Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Predisposing and Enabling Factors Relationship with Successful Treatment of Pulmonary Tuberculosis (TB) Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
Jurnal Kesehatan Prima Vol 15, No 1 (2021): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v15i1.634

Abstract

The increase in pulmonary TB cases is related to the success of treatment. Rough treatment will lead to multi-drug resistant TB (MDR TB). The purpose of this study was to analyze the relationship of Predisposing, and enabling factors with the successful treatment of pulmonary TB in the Cikulur Community Health Center, Lebak Regency. This study used a Case-control research design. The sampling technique was purposive sampling, and a sample size of 82 people. The independent variables were predisposing factors (age, gender, education level, employment status, motivation, knowledge and attitudes), enabling factors (medication adherence, drug side effects, and access to health facilities). The dependent variable was the success of TB treatment. Data analysis using Chi-Square test and multiple logistic regression. The results showed that a person with pulmonary TB with non-working status, adherence to treatment, and access to health facilities was 5.002 times easy to succeed in TB treatment. The factors most related to the success of treatment were occupational status, medication adherence and access to health facilities. It is suggested that health services need to increase the accessibility of TB patients in the fulfillment of treatment so that patients can improve their success in recovery in therapy. Also, sufferers take medication regularly and according to the recommendations for success of treatment
Penyuluhan Nutrisi pada Ibu Hamil untuk Mencegah dan Menanggulangi Anemia Gizi Besi melalui Komunikasi Interpersonal Agustina Agustina; Retno Dyah Kusumastuti; Putri Permatasari
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.794 KB) | DOI: 10.30653/002.202052.285

Abstract

NUTRITION COUNSELING TO PREGNANT WOMEN TO PREVENT AND MEDICATE IRON ANEMIA THROUGH INTERPERSONAL COMMUNICATION. Iron deficiency anemia pregnant women, due to iron deficiency in the body, results in miscarriage, premature birth, low birth weight, susceptible to infection, bleeding during childbirth which resulting in death and intelligence disorders in children. One of the causes of the high incidence of anemia is lack of knowledge of pregnant women about iron defecency anemia, nutritional sources of iron, higher iron nutrition needs during pregnancy, reluctant to consume iron tablets. The aim of the service is to increase the understanding of pregnant women about the nutrition of iron sources, iron needs, iron tablets and factors that facilitate and inhibit iron absorption in the body. The method used is to provide counseling to anemic pregnant women, through interpersonal communication. The results of the activities before counseling obtained knowledge of Iron deficiency anemia and knowledge of nutrient sources of iron, knowledge of iron tablets in the low category. After being given interpersonal counseling, participants 'knowledge increased to a good category, marked by an increase in participants' hemoglobin after 20 days after counseling. Conclusion Interpersonal counseling methods is one way to overcome and prevent iron nutritional anemia. Suggestions for increasing knowledge and changing behavior will be more effectively conveyed through interpersonal communication.
Budaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai Upaya Promosi Kesehatan pada Masyarakat di Kecamatan Cipayung, Kota Depok Putri Permatasari; Agustina Agustina
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202053.362

Abstract

GERMAS AS AN EFFORT TO PROMOTE HEALTH TO COMMUNITIES IN CIPAYUNG DISTRICT, DEPOK CITY. Strengthening health promotion and disease prevention efforts will provide extraordinary benefits. Health promotion and disease prevention are the main investments to reduce the burden on the state in financing public health services. Developing countries feel this burden due to budget constraints and the threat of budget sustainability, especially non-communicable diseases that require expensive and long-term treatment. Therefore, the Indonesian government launched the Healthy Living Community Movement (GERMAS), in the form of efforts to promote health and prevent disease that emphasize the community as the main actor. GERMAS has six main activities, namely increasing physical activity, increasing healthy living behavior, providing healthy food and accelerating nutrition improvement, increasing prevention and early detection of disease; environmental quality improvement; and increasing education on healthy living. Therefore, to support the Healthy Living Community Movement (GERMAS), which has just been launched by the government, it is necessary to mobilize the community to familiarize healthy living in accordance with the objectives of the GERMAS program. In Cipayung Urban Village, community-based health promotion and disease prevention has not been carried out. When associated with GERMAS, it is necessary to initiate community-based health promotion and disease prevention.
Pemanfaatan Prolanis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Wilayah Kota Depok Arga Wildan Syafa'at; Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 4 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.226 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.4.127-134

