Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting Sangat Pendek dan Pendek pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Sawah Besar Rahmawati, Luluk Atmi; Ranggauni Hardy, Fathinah; Anggraeni, Ayu
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i2.36

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah gizi yang dihadapi oleh Indonesia adalah kejadian balita pendek (stunting). Stunting adalah hal yang sangat penting karena akan memengaruhi sumber daya manusia di masa depan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan studi cross sectional dengan total sampel 91 balita stunting berusia 24-59 bulan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Balita pendek lebih banyak (76,9%) daripada balita sangat pendek (23,1%). Tidak ada hubungan antara usia Ibu (p value=0,503), pendidikan Ibu (p value=0,924), status pekerjaan (p value=0,737), pendapatan keluarga (p value=0,534), pengetahuan Ibu (p value=0,829), ragam makanan (p value=0,893), riwayat penyakit (p value=0,348), pola istirahat (p value=0,714), dan aktivitas fisik (p value=0,171) dengan stunting sangat pendek dan pendek. Ada hubungan antara ASI eksklusif (p value=0,006), dan pola asuh (p value=0,004) dengan stunting sangat pendek dan pendek. Kesimpulan: Ada hubungan antara ASI eksklusif dan pola asuh dengan stunting sangat pendek dan pendek. Dalam hal ini maka perlu diadakannya sosialisasi pada orang tua balita mengenai pemberian ASI eksklusif dan praktik pola asuh yang baik dan benar Related Factors of Very Short and Short Stunting In Children Aged 24 59 Months in Kecamatan Sawah Besar AbstractBackground: One of the nutritional problems faced by Indonesia is the occurrence of short toddlers (stunting). Stunting is very important because it will affect human resources in the future.Methods: The design of this study used a cross sectional study with a total sample of 91 stunting toddlers aged 24-59 months. The sampling technique used was purposive sampling Results: Stunting are more (76.9%) than severe stunting (23.1%). There were no correlation between mother’s age (p value = 0.503), mother education (p value = 0.924), employment status (p value = 0.737), family income (p value = 0.534), mother’s knowledge (p value = 0.829), variance foods (p value = 0.893), disease history (p value = 0.348), rest pattern (p value = 0.714), and physical activity (p value = 0.171) with stunting and severe stunting. There were have correlation between exclusive breastfeeding (p value = 0.006), and parenting (p value = 0.004) with severe stunting and stunting.Conclusions: There were have correlation between exclusive breastfeeding and parenting with a severe stunting and stunting. In this case, it is necessary to have more socialization for parents about exclusive breastfeeding practice and parenting practices in the right way.Keywords: stunting, severely stunting, toodler, parenting
Herd Immunity Tantangan New Normal Era Pandemi Covid 19 Hardy, Fathinah Ranggauni
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i2.70

