Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

FUN COOKING IN ENGLISH SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN KREATIF DARING UNTUK ANAK Rima Rahmaniah; Hidayati Hidayati; M. Hudri; Irwandi Irwandi; Nurmiwati Nurmiwati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2732

Abstract

Abstrak: Bermain, dari segi pendidikan adalah kegiatan permainan menggunakan alat permainan yang mendidik serta alat yang bisa merangsang perkembangan aspek kognitif, sosial, emosi, dan fisik yang dimiliki anak atau yang disebut dengan permainan edukatif. Maka guna mengurangi trauma anak pada dampak bencana gempa pada tahun 2018 lalu. Tim pengabdian bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai kegiatan psikososial dengan mengajak dan mengajar anak-anak terdampak tersebut dengan memberikan permainan edukatif dengan tahapan kegiatannya dimulai dari pemutaran film animasi gempa bumi, sesi tanya jawab, dan bermain edukasi untuk mengurangi trauma anak mengenai kejadian bencana yang terjadi di tahun 2018 lalu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan self awareness anak usia sekolah sampai menengah yang ada di Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan dilakukan selama 8 (delapan) pekan dalam 2 (dua) bulan dengan menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung, dan metode tindakan. Hasil kegiatan menunjukkan: a) adanya pemahaman tentang mitigasi bencana pada anak-anak dan masyarakat yang menemani anak-anak mereka  untuk meningkatkan self awareness mereka tentang bencana, b) Dimilikinya pengembangan pengetahuan, ketrampilan dengan menggunakan permainan edukatif untuk mengurangi trauma dampak gempa yang terjadi tahun 2018 lalu. Dan c) Dimilikinya pemahaman tentang kesiapsiagaan akan mitigasi bencana.Abstract: Play, in terms of education, is a game activity using educational game tools as well as tools that can stimulate the development of cognitive, social, emotional, and physical aspects that children have or so-called educational games. So to reduce the trauma of children in the aftermath of the earthquake disaster in 2018. The community service team of students carried out the devotional activities as psychosocial activities by inviting and teaching the affected children by providing educational games with the stages of the activity starting from the screening of earthquake animated films, question and answer sessions, and playing education to reduce the trauma of children about the disastrous events that occurred in 2018 then to improve the knowledge, skills, and self-awareness of school-age children until secondary in Aik Berik village of Batukliang District North Lombok Tengah Regency. This activity will be carried out for 8 (eight) weeks in 2 (two) months using observation or direct observation methods, and methods of action. The results of the activity show: a) an understanding of disaster mitigation in children and communities accompanying their children to increase their self-awareness about disasters, b) The development of knowledge, skills by using educational games to reduce the trauma of earthquake impacts that occurred in 2018. And c) His understanding of disaster mitigation preparedness.
POJOK LITERASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS DAN KREATIVITAS DI MASA COVID-19 BAGI ANAK USIA SEKOLAH Hidayati Hidayati; Halus Mandala; Rima Rahmaniah; Irwandi Irwandi; M. Hudri; Nurmiwati Nurmiwati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.7104

