Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Endangered Central Malay Folklore: A Medium for Internalizing Character Values in Indonesian Language and Literature Youpika, Fitra; Sumiyadi, Sumiyadi; Permadi, Tedi; Sunendar, Dadang; Yandryati, Jenny
International Journal of Language Education Vol. 8, No. 1, 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijole.v8i1.60908

Abstract

This study raises the unity of the topics of folklore, literature teaching materials, and character education. It aims to explore character education values in endangered Central Malay folklores as a means of internalizing literature teaching. This qualitative study used five informants who not only knew the folklores but also knew the local culture of the Central Malay community in depth. Data were collected through semi-structured interviews and note-taking. The data were analyzed using a thematic approach. The research findings show that Central Malay folklore has aesthetic, humanist, ethical, and religious values that can be internalized in literature learning as a form of effort to save Central Malay folklore from extinction through education. This research is not new. However, there is little information about Central Malay folklore in Indonesia. The findings provide benefits and recommendations to researchers, educators, teachers, and policymakers to collaborate and conduct further studies to save Central Malay folklore from extinction and survive in society. In addition, the importance of this research is to increase understanding and foster students' appreciation of local literature while being able to take and practice the character values contained in Central Malay folklore.
ANALISIS KARAKTER TOKOH DALAM CERITA PROSA RAKYAT ETNIK BENGKULU UNTUK MATERI PEMBELAJARAN SASTRA Youpika, Fitra; Hiasa, Fina
Jurnal Korpus Vol 5 No 1: April 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i1.15646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan folklor lisan cerita prosa rakyat yang terancam punah melalui pembelajaran sastra sebagai upaya pemertahanan local wisdom etnik Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi. Informan yang dipilih adalah baik laki-laki perempuan yang menguasai atau memahami folklor (cerita rakyat) dan juga memahami budaya setempat. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah observasi, wawancara, rekaman, dan atau mencatat dari sejumlah informan secara sengaja maupun tidak dengan mengikuti prinsip-prinsip baku dalam pengumpulan folklor. Lokasi penelitian adalah di wilayah Provinsi Bengkulu. Teknik keabsahan data adalah dengan mengonsultasikan data (validasi data) kepada pihak ahli (masyarakat). Teknik analis data yaitu mengklasifikasi, mentranskripsi dan penyuntingan, mentransliterasi, dan menyimpulkan. Berdasarkan nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam cerita rakyat etnik Bengkulu dapat disimpulkan bahwa dari 9 cerita yang  terdiri dari 6 dongeng dan 3 legenda, semuanya relevan untuk materi pembelajaran sastra di SMP. Adapun nilai pendidikan karakter yang ditemukan yaitu: pemberani, cerdik, ikhlas, kerja sama, sabar, suka berbagi, patuh, dan kerja keras, pantang menyerah, menepati janji, rajin beribadah, tidak usil, dan sederhana.
TREN DAN PELUANG PENELITIAN BERBASIS SENI DALAM KAJIAN CERITA RAKYAT UNTUK BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA: VISUALISASI DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK Fitra Youpika; Sumiyadi; Nugraha, Eggie; Jenny Yandryati
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2025): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v15i2.28645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang penerapan Penelitian Berbasis Seni (ABR) dalam kajian cerita rakyat. Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometrik dan analisis visual mapping menggunakan VOSviewer. Sumber data diambil dari basis data Scopus tahun 2019-2023. Total artikel yang ditemukan sebanyak 590. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Penelitian Berbasis Seni secara umum masih mengalami pasang surut. Pada tahun 2019 hingga 2020, penelitian berbasis seni meningkat dari 95 menjadi 117 dokumen; pada tahun 2020 hingga 2021 menurun dari 117 menjadi 111; pada tahun 2021 hingga 2022 meningkat dari 111 menjadi 142; dan pada tahun 2022 hingga 2023 kembali menurun dari 142 menjadi 125. Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa tren Penelitian Berbasis Seni dari tahun ke tahun tidak stabil. Namun, jika dilihat secara keseluruhan dalam 5 tahun terakhir, jumlahnya cukup banyak. Artinya, penelitian ini bukanlah hal baru, tetapi masih sangat sedikit kaitannya dengan penerapannya pada kajian sastra dan bahkan belum ditemukan dalam penelitian cerita rakyat. Inilah yang menjadi temuan dan kebaruan penelitian ini. Dengan demikian, Penelitian Berbasis Seni masih sangat terbuka dalam kajian sastra maupun kajian cerita rakyat.