Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Peningkatan Status Nutrisi Sebagai Upaya Pemberdayaan Dalam Mencegah Penyakit Infeksi Pada Balita Kurniasih, Erwin; Lukitaningtyas, Dika; Pariyem, Pariyem
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i3.397

Abstract

Balita merupakan kelompok yang rentan dengan penyakit infeksi. Hal ini dipengaruhi oleh status gizinya yang tidak baik sehingga daya tahan tubuhnya rendah yang berisiko untuk mengalami penyakit infeksi. Selain itu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga berperan dalam penyebaran penyakit infeksi yang dapat menularkan pada balita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mencegah penyakit infeksi balita melalui penguatan PHBS dan peningkatan status nutrisi balita. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi dengan sasaran 52 ibu balita. Hasil dari kegiatan ini didapatkan mayoritas (82,6%) tingkat pengetahuan ibu baik. Hampir semua ibu balita dapat memahami dan  mampu untuk menyajikan menu dan variasi makanan sehat dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi balita.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengurangi Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi dengan Terapi Kompres Hangat Dhian Luluh Rohmawati; Dika Lukitaningtyas; Pariyem Pariyem
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16193

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian terbesar di seluruh dunia yang prevalensinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolic ≥ 90 mmHg. Salah satu keluhan yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah sakit kepala. Sakit kepala pada pasien hipertensi disebabkan karena kerusakan vaskuler pembuluh darah. Salah satu teknik nonfarmakologis yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi dengan nyeri kepala adalah terapi kompres hangat. Fenomena yang terjadi adalah sebagian besar warga yang menderita hipertensi belum paham mengenai teknik nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri kepala dengan kompres hangat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan edukasi pada penderita hipertensi bahwa terapi kompres hangat dapat menurunkan intensitas nyeri kepala. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah penderita hipertensi sejumlah 50 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Adapun bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, penyampaikan materi penyuluhan, simulasi praktik. Kegiatan ini berjalan lancar terbukti dengan antusias peserta yang tinggi. Peserta menyimak dan memperhatikan semua materi dan mengaplikasikan terapi kompres hangat. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta sangat senang mendapatkan pengetahuan tentang penyakit hipertensi dan tata laksana mengatasi keluhan khususnya nyeri kepala pada saat tekanan darah tinggi. Diharapkan setelah kegiatan ini penderita hipertensi dapat mengaplikasikan terapi kompres hangat dalam menurunkan nyeri kepala. Kata Kunci: Hipertensi, Nyeri Kepala, Terapi Kompres Hangat  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is the biggest cause of death throughout the world and its prevalence increases every year. A person is said to be hypertensive if their systolic blood pressure is ≥ 140 mmHg and diastolic blood pressure is ≥ 90 mmHg. One of the complaints often experienced by hypertension sufferers is headaches. Headaches in hypertensive patients are caused by vascular damage to blood vessels. One non-pharmacological technique that can be used in hypertensive patients with headaches is warm compress therapy. The phenomenon that occurs is that most people who suffer from hypertension do not understand non-pharmacological techniques for reducing headaches with warm compresses. The community service activity aims to provide education to hypertension sufferers that warm compress therapy can reduce the intensity of headaches. The target of this community service is 50 participants suffering from hypertension. This activity will be carried out in June 2024. This form of community service activity begins with a health examination, delivery of counseling material, and practical simulations. This activity ran smoothly as evidenced by the high enthusiasm of the participants. Participants listen and pay attention to all the material and apply warm compress therapy. The result of this activity was that participants were pleased to gain knowledge about hypertension and how to deal with complaints, especially headaches when blood pressure is high. It is hoped that after this activity, hypertension sufferers can apply warm compress therapy to reduce headaches. Keywords: Headaches, Hypertension, Warm Compress Therapy
GAMBARAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH SESAAT SETELAH MELAKUKAN SENAM PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA SUNDUL MAGETAN: Description of Changes in Blood Pressure Immediately After Doing Exercise In Hypertension Elderly Adhin Al Kasanah; Dika Lukitaningtyas; Hartono, Aris
Jurnal Penelitian Vol 5 No 1 (2023): JURNAL PENELITIAN
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/jp.v5i1.209

Abstract

Hypertension is a sickness that frequently happens in the older. One way to reduce high blood pressure is to do elderly exercise regularly. In some studies blood pressure can increase shortly after physical activity. This study plans to depict changes in circulatory strain in the wake of doing older practice in old individuals with hypertension. This study utilizes an expressive observational plan with a cross sectional methodology. The sample in this study was 30 respondents, namely elderly people who experienced hypertension in Sundul Village, Parang District, Magetan Regency, who took part in elderly gymnastics. The sampling technique uses total sampling. Observation of blood pressure was carried out 30 minutes after doing elderly exercise. The information examination procedure was done spellbindingly. The outcomes showed that the greater part of the respondents' systolic circulatory strain diminished with a typical decline of 12.57 mmHg. The conclusion of the study that elderly exercise can reduce systolic blood pressure.
Pemberdayaan Masyarakat dalam meningkatkan Sirkulasi dan Kontrol Gula Darah Melalui Edukasi Praktik Terapi Komplementer pada Penderita Diabetes Melitus Rohmawati, Dhian Luluh; Lukitaningtyas, Dika; Pariyem, Pariyem
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21932

