Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kemandirian Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi Alberta Parinters Makur; Emilianus Jehadus; Sebastianus Fedi; Silfanus Jelatu; Viviana Murni; Polikarpus Raga
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.53 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.862

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk melihat kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Dasar dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh khususnya pembelajaran dalam jaringan selama masa Pandemi Covid-19. Merupakan penelitian kuantitatif-deskriptif dengan 85 orang mahasiswa tahun pertama Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan fokus untuk mempelajari kemandirian belajar mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dalam jaringan karena situasi Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan 18.82% mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, sedangkan 81.18% mahasiswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Selanjutnya, dalam wawancara semi terstruktur ditemukan bahwa mahasiswa pada awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi perubahan kebiasaan belajar, keterbatasan sumber daya belajar dalam jaringan, dan kurangnya interaksi baik sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Keterbatasan ini mendorong mahasiswa semakin mandiri dalam belajar yang terlihat dari lebih dari 70% mahasiswa sudah menetapkan tujuan belajar, strategi belajar, mampu mengatur waktu belajar, dan melakukan evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah diikuti. Lebih dari 80% mahasiswa menentukan lingkungan belajar yang mendukung suasana belajar dan mencari bantuan dari rekan sekelas apabila mengalami kesulitan dalam belajar.  Kata Kunci: kemandirian belajar, pandemic Covid-19, pembelajaran jarak jauh. AbstractThis research was conducted to see the independence of student learning in the Basic Mathematics course in participating in distance learning, especially online learning during the Covid-19 Pandemic. This is a quantitative-descriptive study with 85 first-year students of the Agricultural Socio-Economic Study Program of the Indonesian Catholic University, Santu Paulus Ruteng, with a focus on studying the learning independence of students who take online learning due to the Covid-19 Pandemic situation. The results showed 18.82% of students had low learning independence, while 81.18% of students had high learning independence. Furthermore, in semi-structured interviews, it was found that students initially experienced difficulties in adapting to changes in learning habits, limited learning resources in the network, and a lack of interaction between students and lecturers. This limitation encourages students to be more independent in learning, which can be seen from more than 70% of students who have set learning goals, learning strategies, being able to manage study time, and conduct self-evaluation of the learning process that has been followed. More than 80% of students determine a learning environment that supports a learning atmosphere and seek help from classmates.Keywords: independent learning, Covid-19 pandemic, distance learning.
SPEKTRUM RESPONS MAHASISWA PADA MASALAH PERSAMAAN DIFERENSIAL Nendi, Fransiskus; Tamur, Maximus; Jehadus, Emilianus; Pantaleon, Kristianus Viktor; Murni, Viviana
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i1.3688

Abstract

Mahasiswa pada umumnya memiliki respons bervariasi terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien konstan non homogen. Spektrum respons diperlukan untuk mengetahui level pemahaman mahasiswa pada suatu masalah PD non homogen. Dalam literatur telah dijelaskan bahwa spektrum respon siswa dapat dipahami dengan berbagai cara. Meski demikian, penggunaan Taksonomi SOLO untuk memahami spektrum respon mahasiswa belum banyak dijelajahi. Sebagai upaya mengisi kesenjangan ini maka kami melakukan penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mendeskripsikan spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika yang memprogramkan mata kuliah persamaan diferensial (PD) tahun akademik 2020/2021. Seluruh subjek penelitian ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan yang setara pada mata kuliah ini. Masalah PD yang diberikan kepada subyek penelitian tentang PD non homogeny yang diselesaikan menggunakan metode koefisien tak tentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO, antara lain: mahasiswa menjelaskan masalah menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah arti, menggunakan beberapa informasi yang didapat melalui pembentuk solusi partikular, kemudian informasi tersebut untuk menyelesaikan masalah, memadukan penggalan-penggalan informasi yang terpisah untuk menghasilkan penyelesaian dari suatu masalah, memecahkan masalah secara bertahap, dan memberikan solusi masalah dengan benar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respons mahasiswa  terhadap masalah PD koefisien kontan non homogen berada pada tingkat relational
Analisis kompetensi strategis matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematis ditinjau dari motivasi berprestasi Ali, Ferdinandus Ardian; Jelatu, Silfanus; Murni, Viviana
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 7 No. 5 (2024): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v7i5.23401