Abstract

Abstrak: Pojok literasi atau pojok baca merupakan pemanfaatan sudut ruang sebagai tempat koleksi buku. Pojok  baca  ini  diharapkan  dapat  merangsang  peserta  didik untuk lebih gemar membaca dan melakukan aktivitas lain yang dapat mengembangkan potensi dan daya pikir mereka. Maka oleh karena itu, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dipandang perlu untuk dilakukan dengan tujuan untuk membuat pojok literasi dan membudayakan minat serta kebiasaan membaca khususnya bahasa inggris melalui buku atau bahan bacaan dengan menggunkan metode observasi, storytelling dan wawancara. Adapun hasil dan temuan dari kegiatan ini adalah a. meningkatkan minat baca dan pengetahuan juga pemahaman tentang  bahasa inggris untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif dalam diri mahasiswa umumnya dan pemuda juga anak usia sekolah di desa Sesaot ini pada khususnya sebagai tempat atau lokasi pengabdian tim PBI dan PBSI FKIP UMMAT, b. mengembangkan kreasi, daya cipta dan pengalaman mereka untuk menggunakan metode storytelling sebagai cara atau metode dalam peningkatan kemampuan berbahasa inggris dan dapat mengaplikasikan metode lainnya untuk kegiatan berikutnya, c. mengembangkan semua potensi yang dimiliki tim dan mahasiswa yang lebih melekatkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan untuk menyesuaikan diri dan peka dengan kondisi lingkungan dimana pandemi covid-19 ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia, d. tumbuhnya sikap tepo seliro dan awareness atau sikap peduli sesama sehingga menimbulkan dampak psikologis yang bermanfaat bagi masyarakat dan mahasiswa selama masa pandemi ini.Abstract: The literacy corner or reading corner is the use of a space in the corner as a book collection place. This reading corner is expected to stimulate students to be more fond of reading and do other activities that can develop their potential and thinking power. Therefore, this community service activity is deemed necessary to be carried out with the aim of creating a literacy corner and cultivating interest and reading habits, especially English through books or reading materials using observation, storytelling and interview methods. The results and findings of this activity are a. increasing their interest in reading and knowledge as well as understanding of English to foster a creative and innovative spirit in students in especially to the youth and school-age children in Sesaot village in particular as a place or location for the dedication of the PBI and PBSI FKIP UMMAT teams, b. develop their creativity and experience to use the storytelling method as a way or method in improving English language skills and can apply other methods for the next activity, c. develop the potential of the all team and students who are more attached to the basis towards the development of attitudes, knowledge, and skills to adapt and be sensitive to environmental conditions where the covid-19 pandemic is taking place throughout Indonesia, d. growth of the attitude and awareness or caring attitudes for others so that it has a psychological impact that is beneficial to the community and students during this pandemic Covid-19.
DISASTER MITIGATION TRAINING (PELATIHAN MITIGASI BENCANA) UNTUK ANAK USIA DINI DI MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL SANG SURYA, KOTA MATARAM Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah; M Hudri; Irwandi Irwandi; Moh Fauzi Bafadal
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.594 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.2195

Abstract

ABSTRAKPenyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi terdapat potensi terjadi bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 huruf b meliputi kesiap siagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24,2007 tentang Penanggulangan Bencana). Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana, mitigasi bencana merupakan suatu aktivitas yang berperan sebagai tindakan pengurangan dampak bencana atau usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi korban ketika bencana terjadi baik korban jiwa maupun harta. Besarnya potensi ancaman bencana di Indonesia menyebabkan peluang masyarakat menjadi korban sangat besar terutama anak-anak dikarenakan mereka masih sangat rentan dan memiliki pengetahuan yang minim berkaitan dengan mitigasi bencana. Pemberdayaan anak usia sejak dini untuk memahami mitigasi bencana merupakan langkah awal membangun masyarakat sadar bencana sehingga ketika terjadi bencana  maka partisipan PKM yaitu guru dan anak-anak usia dini di MBS Sang Surya yang berada ditempat ini tidak lagi kebingungan dan panik karena telah memahami bagaimana cara mengatasi dan mengurangi resiko bencana. Dengan harapan pengetahuan yang didapat selama PKM ini ditularkan pada lingkungan sekitar dalam rangka mengurangi risiko bencana, maka metode observasi partisipatoris atau observasi partisipan dan role play atau metode praktik dipergunakan dalam PKM ini. Kegiatan ini dalam pelaksanaannya juga melibatkan tenaga ahli dan Komunitas Relawan Mataram (KRM) yang juga tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Nusa Tenggara Barat. Hasil capaian dan kesimpulan dalam kegiatan ini sebagai berikut: a} Telah adanya pengetahuan dan pemahaman tentang mitigasi bencana sehingga setiap tindakan bertujuan untuk meningkatkan self awareness mereka tentang bencana yang potensial terjadi, dan b) Dimilikinya pengetahuan kesiapsiagaan akan mitigasi bencana yang bertujuan untuk mengatasi dan mengurangi dampak bencana atau resiko jangka panjang terhadap harta dan jiwa manusia. Kata kunci: mitigasi; bencana; anak usia dini. ABSTRACTImplementation of disaster management in potential situations as referred to in Article 34 letter b includes preparedness, early warning and disaster mitigation (Law of the Republic of Indonesia Number 24,2007 concerning Disaster Management). Disaster mitigation is a series of efforts to reduce the risk of disasters, both through physical development and awareness raising and capacity to deal with disasters, disaster mitigation is an activity that acts as an action to reduce the impact of disasters or efforts made to reduce casualties when disasters occur both casualties and treasure. The magnitude of the potential threat of disasters in Indonesia causes the opportunity for the community to become very large victims especially children because they are still very vulnerable and have minimal knowledge related to disaster mitigation. Empowerment of children from an early age to understand disaster mitigation is the first step in building a community aware of disasters occurs, PKM participants are teachers and early children in MBS Sang Surya who are in this place are no longer confused and panicked because they have understood how to overcome and reduce disaster risk. With the expectation that knowledge gained during PKM is transmitted to the surrounding environment in order to reduce disaster risk, participatory observation methods or participant observation and role play or practice methods are used. This activity in its implementation also involved experts and the Mataram Volunteer Community (KRM) who were also members of the West Nusa Tenggara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). The results and achievements in this activity are as follows: a} Knowledge and understanding of disaster mitigation has been created so that every action aims to increase their self-awareness about potential disasters, and b) Possess knowledge of disaster preparedness aimed at mitigating and reducing the impact of disasters or long-term risks on human assets and lives Keywords: mitigation; disaster; early children.
PERMAINAN EDUKASI PSIKOSOSIAL DI DESA AIK BERIK KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rima Rahmaniah; M Hudri; Irwandi Irwandi; Moh Fauzi Bafadal; Nurmiwati Nurmiwati; Hidayati Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 3, No 2 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.578 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v3i2.2197

