Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENINGKATAN SIKAP DAN MOTIVASI ORANGTUA TENTANG PERAWATAN PASCA TRANFUSI PADA ANAK THALASEMIA MELALUI PEMBERIAN KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI BERBASIS AUDIO VISUAL DI KABUPATEN KUNINGAN Nanang Saprudin; Rany Muliany Sudirman
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 1 No 1 (2020): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v1i1.195

Abstract

Insidensi thalasemia pada anak, saat ini terus mengalami peningkatan. Thalasemia yang diderita anak bisa menurunkan kualitas hidup anak baik aspek fisik maupun psikologis. Perawatan pasca tranfusi yang kurang tepat oleh orang tua dipengaruhi oleh faktor sikap dan motivasi orangtua. Upaya untuk meningkatkan sikap dan motivasi orang tua dalam perawatan pasca tranfusi bisa dilakukan melalui pemberian komunikasi informasi dan edukasi berbasis audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap dan motivasi orang tua dalam perawatan pasca tranfusi pada anak thalasemia sebelum dan sesudah pemberian KIE. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design dengan menggunakan one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah orang tua dengan anak thalasemia sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling sejumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisioner, pemutar video dan LCD. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji t dependendan uji wilcoxon. Penelitian menunjukan ada peningkatan skor dan perbedaan sikap (p value = 0,000) dan motivasi (p value = 0,001)< 0,05. Terdapat peningkatan rerata skor sikap dan motivasi setelah pemberian KIE dan terdapat perbedaan sikap dan motivasi responden sebelum dan sesudah pemberian KIE. Bagi orang tua untuk menambah informasi menggunakan media elektronik sejenis serta bagi rumah sakit untuk memasukan KIE berbasis audio visual sebagai pengembangan program dalam media penyuluhan khususnya tentang perawatan pasca tranfusi kepada orang tua dengan anak thalassemia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PENTAVALEN DI DESA WANGKELANG Nanang Saprudin; Aditia Puspa Negara; Buggy Guntara
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 4 No 2 (2016): Juli-Desember
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.299 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v4i2.11

Abstract

Pengantar : Imunisasi pentavalen bertujuan mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis B. Capaian imunisasi pentavalen terendah terdapat di Desa Wangkelang sekitar 6,8 % pada tahun 2014. Kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi pentavalen dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan berbasis health belief model. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan health belief model terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam memberikan imunisasi pentavalen di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design with one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 18 bulan sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Uji statistik menggunakan uji paired test. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu adalah quisioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukan semua responden meningkat pengetahuannya serta hampir seluruhnya responden (95,1 %) meningkat pula sikapnya setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil uji statistik menunjukan nilai p value tingkat pengetahuan = 0,0001 < α (0.05) serta nilai p value sikap = 0,0001 < α (0.05). Simpulan & Saran : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan health belief model dengan pengetahuan maupun dengan sikap ibu dalam pemberian imunisasi pentavalen pada anak di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Saran bagi ibu untuk lebih aktif mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dan tidak ragu untuk memberikan imunisasi pentavalen pada anak.
TINGKAT STRES MAHASISWA KEPERAWATAN STIKKU AKIBAT PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nanang Saprudin; Nonny Yulia Sabrina
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 01 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i1.474