Abstract

Penyebaran virus corona Covid-19 semakin berkembang secara pesat di seluruh dunia. Kondisi ini menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah ini menjadi pandemi global. Di samping status wabah Covid-19 ini, muncul istilah Herd Immunity dalam dunia kesehatan sebagai upaya perlindungan diri atau imunitas tubuh dan tantangan pada era new normal saat ini. Herd immunity bisa muncul dengan cara membiarkan virus terus menyebar sehingga banyak orang terinfeksi dan apabila mereka sembuh, banyak orang akan kebal sehingga wabah akan hilang dengan sendirinya karena virus sulit menemukan host atau inang untuk membuatnya tetap hidup dan berkembang. Semakin banyak orang yang mengalami Herd Immunity akan berdampak bagi lingkungan sosialnya yaitu melindungi kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit atau virus yang menyerang. Herd Immunity bisa tercipta dengan menggunakan dua cara: Dengan cara menyuntikkan vaksinasi atau obat untuk penangkalan penyebaran virus tersebut. Kekebalan tersebut akan muncul dari vaksin yang disuntikkan dan tidak membuat virus dari orang yang terjangkit menular pada orang lain. Herd Immunity bisa tercipta tidak dengan suntik vaksin, yaitu dengan cara alami. Herd Immunity akan tercipta apabila dalam satu kelompok sudah banyak yang terpapar virus, maka orang lain dalam masyarakat tersebut akan memiliki tingkat kekebalan yang baik dengan sendirinya dan bisa menangkal penyebaran virus. Pada kasus virus Covid-19, sampai saat ini memang belum ditemukan vaksin atau obat yang dapat menangkal penyebarannya. Maka Herd Immunity hanya dapat dijalankan dengan cara alami yaitu dengan cara pemulihan pasien yang sudah terinfeksi. Cara alamiah yang dimaksud yaitu dengan membiarkan Covid-19 menginfeksi sebagian besar orang di beberapa wilayah. Banyaknya yang terinfeksi kemudian akan menciptakan Herd Immunity. Memilih menggunakan cara alami penciptaan Herd Immunity pada penanganan virus Covid-19 sebenarnya tidak disarankan untuk menjadi pilihan utama. Hal itu dikarenakan tingkat infeksi yang sangat cepat di seluruh dunia hingga dapat mengakibatkan kematian maka cara tersebut justru membahayakan lingkungan. Ada upaya lain yang bisa diterapkan untuk menahan penyebaran virus Covid-19, yaitu dengan membatasi kontak orang-ke-orang dan mendesak masyarakat untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain atau yang dikenal dengan istilah Social Distancing atau Physical Distancing.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN CINERE MEMANFAATKAN SAMPAH ANORGANIK MENJADI BARANG KERAJINAN YANG BERNILAI EKONOMI Setiyawati, Marina Ery; Hardy, Fathinah Ranggauni; Permatasari, Putri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.445 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4336

Abstract

Sampah rumah tangga khususnya sampah anorganik merupakan masalah tersendiri karena sampah jenis inisulit didegradasi. Peran serta ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga, terutama sampahanorganik, akan sangat bermanfaat bagi lingkungan. Permasalahannya adalah bagaimanakah caramengumpulkan dan mengelola sampah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga danbagaimanakah cara memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk meminimalisasi limbahanorganik dengan cara memanfaatkannya menjadi barang-barang kerajinan yang bernilai ekonomi. Metodeyang dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan pelatihan dan praktek langsung kepada ibu-ibu rumahtangga di lokasi kegiatan, yaitu di Kelurahan Cinere. Materi pelatihan meliputi seluk-beluk sampahanorganik rumah tangga, serta cara pengelolaan dan pengolahannya menjadi barang kerajinan yang bernilaiekonomi. Jenis sampah yang dimanfaatkan terbatas pada sampah sedotan bekas, karton bekas, dan anekaplastik bekas kemasan. Kegiatan kemitraan masyarakat dilakukan pada Jumat, 14 September 2018 di KantorLurah Kel. Cinere Kec. Cinere Kota Depok. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi.Metode ceramah untuk menjelaskan tentang pengolahan sampah anorganik yang akan dijadikan kerajinantangan yang bernilai ekonomi. Hasil kegiatan pelatihan diadakan dapat memberikan bekal keterampilankepada peserta untuk mengelola sampah anorganik, terutama sampah plastik, menjadi barang-barangkerajinan yang mempunyai nilai jual, seperti produk tas daur ulang dari sampah plastik bekas kemasan.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN CINERE DALAM PENANAMAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) Permatasari, Putri; Hardy, Fathinah Ranggauni
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.145 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v2i1.4337