Abstract

ABSTRAKBermain, dari segi pendidikan adalah kegiatan permainan menggunakan alat permainan yang mendidik serta alat yang bisa merangsang perkembangan aspek kognitif, sosial, emosi, dan fisik yang dimiliki anak atau yang disebut dengan permainan edukatif. Adams (1975) berpendapat bahwa permainan edukatif adalah semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya, termasuk permainan tradisional dan moderen yang diberi muatan pendidikan dan pengajaran. Maka guna mengurangi trauma anak pada dampak bencana gempa pada tahun 2018 lalu, tim pengabdian bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian sebagai kegiatan psikososial dengan mengajak dan mengajar anak-anak terdampak tersebut dengan memberikan permainan edukatif dengan tahapan kegiatannya dimulai dari pemutaran film animasi gempa bumi, sesi tanya jawab, dan bermain edukasi untuk mengurangi trauma anak mengenai kejadian bencana yang terjadi di tahun 2018 lalu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan self awareness anak usia sekolah sampai menengah yang ada di desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan dilakukan selama 8 (delapan) pekan dalam 2 (dua) bulan dengan menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung,  dan metode tindakan. Target hasil capaian dan simpulan dalam kegiatan ini sebagai berikut: a) Adanya pemahaman tentang mitigasi bencana pada anak-anak dan masyarakat yang akan menemani anak-anak mereka  untuk meningkatkan self awareness mereka tentang bencana, b) Dimilikinya pengembangan pengetahuan, ketrampilan dengan menggunakan permainan edukatif untuk mengurangi trauma akan dampak gempa yang terjadi tahun 2018  lalu, dan c) Dimilikinya pemahaman tentang kesiapsiagaan akan mitigasi bencana yang bertujuan pengurangan dampak bencana atau usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi korban ketika bencana terjadi baik korban jiwa maupun harta Kata kunci : permainan edukasi; psikososial. ABSTRACTIn terms of education, playing is an activity by using games that can stimulate the development of cognitive, social, emotional, and physical aspects of a child or what is called an educational game. Educational games are all forms of games designed to provide educational experiences or learning experiences to the players, including traditional and modern games that are given educational and teaching content. So in order to reduce child trauma on the impact of the earthquake in 2018, the team of devotees along with students carried out community service activities as a psychosocial activity by inviting and teaching affected children by providing educational games with stages of activities starting from the screening of earthquake animated films, question answer sessions, and education games to reduce child trauma regarding disasters that occurred in 2018 and to improve the knowledge, skills and self awareness of school-to-middle-aged children in the Aik Berik village, Batukliang Utara District, Lombok Tengah District. This activity would be carried out for 8 (eight) weeks in 2 (two) months using the observation method or direct observation, and the action method. The target and conclusion in this activity are as follows: a) An understanding of disaster mitigation for children and the community that will accompany their children to increase their self-awareness about disasters, b) Having the knowledge development and skills by using educational games to reduce trauma to the effects of the earthquake that occurred last 2018, and c) Having an understanding of disaster mitigation preparedness aimed at reducing the impact of disasters or efforts made to reduce casualties when disasters occur both fatalities and property. Keywords : educational game; psychosocial.
Improving Students’ Reading Skill Through Think-Pair-Share (TPS) Technique Muhammad Hudri; H Irwandi
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v0i0.1993