Abstract

Adanya pandemi covid 19 berdampak terhadap perubahan segala aspek kehidupan termasuk dunia akademik. Pembelajaran yang selama ini dilaksanakan secara tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring. Belum maksimalnya penguasaan teknologi informasi serta terbatasnya akses internet bagi pengguna layanan infromasi dikalangan mahasiswa menjadi hambatan tersendiri dalam capaian pembelajaran yang tentunya mengakibatkan tingkat stres bagi mahasiswa. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara metode pembelajaran jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa prodi S1 keperawatan STIKKU dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 220 mahasiswa. Teknik sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar (57,3 %) metode pembelajaran daring kurang efektif dan hampir sebagian mahasiswa (41,8 %) mengalami stres sedang. Hasil uji chi-square didapatkan p value =0,002 < α (0,05) artinya terdapat hubungan antara metode pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 dengan tingkat stress mahasiswa. Simpulan penelitian yaitu stres yang dialami mahasiswa S1 Keperawatan STIKKU disebabkan oleh metode pembelajaran daring yang kurang efektif. Saran bagi prodi bisa memperkaya pembelajaran daring dengan memasukan berbagai video pembelajaran menarik serta membentuk donasi bersama dalam penyediaan kuota bagi mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran online.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP BOUGENVILLE, MAWAR DAN CEMPAKA II RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2018 Hamka Pebriansah; Nanang Saprudin
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan elemen penting di rumah sakit yang harus mempunyai kemampuan melaksanakan asuhan keperawatan. Dalam hal ini adalah discharge planning yang merupakan hubungan terintegrasi antara perawat, rumah sakit, pasien dan keluarga secara komprehensif. Hasil pengamatan studi pendahuluan; dari 10 perawat diwawancara, 2 perawat sudah mengetahui sebatas kulit luarnya saja, sementara 8 lainnya bahkan mengetahui jika discharge planning hanya proses pemulangan pasien saja, hal ini melatarbelakangi penulis tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis hubunganan tentang pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di ruang Bougenville, Mawar dan Cempaka II RSUD “45” Kuningan. Hasil penelitian menunjukan 66,7% perawat mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, 73,8% perawat dapat menerapkan discharge planning dengan baik. Hasil uji statistic dengan chi-square menunjukkan chi-square hitung nilai p value = 0,016 maka nilai p value < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap Bougenville, Mawar dan Cempaka II RSUD “45” Kuningan. Sarannya diharapkan perawat dapat menambah pengetahuan seputar discharge planning, bagi rumah sakit; dapat menetapkan Standar Prosedur Operasional (SPO) discharge planning, menjadi kajian dan bahan acuan bagi peneitian serupa di masa mendatang
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN PURWAWINANGUN KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Noneng Siti Sopiah; Nanang Saprudin; Ronny Suhada
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita menjadi hal penting yang harus diperhatikan, karena balita merupakan kelompok yang masih dalam pertumbuhan, sehingga rentan mengalami masalah gizi. Menurut Dinas Kesehatan Kuningan tahun 2017 terdapat 3.509 anak berstatus gizi kurang dan 1.947 anak berstatus gizi lebih. Keadaan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya Pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Pola Makan Dengan Status Gizi Balita Di Kelurahan Purwawinangun Kabupaten Kuningan Tahun 2017. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan dengan rancangan cross-sectional. Populasinya seluruh balita di kelurahan purwawinangun kabupaten kuningan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling yaitu sebanyak 77 responden. Data penelitian diambil melalui lembar observasi. Uji korelasi menggunakan Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar 68,8% balita memiliki status gizi baik, sedangkan sebagian besar 71,4% balita memiliki pola makan baik. Uji hipotesis didapat p value 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan status gizi balita di Kelurahan Purwawinangun Kabupaten Kuningan Tahun 2018. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi balita. Saran: Disarankan kepada seluruh ibu selalu menerapkan pola makan yang baik dengan pemilihan bahan makanan, jenis makanan dan frekuensi makan
PENGARUH KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI ORANG TUA DALAM PERAWATAN ANAK THALASEMIA DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018 Sri Fatmawati; Nanang Saprudin; Neneng Aria
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Problems thalasemia become a bandwagon around the world including in indonesia. Recorded thalasemia patients in indonesia in 2017 namely 15.000 people. The problems often experienced in the case thalasemia is the lack of the older people in giving care for the thalasemia. Preliminary studies known 3 mother has knowledge, attitudes and motivation lacking in child care thalasemia. This report aims to review the influence of education and information communication audiovisual based on knowledge, attitudes and motivation parents in the care of thalasemia at RSUD 45 Kuningan. Research Methods: The kind of research this is experimental, with quasy eksperiment design and design one research group pre-test and post-test design, with a population of 119 people. The sample collection technique using a technique acidental the sampling method of 30 or the number of respondents, by the time research for 1 week. The research instruments used in using a questionnaire. Statistical analysis done in univariat and bivariat with the methods chisquare comparative mcnemar by test. Research Result: The analysis shows increased univariat knowledge about 12 respondents ( 40 % ) having given intervention, 10 respondents ( 33,3 %) suitor positive after given intervention and 11 respondents ( 36,6 % ) have a good motivation in the care of thalasemia having given intervention. The analysis chi-square by test comparative mcnemar obtained the influence of education and information communication audiovisual based on knowledge parents ( p value = 0,002 ), the parents ( p value = 0,002 ), and motivation parents ( p value = 0,001 ) with child care thalasemia post transfusion. Conclusion: The results of the study concluded that is the communication information and education audiovisual based on knowledge , attitudes and motivation parents in the care of thalasemia .Expected parents , and nurses can work together in care for the thalsemia
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh Pada Pasien Di Kabupaten Kuningan Nanang Saprudin; Neneng Aria Nengsih; Lilis Nurul Asyiyani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v9i2.138

Abstract

Latar Belakang : Insiden jatuh pada pasien mengakibatkan dampak buruk seperti fraktur, cidera, nyeri serta gangguan psikologis lain. Dampak lainnya adalah meningkatnya biaya perawatan dan menurunkan kualitas layanan perawatan. Faktor yang diduga ada hubungan dengan upaya pencegahan risiko jatuh pada pasien adalah faktor pengetahuan, sikap dan beban kerja perawat. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan risiko jatuh pada pasien. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian yaitu perawat yang bekerja di Ruang Rawat Inap sebanyak 45 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan É‘ <0,05. Hasil : Analisis univariat menunjukkan hampir sebagian responden (44,4%) memiliki pengetahuan baik, sebagian besar responden (66,7%) memiliki sikap positif, hampir sebagian responden (42,2 %) memiliki beban kerja ringan dan sebagian besar responden (57,8 %) melakukan upaya pencegahan risiko jatuh pada pasien. Berdasarkan hasil uji Chi-Square, faktor pengetahuan diperoleh (p=0,000), faktor sikap diperoleh (p=0,003) dan faktor beban kerja diperoleh (p=0,001). Simpulan : Terdapat hubungan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,003), beban kerja (p=0,001) dengan upaya pencegahan risiko jatuh pada pasien. Disarankan bagi responden untuk meningkatkan pengetahuan keselamatan pasien melalui berbagai media informasi maupun berbagai pelatihan. Bagi rumah sakit perlu komitmen yang kuat dalam penerapan kebijakan keselamatan pasien sesuai standar.
TINGKAT STRES MAHASISWA KEPERAWATAN STIKKU AKIBAT PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nanang Saprudin; Nonny Yulia Sabrina
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 01 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i1.474