Abstract

Latar belakang: Prolanis merupakan salah satu inovasi BPJS Kesehatan dalam menanggulangi masalah penyakit kronis baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Meskipun begitu, sering kali peserta tidak memanfaatkan Prolanis secara rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di FKTP wilayah Kota Depok dan melihat faktor dominan yang berpengaruh terhadap pemanfaatan prolanis.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 105 orang yang terdiri dari peserta Prolanis di 4 FKTP yang menunjukkan kunjungan aman (di atas 50%) dan tidak aman (dibawah 50%).  Penelitian ini menggunakan Quota Sampling dalam memenuhi sampelnya. Variabel yang digunakan adalah umur, jenis kelamin, status pendidikan, status pernikahan, status penghasilan, dukungan sosial, aksesbilitas, pengetahuan Prolanis, persepsi penyakit dan lama sakit. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas. Analisis data yang akan dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariate menggunakan Chi Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik BergandaHasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 74 peserta yang memanfaatkan Prolanis di FKTP Wilayah Kota Depok tahun 2019. Variabel yang berpengaruh terhadap Pemanfaatan prolanis adalah status pernikahan (p-value =0,015), dukungan social(p-value=0,000) dan aksesbilitas(p-value=0,016) Faktor dominan yang mempengaruhi pemanfaatan Prolanis adalah dukungan sosial dengan (p-value = 0,000).Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di FKTP adalah status pernikahan, dukungan social dan aksesbilitas
Hubungan Status Gizi, Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja di PT Gatra Tahun 2019 Mutia Shafitra; Putri Permatasari; Agustina Agustina; Marina Ery
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 1 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.1.50-56

Abstract

Latar belakang: Transformasi struktural perekonomian Indonesia menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja, ketenagakerjaan dan demografi berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Status gizi dan pola konsumsi pekerja dinilai cukup penting dalam upaya peningkatan produktivitas kerja. Kekurangan zat-zat gizi dalam makanan berdampak terjadinya gangguan kesehatan dan penurunan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan status gizi, pola makan dan aktivitas fisik dengan produltivitas kerja pada pekerja di PT gatra tahun 2019.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dilakukan pada Bulan Februari hingga Juni 2019. Populasi penelitian ini bagian Redaksi dan Marketing PT Gatra dengan jumlah sampel 57 orang dengan teknik total sampling. Hasil: Adanya hubungan antara status gizi dengan produktivitas (p value = 0,026), adanya hubungan antara frekuensi makan dengan produktivitas (p value = 0,015), dan ada hubungan antara jenis makanan dengan produktivitas (p value = 0,046). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah aktivitas fisik dengan produktivitas (p value = 0,624).Simpulan: Terdapat hubungan antara status gizi, jenis makanan dan pola makan dengan produktivitas kerja. Namun pada variabel aktivitas fisik tidak terdapat hubungan dengan produktivitas kerja. Kata kunci: Produktivitas, Status Gizi, Pola Makan, Aktivitas Fisik ABSTRACT Title: Relationship between Nutritional Status, Diet and Physical Activity with Work Productivity at Workers at PT Gatra in 2019 Background: The structural transformation of the Indonesian economy shows that labor, employment and demographic productivity contribute positively to economic growth. Nutritional status and consumption patterns of workers are considered quite important in an effort to increase work productivity. Lack of nutrients in food can cause health problems and decrease. Objective: to determine the relationship of nutritional status, diet and physical activity with the work productivity of workers in PT Gatra in 2019.Method: This study used a cross sectional study design conducted from February to June 2019. The population of this study was the Editorial and Marketing section of PT Gatra with a total sample of 57 people with total sampling techniqueResult: There is a relationship between nutritional status and productivity (p value = 0.026), there is a relationship between eating frequency and productivity (p value = 0.015), and there is a relationship between food types and productivity (p value = 0.046). While unrelated variables are physical activity with productivity (p value = 0.624).Conclusion: There is a relationship between nutritional status, type of food and diet with work productivity. But in the physical activity variable there is no relationship with work productivity. Keywords: Productivity, Nutritional Status, Diet, Physical Activity
Determinan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Kota Tangerang Selatan Tahun 2020 Putri Permatasari; Cahya Arbitera; Dwi Mutia Wenny
IKRAITH-EKONOMIKA Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-EKONOMIKA No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.271 KB)