Abstract

This study aims to investigate how the Think-Pair-Share (TPS) technique can improve the students’ reading skill at English Language Department, Muhammadiyah University of Mataram. The problem found in the fourth semester students is that they have low ability in comprehending the text. The TPS technique is offered by the researcher to solve the problem. Later on, the design of this research was classroom action research adopted from Kemmis & McTaggart which goes through a cycle that consists of four stages namely planning, acting, observing, and reflecting. At the cycle 1 the students failed to meet the criteria of success because only 14 (fourteen) out of 30 (thirty) or 47% students who got the minimum passing grade 75 (seventy five) and the average score was 67. It meant that the study must be continued to the next cycle. At last, in the cycle 2 met the criteria of success in which 67% students or 20 (twenty) out of 30 (thirty) students met the minimum passing grade 75 and the average score was 72. Besides gaining improvement in the reading score, the students also seemed enthusiastic in thinking, pairing and sharing their ideas. They stated that this technique is able to encourage and motivate them in thinking, exploring and sharing their opinion and ideas. This technique is also good to enhance the cooperation with other people. Finally, TPS technique is also able to increase the students’ confidence to share their ideas in front of many people.
ESL Students’ Learning Strategies for the Improvement of their Language Skills Irwandi Irwandi; Muhammad Hudri; Dina Apriana
Linguistics and ELT Journal Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v10i1.10986

Abstract

Effective language strategies contribute to learners’ success in learning English. In relation to this, this study aims at investigating ESL students’ strategies in learning a language. Those strategies are metacognitive strategies, deep cognitive strategies, and surface cognitive strategies. 50 English department students participated in a survey that required them to reflect on their own learning strategies for the four language skills by answering 80 questions. The result of the study suggests that the metacognitive strategies are the most highly used to improve their language skills compared to the deep cognitive and surface cognitive strategies that are moderately used. The data also showed those strategies are widely used in written texts insteadof spoken texts.
PENGGUNAAN MEDIA GAME ONLINE “LINGOKIDS” UNTUK MENGENALKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah; Ilham Ilham; M Hudri; Ahmad Afandi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.9621

Abstract

Abstrak: Penggunaan gadget bagi anak bagai dua mata pisau. Di satu sisi memberikan dampak yang berbahaya bagi pengembangan karakternya, namun di sisi lain juga memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak, namun. Oleh karena itu, untuk mengembangkan kemampuan bahasa dan social anak maka dapat dikatakan bahwa penggunaan aplikasi Lingokids ini sangat membantu dalam memperkaya dan meningkatkan pengetahuan kosakata bahasa inggris. Ada hal penting dengan menerapkan aplikasi ini yaitu anak pada umumnya memiliki sikap positif terhadap pembelajaran seperti kosakata melalui ponsel, walaupun di sisi lain, keterbatasan teknologi dan aktivitas pembelajaran yang tidak biasa dapat menghalangi kemampuan anak khususnya dalam mengenalkan dan meningkatkan kosakata anak.Abstract:  The use of gadgets like two blades for children. On the one hand, it has a harmful impact on their character development, but it provides many benefits for children's development also. Therefore, to develop language and social skills, it can be said that the use of this lingokids application helps students in enriching and increasing knowledge of English vocabulary. There is an important thing by applying lingokids games in vocabulary learning, namely that students generally have a positive attitude towards learning through smartphones, although, technological limitations and unusual learning activities can hinder children's abilities, especially in English vocabulary.
PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS BAGI PEDAGANG ASONGAN DI KAWASAN WISATA PANTAI SENGGIGI Ilham Ilham; Hijril Ismail; Irwandi Irwandi; Hidayati Hidayati; Rima Rahmania; Muhammad Hudri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12198