Abstract

Adanya pandemi covid 19 berdampak terhadap perubahan segala aspek kehidupan termasuk dunia akademik. Pembelajaran yang selama ini dilaksanakan secara tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring. Belum maksimalnya penguasaan teknologi informasi serta terbatasnya akses internet bagi pengguna layanan infromasi dikalangan mahasiswa menjadi hambatan tersendiri dalam capaian pembelajaran yang tentunya mengakibatkan tingkat stres bagi mahasiswa. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara metode pembelajaran jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa prodi S1 keperawatan STIKKU dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 220 mahasiswa. Teknik sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar (57,3 %) metode pembelajaran daring kurang efektif dan hampir sebagian mahasiswa (41,8 %) mengalami stres sedang. Hasil uji chi-square didapatkan p value =0,002 < α (0,05) artinya terdapat hubungan antara metode pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 dengan tingkat stress mahasiswa. Simpulan penelitian yaitu stres yang dialami mahasiswa S1 Keperawatan STIKKU disebabkan oleh metode pembelajaran daring yang kurang efektif. Saran bagi prodi bisa memperkaya pembelajaran daring dengan memasukan berbagai video pembelajaran menarik serta membentuk donasi bersama dalam penyediaan kuota bagi mahasiswa saat melaksanakan pembelajaran online.
DINAMIKA PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA DAN KONFLIK KELUARGA HUKUM ADAT DIHUBUNGKAN DENGAN UU NO. 1 TAHUN 1974 JO UU NO. 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN Saprudin, Nanang; Sayehu, Sayehu; Musthafa, Usman
Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/rj.v4i2.177

Abstract

Marriage according to Customary Law is not only a very important event for those who are still alive, but marriage is also a very meaningful event and one that receives full attention and is attended by the spirits of the ancestors of both parties. Customary law does not regulate absolutely the age limit for a person's marriage, that is, there are no provisions regarding the minimum and maximum age limits for entering into marriage. One of these things is that the Outer Baduy community is allowed to marry at a young age. Thus, this research will examine the meaning of marriage, marriage in the outer Baduy community and legal sanctions for foreign Baduy customary marriages towards the marriage of underage children. The discussion method in this research is qualitative with the type of research namely the Normative legal approach (normative juridical) and Empirical Law (empirical juridical) or known as normative-empirical research. Meanwhile, the definition of an empirical juridical approach is carried out by looking at the realities that exist in practice in the field. The results and conclusions of this research are the foreign Baduy marriage process, if the legal conditions for the marriage are not met, then according to law number 1 of 1974 in conjunction with law number 16 of 2019 concerning marriage, it is explained that a marriage can only be said to be a valid marriage if it fulfills the following requirements. marriage requirements and carried out according to the laws of each religion and recorded according to statutory regulations. Then there are legal sanctions if there is a violation of underage marriage as regulated in Law no. 1 of 1974 in conjunction with Law no. 16 of 2019 concerning marriage, namely if there is an element of coercion in marrying a minor for any reason, criminal penalties can be imposed. Islamic law does not prohibit someone from entering into a marriage on condition that they have reached maturity and are able to provide a living, both physical and spiritual. The Baduy traditional community all obeys the rules made by Pu'un. In customary law there are also sanctions if there is a violation. The lightness or severity of the sanctions depends on the type of error or violation
Faktor yang berhubungan dengan kejadian dini karies gigi pada anak di Kabupaten Kuningan Saprudin, Nanang; Romdona, Reza; Mawaddah, Anggi Ulfah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i2.682

Abstract

Latar belakang: Karies gigi diduga dipengaruhi beberapa faktor yang perlu dilakukan penelitian lanjutan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor mana saja yang berhubungan dengan karies gigi pada anak.Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasinya adalah balita dengan sampel sebanyak 40 responden. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner yang sudah dilakukan uji validitas. Data diuji menggunakan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan uji bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: ada hubungan antara kebiasaan makan makanan karsiogenik (p=0,005), ada hubungan perilaku minum susu formula (p=0,000), tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,675) dan tingkat ekonomi orang tua (p=0,991) dengan kejadian karies gigi pada anak. Kesimpulan: faktor kebiasaan makan makanan kariogenik dan perilaku minum susu formula berhubungan dengan kejadian karies gigi. Sedangkan faktor tingkat ekonomi orangtua dan jenis kelamin tidak ada hubungan. Disarankan bagi orangtua untuk selektif dalam memberikan jenis makanan yang aman bagi pertumbuhan gigi anak.