Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peran FinTech dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Era Ekonomi Digital Komariyah, Fitri; Annisah
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.204

Abstract

Transformasi digital dalam sektor keuangan telah mendorong pertumbuhan pesat financial technology (FinTech) sebagai katalisator inklusi keuangan, terutama di negara berkembang. FinTech memungkinkan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal melalui teknologi digital seperti mobile banking, peer-to-peer lending, dan digital wallet, yang secara signifikan mengurangi hambatan geografis dan biaya transaksi (Ozili, 2018). Menurut World Bank (2022), adopsi layanan FinTech berkontribusi terhadap peningkatan kepemilikan akun keuangan, terutama di kalangan populasi unbanked dan underserved. Namun demikian, inklusi keuangan yang didorong oleh FinTech tidak lepas dari tantangan regulasi, keamanan data, dan literasi digital, yang jika tidak ditangani secara sistemik, dapat menciptakan ketimpangan baru dalam akses keuangan digital (Gomber et al., 2017). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran FinTech dalam memperluas inklusi keuangan di era ekonomi digital Indonesia dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis literatur global. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan kolaborasi antara pelaku FinTech, regulator, dan sektor pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan
Crypto Asset dan Regulasi Pajak: Tinjauan Hukum Keuangan Digital Komariyah, Fitri; Hendra
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 4 (2025): MAY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.205

Abstract

Aset kripto telah berkembang menjadi instrumen keuangan digital yang signifikan dalam arsitektur keuangan global, menimbulkan tantangan hukum dan fiskal bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian regulasi dan kompleksitas karakteristik teknologi blockchain mendorong perlunya kerangka hukum yang adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi digital. OECD (2020) menekankan pentingnya transparansi pajak atas aset digital lintas negara guna mencegah penghindaran dan pengelakan pajak. Di sisi lain, Zetzsche, Buckley, dan Arner (2020) menggarisbawahi bahwa kegagalan dalam merumuskan regulasi yang tepat dapat menciptakan celah hukum dan risiko sistemik bagi stabilitas fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau aspek hukum perpajakan atas aset kripto dari perspektif hukum keuangan digital, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengatur pajak atas transaksi aset kripto, ketidakterpaduan antar lembaga dan ketertinggalan regulasi teknologi menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi kebijakan yang selaras dengan prinsip good governance dan standar internasional.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF IMPLEMENTING A DIGITAL TECHNOLOGY-BASED ACCOUNTING SYSTEM ON THE FINANCIAL PERFORMANCE OF MSME’S IN INDONESIA Komariyah, Fitri
TRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGAN Vol. 4 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/transekonomika.v4i6.805

Abstract

The primary objective of this study is to examine the impact of introducing a digital technology-driven accounting system on the financial outcomes of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. In today's digital age, integrating technology into accounting systems plays a crucial role in enhancing the efficiency and transparency of financial reporting in MSMEs. The research employs a quantitative approach, utilizing a survey method to gather data from 150 MSMEs operating across various industries. Through the analysis of data using multiple linear regression, the study aims to assess the correlation between the implementation of a digital accounting system and financial performance, as measured by metrics such as profitability, cost effectiveness, and liquidity. The findings of this study reveal a positive and significant impact of incorporating a digital technology-based accounting system on the financial performance of MSMEs. The results suggest that MSMEs that embrace accounting technology demonstrate superior financial performance in comparison to those that adhere to traditional approaches. Consequently, this research imparts practical implications for MSME operators, encouraging them to actively adopt digital technology as a means to enhance financial performance and gain a competitive edge in the market.
Kalkulasi bijak, keuntungan optimal: membangun dasar literasi keuangan kuat untuk usaha baru dengan penerapan cost plus pricing Diah Ayu Sanggarwati; Cucu Hayati; Fitri Komariyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27230

Abstract

Abstrak Rendahnya tingkat literasi keuangan berpotensi menghambat pertumbuhan usaha baru, yang dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan finansial, seperti dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Penerapan HPP metode cost plus pricing dapat membantu pelaku usaha menentukan harga jual yang lebih stabil dan mendorong optimalisasi keuntungan. Penelitian ini dirancang dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan pelaku usaha baru terhadap perhitungan HPP melalui pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Mojokerto. Dengan metode Partisipatory Action Research (PAR), pelatihan ini melibatkan 20 peserta secara aktif dalam simulasi perhitungan HPP metode cost plus pricing pada produk inovatif Mushroom Mac and Cheese Schotel. Metode PAR yang digunakan meliputi tahap identifikasi masalah, telaah mendalam, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test, di mana peserta menjadi lebih mampu menghitung dan menerapkan HPP secara akurat, yang diharapkan dapat mengoptimalkan keuntungan usaha. Pelatihan ini memberikan dampak positif dalam hal peningkatan literasi keuangan, serta mendorong pemanfaatan layanan perpustakaan sebagai sumber informasi dan dukungan usaha. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; literasi keuangan; harga pokok produksi; cost plus pricing Abstract The low levels of financial literacy can hinder the growth of new businesses, potentially leading to errors in financial decision-making, such as in the calculation of Cost of Goods Sold. Implementing the cost-plus pricing method for Cost of Goods Sold can help business owners set more stable selling prices and optimize profits. This study, designed as part of a community service activity, aims to improve new entrepreneurs’ understanding of financial literacy, specifically in Cost of Goods Sold, through training conducted by the Mojokerto City Library and Archives Office. Using the Participatory Action Research (PAR) method, this training actively involved 20 participants in a cost-plus pricing simulation for calculating HPP on the innovative product Mushroom Mac and Cheese Schotel. The PAR method applied included the stages of problem identification, in-depth review, planning, implementation, and evaluation. The training results showed a significant increase in participants' comprehension, as seen in the comparison of pre-test and post-test results, with participants becoming more capable of accurately calculating and applying Cost of Goods Sold, which is expected to optimize their business profits. This training positively impacted financial literacy improvement and encouraged the use of library services as a source of information and business support. Keywords: community service; training; financial literacy; cost of goods sold; cost plus pricing