Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Kapabilitas Manajerial UMKM Kota Malang Melalui Penyusunan Laporan Keuangan, Business Model Canvas, Dan Analisis SWOT Soemarsono, Prinintha Nanda; Kristanto, Damar; Permatasari, Maurisia Putri; Alkausar, Bani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v6i2.3125

Abstract

UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, kurangnya modal menghambat pengembangan usaha, seperti peningkatan kapasitas produksi dan inovasi. Dalam konteks Paguyuban Pelaku Usaha Jawa Timur (PAKU), masalah utama adalah alat produksi yang sudah usang. Meskipun pemerintah menawarkan bantuan melalui dana stimulan, banyak UMKM kesulitan memenuhi persyaratan administratif yang diperlukan. UMKM di bawah Paguyuban Pelaku Usaha (PAKU) Jawa Timur menghadapi kendala dalam menyusun dokumen pendukung proposal untuk mendapatkan Bantuan Dana Stimulan Alat dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang. Kesulitan terutama terjadi dalam pembuatan Analisis SWOT, Business Model Canvas, dan laporan keuangan. Kurangnya literasi bisnis formal, terutama di kalangan pelaku usaha yang lebih tua, menjadi hambatan utama. Untuk mengatasi ini, dilakukan pendampingan intensif melalui pelatihan dan pendampingan dari perguruan tinggi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilakukan selama dua hari untuk pelaku UMKM fokus pada penyusunan laporan keuangan, Business Model Canvas (BMC), dan Analisis SWOT. Pada hari pertama, peserta belajar pencatatan transaksi dan pembuatan laporan laba rugi sederhana, disertai bimbingan langsung dari narasumber. Hari kedua, peserta dibimbing menyusun BMC, menjelaskan setiap pilar model bisnis, dan menganalisis kekuatan serta kelemahan mereka. Melalui pendekatan praktis dan personal, semua peserta berhasil menyelesaikan laporan keuangan, BMC, dan Analisis SWOT, meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep bisnis modern, dengan total sepuluh proposal berhasil disusun.
VIRTUAL REALITY-BASED DIGITAL MARKETING DEVELOPMENT TRAINING FOR THE TOURISM AWARENESS GROUP OF TROWULAN TOURISM VILLAGE, MOJOKERTO REGENCY Kristanto, Damar; Aji, Gagas Gayuh; Kirana, Angkita Wasito; Suharno, Novianto Edi; Suharto, Bambang; Firdaus, Aji Akbar; Permatasari, Maurisia Putri
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v8i1.2024.001-011

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a profound impact on the tourism industry since its emergence in late 2019. Visitor restrictions have led to a significant decline in activity across various sub-sectors of tourism, and prospective travelers have experienced burnout due to isolation. In such a situation, the digital industry has emerged as a rapid and interim solution. One intriguing digital technology that has garnered attention is Virtual Reality (VR). These efforts have been undertaken to ensure the sustainability of tourism destinations, and VR technology has piqued the interest of potential tourists. Despite its effective role in virtual promotion and learning, particularly for cultural heritage and archaeological sites like the Trowulan Site, stakeholders need to be supported through education on immersive technologies such as VR and their utilization in tourism and education, especially in the field of history. The adoption of VR technology in tourism destinations has experienced significant growth, but issues have arisen due to the lack of Human Resources (HR) related to VR Tourism content creation. As a result, the presentation of VR Tourism experiences has been delayed in terms of content updates, which can have a detrimental impact on the image of the tourism destination, potentially undermining its full potential. Awareness of this issue has been recognized by the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) Ladewa, a stakeholder involved in the management of tourism destinations and travel packages in the Trowulan region. To address this issue, a proposed solution involves training related to VR Tourism and Social Media Content Creation as part of the digital marketing strategy for the tourism destination. This training will primarily focus on tourism themes with a sub-theme of enhancing the capacity of the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) LADEWA.
PEMBERDAYAAN PEMUDA KARANG TARUNA MELALUI PELATIHAN ENGLISH FOR BUSINESS SEBAGAI PENERAPAN ENTREPRENEURSHIP SKILLS DI KOTA SURABAYA Endriastuti, Annysa; Putri Permatasari, Maurisia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.1160-1172

