Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT KELAPA (COCOS VERIDIS) Yasa, Kadek Odi Supertama; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat tapis kelapa untuk mengetahui perbandingan kekuatan impak dari orientasi serat continuous, discontinuous, dan woven. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan woven. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data yang dilakukan didapat hasil dari perhitungan uji lanjut dengan uji t scheffe dengan nilai |t1-2|∶t = 13,65, |t1-3|∶t = 15,26, dan |t2-3|:t = 28,91. Nilai ini membuktikan bahwa hasil tersebut lebih besar dari distribusi t yang sebesar 2,228.Berdasarkan dari uji lanjut yang sudah didapat, dapat disimpulkan bahwa orientasi serat berpengaruh terhadap kekuatan impak. Orientasi serat woven lebih berpengaruh dari pada orientasi serat continuous dan discontinuous. Selanjutnya orientasi serat continuous lebih berpengaruh dari pada orientasi serat discontinuous. Secara mikroskopik pada patahan komposit, kondisi patahan menunjukkan mekanisme Fiber Pull Out, dimana pada ujung patahan terlihat ada pemutusan serat bahkan kondisi serat tercabut dari matriknya. Keadaan tersebut terjadi pada semua spesimen baik itu Continuous, Discontinuous, dan Woven. Hal tersebut dikarenakan matrik tidak mampu mengikat serat dengan baik. Pada orientasi serat Woven terlihat ada bagian serat yang tidak terkena matrik dengan sempurna (delaminasi). Delaminasi biasanya terjadi akibat terlalu rapat penyusunan serat. Kata Kunci : Kata kunci : orientasi serat, kekuatan impak, model patahan. The objective of this research is to know the effect of fiber orientation on impact strength and fractional model of polyester fiber-reinforced composite fi ber to find out the comparison of impact strength from continuous, discontinuous and woven fiber orientation. This research is a research of experimental method with dependent variable of impact strength, and independent variable that is continuous, discontinuous, and woven fiber orientation. Based on the results of testing and analysis of data obtained obtained the results of the calculation of further tests with t test scheffe with the value | t1-2 |: t = 13.65, | t1-3 |: t = 15.26, and | t2-3 | : T = 28.91. This value proves that the result is greater than the t distribution of 2,228.Based on the further test that has been obtained, it can be concluded that the fiber orientation effect on impact strength. The orientation of woven fibers is more influential than the continuous and discontinuous fiber orientation. Furthermore, continuous fiber orientation is more influential than discontinuous fiber orientation. Microscopically on the composite fracture, the fracture condition indicates the mechanism of Fiber Pull Out, where at the fracture ends there is a fiber termination and even the fiber condition is removed from the matrix. The condition occurs in all specimens be it Continuous, Discontinuous, and Woven. This is because the matrix is not able to bind fibers well. In the orientation of Woven fibers there is a part of the fiber that is not exposed to the matrix perfectly (delamination). Delamination usually occurs due to too tightly arranged fiber.keyword : Keywords: fiber orientation, impact strength, fracture model.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MOTOR BAKAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF (TDO) MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN PERAGA ENGINE CUTTING DAN MACROMEDIA FLASH 8 DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA JURUSAN TKR DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Dipa, Dewa Putu Dias Sancaya; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11245

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar motor bakar mata pelajaran teknologi dasar otomotif (TDO) menggunakan media pembelajaran peraga engine cutting dan macromedia flash 8 ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas x pada jurusan TKR di smk negeri 3 singaraja. Penelitian ini menggunakan desain treatment by level design. Populasi penelitian ini berjumlah 92 orang dan 40 siswa dipilih sebagai sampel penelitian melalui teknik random sampling. Data hasil belajar motor bakar siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda dan data motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan kuisioner model skala likert. Data yang diperoleh dianalisis secara statistic dengan ANAVA AB yang dilanjutkan dengan Uji t-tes. Temuan penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan hasil belajar motor bakar antara siswa yang mengikuti macromedia flash dan siswa yang mengikuti media engine cutting dengan Fhitung = 6.600; (2) terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa Fhitung = 4.165; (3) pada kelompok siswa dengan motivasi tinggi terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran engine cutting dan macromedia flash 