anak.Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasinya adalah balita dengan sampel sebanyak 40 responden. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner yang sudah dilakukan uji validitas. Data diuji menggunakan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan uji bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: ada hubungan antara kebiasaan makan makanan karsiogenik (p=0,005), ada hubungan perilaku minum susu formula (p=0,000), tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,675) dan tingkat ekonomi orang tua (p=0,991) dengan kejadian karies gigi pada anak. Kesimpulan: faktor kebiasaan makan makanan kariogenik dan perilaku minum susu formula berhubungan dengan kejadian karies gigi. Sedangkan faktor tingkat ekonomi orangtua dan jenis kelamin tidak ada hubungan. Disarankan bagi orangtua untuk selektif dalam memberikan jenis makanan yang aman bagi pertumbuhan gigi anak.
Pengaruh asupan protein dan zink pada anak stunting di Kabupaten Kuningan Saprudin, Nanang; Igustia, Tia; Nengsih, Neneng Aria
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i2.1108

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah pertumbuhan pada anak yang dicirikan dengan perawakan pendek. Faktor nutrisi seperti defisit protein dan zink diduga sebagai faktor yang berhubungan dengan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi protein dan zink dengan stunting pada anak.Metode: Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan retrospektif. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi sebanyak 44 anak stunting dan teknik sampling menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan microtise, kuisioner, lembar observasi dan catatan medis. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan uji bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: Sebagaian besar responden (52,3 %) konsumsi protein baik, sebagian besar responden (56,8 %) konsumsi zink kurang serta sebagian besar (61,4 %) termasuk kategori stunting sangat pendek. Uji chi square menunjukan konsumsi protein memiliki p value (0,011) dan konsumsi zink dengan p value (0,004).Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi protein dan zink dengan stunting pada anak.
Rukhsah KONSEP RUKHSAH RELEVANSINYA DENGAN IDDAH WAFAT WANITA KARIER DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: Rukhsah, Iddah dan Wanita Karier Nanang Saprudin; Sayehu; Musthofa, Usman
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v6i1.21695

Abstract

Islam bukanlah agama diskriminatif karenanya sangat menghargai hak-hak perempuan akibat perceraian. Seorang istri yang telah kehilangan suaminya mereka diminta untuk menjalani masa iddah. Dilarang bagi seorang wanita untuk meninggalkan rumah atau menikah lagi selama ia masih dalam masa iddah setelah bercerai dari suaminya. Dengan pengecualian keadaan darurat atau keadaan yang mendesak, hukum negara juga berlaku untuk wanita karier yang telah berpisah atau bercerai dari suaminya. Oleh karena itu maka dalam penlitian bertujuan membahas tentang: Rukhsah bagi wanita karier yang sedang iddah wafat, dan Pandangan hukum Islam terhadap iddah wafat. Penulisan penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian hukum normatif, yang mengintegrasikan pendapat ahli hukum dengan buku, jurnal, naskah, dan metode hukum Islam. Metode penelitian perpustakaan (library research) akan digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian ini. Sumber bahan hukum primer dan sekunder yaitu bahan pustaka yang diperoleh dari undang-undang dan buku atau jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Bahwa qdari qsudut qpandang qagama qdan qkebajikan qterhadap qperempuan qsudah qwajar qdiberlakukannya qundang-undang. qNamun, qlarangan qtertentu qterhadap qperempuan qyang qterlibat qdalam qperilaku qiddah qdapat qmenemukan qbeberapa qalasan quntuk qmenjadikannya qundang-undang qyang qberlaku quntuk qsemua qwaktu qdan qsituasi.  Kemudian Pandangan hukum Islam terhadap iddah wafat, telah jelas Kompilasi Hukum Islam dan Undang-undang Perkawinan menyatakan bahwa pada dasarnya wanita yang baru saja ditinggal mati oleh suaminya wajib 70  menjalani masa iddah dan ihdad selama 4 bulan 10 hari dengan mematuhi larangannya, tetapi saat ini terdapat perbedaan yaitu tuntutan yang harus dipenuhi yaitu bekerja dikarenakan berada di dalam keadaan darurat, seperti tidak ada yang dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya.   Kata Kunci: Rukhsah, Iddah dan Wanita Karier
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RS JUANDA KUNINGAN TAHUN 2023 Sudirman, Rany Muliany; Saprudin, Nanang; Pricilla, Cucu Ratna Dewi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.866

Abstract

Latar Belakang : Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang menyumbang kasus kematian ibu tertinggi di Indonesia, angka kematian ibu di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 sebanyak 96 per 100.000 kelahiran hidup, preeklamsia menempati urutan pertama penyebab kematian ibu di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia di RS Juanda Kuningan Tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional, populasi sebanyak 401 ibu hamil dan sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 201 responden. Sumber data menggunakan data sekunder dan instrumen penelitian yang digunakan yaitu rekam medis, analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden termasuk dalam kategori usia berisiko (<20 th dan >35 th) yaitu sebanyak 119 responden (59,2%), hampir setengahnya responden termasuk dalam kategori IMT overweight yaitu sebanyak 85 responden (42.3%), dan sebagian besar responden mengalami preeklamsia yaitu sebanyak 135 responden (67,2%). Terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian preeklamsia p value 0,000 dan OR 3.760, terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia p value 0,000. Simpulan dan saran : Terdapat hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS Juanda Kuningan Tahun 2023. Disarankan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan ANC secara rutin dan program hamil diusia yang tepat untuk mencegah terjadinya preeklamsia.