Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Permainan Edukatif Berbasis Literasi Digital: Tren, Klaster, Dan Arah Pengembangan Di Masa Depan Jakia Daraja; Sholehuddin Sholehuddin
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2573

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah praktik pendidikan secara signifikan, menjadikan literasi digital sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan, tren, dan arah penelitian mengenai permainan edukatif berbasis literasi digital melalui pendekatan bibliometrik. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik yang dipadukan dengan analisis isi serta meta-review terhadap publikasi ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan Dimensions pada periode 2020–2026. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk menghasilkan visualisasi jaringan (network), hamparan waktu (overlay), dan kepadatan (density) yang mengungkap struktur intelektual serta perkembangan tematik dalam bidang penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital menjadi tema utama dalam jaringan penelitian dan memiliki keterkaitan yang kuat dengan teknologi pendidikan, pembelajaran digital, motivasi belajar, serta teknologi mutakhir seperti virtual reality dan augmented reality. Visualisasi klaster mengidentifikasi beberapa tema penelitian utama, meliputi inovasi teknologi dalam pembelajaran, implementasi permainan edukatif (serious games), serta faktor psikologis seperti motivasi dan keterlibatan peserta didik. Tren publikasi dan sitasi menunjukkan pertumbuhan yang signifikan hingga tahun 2025, yang mencerminkan meningkatnya perhatian akademik dan relevansi topik ini dalam penelitian pendidikan. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga melibatkan dimensi pedagogis, psikologis, dan sosial. Pembelajaran berbasis permainan edukatif memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan minat baca, keterlibatan peserta didik, dan pengalaman belajar yang interaktif. Namun demikian, tantangan seperti kesenjangan digital dan ketidakmerataan akses terhadap sumber daya teknologi masih menjadi hambatan utama dalam implementasinya. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan perkembangan riset mengenai permainan edukatif berbasis literasi digital serta menyediakan landasan bagi pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka terhadap Penguatan Karakter Disiplin pada Siswa Kelas V SD Adnan Wahidin; Dien Numarina Malik Fadjar; Sholehuddin Sholehuddin
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2134

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter disiplin siswa sekolah dasar di era digital, yang ditandai dengan rendahnya kepatuhan terhadap aturan, keterlambatan hadir, serta kurangnya tanggung jawab dalam kegiatan belajar. Salah satu upaya efektif untuk menumbuhkan disiplin adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang menekankan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan ekstrakurikuler Pramuka terhadap penguatan karakter disiplin siswa kelas V di SDN Telajung 02, Kabupaten Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi korelasional, menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data dari 30 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keaktifan dalam kegiatan Pramuka dan karakter disiplin siswa (r = 0,526) dengan persamaan regresi Y = 46,56 + 0,41X. Artinya, setiap peningkatan keaktifan dalam Pramuka akan diikuti peningkatan kedisiplinan siswa. Kesimpulannya, kegiatan Pramuka berpengaruh positif terhadap penguatan karakter disiplin siswa dan dapat dijadikan sarana strategis dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN “EDUQUIZ” BERBASIS MICROSOFT POWERPOINT UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR ISLAM DARUL MUTTAQIEN Triana Wahyu Rahmawati; Sholehuddin Sholehuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft PowerPoint pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas V SDI Darul Muttaqien. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE . Dengan tahap (1) Analisis, menganalisis kebutuhan media interaktif berbasis offline, (2) Desain, merancang media menggunakan PowerPoint, (3) Pengembangan, pembuatan media dari rancangan yang dibuat, (4) Implementasi, uji coba padda peserta didik kelas V dengan hasil sangat praktis, (5) Evaluasi, menyempurnakan produk berdasarkan masukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kevalidan yang dilakukan oleh ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media. Juga dilakukan uji kepraktisan yang dilakukan dengan pengisian respon kelompok kecil terdiri dari 7 peserta didik, kelompok besar terdiri dari 15 peserta didik, dan respon dari guru kelas. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kevalidan dari ahli bahasa adalah 100% (Sangat Valid), hasil dari ahli materi adalah 86% (Sangat Valid), dan hasil dari ahli media adalah 97% (Sangat Valid). Hasil respon kelompok kecil, kelompok besar, dan guru kelas mendapat skor sebesar 98% yang dapat diartikan bahwa Sangat Praktis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran EduQuiz Sangat Valid dan Sangat Praktis untuk digunakan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TOLERANSI PADA SISWA SD DHARMA KARYA UT DAN SDN PONDOK KACANG TIMUR 03 Dwi Rahmawati; Sholehuddin Sholehuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4092