Abstract

Warga merupakan masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit karena kondisilingkungan yang kurang sehat. Hal tersebut mengharuskan warga untuk memanfaatkanpelayanan kesehatan agarmendapatkan pemeriksaan yang optimal. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui gambaran dan hubungan karakteristik warga, karakteristik pelayanankesehatan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh warga di wilayah Kota TangerangSelatan tahun 2020. Metode penelitian kuantitatif dengan design cross- secional,menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel sebanyak 150 KK di wilayah KotaTangerang Selatan. Alat ukur dalam bentuk kuesioner dengan teknik pengambilan databerupa wawancara. Analisis data menggunakan analisis chi-square dan analisis regresilogistik berganda. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemanfaatanpelayanan kesehatan yaitu variabel pengetahuan (p=0,001) dan persepsi sakit (p=0,001). DanVariabel yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitutransportasi (p=0,297), jarak (p=0,340), dan informasi kesehatan (p=0,538). Puskesmas danpetugas kesehatan diharapkan dapat lebih banyakmelibatkan kelompokwarga danmasyarakatdi sekitarwilayah dalam program kerjanya, seperti pemberian informasi kesehatan.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Pembuatan Hand sanitizer secara Mandiri Sebagai Bentuk Pencegahan Covid 19 di Kelurahan Krukut Kecamatan Limo Kota Depok Putri Permatasari; Agustina Agustina; Dwi Mutia Wenny
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.738 KB)

Abstract

Menjaga kebersihan badan adalah syarat mutlak dalam pola hidup sehat. Salah satu yang perlu kita jaga kebersihannya adalah mencuci tangan sebelum makan. Mencuci tangan sebeluM makan adalah hal wajib yang harus Anda lakukan sebagai salah satu cara menjaga kesehatan tubuh. Tapi hal tersebut tidak pernah dianggap serius oleh banyak orang karena masih banyak orang yang malas untuk mencuci tangan sebelum makan. Kebiasaan itu bisa membawa mereka pada kondisi yang buruk, seperti yang diketahui bakteri dan virus ada dimana-mana dan bisa masuk ke dalam tubuh dengan mudah salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Mencuci tangan dapat menggunakan air dan sabun, akan tetapi jika kita sedang berada disuatu tempat yang susah untuk mendapatkan air bersih maka salah satu solusinya adalah dengan menggunakan hand sanitizer, yaitu cairan pembersih tangan tanpa bilas yang mengandung alkohol minimal 60%. Cairan antiseptik ini biasanya digunakan sebagai pengganti air dan sabun. Lidah buaya memiliki kandungan Tanin sebagai anti bakteri, dan juga mengandung senyawa flavonoid, saponin,apiin, minyak atisiri, apigenin, kolin, vitamin A,B,C, dan zat pahit. Di Indonesia sendiri daun seledri mudah sekali tumbuh, sehingga mudah untuk didapatkan dan diolah menjadi gel hand sanitizier. Tak hanya sampai pada proses pengolahan, namun produk ini juga dikemas semenarik mungkin sehingga memiliki tampilan yang unik dan praktis untuk dibawa kemana saja. Diharapkan dengan adanya gel antiseptik berbahan alami ekstrak lidah buaya ini memudahkan masyarakat Indonesia untuk melakukan gaya hidup sehat dengan membersihkan tangan sebelum makan atau melakukan aktivitas apapun. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dalam isu perilaku hidup bersih dan sehat pada masa “New Normal’ di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok. Metode yang digunakan adalah dengan pelatihan praktik simulasi pembuatan hand sanitizer yang didahului oleh materi dengan media power point, video dan simulasi.
Pembentukan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Cikulur Fathinah Ranggauni Hardy; Rafiah Maharani Pulungan; Putri Permatasari
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.92 KB)

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR yang paling besar terjadi pada hari Selasa, 23 Januari 2018. Gempa tersebut terjadi tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada kedalaman 61 km. Pusat gempa yang berada di daratatau dekat pantai menyebabkan guncangan keras dirasakan oleh masyarakat dan sampai saat ini disertai banyak gempa susulan (BNPB, 2018). Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak yang memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu Sebanyak 2.760 unit rumah rusak itu rinciannya 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak wargayang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kecamatan di Kabupaten Lebak juga belum memiliki upaya manajemen bencana berbasis masyarakat yang optimal, misalnya belum ada terbentuk Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 sesuai 20 Indikator Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid19. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, tim pengusul tertarik untuk membentuk inovasi berbasis masyarakat berupa Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lebak yang inisiasi awal di Kecamatan Cikulur. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membentuk Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lebak berbasis masyarakat agar siap dala menghadapi bencana. Kegiatan yang akan dilakukan dalam pembentukan Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 dan Simulasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cikulur. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19. Kegiatan menghasilkan pembentukan Tim Siaga Bencana Pada Masa Pandemi Covid 19 dan Simulasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cikulur.
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Oleh Pemulung Di Bantargebang, Kota Bekasi Tahun 2020 Dhea Julia Lestari; Putri Permatasari; Chahya Kharin Herbawani; Chaya Arbitera
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 32 No 2 (2022)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v32i2.4725