8 Thitung = 2.714; (4) pada kelompok siswa dengan motivasi rendah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran engine cutting dan macromedia flash 8 Thitung = 3.207Kata Kunci : engine cutting, hasil belajar , macromedia flash 8, motivasi belajar. This experimental study aims to determine the comparison of motor fuel learning results of basic automotive technology subjects (ABT) using learning media visual model cutting and macromedia flash 8 in terms of student learning motivation of class x in the department of TKR in smk 3 singaraja country. This research uses design treatment by level design. The population of this study amounted to 92 people and 40 students were selected as research samples through random sampling technique. Student motor learning outcomes data were collected with multiple choice test and student motivation data were collected by questionnaire of Likert scale model. The data obtained were analyzed statistically with ANAVA AB followed by t-test. The findings of this research are: (1) there are differences in motor fuel learning outcomes among students who follow macromedia flash and students who follow media cutting engine with Fcount = 6,600; (2) there is an interaction between the use of learning media and learning motivation on student learning outcomes Fhitung = 4.165; (3) in groups of students with high motivation there are differences in student learning outcomes using learning media engine cutting and macromedia flash 8 Thitung = 2.714; (4) in the group of students with low motivation there are differences in student learning outcomes using learning media engine cutting and macromedia flash 8 Thitung = 3.207keyword : engine cutting, learning outcomes , macromedia flash 8, motivation to learn.
PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT ALAM BATANG KULIT WARU(HIBISCUS TILIACEUST) DENGAN MATRIK POLIYESTER Widiarta, I Wayan; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat batang kulit waru. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, didapat F hitung sebesar 69,43. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut dibandingkan dengan F tabel, dengan dbpembanding (antar) = 2 dan dbpenyebut (dalam) =27. Berdasarkan F tabel, didapat F tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 3,35. Perbandingan F hitung dengan F tabel ini menunjukkan bahwa F hitung lebih besar dari pada F tabel sehingga hasil penelitian ini signifikan. Berdasarkan uji signifikansi diatas, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan H1 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari variasi orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid terhadap sifat mekanik komposit berpenguat serat alam batang kulit waru terhadap uji impak diterima. Berdasarkan dari uji lanjut yang sudah didapat, bahwa terdapat perbedaan kekuatan impak komposit polyester berpenguat serat alam batang kulit waru antara orientasi serat continuous dengan discontinuous dengan nilai 11,16, orientasi serat continuous dengan hyibrid dengan nilai 4,12, dan orientasi serat discontinuous dengan hyibrid dengan nilai 7,49. Pada orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid rata-rata mengalami patahan getas (briettle) dan mekanisme fiber pull out dan dikategorikan memiliki model patan sikat (brush fracture) pada orientasi serat hyibrid. Kata Kunci : Kata kunci :kekuatan impak, model patahan, pengaruh orientasi serat. This study aimed at analyzing the effect of fiber orientation toward impact strength and fracture of polyester composites reinforce fiber rods of waru bark. It was an experimental study by using dependent variable of impact strength, and independent variable that is fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid. The findings showed that F was 69, 43. Then, the result was compared by table F, with comparison was 2 and denominator was 27. Based on table F, significant level is 5% about 3,35. The comparison of count F and table F shown that count F is bigger than table F. it can conclude that this is significant. Based on significant test above, H0 was rejected, and H1 state that there is difference of variation of fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid toward character of mechanical composite reinforce natural fiber of waru bark to accepted impact test. Based on further testing, there is difference impact strength of composite polyester reinforce natural fiber of waru bark between fiber orientation continuous to discontinuous with the result 11,61, fiber orientation continuous to hybrid with the result 4,12, and fiber orientation discontinuous to hybrid with the result 7,49. In addition, fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid experience brittle and fiber pull out and it categorized brush fracture in fiber orientation of hybrid.keyword : Key words: effect of fiber orientation, fracture model, impact strength.