Abstract

ABSTRAKPenjualan souvenir dan kerajinan yang bernilai tinggi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para pedagang asongan untuk memperoleh keutungan yang lebih baik. Kemampuan bahasa Inggris yang baik sangat penting bagi para pedagang asongan untuk bertransaksi dan memberikan penjelasan produk yang mereka jual. Tingkat kepercayaan para wisatawan akan lebih tinggi apabila para pedagang asongan mampu bertransaksi dan memberikan penjelasan saat menjual produk. Kendala bahasa yang dihadapai oleh para pedagang asongan belum  banyak mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun stakeholder. Kondisi tersebut menjadikan para pedagang asongan tidak maksimal memasarkan produk  mereka  kepada wisatwan mancanegara. Oleh karena itu  tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada pedagang asongan di kawasan pantai Senggigi untuk meningkatkan kemampuan percakapan bahasa Inggris. Mitra dari pelatihan ini adalah pedagang asongan yang berjualan di kawasan wisata pantai Sengigi. Para pedagang asongan ini menjual berbagai souvenir, kaos dan pernak-pernik perhiasan. Metode dalam pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan menggunakan bahasa Inggris praktis dengan menggunakan bahasa Inggris ketika melakukan transaksi jual beli dengan pembeli . Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa kemampuan percakapan bahasa Inggris para pedagang asongan mengalami peningkatan  baik dari aspek kosakata, tata bahasa, pengucapan , kelancaran dan akurasi. Kata kunci: pedagang asongan; kawasan wisata; senggigi ABSTRACTSales of high-value souvenirs and crafts should give benefit for hawkers to get better profits. Good English skills are very important for hawkers to transact and provide explanations of the products they sell. The level of trust of tourists will be higher if the hawkers are able to transact and provide explanations when selling products. The language barrier faced by hawkers has not received much attention from local governments and stakeholders. This condition makes the hawkers do not optimally market their products to foreign tourists. Therefore the purpose of this activity is to provide training to hawkers in the Senggigi beach area to improve English conversation skills. The partners of this training are hawkers who sell in the Senggigi beach tourism area. These hawkers sell various souvenirs, t-shirts and jewelery trinkets. The training method is carried out using practical English training methods when making buying and selling transactions with buyers. The results of this empowerment activity show that the English conversation skills of the hawkers have increased both in terms of vocabulary, grammar, pronunciation, fluency and accuracy. Keywords: hawkers; tourism areas; senggigi
PENDAMPINGAN BAHASA INGGRIS BAGI ANAK-ANAK DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MATARAM Ilham Ilham; Muhammad Hudri; Irwandi Irwandi; Rima Rahmaniah; Hijril Ismail; Hidayati Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14714

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu anak-anak panti asuhan dalam mengembangkan kemampuan  bahasa inggris. Pengabdian ini dilakukan bagi anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah dengan jumlah peserta 14 orang. Metode dalam pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam tiga tahapan : (1) tahap pengamatan, (2) tahap pengajaran, dan  (3) tahap evaluasi.  Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa kemampuan  bahasa Inggris anak-anak Panti Asuhan mengalami peningkatan  baik dari aspek kosakata, tata bahasa, pengucapan , kelancaran dan akurasi. Kata kunci: pendampingan; kemampuan bahasa inggris; panti asuhan. ABSTRACTThis community service aims to help orphanage children in developing English language skills. This community service was conducted for the children of Muhammadiyah orphanage with a total of 14 participants. The method in the training was carried out using the training method. Community service activities are carried out in three stages: (1) observation stage, (2) teaching stage, and (3) evaluation stage.  The results of this service show that the English language skills of the orphanage children have improved in terms of vocabulary, grammar, pronunciation, fluency and accuracy. Keywords: mentoring; english language skills; orphanage.
Meta Analisis Implementasi Computational Thinking untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas di Sekolah Dasar Dina Apriana; Ni Ketut Suarni; I Gede Margunayasa; Muhammad Hudri
Journal of Elementary School (JOES) Vol 7 No 1 (2024): Journal of Elementary School (JOES)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joes.v7i1.8709

Abstract

This study aims to analyze relevant research in implementing the computational thinking approach to improve learning outcomes in Integrated Science (IPAS) at the Elementary School level. The study adopts a meta-analysis approach with data collection conducted through searching Google Scholar or Google Scholar and Mendeley using the keywords computational thinking, learning outcomes, and science education in elementary schools. The search yielded a total of 7 articles that utilized the computational thinking approach in teaching science at the elementary school level, employing qualitative research methods. The findings of the study indicate that the implementation of computational thinking in IPAS instruction at the Elementary School level can provide significant benefits in developing critical thinking skills, problem-solving abilities, teamwork, learning interest, and students' digital readiness. Therefore, it can be concluded that the positive implementation of computational thinking contributes to improved learning outcomes and skill development in students. The results of this research are expected to serve as recommendations and a foundation for enhancing students' learning outcomes through the application of computational thinking in the teaching and learning process. Keywords: Computational Thinking, Learning Outcomes, Science, Elementary School