Abstract

Scavengers are people who have a high risk of exposure to diseases due to unhealthy environmental conditions. This requires scavengers to take advantage of health services in order to get optimal examinations. The purpose of this study was to determine Related Factors To The Utilization Of Health Services By Scavengers At Landfill Area Of Sumurbatu Village, Bantargebang Sub-District, Bekasi City In 2020. The quantitative research method with cross-sectional design used random sampling techniques. The number of samples was 150 families in the landfill area of Sumurbatu Village. Measuring instrument in the form of a questionnaire with data collection techniques in the interviews form. Data analysis used chi-square analysis and multiple logistic regression analysis. The results showed that the variables related to the utilization of health services were knowledge variable (p = 0.001), number of families (p = 0.021), perception of pain (p = 0.001), and family support (p = 0.030). And the variables that were not related to the utilization of health services were ownership of health insurance (p = 0.750), transportation (p = 0.297), distance (0.340), health information (p = 0.538), and attitudes of health workers (p = 1,000). As well as the dominant variable related to the utilization of health services, that is knowledge (p = 0.000) with OR 12.876. It is hope that primary health care and health workers can involve more scavenger groups and communities around the landfill area in their work programs, such as providing health information. Abstrak Pemulung merupakan masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit karena berada di kondisi lingkungan yang kurang sehat. Hal tersebut mengharuskan pemulung untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pemulung di TPA Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi Tahun 2020. Metode penelitian kuantitatif dengan design cross-secional, menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel sebanyak 150 KK di wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Sumurbatu. Alat ukur dalam bentuk kuesioner dengan teknik pengambilan data berupa wawancara. Analisis data menggunakan analisis chi-square dan analisis regresi logistik berganda. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu variabel pengetahuan (p=0,001), jumlah keluarga (p=0,021), persepsi sakit (p=0,001), dan dukungan keluarga (p=0,030). Dan Variabel yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu kepemilikan jaminan kesehatan (p=0,750), transportasi (p=0,297), jarak (0,340), informasi kesehatan (p=0,538), dan sikap petugas kesehatan (p=1,000). Serta variabel dominan yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu pengetahuan (p=0,001) dengan OR 12,876. Puskesmas dan petugas kesehatan diharapkan dapat lebih banyak melibatkan kelompok pemulung dan masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam program kerjanya, seperti pemberian informasi kesehatan dan juga dapat melakukan pengecekan kesehatan agar pemulung mengetahui kondisi kesehatannya.
Analisis Implementasi Promosi Kesehatan tentang Covid-19 pada Rumah Sakit di Daerah Jakarta Rizky Maulidiyah Harnum; Rahmah Hida Nurrizka; Agustina Agustina; Putri Permatasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.197

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pada masa pandemi Covid-19, kegiatan promosi kesehatan sangat wajib dilakukan oleh setiap rumah sakit dalam upaya mencegah Covid-19. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya ditemukan banyak kendala. Tujuan penelitian menganalisis implementasi promosi kesehatan serta faktor-faktor dalam melaksanakannya di salah satu rumah sakit di daerah Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Penelitian ini menggunakan pertanyaan untuk wawancara mendalam, pedoman observasi, dan juga pedoman telaah dokumen terhadap variabel-variabel yang akan diteliti sebagai alat untuk membantu penelitian. Triangulasi sumber, metode, dan teori merupakan teknik yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini. Hasil: Hasil yang didapat dalam penelitian adalah kegiatan promosi kesehatan di RS tersebut belum terlaksana dengan baik. Berikut beberapa hal yang menghambat pelaksanaan promosi kesehatan yaitu kepentingan kelompok sasaran belum optimal dan SDM yang kurang. Kesimpulan: Diharapkan rumah sakit memaksimalkan factor-faktor yang masih menghambat pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Promosi Kesehatan, Rumah Sakit Abstract Background: During the Covid-19 pandemi, health promotions are very mandatory for every hospital in an effort to prevent Covid-19. However, in its implementation, many obstacles were found. The purpose of the study was to analyze the implementation of health promotion and the factors in implementing it. Methods: This research is a qualitative research method with 10 informants. This study uses questions for in-depth interviews, observation guidelines, and also document review guidelines for the variables to be studied as tools. Triangulation of sources, methods, and theories is a technique used in analyzing this research. Result: The results obtained in the study are health promotion in the hospital have not been carried out properly. The following are some of the things that hinder the implementation of health promotion, namely the interests of the target group are not optimal and human resources are lacking. Conclusion: It is hoped that the hospital will maximize the factors that still hinder the implementation of health promotion activities. Keywords: Health Promotion, Hospital, Implementation, Policy