ANALISA KEKUATAN IMPACT DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER-SERAT ECENG GONDOK DI TINJAU DARI TIPE PENYUSUNAN SERAT Aprilia, Dodik; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11412

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui orientasi serat yang terbaik yang dapat digunakan sebagai komposit matrik polyester berpenguat serat eceng gondok. Sifat mekanik yang dimaksud adalah kekuatan impact dan foto patahan mikro permukaan dan standar ukuran specimen sesuai ASTM D6110-4. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan hybride.selanjutnya akan dianalisis menggunakan anava Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa nilai impact tertinggi ada pada orientasi serat hybride yaitu 2.441,25 J/m3 , sedangkan kekuatan impact terendah pada orientasi serat continous yaitu 1.085,002 J/m3. Berdasarkan dari uji Scheffe yang sudah didapat, bahwa terdapat perbedaan kekuatan impak komposit polyester berpenguat serat alam eceng gondok antara orientasi serat continuous dengan discontinuous dengan nilai 12,86 orientasi serat continuous dengan hybride dengan nilai 24,03 dan orientasi serat discontinuous dengan hybride dengan nilai 11,02 .Kata Kunci : Kata kunci :orientasi serat, impak, model patahan.komposit,polyester This research was conducted to find out the best fiber orientation that can be used as a fiber-reinforced polyester composite of water hyacinth. The mechanical properties in question are the impact strength and photo surface micro-fracture and standard sized specimens according to ASTM D6110-04. This research is a research of experimental method with dependent variable of impact strength, and independent variable that is continuous fiber orientation, discontinuous, and hybride. Then will be analyzed using anava From the research, it is known that the highest impact is on the orientation of the fiber hybride is 2,441,25 J / m3, while the lowest impact strength on continuous fiber orientation is 1,085,002 J / m3.Based on the further test Scheffe has been obtained, that there is a difference of impact strength of polyester composite fiber-made natural hyacinth between continuous fiber orientation with discontinuous with value 12,86 continuous fiber orientation with hybride with value 24,03 and orientation fiber discontinuous with hybride with value 11,0.keyword : Keywords: fiber orientation, impact, fracture model.composite, polyester
Pengaruh Metode Pembelajaran Demonstrasi Terhadap Motivasi Belajar Motor Bakar 4 Langkah Siswa Kelas XI TKR SMK N 3 Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017 Dwipayana, Made Krisna; Pasek Nugraha, I Nyoman; Dewi, Luh Joni Erawati
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.11509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan motivasi belajar antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran motor bakar 4 langkah dengan metode demonstrasi dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran motor bakar 4 langkah dengan metode ceramah dilengkapi dengan media peraga engine stand. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only group design. Sampel penelitian adalah kelompok siswa kelas XI TKR 1 dan TKR 2 SMK N 3 Singaraja yang mengikuti pembelajaran motor bakar 4 langkah pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Data analisis dengan menggunakan ANAVA satu jalur berbantuan SPPS 24.00 for windows. Hasil analisis deskriptif dan analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa skor motivasi belajar kelompok siswa dengan metode pembelajaran demonstrasi menggunakan engine stand memiliki rata-rata 122,69 dan standar deviasi sebesar 14,018. Skor motivasi belajar kelompok siswa dengan metode ceramah memiliki rata-rata 100,97 dan standar deviasi sebesar 13,823. Berdasarkan analisis multivariate dengan bantuan SPSS 24.00 For windows diperoleh nilai F= 42,577 dan sig= 0,000. Nilai sig lebih kecil dari 0,05 (pKata Kunci : Engine stand, Metode demonstrasi, Motivasi belajar. This study aims to prove the existence of differences in learning motivation between groups of students who follow learning motor fuel 4 steps with demonstration methods and groups of students who follow the learning of motor fuel 4 steps with the lecture method is equipped with display engine stand. This study used post-test only group design. The sample of this research is the students of class XI TKR 1 and TKR 2 SMK N 3 Singaraja which follow the learning of motor fuel 4 step in the even semester of academic year 2016/2017. Data analysis using ANAVA one-way assisted SPPS 24.00 for windows. The results of descriptive analysis and statistical analysis in this study indicate that the score of students' learning motivation with the method of demonstration learning using engine stand has an average of 122.69 and the standard deviation of 14.018. The learning motivation score of the students group with the lecture method has an average of 100,97 and the standard deviation of 13,823. Based on the multivariate analysis with the help of SPSS 24.00 For windows obtained the value of F = 42,577 and sig = 0,000. The sig value is less than 0.05 (p keyword : Engine stand, Method demonstration, Motivation of learning.