Abstract

Pemberdayaan ibu rumah tangga di Kelurahan Cinere dalam penanaman dan pemanfaatan TOGA salah satunyadapat digunakan untuk mendukung pemberdayaan Ibu Ibu PKK dengan pemanfataan lingkungan yang ada diwilayah tersebut. TOGA adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Penanaman TOGAdapat di pot atau di lahan sekitar rumah, dan jika lahan yang ditanami cukup luas maka sebagian hasil panen dapatdijual dan menambah pendapatan keluarga. Adapun pemanfaatan TOGA selain sebagai obat, juga dapatdimanfaatkan untuk: (1) penambah gizi keluarga (pepaya, timun, bayam), (2) bumbu atau rempah-rempah masakan(kunyit, kencur, jahe, serai, daun salam), (3) menambah keindahan (mawar, melati, bunga matahari, kembang sepatu,tapak dara, kumis kucing). Kegiatan kemitraan masyarakat dilakukan pada Jumat, 7 September 2018 di MusholaNurul Arifin RW. 12 Kel. Cinere Kec. Cinere Kota Depok. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dandemonstrasi. Metode ceramah untuk menjelaskan tentang khasiat TOGA secara ilmiah, penanaman Tanaman ObatKeluarga (TOGA), dan pengolahan TOGA. Metode demonstrasi untuk mempraktekan penanaman Tanaman ObatKeluarga (TOGA). Kelurahan Cinere merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Depok. Umumnyamasyarakat di wilayah tersebut masih memiliki lahan pekarangan yang cukup luas, sehingga pemanfaatan danpengelolaanemnas lingkungan dapat dioptimalkan dengan penanaman TOGA. Oleh karena itu perlu dilakukanpelatihan tentang khasiat TOGA secara ilmiah. Masyarakat yang telah memiliki pengetahuan tentang khasiat TOGAdan menguasai cara pengolahannya dapat membudidayakan tanaman obat secara individual dan memanfaatkannyasehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Selain itu juga dapat dikembangkanmenjadi usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal, yang selanjutnya dapat disalurkan ke masyarakat.
HUBUNGAN KEBISINGAN DAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN STRES KERJA DI PT. DURAQUIPT CEMERLANG: Relationship Between Noise and Mental Workload with Work Stress at PT. Duraquipt Cemerlang Annur Aini; Utari, Dyah; Fithri, Nayla Kamilia; Hardy, Fathinah Ranggauni
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 4 No. 1 (2021): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v4i1.62

Abstract

ABSTRACT Work stress is stress that is related to the work environment that can cause discomfort so that it affects the productivity of a worker. Several factors that cause work stress include individual factors, noise that exceeds the threshold value, and excessive mental workload. This study aims to determine the relationship between noise exposure, mental workload, and individual factors with work stress on workers at PT. Duraquipt Cemerlang. This study is a quantitative study using a cross-sectional study design with chi-square test analysis. The population of this study was all workers of PT. Duraquipt Cemerlang as many as 132 people. The sample of this study amounted to 106 people using the random samplng technique. This research instrument uses a sound level meter to measure noise levels, a DASS-42 questionnaire to measure work stress levels, and a NASA-TLX questionnaire to measure the mental workload. The results showed there was a relationship between education level (p=0,033) and mental workload (p=0,011) with work stress, and there was no relationship between noise (p=0,570), age (p=0,429), years of service (p=0,273), and marital status (p=0,719) with work stress. There was a relationship between mental workload and education level with work stress on PT. Duraquipt Cemerlang. The company should provide education about the prevention and control of work stress and provide consulting services for all workers.Keywords: Noise, Mental Workload, Individual Factors, Work Stress. ABSTRAKStres kerja merupakan stres yang berkaitan dengan lingkungan kerja yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan sehingga memengaruhi produktivitas seorang pekerja. Beberapa faktor penyebab terjadinya stres kerja antara lain faktor individu, kebisingan yang melebihi NAB, dan beban kerja mental berlebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan kebisingan, beban kerja mental, dan faktor individu dengan stres kerja pada pekerja di PT. Duraquipt Cemerlang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi potong lintang dengan analisis uji chi-square. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja PT. Duraquipt Cemerlang sebanyak 132 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 106 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan sound level meter untuk mengukur tingkat kebisingan, kuesioner DASS-42 untuk mengukur tingkat stres kerja, serta kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja mental. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan (p=0,033) dan beban kerja mental (p=0,011) dengan stres kerja serta tidak adanya hubungan antara kebisingan (p=0,570), usia (p=0,429), masa kerja (p=0,273), dan status pernikahan (p=0,719) dengan stres kerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara beban kerja mental dan tingkat pendidikan dengan stres kerja pada pekerja PT. Duraquipt Cemerlang. Bagi perusahaan diharapkan dapat melakukan sosialisasi mengenai pencegahan dan pengendalian stres kerja serta memberikan layanan konsultasi untuk seluruh pekerja.Kata Kunci: Kebisingan, Beban Kerja Mental, Faktor Individu, Stres Kerja
Inovasi Berbasis Masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) Berbasis Komunitas Hardy, Fathinah Ranggauni; Pulungan, Rafiah Maharani; Permatasari, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 01 Nomer 01 Tahun 2020
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.885 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v1i01.528