Abstract

This research was conducted to find out what, why and how mathematical strategic abilities possessed by students. This research used qualitative methods. Research subjects were selected using purposive techniques, namely students who had high achievement motivation (MPT Subjects), students who had moderate achievement motivation (MPS Subjects), and students who had low achievement motivation (MPR Subjects). The main research instrument is the researcher himself, while the supporting instruments are tests and interview guidelines. Data collection is done by giving written tests on statistical material and conducting in-depth interviews. Research data was analyzed in the following ways, namely reducing data, presenting data, and drawing conclusions or verification. The results of the research show that MPT Subjects have good mathematical strategic abilities so they can solve mathematical problems correctly. Furthermore, MPS Subjects have mathematical strategic abilities but are still inadequate so that the mathematical problems they solve still contain errors, while MPR Subjects do not yet have good mathematical strategic abilities. well so it can't solve mathematical problems correctly.
Socialization The Three Big Sins of Education to Include Character Values Murni, Viviana; Yuliana Fontania; Rufina Arsenia Agung; Ferdinandus Ardian Ali
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5527

Abstract

The world of education is experiencing challenges with the three big sins of education, namely bullying, sexual violence and intolerance.  One effort to prevent this is socialize the three major sins to students. The aimed of this activity is to instill character values ​​in students, so that they do not become perpetrators of these 3 major sins. The methods used in this activity were lectures and the practice of making posters refusing to commit the three major educational sins. This activity was carried out through several stages, namely preparation in the form of survey, implementation, and evaluation. The survey results provide an overview of one of the needs of the Lawir parish, namely the socialization of the three principles of education at the elementary school level, so the team carried out the outreach to 40 students at SDI Lawir. Socialization activities filled with lectures and poster making practices can increase the instilling of character values ​​in students. This activity ends with an evaluation, namely making observations to measure the level of success of socialization activities for the three big sins of education. The evaluation results shown that the average achievement of each community service indicator obtained an average of 91.80 (very good), meaning that the socialization of the 3 major sins contributed positively to the development of character values ​​in students.
Kemandirian Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi Makur, Alberta Parinters; Jehadus, Emilianus; Fedi, Sebastianus; Jelatu, Silfanus; Murni, Viviana; Raga, Polikarpus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.636

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Dasar dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh khususnya pembelajaran dalam jaringan selama masa Pandemi Covid-19. Merupakan penelitian kuantitatif-deskriptif dengan 85 orang mahasiswa tahun pertama Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan fokus untuk mempelajari kemandirian belajar mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dalam jaringan karena situasi Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan 18.82% mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, sedangkan 81.18% mahasiswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Selanjutnya, dalam wawancara semi terstruktur ditemukan bahwa mahasiswa pada awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi perubahan kebiasaan belajar, keterbatasan sumber daya belajar dalam jaringan, dan kurangnya interaksi baik sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Keterbatasan ini mendorong mahasiswa semakin mandiri dalam belajar yang terlihat dari lebih dari 70% mahasiswa sudah menetapkan tujuan belajar, strategi belajar, mampu mengatur waktu belajar, dan melakukan evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah diikuti. Lebih dari 80% mahasiswa menentukan lingkungan belajar yang mendukung suasana belajar dan mencari bantuan dari rekan sekelas apabila mengalami kesulitan dalam belajar. This research was conducted to see the independence of student learning in the Basic Mathematics course in participating in distance learning, especially online learning during the Covid-19 Pandemic. This is a quantitative-descriptive study with 85 first-year students of the Agricultural Socio-Economic Study Program of the Indonesian Catholic University, Santu Paulus Ruteng, with a focus on studying the learning independence of students who take online learning due to the Covid-19 Pandemic situation. The results showed 18.82% of students had low learning independence, while 81.18% of students had high learning independence. Furthermore, in semi-structured interviews, it was found that students initially experienced difficulties in adapting to changes in learning habits, limited learning resources in the network, and a lack of interaction between students and lecturers. This limitation encourages students to be more independent in learning, which can be seen from more than 70% of students who have set learning goals, learning strategies, being able to manage study time, and conduct self-evaluation of the learning process that has been followed. More than 80% of students determine a learning environment that supports a learning atmosphere and seek help from classmates.
SPEKTRUM RESPONS MAHASISWA PADA MASALAH PERSAMAAN DIFERENSIAL Nendi, Fransiskus; Tamur, Maximus; Jehadus, Emilianus; Pantaleon, Kristianus Viktor; Murni, Viviana
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 6 No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v6i1.3688