RANCANG BANGUN LENGAN AYUN MOTOR LISTRIK GANESHA 1.0 MENGGUNAKAN LIMBAH ALUMUNIUM DENGAN METODE PENGECORAN Putera, Ocky Primatara; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.11684

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dari Motor Listrik Ganesha 1.0 yang khususnya dibagian lengan ayun begitu juga untuk mengetahui proses produksi lengan ayun Ganesha 1.0. pengecoran yang dilakukan secara rinci: (1) menentukan disain lengan ayun, (2) menentukan ukuran lengan ayun, (3) pengerjaan mall lengan ayun, (4) pembersihan mall lengan ayun, (5) proses pengecoran lengan ayun, (6) proses pembukaan mall dengan lengan ayun yang telah selesai proses pengecoran, (7) proses finishing, (8) proses pemasangan small bearing (9) pengerjaan anting lengan ayun. Studi ini adalah kinerja Rancang Bangun Lengan Ayun Motor Listrik Ganesha 1.0. Kata Kunci : rancang bangun lengan ayun, pengerjaan lengan ayun, pengerjaan lengan ayun dengan metode pengecoran. This study was conducted to meet the needs of the Electric Motors Ganesha 1.0 which is special section of swing arm as well as to know the production process of swing arm Ganesha 1.0. (1) determining swing arm design, (2) determining swing arm size, (3) swinging swing mall, (4) swinging swing arm mall, (5) swing arm process, (6) process Mall opening with completed swing arm, (7) finishing process, (8) small bearing mounting process (9) swing arm swing operation. This study is the performance of the Design of Swing Arm of Ganesha Electric Motors 1.0.keyword : design swing arm, swing arm, arm work.
ANALISIS TEGANGAN STATIK PADA RANCANGAN FRAME MOBIL LISTRIK GANESHA SAKTI (GASKI) MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS 2014 Agus Adi, I Nyoman; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i2.13046

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan analisis tegangan statik pada rancangan frame Mobil Listrik Ganesha Sakti (Gaski) berbahan material Carbon Steel ASTM A106 dengan menggunakan Software Solidworks 2014 dengan tanpa beban pengendara (massa frame di perhitungkan) dan pembebanan dari pengendara pada frame standar dan modifikasi. Dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tegangan serta daerah kritis yang terjadi pada frame. Setelah proses analisis dilakukan, didapatkan tegangan von mises maksimum untuk frame standar dengan tanpa beban pengendara sebesar 8,639 x 107 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 7,561 x 107 N/m2. Untuk frame standar dengan beban pengendara sebesar 2,023 x 108 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 1,759 x 108 N/m2. Faktor keamanan frame standar dengan tanpa beban pengendara sebesar 4,62999 dan frame modifikasi sebesar 5,29038. Untuk frame standar dengan beban pengendara sebesar 1,97691 dan frame modifikasi sebesar 2,2734. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa setelah di lakukan modifikasi pada frame terdapat beberapa perubahan diantaranya terjadi penurunan tegangan maksimum dengan tanpa beban pengendara sebesar 12,5% dan dengan beban pengendara sebesar 12,87% serta faktor keamanan dari frame setelah di modifikasi meningkat dengan tanpa beban pengendara sebesar 13,21% dan dengan beban pengendara sebesar 12,66% sehingga dapat di simpulkan frame modifikasi lebih baik dan kuat di bandingkan dengan frame standar.Kata Kunci : Frame, Analisis Tegangan Statik, Carbon Steel ASTM A106, Solidworks 2014, Tegangan Von Mises, Faktor Keamanan This research was a static stress analysis on Ganesha Sakti Electric Car (Gaski) frame design made of Carbon Steel ASTM A106 material using Solidworks 2014 Software without the rider (frame mass in calculation) and with the rider’s load on standard and modified frames. The aim was to know the distribution of stresses and critical areas that occur in the frame. After the analysis process was done, the