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR yang paling besar terjadi pada hari Selasa, 23 Januari 2018. Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak yang memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu Sebanyak 2.760 unit rumah rusak itu rinciannya 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1. 894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak warga yang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kegiatan yang akan dilakukan dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana adalah Penilaian Risiko, Perencanaan Penanggulangan Bencana (PB) di Desa, Pembentukan Forum PB di Peningkatan Kapasitas Warga dan Aparat dalam PB melalui Pelatihan Kebencanaan pada warga dan perangkat desa, Pemaduan PB ke dalam Rencana Pembangunan Desa dan Legalisasi Desa Tangguh Bencana. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Desa Tangguh Bencana.
DETERMINAN KUALITAS TIDUR SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MAHASISWA KESEHATAN Siska Rizki Annisa; Fathinah Ranggauni Hardy; Terry Y.R. Pristya; Rafiah Maharani Pulungan
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v8i4.3043

Abstract

ABSTRAKPrevalensi kualitas tidur menjadi lebih buruk selama pembelajaran jarak jauh saat pandemi COVID-19 karena mahasiswa harus beradaptasi dengan perubahan proses pembelajaran dan tuntutan akademik. Penelitian ini merupakan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional untuk mengetahui determinan kualitas tidur selama pembelajaran jarak jauh pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta sejak Juni – Juli 2021. Teknik sampling dengan proportionate stratified random sampling (n = 355). Variabel yang diteliti adalah faktor internal (jenis kelamin, stres, gangguan kecemasan) dan faktor eksternal (perilaku merokok, penggunaan smartphone, aktivitas fisik, dan pola makan). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu PSQI, PSS-10, ZRAS, SAS-SV, IPAQ-sf, dan AFHC. Analisis bivariat digunakan uji chi-square, fisher exact dan analisis multivariat digunakan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa stres (p = 0,000; POR = 0,17), gangguan kecemasan (p = 0,000; POR = 9,66), dan penggunaan smartphone (p = 0,001; POR = 2,52) berhubungan dengan kualitas tidur. Analisis multivariat menunjukkan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kualitas tidur adalah gangguan kecemasan. Mahasiswa dengan gangguan kecemasan berisiko 5,55 kali memiliki kualitas tidur buruk dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mengalami gangguan kecemasan setelah dikontrol variabel stres dan penggunaan smartphone (95% CI 1,28 – 24,16). Diharapkan mahasiswa mencegah gangguan kecemasan dengan melakukan meningkatkan rasa percaya diri dan berolahraga secara rutin. Kata Kunci: Determinan, kualitas tidur, pembelajaan jarak jauh, mahasiswa kesehatanv
Promotion Activities for Curug Rahong Tourism Village to Boost Tourists Arrival Retno Dyah Kusumastuti; Fathinah Ranggauni Hardy; Muhammad Ikhsan Amar
International Journal of Business Studies Vol 4 No 3 (2020): International Journal of Business Studies (IJBS)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IPMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32924/ijbs.v4i3.152

