Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Media Wisata

PERSEPSI DAN SIKAP KOMITE EKSEKUTIF HOTEL TERHADAP LULUSAN PERGURUAN TINGGI PARIWISATA SEBAGAI PEKERJA HOTEL PROFESSIONAL Dirga, Dewa Made
JURNAL MEDIA WISATA: Wahana Informasi Pariwisata Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36276/mws.v12i1.65

Abstract

Lembaga pendidikan pariwisata dan industri jasa pariwisata adalah dua institusi yang seharusnya selalu terkait dan saling butuhkan satu sama lain, yang seharusnya terus menerus saling berkomunikasi mengenai tenaga kerja, dimana dunia pendidikan menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi dunia industri, dan dunia industri seharusnya terus menenrus memberikan sinyal kepada dunia pendidikan mengenai kualifikasi yang dibutuhkan. Berangkat dari situasi diatas, tulisan ini dapat dijadilkan langkah awal sebagai pra penelitian untuk mengetahui kebutuhan masing-masing antara dunia industri pariwisata dan lembaga pendidikan pariwisata, dimana penelitian ini akan mengupas mengenai persepsi dan sikap komite eksekutif hotel terhadap lulusan pariwisata, dengan mencoba merumuskan pola, recruitment, karir, kualifikasi pekerja profesional, melalui pola proporsi yang diteruskan dengan membangun model konstruksi persepsi dan sikap komite eksekutif hotel yang diwakili oleh komite eksekutif Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Lulusan Sekolah Pariwisata menjadi kualifikasi utama dalam perekrutan dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan pengalaman Kata Kunci: Persepsi, sikap komite eksekutif hotel.
MAKNA SIMBOL-SIMBOL PROPERTI ADAT PERKAWINAN SUKU SASAK DI PULAU LOMBOK NUSATENGGARA BARAT Dirga, Dewa Made
JURNAL MEDIA WISATA: Wahana Informasi Pariwisata Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36276/mws.v4i1.40

Abstract

Setiap daerah memiliki ciri budayanya sendiri, termasuk prosesi dan tata cara pernikahan, baik dari segi religi, tatanan acara, pesta dan lambang-lambang property yang digunakan, demikian halnya suku sasak di pulau lomboq juga memiliki makna setiap lambang property yang digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan, terlebih dengan segala keunikan dan keistimewaan tata cara “menarik” yang dianut oleh suku sasak sampai hari ini. Kata kunci : lambang-lambang property pernikahan suku sasak yang unik dengan filosofi yang terkandung didalamnya.
Makna Simbol-simbol Properti Adat Perkawinan Suku Sasak di Pulau Lombok Nusatenggara Barat Dewa Made Dirga
Media Wisata Vol. 4 No. 1 (2010): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2360.545 KB) | DOI: 10.36276/mws.v4i1.55

Abstract

Setiap daerah memiliki ciri budayanya sendiri, termasuk prosesi dan tata cara pernikahan, baik dari segi religi, tatanan acara, pesta dan lambang-lambang property yang digunakan, demikian halnya suku sasak di pulau lomboq juga memiliki makna setiap lambang property yang digunakan dalam rangkaian upacara pernikahan, terlebih dengan segala keunikan dan keistimewaan tata cara “menarik” yang dianut oleh suku sasak sampai hari ini.
Persepsi Dan Sikap Komite Eksekutif Hotel terhadap Lulusan Perguruan Tinggi Pariwisata sebagai Pekerja Hotel Professional Dewa Made Dirga
Media Wisata Vol. 12 No. 1 (2014): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.549 KB) | DOI: 10.36276/mws.v12i1.197

Abstract

Lembaga pendidikan pariwisata dan industri jasa pariwisata adalah dua institusi yang seharusnya selalu terkait dan saling butuhkan satu sama lain, yang seharusnya terus menerus saling berkomunikasi mengenai tenaga kerja, dimana dunia pendidikan menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi dunia industri, dan dunia industri seharusnya terus menenrus memberikan sinyal kepada dunia pendidikan mengenai kualifikasi yang dibutuhkan. Berangkat dari situasi diatas, tulisan ini dapat dijadilkan langkah awal sebagai pra penelitian untuk mengetahui kebutuhan masing-masing antara dunia industri pariwisata dan lembaga pendidikan pariwisata, dimana penelitian ini akan mengupas mengenai persepsi dan sikap komite eksekutif hotel terhadap lulusan pariwisata, dengan mencoba merumuskan pola, recruitment, karir, kualifikasi pekerja profesional, melalui pola proporsi yang diteruskan dengan membangun model konstruksi persepsi dan sikap komite eksekutif hotel yang diwakili oleh komite eksekutif Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Lulusan Sekolah Pariwisata menjadi kualifikasi utama dalam perekrutan dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan pengalaman
Phenomenological Study of Nginum Brem Reket Bontok: The Sasak Bayan Traditional Ritual in Bayan Beleq Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Dirga, Dewa Made; Zaki, Lalu Ahmad
Media Wisata Vol. 22 No. 2 (2024): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the phenomenon of "Nginum Brem Reket Bontok" as part of the indigenous tradition of the Sasak Bayan community in Bayan Beleq Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The approach utilized is qualitative methodology employing phenomenological principles, particularly Husserlian Phenomenology. This study aims to describe and deeply understand the life experiences of the Sasak Bayan community in consuming Brem, a traditional beverage imbued with strong symbolic and religious values within their culture. The research employed data collection techniques including observation, in-depth interviews, and data-based deduction. The analyzed data reveals that the tradition of "Nginum Brem" not only involves beverage consumption but also reflects the Sasak Bayan community's cultural richness, beliefs, and social practices. The findings of this study are expected to provide deeper insights into how this local tradition is integrated within social and religious contexts, as well as its implications for sustainable cultural tourism in West Nusa Tenggara. This research contributes significantly to developing knowledge regarding the interaction between local culture and religious practices within the broader context of cultural tourism in Indonesia, particularly in West Nusa Tenggara Province.