Abstract

Mahasiswa pada umumnya memiliki respons bervariasi terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien konstan non homogen. Spektrum respons diperlukan untuk mengetahui level pemahaman mahasiswa pada suatu masalah PD non homogen. Dalam literatur telah dijelaskan bahwa spektrum respon siswa dapat dipahami dengan berbagai cara. Meski demikian, penggunaan Taksonomi SOLO untuk memahami spektrum respon mahasiswa belum banyak dijelajahi. Sebagai upaya mengisi kesenjangan ini maka kami melakukan penelitian deskriptif kualitatif ini untuk mendeskripsikan spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika yang memprogramkan mata kuliah persamaan diferensial (PD) tahun akademik 2020/2021. Seluruh subjek penelitian ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan yang setara pada mata kuliah ini. Masalah PD yang diberikan kepada subyek penelitian tentang PD non homogeny yang diselesaikan menggunakan metode koefisien tak tentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum respons mahasiswa terhadap masalah persamaan diferensial (PD) koefisien kontan non homogen berbasis taksonomi SOLO, antara lain: mahasiswa menjelaskan masalah menggunakan kalimat sendiri tanpa mengubah arti, menggunakan beberapa informasi yang didapat melalui pembentuk solusi partikular, kemudian informasi tersebut untuk menyelesaikan masalah, memadukan penggalan-penggalan informasi yang terpisah untuk menghasilkan penyelesaian dari suatu masalah, memecahkan masalah secara bertahap, dan memberikan solusi masalah dengan benar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respons mahasiswa  terhadap masalah PD koefisien kontan non homogen berada pada tingkat relational
Pelatihan Project Based Learning untuk Mendukung Implementasi Teaching Factory Murni, Viviana; Sandi, Patrisius Valdoni; Gon, Kasmir
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19573

Abstract

Background: SMK N 1 Borong merupakan sekolah yang diharapkan dapat menerapkan Teaching Factory (TEFA). Akan tetapi, sekolah ini belum menjawab satu tuntutan pelaksaanaan TEFA, yaitu Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi 7 (Tujuh) guru DPIB SMK Negeri 1 Borong dalam menerapkan pendekatan PjB pada proses pembelajaran. Metode: kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan yang meliputi observasi dan diskusi, pelatihan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman integrasi PjBL dalam pembalajran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistic deskriptif dengan uji Paired Sampel t-test. Hasil: pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru terhadap PjBL. Kesimpulan: Pemahaman guru meningkat baik teori dan keterampilan praktis yang lebih baik dalam merancang dan melaksanakan proyek berbasis PjBL. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan PjBL untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia industri.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI MELALUI MEDIA INSPIRATIF SEDERHANA Murni, Viviana; Ali, Ferdinandus Ardian; Fontania, Yuliana; Anggung, Rufina Arsenia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27333

Abstract

Abstrak: Kemampuan literasi dan numerasi sangat penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang cepat dan dinamis. Literasi dan numerasi perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalani kehidupannya. Paroki Lawir merupakan salah satu paroki yang ada di kevikepan Borong, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Salah satu kebutuhan di Paroki ini adalah pendampingan literasi dan numerasi terhadap 30 anak-anak SEKAMI (Serikat Kepausan dan Misioner). Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, tim melaksanakan pendampingan kepada anak-anak SEKAMI Paroki Lawir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill anak SEKAMI. Dengan demikian, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ceramah dan praktik menggunakan media inspiratif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan berupa survey, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil survei memberikan gambaran terkait salah satu kebutuhan paroki Lawir yaitu pendampingan literasi dan numerasi SEKAMI sebanyak 30 orang. Kegiatan pendampingan yang diisi dengan ceramah dan praktik dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test dengan menggunakan soal uraian sebanyak 5 (lima) nomor untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi berada pada angka 52,33%.Abstract: Literacy and numeracy skills are very important in facing the rapid and dynamic development of the times. Literacy and numeracy need to be instilled early so that children are more independent and confident in living their lives. Lawir Parish is one of the parishes in the diocese of Borong, East Lamba Leda District, East Manggarai Regency. One of the needs in this parish is literacy and numeracy assistance for 30 SEKAMI (Pontifical and Missionary Union) children. In an effort to improve literacy and numeracy skills, the team provided assistance to the SEKAMI children of Lawir Parish. This activity aims to improve the hard skills of SEKAMI children. Thus, the method used in this research is lecture and practice using inspirational media. This activity was carried out through several stages, namely preparation in the form of surveys, implementation, and evaluation. The survey results provide an overview of one of the needs of Lawir parish, namely literacy and numeracy assistance for 30 SEKAMI children. Mentoring activities filled with lectures and practices can improve literacy and numeracy skills. This activity ended with an evaluation by giving a pre-test and post-test using 5 (five) description questions to measure literacy and numeracy skills. The evaluation results showed that literacy and numeracy skills were at 52.33%.
PELATIHAN IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK HASIL PRAKTIK MATA PELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Sandi, Patrisius Valdoni; Murni, Viviana; Gon, Kasmir; Marwan, Meliana Wulantri; Juita, Yuliana Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35875

