Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pelatihan Teknik Pengumpulan Data Geografis Berbantuan Peta dan Citra pada Siswa SMA Febriani Safitri; Alfasis Romarak; Renny Thereesje Tumober
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v1i2.11

Abstract

Pembelajaran penelitian-penelitian geografi merupakan salah satu goal pendidikan dalam Kurikulum 2013. Kompetensi yang harus dicapai siswa dalam materi ini adalah memahami langkah-langkah penelitian geografi, termasuk teknik-teknik pengumpulan data geografis. Karena itu, diperlukan pelatihan bagi siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teknik pengumpulan data geografis. Kegiatan pelatihan menggunakan media peta dan citra. Luaran utama yang diharapkan dalam pengabdian ini adalah jurnal atau publikasi ilmiah. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMA YPK Diaspora Kotaraja dengan lokasi kegiatan di sekolah dan Kawasan Pantai Base-G, Kota Jayapura. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dalam bentuk pelatihan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi, praktek interpretasi peta dan citra. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa siswa peserta pelatihan telah mampu mengumpulkan data geografis melalui interpretasi peta dan citra.
PENINGKATAN KEMAMPUAN ANALISA DAN INTERPRETASI DATA MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PROGRAM SPSS Raoda Ismail; Febriani Safitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 3, No. 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.077 KB)

Abstract

Abstrak: Pada dasarnya mahasiswa tingkat akhir yang menyusun tugas akhir sering mengalami kesulitan pada saat interpretasi data hasil penelitian. Sebagian besar mahasiswa belum mempunyai pengalaman dalam melakukan penelitian dan belum mengetahui program yang dapat digunakan untuk membantu dalam mengolah data, walaupan sudah mengetahui program yang dapat membantu mengolah data namun belum dapat mengoperasikan program tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi mahasiswa yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah data dengan menggunakan aplikasi program pengolah data Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Kegiatan pelatihan menggunakan metode penyuluhan, diskusi, dan workshop. Mitra kegiatan pada pelatihan ini adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih. Pelatihan yang dilakukan telah berhasil meningkatkan 70% kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menguasai SPSS.Abstract:  Basically, the final year students who make up the final project often experience confusion when processing research data. Most students do not have experience in conducting research and do not know a program that can be used to assist in processing data, even though they already know a program that can help process data but cannot use the program yet. Therefore, training is needed for students who aim to provide data processing skills by utilizing the application of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) data processing programs. Training activities use counseling methods, discussions, and workshops. The activity partners in this training are the Teaching and Education Faculty of Cenderawasih University. The training carried out has succeeded in increasing 70% of students' abilities in understanding and mastering SPSS.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SPASIAL GEOGRAFI MELALUI PELATIHAN SENI KARTOGRAFI PADA SISWA SMP Febriani Safitri; Alfasis Romarak Ap; Renny Threesje Tumober
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.566 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5421

Abstract

Abstrak: Pembelajaran IPS Geografi di SMP mengkaji fenomena permukaan bumi dari sudut pandang kewilayahan. Kurangnya kemampuan spasial geografi siswa dapat disebabkan karena kurang optimalnya pemanfaatan media spasial (peta) dalam pembelajaran. Pelibatan siswa dalam pembuatan peta akan membantu mereka dalam meningkatkan kemampuan spasialnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan sistem informasi geografis untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa melalui pelatihan seni kartografi. Kegiatan pelatihan menggunakan metode penyuluhan, tanya jawab, dan wokshop. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 29 siswa SMP Negeri 5 Jayapura. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan spasial geografi siswa, dimana 86% siswa terampil dalam pembuatan peta setelah mengikuti pelatihan. Abstract: The lack of students' geographical spatial abilities can be caused by the less optimal use of spatial media (maps) in learning. The involvement of students in making maps will help them improve their spatial abilities. This community service activity aims to optimize the use of geographic information systems to improve students' spatial abilities through cartographic art training. Training activities use the method of counseling, question and answer, and workshops. Participants who took part in the activity were 29 students of SMP Negeri 5 Jayapura. The activity results showed an increase in students' spatial geography skills, where 86% of students were skilled in map making after attending the training.
Migrasi Orang Biak di Kota Jayapura Alfasis Romarak Ap; Renny Thereesje Tumober; Febriani Safitri
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v5i1.15835