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh pankreas yang tidak menghasilkan cukup insulin, yang menyebabkan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia). Jumlah kasus telah meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, masalah penglihatan, dan bahkan amputasi akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada penderita diabetes melitus untuk mengontrol sirkulasi dan kontrol gula darah dan melatih untuk simulasi terapi komplementer. Metode pengabdian masyarakat ini antara lain ceramah dan diskusi tentang penyakit diabetes melitus dan pelatihan terapi komplementer melalui senam kaki dan hidroterapi dengan air jahe. Adapun sasaran kegiatan ini adalah 50 peserta yang dilakukan pada bulan Juni 2025. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta sangat antusias dalam mendengarkan, memperhatikan, dan mengikuti praktik dengan baik, yang menunjukkan bahwa kegiatan berjalan lancar. Setelah sesi praktik selesai, sebagian besar peserta merasakan manfaat dari latihan kaki dan kompres hangat, dan mereka berencana melakukannya sendiri di rumah saat mengalami kesemutan atau gula darah tinggi. Kesimpulan kegiatan ini diharapkan dapat diaplikasikan di pelayanan untuk mengontrol gula darah dan meningkatkan sirkulasi kaki dengan terapi komplementer.  Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kontrol Gula Darah, Sirkulasi, Terapi Komplementer  ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic disease caused by the pancreas not producing enough insulin, leading to high blood sugar levels (hyperglycemia). The number of cases has increased significantly worldwide. This disease can lead to serious complications such as heart disease, stroke, kidney failure, vision problems, and even amputation due to nerve and blood vessel damage. The Purpose of this research is to provide education to diabetes mellitus patients on controlling circulation and blood sugar, and to train them in complementary therapy simulation. This community service method includes lectures and discussions about diabetes mellitus and training in complementary therapies such as foot exercises and hydrotherapy with ginger water. The target participants for this activity are 50 people, and it will be held in June 2025. The results of this activity are that the participants were very enthusiastic in listening, paying attention, and following the practice well, which indicates that the activity went smoothly. After the practice session was over, most participants felt the benefits of the leg exercises and warm compresses, and they planned to do them on their own at home when they experienced tingling or high blood sugar. This activity is expected to be applied in service to control blood sugar and improve leg circulation with complementary therapy. Keywords: Blood Sugar Control, Circulation, Complementary Therapy, Diabetes Mellitus
Tingkat Stres Hubungannya dengan Kejadian Obesitas Penderita Hipertensi Dian Anisia Widyaningrum; Kuswanto Kuswanto; Dika Lukitaningtyas
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7378

Abstract

Excessive stress and obesity are factors that cause hypertension that are often not realized, poor psychological conditions and lifestyle patterns that are full of stressors will risk the impact of hypertension problems, if left untreated this disease can interfere with the function of other organs, such as the heart and kidneys. This study aims to determine whether stress levels are related to the incidence of obesity in people with hypertension. This study used a cross-sectional bivariate analysis method with a chi-square statistical test (Contingency Coefficient) with a sample of 55 respondents, the sampling technique used purposive sampling with the criteria of respondents who suffered from hypertension. The results showed that the stress level of most respondents experienced moderate stress as many as 28 people (50.9%) and most were obese as many as 34 people (61.8%). There is a relationship between stress levels and the incidence of obesity in people with hypertension with a p-value = 0.003 <α = 0.05. This condition can be followed up with efforts by health workers to provide education to people with hypertension in managing stress, dealing with emotions, and maintaining mental health as well as diet and exercise in achieving sustainable weight control. Thus, when stress and obesity are well managed, it will reduce the risk of hypertension recurrence in respondents.
The Effect of Warm Compress Therapy in Reducing Headache Intensity and Stabilizing Blood Pressure in Hypertension Patients Rohmawati, Dhian Luluh; Nisak, Raudhotun; Lukitaningtyas, Dika; Kartika, Kartika
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4546

