Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMERIKSAAN KESEHATAN DASAR DAN DETEKSI DINI PENYAKIT INFESI MENULAR PASCA BENCANA BANJIR BANDANG DI KECAMATAN IV KOTO, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT rezi prima; Marizki Putri; Yasherly Bachri
Jurnal Salingka Abdimas Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v6i1.7961

Abstract

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera Barat mengakibatkan kerusakan infrastruktur, sekolah, rumah, masjid, layanan publik, sarana kesehatan, keterbatasan akses, serta terganggunya kondisi sanitasi masyarakat, mulai dari ases air bersih, makanan obat-obatan dan kebersihan personal, Ribuan warga terdampak harus tinggal di lokasi pengungsian dengan fasilitas yang minim, termasuk sanitasi yang tidak memadai, kurangnya akses air bersih, serta tingginya kepadatan tempat penampungan sementara. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap penyakit infeksi, Dengan mempertimbangkan tingginya risiko kejadian luar biasa (KLB) dan terbatasnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan formal, diperlukan respon cepat berupa pembentukan Posko Pemeriksaan Kesehatan Dasar untuk Deteksi Dini Penyakit Infeksi serta Upaya pencegahan Penyait infeksi menular pasca bencana di kecamatan, IV Koto kabupaten Agam, (Lokasi Tambahan: Kecamatan Tanjung Raya, Nagari Sungai Batang dan Kecamatan Palambeyan, Nagari Salareh Aia sumatera barat. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat terdampak secara langsung, memperkuat layanan kesehatan dasar, serta melakukan pemantauan epidemiologis di lokasi bencana. Selain itu, kegiatan ini berfungsi memberikan edukasi kesehatan dan upaya pencegahan penyakit untuk meminimalkan dampak lanjutan akibat bencana dan memberikan pengobatan untuk penyakit-penyakit infeksi terdeteksi sebagai pertolongan pertama hingga dapat mencapai keadaan stop penularan kepada korban bencana lain agar tidak memperburuk kondisi korban di daerah terdampak, Karena itu, keberadaan posko kesehatan menjadi langkah strategis dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat, mencegah munculnya wabah penyakit, serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terpadu selama masa tanggap darurat, hal ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membantu pemerintah dalam, Pemeriksaan kesehatan dasar.
Development of a Gamification-Based Mindfulness Information System to Support Emotional Regulation and Reduce Anxiety Levels in Kindergarten Children Marizki Putri; Yasherly Bachri; Eka Ramadhani Putra
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 9, No 1 (2026):Vol. 9, No. 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v9i1.8437

Abstract

The rapid advancement of information technology has created new opportunities to support children's social-emotional learning through interactive digital media. However, information systems that integrate mindfulness practices with gamification remain limited, despite their potential to enhance emotion regulation and reduce anxiety among young children. This study aims to develop a Gamification-Based Mindfulness Information System as an engaging and effective learning medium for kindergarten children. The study employed the Design Science Research (DSR) methodology, consisting of problem identification, system design, development, implementation, and evaluation. A web-based application was developed featuring mindfulness activities, points, badges, achievement levels, and monitoring dashboards for teachers and parents. The software quality was evaluated based on the ISO/IEC 25010 standard, focusing on Functional Suitability, Usability, and Performance Efficiency. System effectiveness was assessed by comparing children's emotion regulation scores before and after the intervention using pre-test and post-test measurements. The results indicate that the developed system achieved excellent software quality and successfully met user requirements. Furthermore, the application significantly improved children's emotion regulation after its implementation. The integration of mindfulness and gamification increased children's engagement in learning, highlighting the potential of the proposed system as an innovative digital tool for supporting social-emotional learning in early childhood education.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Kesiapan Masyarakat Desa Wisata Simarasok di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat Yasherly Bachri; Moch. Abdi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JULI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8443

Abstract

Pengembangan desa wisata berkelanjutan memerlukan kesiapan komunitas lokal dalam menyediakan layanan yang aman, sehat, bersih, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap kesiapan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Responden berjumlah 40 orang yang terdiri atas pengelola desa wisata, pelaku usaha lokal, kader kesehatan, aparatur nagari, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan wisata. Intervensi berupa edukasi kesehatan terstruktur tentang sanitasi destinasi, perilaku hidup bersih dan sehat, CHSE, keselamatan aktivitas wisata alam, pengelolaan sampah, serta partisipasi masyarakat. Instrumen menggunakan kuesioner kesiapan masyarakat berskala Likert dengan lima dimensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial melalui uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata kesiapan dari 60,08 menjadi 77,62 dengan selisih 17,53 poin; uji statistik memperoleh t = 18,17 dan p 0,001. Peningkatan tertinggi terjadi pada literasi kebersihan dan sanitasi, sedangkan peningkatan terendah berada pada partisipasi dan tata kelola lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan masyarakat, tetapi perlu diikuti pendampingan, monitoring, dan integrasi program lintas sektor agar perubahan perilaku dapat berkelanjutan.Kata Kunci: CHSE, sanitasi, partisipasi lokal, keberlanjutan, promosi
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Anak Bawah Dua Tahun (Baduta) Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Tahun 2026 Syafia Alia; Yasherly Bachri; Anisa Sri Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1125

Abstract

Follow-up immunization is an essential component of the national immunization program aimed at maintaining children's immunity against vaccine-preventable diseases. The coverage of follow-up immunization in Bukittinggi remains below the national target, including in the working area of Nilam Sari Public Health Center. This study aimed to identify factors associated with the completeness of follow-up immunization among children under two years of age. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 41 mothers selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and Chi-square tests. The results showed that most respondents had high educational levels (82.9%), good knowledge (51.2%), and perceived good roles of health workers (58.5%), while inadequate family support remained high (56.1%). Only 36.6% of children had completed follow-up immunization. Maternal education was not significantly associated with immunization completeness (p=0.179). However, maternal knowledge (p=0.005), the role of health workers (p=0.005), and family support (p=0.004) were significantly associated with follow-up immunization completeness. Strengthening health education, improving the role of health workers, and increasing family involvement are recommended to improve follow-up immunization coverage. Keywords: follow-up immunization, children under two years, knowledge, health workers, family support