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dalam aspek geografi sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola migrasi dan faktor penyebab orang Biak bermigrasi ke Pantai Base-G Kota Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Alasan penggunaan metode ini adalah karena teknik wawancara yang digunakan lebih banyak menggunakan wawancara mendalam terhadap informan-informan kunci termasuk penduduk setempat yang mengetahui riwayat pola migrasi dan faktor penarik orang Biak datang ke Pantai Base-G Kota Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migran orang Biak datang ke Jayapura karena alasan keamanan di daerah asalnya dan sebelumnya sudah ada orang Biak, yang merupakan keluarga dekat, telah menempati daerah tersebut. Alat transportasi yang pertama kali digunakan ketika datang ke Jayapura adalah kapal perintis. Alasannya karena pada saat itu belum ada kapal berukuran besar yang melayani transportasi dari Biak ke Jayapura. Migran orang Biak di Base-G baru mulai menempati Base-G tahun 1984. Sebelumnya, mereka bertempat tinggal di beberapa kawasan pemukiman penduduk di Kota Jayapura, Abepura, dan Sentani karena alasan belum mempunyai rumah. Penduduknya bertambah jumlahnya menjadi 147 jiwa. Migran orang Biak di Base-G saat ini berprofesi tetap sebagai nelayan, di samping bekerja sebagai buruh bangunan.         This article is a research in the aspect of social geography. The purpose of this study was to determine the migration patterns and factors that attract the Biak people to migrate to Base-G Beach of Jayapura City. The method used is descriptive qualitative. The reason for using this method is due to the interview technique used that mostly use in-depth interviews with key informants including local residents who have the knowledge of the history of migration patterns and the attracting factors of the Biak people to the Base-G Beach, Jayapura City. The results showed that Biak migrants came to Jayapura for security reasons in their home areas and previously there were Biak people, who were close relatives, who had occupied the area. The first means of transportation used when they came to Jayapura were pioneer ships. The reason was because at that time there were no large ships serving transportation from Biak to Jayapura. Biak migrants at Base-G only started to occupy Base-G in 1984. Previously, they lived in several residential areas in Jayapura, Abepura, and Sentani cities because they did not have a house. The population has increased to 147 inhabitants. Biak migrants at Base-G currently work as fishermen, in addition to working as construction workers.
STUDENT SATISFACTION IN ONLINE LEARNING TOWARDS LEARNING OUTCOMES IN BASIC TEACHING ABILITY COURSES Renny Thereesje Tumober; Febriani Safitri
Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Vol 10, No 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.56 KB) | DOI: 10.31957/jipi.v10i2.2194

Abstract

This study aims to determine, 1) The relationship between student satisfaction in online learning and student learning outcomes in basic teaching skills courses, 2) the effect of student satisfaction in online learning on student learning outcomes in basic teaching skills courses, odd semester of the academic year 2021/ 2022. This research was conducted in October - November 2021. The subjects in this study were all students who contracted 27 students' basic teaching skills courses and the objects of research were student satisfaction and student learning outcomes. The instruments used are questionnaires and tests. Data analysis was performed using the Pearson correlation test with a significance level of 0.05 and a regression test which resulted in conclusions as a result of the study. To find out whether or not there is a relationship and influence of each variable, the research data is processed using SPPS version 16. The results show that, there is a significant relationship between student satisfaction in online learning and student learning outcomes in the basic teaching ability subject in the medium category, and there is an effect of student satisfaction on online learning on student learning outcomes in the basic teaching ability course, by contributing 24.5%.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI AGAMA DAN MORAL PADA ANAK USIA DINI SELAMA PANDEMI COVID-19 DI TK PATTOLA PALALLO NURMI YULIANTI SYARIF; ANDI ITING; MUHAMMAD RUSDU; FEBRIANI SAFITRI
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/noken.v3i2.2731

Abstract

Situasi saat ini, dimana adanya peralihan sistem pembelajaran tatap muka ke daring/online, menjadi tantangan terhadap para guru dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini, kompetensi guru diperlukan untuk dapat mengelola pembelajaran di PAUD tanpa mengabaikan internalisasi nilai-nilai agama dan moral kepada anak didiknya.Tujuan penelitian ini guna mengkaji kompetensi kepribadian guru dalam penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini di masa pandemi covid-19 di TK Pattola Palallo. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di TK Pattola Palallo pada Tahun Ajaran 2020/2021 sejak pandemi Covid-19 yaitu menggunakan sistem pembelajaran daring (online). Guru memanfaatkan aplikasi What’sApp untuk berkomunikasi dan memberikan pembelajaran kepada peserta didik.
Digital Literacy Research in Education : Trends and Insights Febi Adriana Mutiara Sogalrey; Febriani Safitri; Meylani Aljeinie Tijow; Desy Anita Karolina Sembiring; Putri Ellen Gracia Risamasu
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 10, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i3.12490