Abstract

Akibat adanya PHK selama pandemi banyak warga Surabaya yang tidak memiliki pekerjaan. Hal ini berimbas pada terhambatnya pemenuhan kebutuhan rumah tangga, termasuk kebutuhan untuk pemuda. Sebagai elemen masyarakat yang aktif, kelompok pemuda dapat digerakkan dalam kegiatan entrepreneurship sebagai upaya untuk membentuk sikap kemandirian ekonomi. Salah satu kelompok pemuda yang dapat diberdayakan adalah Karang Taruna. Oleh sebab itu, penting mengajarkan keterampilan berwirausaha kepada kelompok ini sejak dini melalui beragam aktivitas bisnis, termasuk bisnis di bidang kuliner. Sebagai kota metropolitan yang menawarkan beragam kemudahan dalam melakukan transaksi bisnis, Kota Surabaya menjadi salah satu kota yang memberikan peluang bagi pengusaha kuliner untuk berinovasi. Bidang kuliner menjadi sangat diminati di Surabaya karena bidang usaha ini mudah dilakukan, modal yang dibutuhkan cenderung tidak besar, serta modal yang dikeluarkan biasanya kembali dalam waktu yang relatif singkat (jawapos.com). Adapun mitra dalam kegiatan ini adalah anggota Karang Taruna Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Sayangnya, belum semua kelompok pemuda ini bersedia melakukan kegiatan entrepreneurship di bidang kuliner untuk membantu menggerakkan roda perekonomian. Selain karena terbatasnya pengetahuan yang dimiliki, juga tidak adanya pendampingan dari pihak-pihak yang kompeten di bidang tersebut. Sebagai solusinya, tim PkM Universitas Airlangga mengadakan pelatihan yang berfokus pada beberapa materi, yaitu (1) Entrepreneurship skills; (2) English for Business: Penggunaan Bahasa Inggris dalam kemasan produk (English for Packaging); (2) English for Business: Penggunaan Bahasa Inggris dalam iklan (English for Advertising); (3) Marketplace Platform; serta (4) Perencanaan pembuatan produk kuliner dan perhitungan modal yang dikeluarkan. Dari kegiatan pelatihan tersebut dihasilkan luaran berupa (1) peningkatan keterampilan dalam merancang pengemasan produk yang menarik menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, (2) modul yang berjudul “Mengelola Bisnis Kuliner untuk Karang Taruna di Putat Jaya”. Kegiatan pelatihan dan pendampingan semacam ini seharusnya dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga diharapkan kedepannya mampu membantu kelompok pemuda dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship untuk menghadapi permasalah perekonomian masyarakat yang lebih luas.
PENINGKATAN KOMPETENSI ENGLISH FOR EXPORT LABELLING BAGI UMKM DI AREA EKS LOKALISASI DOLLY UNTUK MEMPERKUAT SISTER CITY DI KOTA SURABAYA Endriastuti, Annysa; Putri Permatasari, Maurisia; Prassetyo, Sidarta; Maya Ardianti, Triubaida; Intan Kharisma Putri, Celya; Wasito Kirana, Angkita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.841-853

Abstract

Sejak penutupan lokalisasi Dolly di tahun 2014, kawasan ini beralih fungsi menjadi kawasan ekonomi kreatif kerakyatan berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di mana masyarakat di kawasan eks lokalisasi tersebut diberdayakan untuk menghasilkan produk-produk yang dapat dijual. Salah satu kelompok usaha berbasis UMKM di kawasan tersebut adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya yang memproduksi alas kaki. Meskipun beberapa kali mendapatkan pesanan dalam jumlah besar, pesanan dari konsumen lokal tidak selalu dapat diandalkan. Sehingga keinginan untuk memasarkan produk pada pasar yang lebih luas, khususnya pasar internasional melalui kegiatan ekspor perlu dilakukan. Namun mitra masih mengalami permasalahan-permasalahan dalam mewujudkan hal tersbut. Permasalahan pertama yang dihadapi oleh pelaku UMKM (mitra sasaran) di area ini adalah: (1) masih belum menguasai Bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris, utamanya dalam proses labelling; (2) belum ada keterangan atau deskripsi dalam Bahasa Inggris di kemasan produk; (3) terbatasnya mitra pendamping kebahasaan untuk meningkatkan keterampilan anggota komunitas dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk media promosi dan pengemasan produk; serta (4) terbatasnya kemampuan mitra dalam memahami strategi pemasaran. Solusi yang ditawarkan pada mitra untuk mengatasi permasalahan-permaslahan tersebut adalah melalui Pelatihan English for export Labelling bagi UMKM di kawasan eks lokalisasi Dolly bekerjasama dengan pihak Kecamatan Sawahan. Uraian rencana kegiatan pelatihan dalam PkM ini meliputi pentingnya penguasaan keterampilan Bahasa Inggris bagi pelaku UMKM, pelatihan English for export Labelling untuk membuat label produk berbahasa Inggris dimana kami akan menyediakan translator, proofreader, serta fasilitator yaitu para mahasiswa dari D3 Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, serta pelatihan dan pendampingan dalam mengaplikasikan keterampilan marketing strategies dalam mempromosikan produk-produk yang telah dihasilkan. Adapun target luaran kegiatan PkM ini adalah peningkatan keterampilan Bahasa Inggris para anggota UMKM. Kemudian, hasil dari PkM ini dapat dipublikasikan pada jurnal nasional ber ISSN, mendapat eksposur postif berupa publikasi di media cetak atau elektronik, serta tersedianya video kegiatan. Selain itu, tersedianya modul menjadi referensi yang bermanfaat dalam mengaplikasikan Bahasa Inggris untuk proses labelling. Diharapkan kegiatan pelatihan dan pendampingan semacam ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya mengatasi masalah kesejahteraan ekonomi kreatif masyarakat.