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan kapasitas guru dalam mengidentifikasi potensi produk hasil praktik mata pelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Peningkatan kapasitas mencakup hard skill analitis untuk memetakan produk unggulan berbasis kurikulum serta soft skill pedagogis dalam memahami dan menilai hasil praktik siswa. Kegiatan ini bertujuan melatih guru Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMKN 1 Borong agar mampu menyusun peta produk unggulan yang relevan dengan kompetensi kurikulum. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, dan workshop berbasis kurikulum, dengan melibatkan 8 guru DPIB. Evaluasi dilakukan menggunakan lima butir pertanyaan prepost diskusi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan kapasitas guru pada tiga aspek: ketepatan dalam mengidentifikasi produk praktik, kemampuan memetakan produk ke kompetensi kurikulum, serta kemampuan menjelaskan nilai dan potensi pengembangan produk. Peningkatan ini terlihat dari semakin kompleksnya jawaban, kejelasan kategorisasi, dan ketepatan identifikasi. Empat produk unggulan berhasil dipetakan, yaitu desain gambar bangunan rumah, RAB, survei lokasi, dan maket.Abstract: This community service activity is driven by the need to strengthen teachers’ capacity in identifying potential products resulting from practical subjects in vocational high schools (SMK). The capacity-building focus includes analytical hard skills for mapping curriculum-based flagship products and pedagogical soft skills related to understanding and assessing students’ practical work. The activity aims to train Building Information and Modeling Design (DPIB) teachers at SMKN 1 Borong to systematically map flagship curriculum products aligned with targeted competencies. The one-day training consisted of material presentations, group discussions, and curriculum-based workshops, involving 8 DPIB teachers. Evaluation was conducted using five pre–post structured questions. The analysis shows improved teacher capacity in three aspects: accurate identification of practical products, proper mapping of products to curriculum competencies, and the ability to explain product value and development potential. These improvements were reflected in more complex responses, clearer categorization, and more precise identification. Four flagship products were successfully mapped: residential building drawings, cost estimates (RAB), site surveys, and scale model.
PELATIHAN DASAR PENGUKURAN DAN PEMETAAN MENGGUNAKAN WATERPASS BAGI SISWA DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BAGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Caling, Claudius L. B.; Gon, Kasmir; Sandi, Patrisius V.; Poleng, Yosef V. A.; Beyan, Eleonora V. P.; Murni, Viviana; Sabu, Maria Kalista H.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29014

Abstract

Abstrak: Pengukuran dan pemetaan merupakan aspek krusial dalam berbagai bidang praktik lapangan, seperti konstruksi, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan tata ruang. Hal ini bertujuan mendukung perkembangan Era modern saat ini yang menuntut akan pengukuran dan pemetaan yang akurat. Pelatihan dasar pengukuran dan pemetaan menggunakan waterpass bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi terhadap konsep dan teknik pengukuran ketinggian secara akurat. Kegiatan ini dilakukan di SMK Bina Kusuma Ruteng jurusan DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bagunan) yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas XI. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah dan eksperimen langsung pada siswa dan siswi. Hasil dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan keterampilan siswa dan siswi dalam melakukan pelatihan dasar pengukuran dan pemetaan menggunakan waterpass sebanyak 75% yang diukur melalui evaluasi melalui postest. Pelatihan ini terbukti dapat meningkatkan kompetensi siswa dan siswi DPIB, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja khususnya dalam bidang pengukuran dan konstruksi.Abstract: Measurement and mapping are crucial aspects in various field practices, such as construction, agriculture, forestry, mining, and spatial planning. This aims to support the development of the modern era, which demands accurate measurement and mapping. The basic training of measurement and mapping using waterpass aims to improve students' understanding of the concept and technique of measuring height accurately. This activity was carried out at SMK Bina Kusuma Ruteng majoring in DPIB (Building Modeling and Information Design) which was attended by grade XI students. The method used in this community service is lectures and direct experiments on students. The result of this activity is to be able to improve students' skills in conducting basic training in measurement and mapping using waterpass as much as 75% which is measured through evaluation through postest. This training is proven to improve the competence of DPIB students, preparing them to face challenges in the world of work, especially in the field of measurement and construction.