Abstract

This study explores the latest trends and insights on digital literacy in education through bibliometric analysis. Using data from the Scopus database and VOSviewer software, the study analyzed 3,386 publications on digital literacy in educational contexts from 2015 to 2024. Qualitative content analysis methods were used to code and interpret text data. Findings show a significant growth in the number of publications, with the highest peak in 2023. The United States led the research contributions, followed by Spain, the United Kingdom, and Indonesia. The dominant field of study was social sciences, followed by computer science and engineering. Lead authors include Makhachashvili, R., with affiliations at Universidad Salamanca and Monash University. Significant trends identified include an increased focus on digital health, information accuracy, and online learning in response to the COVID-19 pandemic. The study emphasized the importance of digital literacy as a critical skill in a digital society, and identified gaps in the existing literature. This encourages further research to explore the impact of digital literacy on student learning outcomes and education policy. These findings can be a guide for developing a more relevant curriculum by integrating local cultural and technological elements, as well as improving the quality of education.
Digital Literacy Research in Education : Trends and Insights Sogalrey, Febi Adriana Mutiara; Safitri, Febriani; Tijow, Meylani Aljeinie; Sembiring, Desy Anita Karolina; Risamasu, Putri Ellen Gracia
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 3 (2024): September
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i3.12490

Abstract

This study explores the latest trends and insights on digital literacy in education through bibliometric analysis. Using data from the Scopus database and VOSviewer software, the study analyzed 3,386 publications on digital literacy in educational contexts from 2015 to 2024. Qualitative content analysis methods were used to code and interpret text data. Findings show a significant growth in the number of publications, with the highest peak in 2023. The United States led the research contributions, followed by Spain, the United Kingdom, and Indonesia. The dominant field of study was social sciences, followed by computer science and engineering. Lead authors include Makhachashvili, R., with affiliations at Universidad Salamanca and Monash University. Significant trends identified include an increased focus on digital health, information accuracy, and online learning in response to the COVID-19 pandemic. The study emphasized the importance of digital literacy as a critical skill in a digital society, and identified gaps in the existing literature. This encourages further research to explore the impact of digital literacy on student learning outcomes and education policy. These findings can be a guide for developing a more relevant curriculum by integrating local cultural and technological elements, as well as improving the quality of education.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Pada Materi Mitigasi Bencana di XI D SMA N 4 Jayapura Mila Karmila; Febriani Safitri; Sri Wulan Mulat Dhasasiwi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7378

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran Geografi di kelas XI D SMAN 4 Jayapura dimana guru masih berfokus pada penguasaan materi dan jarang menggunakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Instrumen yang digunakan berupa lembar lembar soal tes dan lembar observasi sikap diskusi kelompok. Berdasarkan analisis dan pengamatan hasil dari penelitian diperoleh informasi bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa, Hal ini dapat dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test serta penilaian sikap diskusi kelompok. Pada hasil pre-test, hanya 19 dari 43 siswa atau sekitar 44,19% yang mencapai ketuntasan belajar dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami materi secara mendalam, yang menjadi indikasi perlunya penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif. Setelah penerapan PBL, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, di mana ketuntasan belajar mencapai 33 dari 43 siswa atau 76,74%. Peningkatan ini, sebesar 32,55%. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mengembangkan penelitian selanjutnya dan penelitian ini yaitu model PBL bisa digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Menggunakan Strategi Literasi Berpikir Lantang pada Mata Pelajaran Geografi Adrian Ripaldi Simbolon; Febriani Safitri; Herlina Sineri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7617

Abstract

Keterampilan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan literasi dasar peserta didik di Indonesia, termasuk di SMAN 4 Jayapura, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan strategi literasi berpikir lantang (Think Aloud) dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan literasi dasar peserta didik di kelas XI-E SMAN 4 Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan pengumpulan data melalui tes tulis, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan strategi literasi berpikir lantang. Peserta didik yang sebelumnya berada pada kategori rendah dalam keterampilan berpikir, mengalami peningkatan ke kategori lebih tinggi setelah mengikuti pembelajaran berbasis masalah dan berpikir lantang. Selain itu, strategi literasi berpikir lantang membantu peserta didik dalam mengungkapkan proses berpikir mereka secara verbal dan mengaitkan pengetahuan dengan konteks masalah yang relevan. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa kendala dalam penerapan pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan strategi literasi berpikir lantang, seperti manajemen waktu yang tidak optimal, kondisi kelas yang kurang kondusif, keterbatasan sumber daya, dan kurang meratanya partisipasi peserta didik dalam diskusi. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis masalah yang dipadukan dengan literasi berpikir lantang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, meskipun membutuhkan perbaikan dalam pengelolaan waktu, pengondisian kelas, dan penyediaan sumber daya untuk optimalisasi pembelajaran.