Abstract

Hypertension is a global health concern, increasing annually. Headaches in hypertensive patients indicate high blood pressure levels, affecting brain blood vessels. These headaches should be promptly evaluated and treated for significant health risks. Objective: This study investigates the impact of warm compresses on headache and blood pressure reduction in hypertensive patients. Method: The study, conducted at a community health center in Ngawi Regency, focused on hypertension patients with headaches. The researchers used a one-group pretest posttest design and measured headache pain using the NRS scale before applying a warm compress. Data analysis for this study was conducted using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The research results show that the average pain level decreased by 1.18, indicating a significant difference before and after the application of a warm compress. This study also shows that the average systolic blood pressure decreased by 15.87, indicating a significant difference (p-value <0.05) before and after the application of a warm compress. Additionally, the average diastolic blood pressure decreased by 13.27, indicating a significant difference (p-value <0.05) before and after the intervention. Conclusions: there is a significant effect of warm compresses on headache pain and on lowering blood pressure in patients with hypertension.
Hubungan Pengetahuan tentang Penggunaan Alas Kaki dengan Perawatan Kaki untuk Mencegah Luka pada Pasien Diabetes Mellitus Lukitaningtyas, Dika; Hidayah, Nurul; Ana, Indah Fifi; Putri, Mega Arianti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4591

Abstract

Diabetes mellitus adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin dan kerja insulin. Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai ukuran akan merubah karakteristik dari postur kaki sehingga bisa menimbulkan luka pada kaki. perawatan kaki yang teratur dapat tamencegah atau mengurangi terjadinya perlukaan pada kaki. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang penggunaan alas kaki dengan perilaku perawatan kaki pada penderita diabetes mellitus sebagai upaya pencegahan luka kaki. Metode: Desain penelitian yang digunakan cross sectional dengan jumlah sampel 33 penderita diabetes mellitus secara purposive sampling. Hasil: Hasil uji statistik menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan penggunaan alas kaki dengan perawatan kaki pada penderita Diabetes Mellitus (p value 0,001). Semakin tinggi Tingkat pengetahuan penggunaan alas kaki maka semakin baik juga perilaku perawatan kaki untuk mencegah luka kaki. pengetahuan penggunaan alas kaki dengan perawatan kaki dapat menjadi alternatif untuk mencegah luka pada kaki.
Edukasi Terapi Alternatif Berjemur dan Jalan Kaki untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi di Dusun Bolo I Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi Lukitaningtyas, Dika; Ekayamti, Endri; Maimunah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13179

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang proses penyembuhannya memerlukan penggunaan obat yang terus menerus untuk mengontrol tekanan darah penderitannya. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, penggunaan obat antihipertensi dalam jangka panjang menyebabkan efek samping. Beberapa jenis obat antihipertensi mempunyai efek pada aspek metabolik, terutama seperti memburuknya lipid serum dan penurunan toleransi glukosa. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang terapi alternatif yang menyenangkan dan ekonomis yaitu berjemur dan jalan untuk menurunkan tekanan darah tinggi Di Dusun Bolo I, Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi. Metode pada pengadian masyarakat ini menggunakan survey analitik, dan kegiatan pengabdian masyarakat menggunakakan metode penyuluhan. Pemberian edukasi berupa penyuluhan warga Dusun Bolo I tentang pengertian hipertensi, terapi alternatif untuk menurunkan tekanan darah tinggi yaitu berjemur, terapi alternatif jalan kaki, untuk meminimalisir komplikasi akiat konsumsi obat kimia yang terus menerus. Diharapkan para warga akan mengalami peningkatan pengetahuan tentang terapi alternatif lain yang dapat menurunkan tekanan darah. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diharapkan menghasilkan luaran yang sesuai dengan target yaitu terdapat peningkatan pengetahuan masyarkat tentang terapi alternatif berjemur dan jalan kaki untuk menurunkan Tekanan darah Tinggi. Kata Kunci: Hipertensi (HT), Terapi Berjemur, Dan Jalan Kaki  ABSTRACT Hypertension is a disease whose healing process requires continuous use of medication to control the sufferer's blood pressure. From various studies that have been conducted, long-term use of antihypertensive drugs causes side effects. Several types of antihypertensive drugs have effects on metabolic aspects, especially worsening serum lipids and decreasing glucose tolerance.  To increase public knowledge about alternative therapies that are enjoyable and economical, namely sunbathing and walking to reduce high blood pressure in Bolo I Hamlet, Sambiroto Village, Padas District, Ngawi Regency.This community service method uses analytical surveys, and community service activities use the counseling method. Providing education in the form of counseling residents of Bolo I Hamlet about the meaning of hypertension, alternative therapy to reduce high blood pressure, namely sunbathing, alternative therapy walking, to minimize complications resulting from continuous consumption of chemical drugs. It is hoped that residents will experience increased knowledge about other alternative therapies that can lower blood pressure. Community service activities can produce changes in accordance with the target outcomes that have been set, especially increasing community knowledge about alternative therapies for sunbathing and walking to reduce high blood pressure. Keywords: Hypertension(HT), Sunbathing Therapy, and Walking