Abstract

This study focuses on the promotion activities in Curug Rahong Tourism Village. Curug Rahong Tourism Village is one of the recently established tourism village that is located in Pandeglang Regency, Province of Banten. The objective of this study is explore further about promotional activities that has been done by Curug Rahong Tourism Village management. This study is a descriptive study with qualitative approach, and the data for this study was collected using observation, interview, and documentation. This study finds that Curug Rahong Tourism Village promotion activities were carried out using promotional tools in the form of advertisements, word of mouth, and interactive marketing. Curug Rahong Tourism Village Manager advertises using brochures, while interactive marketing is done through websites and a number of social media platforms, namely Facebook and Instagram. As for the implication, this study suggests that it is important for the management of tourism village to utilize the internet as tool of promotion, innovate the offerings to the tourists, and raise the awareness of the local community about the importance of tourism itself.
Determinants of Covid-19 Vaccination Uptake Among the Elderly in Jagakarsa Sub-District, South-Jakarta Amelia Savitri; Rafiah Maharani Pulungan; Fathinah Ranggauni Hardy; Terry Y.R. Pristya
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V10.I1.2022.8-15

Abstract

Background: COVID-19 is considered to be responsible for the emergence of a new dangerous outbreak. Therefore, it is expected that the interest in receiving vaccines will be very high. However, the lowest vaccination uptake rate comes from the elderly population. Objective: To investigate determinants of COVID-19 vaccination uptake among the elderly. Methods: Cross-sectional design study. This research was conducted in Jagakarsa Sub-district from March to July 2021 with an online interview. The sample size was 393 from the total population study of 21,903. The sampling method was purposive sampling with independent variables namely gender, education level, knowledge, attitudes, government policy, health worker’s recommendations, family support, access to COVID-19 vaccination service facilities, perceptions of COVID-19, and perceptions of COVID-19 vaccines. The dependent variable was COVID-19 vaccine uptake. Sample inclusion criteria included the elderly aged ≥ 60 years old and who lived in the Jagakarsa Sub-district. The exclusion criteria were those who were not willing to be respondents. This study conducted a univariate analysis to determine the frequency distribution of variables. Bivariate data analysis that was used were Chi-Square and multivariate data analysis with multiple logistic regression (α=0.05). Results: The results of the bivariate analysis showed that education, knowledge, perceptions of COVID-19 and COVID-19 vaccines, attitudes, government policies, access to COVID-19 vaccination service facilities, health worker’s recommendations, and family support had a significant relationship with COVID-19 vaccine uptake. The results of multivariate analysis showed that the most associated factor was the perception of COVID-19 vaccine with AOR= 9,928 (95% CI: 5,386-18,302). Conclusion: Respondents had a high acceptance of COVID-19 vaccines, whereas most of the respondents were worried about the side effects at the same time. As our findings suggest, informing the elderly about forthcoming vaccines would help to build their trust in the COVID-19 vaccines.
EDUKASI “SADARI” (PERIKSA PAYUDARA SENDIRI) UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KELURAHAN CIPAYUNG KOTA DEPOK Rafiah Maharani PULUNGAN; Fathinah Ranggauni HARDY
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.128 KB) | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v2i1.756

Abstract

The problem of breast cancer and the impact it has created will require public health interventions in the form of a national countermeasure program regulated in Permenkes No. 34 of 2015 concerning Management of Breast Cancer and Cervical Cancer. One of the prevention of breast cancer is case finding with early detection which is done through Breast Self-Examination (BSE) which can be done easily which aims to determine the presence or absence of a lump that can develop into breast cancer. One of the prevention of breast cancer is case finding with early detection which is done through Breast Self-Examination (BSE) which can be done easily which aims to determine the presence or absence of a lump that can develop into breast cancer. The purpose of this activity is to increase knowledge, and change behavior about early detection of breast cancer through Breast Self-Examination (BSE) in Cipayung Village, Depok City. The target audience for this service is the Health Officers and Cadres in the Puskesmas, and especially the mothers in Cipayung Village. The method of implementation of this community service includes the preparation, implementation and evaluation stages. In the preparation stage it was shown that all participants had never received education about BSE before, even 95% of the 32 participants had just heard about BSE. Low initial knowledge can be seen from the results of pre-tests conducted in which the majority of mothers' level of knowledge is still low about breast self-examination and breast cancer after education and training there is an increase in maternal knowledge about breast self-examination. It is recommended that health workers regularly provide education about breast self-awareness to women, especially mothers.