maximum von mises stress for the standard frame without the rider was 8.639 x 107 N/m2 and the modified frame was 7.561 x 107 N/m2. For the standard frame with rider’s load was 2.023 x 108 N /m2 and the modified frame was 1.759 x 108 N /m2. Factor of safety of standard frame without the rider was 4.62999 and the modified frame was 5.29038. Then, for the standard frame with the rider’s load was 1.97691 and the modified frame was 2.2734. From these results, this research showed that after the frame was modified there were some changes including the maximum stress drop without the rider was 12.5% and with the rider’s load was 12.87% and the factor of safety of the frame after the modified increased without the rider was 13.21% and with rider load was 12.66% so it can be concluded modified frame better and stronger than standard frame.keyword : Frame, An analysis of static stress, Carbon Steel ASTM A106, Solidworks 2014, Von Mises stress, Factor of safety.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MACROMEDIA FLASH MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Randi Wirdana, I Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dewi, Luh Joni Erawati
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i2.13650

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pada mata pelajaran pemeliharaan chasis di SMK N 3 Singaraja. Kelayakan media pembelajaran ini diperoleh berdasarkan hasil pengujian data, yang didapat dari hasil pengisian angket kelayakan media pembelajaran pemeliharaan chasis. Telah melewati tahapan pengembangan media yaitu analisis kebutuhan, desain produk, desain media, revisi media, revisi produk, validasi, uji coba produk, serta revisi produk akhir. Validasi meliputi validasi dari para ahli materi atau ahli isi dan ahli media pembelajaran. Uji coba media dilaksanakan pada siswa kelas XI ( sebelas ) jurusan teknik sepeda motor di SMK N 3 Singaraja. Aspek kelayakan isi/mata pelajaran yaitu 87,50% sehingga termasuk kedalam kriteria sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. Dalam aspek kelayakan media sebesar 88,75% sehingga termasuk kedalam kriteria sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. Dalam uji coba perorangan yaitu sebesar 81,25%, sedangkan uji coba kelompok kecil yaitu sebesar 84,37% dan dalam aspek kelayakan media dan isi dalam uji coba lapangan yaitu sebesar 87,50% sehingga termasuk dalam kriteria sangat baik dan layak digunakan pada saat proses belajar.Kata Kunci : Media Pembelajran, Pemeliharaan Chasis, validitas. This research was a development research aimed to produce learning media on the subject of Chasis maintenance at SMK N 3 Singaraja. The feasibility of learning media was obtained based on the results of data testing, obtained from the results of questionnaires filling the feasibility of learning media process on chasis maintenance subjects had passed the development. Stage of needs analysis media, product design, media design, media revision, product revision, validation, product testing, as well as final product revisions. Validation included validation from content experts and learning media experts. Media trials were conducted on students of class XI (eleven) majoring in motorcycle engineering at SMK N 3 Singaraja. The content/subjects feasibility aspect was 87.50% which categorized into very good criteria therefore it was suitable to be used in learning. In the aspect of media feasibility with 88.75%, it categorized into very good criteria therefore it was proper to be used in learning. In individual testing was 81.25%, while small group testing was equal to 84.37% and in media feasibility aspect and content in field trial that was equal to 87.50% therefore it included in very good criterion which was proper to be used in learning process.keyword : Learning media, Chasis maintenance, validity.