Abstract

Pendidikan sikap toleransi harus diajarkan sejak usia dini, mulai dari lingkungan rumah, Pendidikan toleransi juga perlu dikembangkan di tingkat sekolah dasar. Maka dari itu kepala sekolah juga sangat berperan penting dalam pengembangan sikap toleransi pada siswa di sekolah.Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi kepala sekolah dan penerapan strategi kepala sekolah serta faktor pendukung dan penghambat strategi kepala sekolah dalam pengembangan sikap toleransi pada siswa. Penelitian ini dilakukan pada SD Dharma Karya UT dan SDN Pondok Kacang Timur 02. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 2 kepala sekolah, 4 guru, dan 4 siswa dari SD Dharma Karya UT dan SDN Pondok Kacang Timur 03. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa strategi kepala sekolah dalam pengembangan sikap toleransi pada kedua sekolah tersebut, mengunakan strategi yang sama yaitu strategi pembiasaan, seperti kegiatan sholat dhuha dan dzuhur, serta merayakan hari keagamaan, dalam menerapkan serta menjalankan strategi, kepala sekolah di kedua sekolah tersebut melibatkan guru dan siswa, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar sekolah. Dan di SD Dharma Karya UT dan SDN Pondok Kacang Timur 03 tersebut, memiliki faktor pendukung dan penghambat dalam menerapkan strategi, faktor pendukung yaitu dari tim manajemen yang baik, dan dana yang mencukupi, faktor penghambat terdiri dari kurang kompaknya tim guru, dan media sosial.
PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DI SDN KARANG TENGAH 5 Muhammad Aria Firdaus; Sholehuddin Sholehuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengelolaan kelas dapat berperan dalam meningkatkan karakter peduli sosial peserta didik di SDN Karang Tengah 5. Latar belakang penelitian dimulai dari fenomena menurunnya nilai-nilai sosial di kalangan siswa sekolah dasar akibat pengaruh individualisme dan lemahnya pembinaan karakter di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas dua guru kelas IV yang dijadikan sumber utama data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting sebagai pembimbing moral, pengarah perilaku, dan teladan sosial dalam kelas. Pengelolaan kelas yang diterapkan mencakup pembiasaan perilaku positif, penerapan kerja kelompok, komunikasi empatik, serta pemberian keteladanan yang konsisten. Melalui strategi tersebut, guru berhasil menciptakan suasana belajar yang hangat, tertib, dan penuh empati, yang secara langsung mendorong tumbuhnya nilai kepedulian sosial seperti kerja sama, toleransi, dan empati antarsiswa. Hambatan yang ditemukan antara lain perbedaan karakter siswa, pengaruh lingkungan luar, serta keterbatasan waktu guru dalam memperkuat nilai-nilai sosial secara eksplisit. Solusi yang ditempuh guru meliputi pendekatan humanis, reflektif, dan kolaboratif dengan orang tua untuk menanamkan nilai peduli sosial secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif bukan hanya berfokus pada keteraturan belajar, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam pembentukan karakter sosial peserta didik.
Terrorism Deradicalization Management Based on Education on the Principles of Islamic Teaching Sholehuddin Sholehuddin; Gofur Ahmad; Rohimi Zam Zam
International Journal of Educational Narratives Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v2i4.1141

Abstract

Background. This research was motivated by the researcher's academic anxiety, namely the existence of a gap in the implementation of deradicalization. The deradicalization currently being carried out by the government, whether through the BNPT, Densus 88 AT Polri, the Directorate General of Corrections or community groups is not well organized, especially regarding the role of institutions, materials (clarification of several points of Islamic teachings that are often misinterpreted) and delivery approaches. This shows the importance of a more in-depth study of how to manage the deradicalization of terrorism based on basic Islamic teachings so that it can run in a programmed, targeted and sustainable manner. Purpose. This research aims to describe, analyze and discover the concept of implementation and management of terrorism deradicalization. This research answers two main problems, namely first how to conceptualize deradicalization and second how to implement deradicalization management. Method. This research was conducted with a qualitative approach using grounded theory designs. The data sources are former terrorism convicts, perpetrators of acts of terrorism, deradicalization implementers from both government agencies and community groups.    Results. The results of this research show that from an Islamic perspective, the concept of deradicalization refers to the An-Nahl letter. 16: 119 which consists of four pillars, namely recognition as a mistake, a statement or pledge not to do it again or repent, an apology to the affected party, and a commitment to improvement. In the management review, the deradicalization program has not been managed optimally based on management functions (planning, organizing, actuating and controlling). Conclusion. It is hoped that this research will be useful for deradicalization stakeholders so that the deradicalization process can be managed in a more programmed, targeted and sustainable manner. This research can also be useful for academic circles for the development of knowledge, insight and further research.