Analisis Kekuatan Impact Komposit Matrix Polyester Berpenguat Serat Rami Dengan Perlakuan Alkali 0%, 5%, 10%, Dan 15% NaOH Untuk Bodi Kendaraan Ganesha Sakti Subadra, I Nengah; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i2.14723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan alkali terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat rami. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variable terikat kekuatan impak, dan varibel bebas yaitu perlakuan alkali dengan konsentrasi larutan NaOH 0%,5%, 10%, dan 15%. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, didapat Fhitung sebesar 3.131,2 dimana taraf pada Ftabel signifikansi 5% sebesar 2,57. Berdasarkan uji signifikansi di atas, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan H1 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifiksn dari variasi perlakuan alkali 0%, 5%, 10%, dan 15% NaOH pada serat terhadap sifat mekanik komposit berpenguat serat rami terhadap uji impak, dimana terdapat perbedaan kekuatan impak antara perlakuan alkali|t1-2| ∶t=19,38, |t1-3| ∶t=23,2, |t1-4| ∶t=28,8, |t2-3| ∶t=3,84, |t2-4| ∶t=9,43 ,|t3-4| ∶t=5,59. Secara mikroskopik pada perlakuan alkali 0%, 5%, 10%, dan 15% NaOH rata-rata mengalami patahan getas (briettle) dan mekanisme fibre pull out. Pada perlakuan alkali 0% NaOH pada serat ada bagian yang tidak terkena matrik dengan sempurna (delaminasi).Kata Kunci : kekuatan impak, model patahan, NaOH, perlakuan alkali. This research aims to determine the effect of alkali toward the impact strength and friction model of polyester fiber-reinforced fabric. This research uses experimental method with the existing variables, and the free variables are alkali treatment with 0%, 5%, 10%, and 15% NaOH concentration. Based on calculations that have been done, the result found that Fcount of 3.131.2 where the level on Ftable 5% significance of 2.57. Based on significance test above, it can be concluded that H0 is rejected, and H1 states that there is a significant difference of each alkali load of 0%, 5%, 10%, and 15% NaOH on optical fiber to optical fiber. , where there are various impact strengths between alkali treatments |t1-2| ∶t=19,38, |t1-3| ∶t=23,2, |t1-4| ∶t=28,8, |t2-3| ∶t=3,84, |t2-4| ∶t=9,43 ,|t3-4| ∶t=5,59. Microscopically, on the alkaline treatment of 0%, 5%, 10%, and 15% NaOH mean averages of stain loss (briettle) and fiber pull out mechanism. In the alkaline treatment of 0% NaOH in the fiber, there is a part that is not exposed to the matrix perfectly (delamination)keyword : impact strength, fracture model, NaOH, alkali treatment.
PENGARUH PERUBAHAN BENTUK SUDUT SQUISH (SUDUT KEPALA SILINDER) TERHADAP TORSI DAN DAYA PADA SEPEDA MOTOR KONVENSIONAL Eka Jaya, I Gd; Arya Wigraha, Nyoman; Pasek Nugraha, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i3.14944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemodifikasian sudut squish setengah bola dengan sudut 7o dan pengaruh pemodifikasian sudut squish bak mandi dengan sudut 9o secara parsial terhadap torsi dan daya motor Yamaha jupiter z 110cc tahun 2010. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen. Selanjutnya teknik analisa data menggunakan ANAVA satu jalur dengan menganalisa data torque dan daya pada motor Yamaha Jupiter z 2010 yang menggunakan sudut kepala silinder bak mandi dan setengah bola. Kemudian dari data tersebut digunakan mencari perbedaan, dan data yang diperoleh dari hasil eksperimen diolah dengan program SPSS 17.0 untuk mengetahui signifikansi dan perbedaan yang dihasilkan antara torque dan daya. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Variasi sudut bak tab 90 lebih berpengaruh terhadap torsi dengan rata-rata torsi sebesar 6.59 Nm sedangkan variasi sudut setengah bola 70 menghasilkan rata-rata torsi sebesar 6.29 Nm. (2) Variasi sudut bak tab 90 lebih berpengaruh terhadap daya dengan rata-rata daya sebesar 6.38 Hp sedangkan variasi sudut setengah bola 70 menghasilkan rata-rata daya sebesar 6.07 HpKata Kunci : Modifikasi Sudut Squish, torque dan daya This study aims to determine the effect of modifying the corners of the squish half ball with the 70 angle and the effect of modifying the squish corner of the bath with the angle of 90 partially to the torque and motor power of Yamaha jupiter z 110cc in 2010. The research method used is the experimental method. Further data analysis techniques using ANAVA one path by analyzing torque data and power on Yamaha Jupiter z 2010 motor that uses the corner of the cylinder head tub and half ball. Then from the data used to find the difference, and data obtained from the experimental results processed with SPSS 17.0 program to know the significance and the resulting difference between torque and power. The results of this research are (1) Tubular angle variation of 90 more influence on torque with average torque of 6.59 Nm while the variation of the half angle corner 70 produces an average torque of 6.29 Nm. (2) Tab tube angle variation 90 more effect on the power with average power of 6.38 Hp while the variation of the half-angle corner 70 produces an average power of 6.07 hpkeyword : Modification of Squish Angle, Torque, Power
Co-Authors Abdi Pranata, I Gede Adisantosa, I Gede Wahyu Denata Agus Adi, I Nyoman Alfian, Handi Aprianto, Gede Aprilia, Dodik ari pradnyana, suta Ariantika, Kadek Arifudin, Andi Armika, I Putu Arnawa, I Komang Gede Arsana, Putu Baskara, Rizal Buddhi Satya Utama Budiastawan, Ngurah Putu Darma, Kadek Budi Susila Deva Supriana, Putu Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewa, I Dewa Gede Darma Permana Dewangga, Sang Putu Fitrah Dewi, L.J.E. Dipa, Dewa Putu Dias Sancaya Dwipayana, Made Krisna Eka Jaya, I Gd Elisa, Edi Fajriyanto, Muhammad Noval Firdaus, Kholid Galang Kawih Gede Agus Widiantara Gede Widayana Gede Widayana Hadi Susanto Haryono, Dimastya Teguh Cipto I Gede Ari Saputra I Gede Made Aditya Tresnajaya I Gede Wiratmaja I Gusti Ngurah Sanjaya I Putu Heri Yudistira Kadek Rihendra Dantes Kadir, Ach. Khalil Kayana, I Made Dwi Kayana, Made Dwi Kolo, Jaeme Martins Krisnayadi, Made Hari Luh Joni Erawati Dewi Made Agus Suardana Pinatih Mahayoga, I Kadek Alit Mohammad Zakarianto Nyoman Arya Wigraha Pradana, Putu Surya Pramesti, I Gede Yoga Prayuda, Gede Wisnu Priadi, Made Angga Putera, Ocky Primatara Putra Krisnanandha, Vidsvara Putra, A. A. Pt. Ananta Putra, Anak Agung Kade Semara Putra, I G Ngurah Kusuma Randi Wirdana, I Gede Riandika, Putu Ryan Pratama Putra, Ryan Pratama Satriadyanto, Irawan Suadnyana, Made Budi Suandika, I Komang Adi Suartama, I Putu Gede Subadra, I Nengah Suka Arimbawa, I Kadek Suryantara, Putu Agus Sutrisna, Kadek Wibawa, I Wayan Satya Widiarta, I Wayan Wijaya, Dedik Ananta Wijaya, Kadek Surya Yasa, Kadek Odi Supertama Zurweni Zurweni