Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran Konsep Reverse Logistic Dalam Perancangan Penanganan Baterai Laptop Bekas Arthaya, Bagus Made; Ariningsih, Paulina Kus; Haryani, Cynthia
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2018.10.2.3

Abstract

Sampah berupa produk elektronik yang sudah rusak atau tidak terpakai lagi disebut dengan istilah  e-waste. Jenis sampah ini semakin hari-semakin menghawatirkan karena sangat sedikit perusahaan penghasil perangkat elektronik yang mendeklarasikan diri untuk bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan terutama setelah siklus hidup produk berakhir. Dari sekian banyak produk elektronik yang beredar di sekitar kita, laptop merupakan contoh produk elektronik yang singkat masa/siklus hidupnya. Produk ini memiliki berbagai komponen elektronik, termasuk di dalamnya adalah baterai. E-waste dari baterai laptop memiliki dampak negatif terhadap lingkungan yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak. Pada sisi yang lain, baterai laptop sebenarnya dapat digunakan kembali dengan memperpanjang masa pakainya. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam rangka pemanfaatan kembali baterai bekas ini adalah menerapkan konsep Reverse Logistic padanya. Reverse logistic merupakan upaya penanganan produk yang telah habis masa pakainya dan penggunaan kembali komponen produk dengan tujuan untuk value recovery dan melakukan proses pembuangan yang aman.     Dalam penelitian ini, tiga macam baterai laptop bekas digunakan sebagai objek penelitian untuk meneliti perbedaan umum dari semua komponen baterai laptop tersebut. Perancangan dimulai dengan pengumpulan informasi komponen, penentuan proses dan kriteria inspeksi setiap komponen, dan proses lainnya. Proses khusus pengelompokan battery cell dilakukan dengan menentukan batasan kapasitas tenaga yang tersisa dan penentuan kelompok baterai yakni kelompok A, B, dan C. Penyusunan kelompok baterai dimulai dari group dengan kapasitas teratas dengan beberapa situasi yang memungkinkan. Pengumpulan tanggapan konsumen terhadap permasalahan baterai laptop dilakukan melalui kuesioner. Dikumpulkan juga informasi dampak lingkungan dari tiap komponen baterai menggunakan fasilitas Sustainability Evaluation pada Solid Works 2013. Strategi penanganan berupa beberapa alternatif skema Reverse Logistic terhadap komponen baterai laptop bekas dibangun dengan memperhatikan peran pihak-pihak terkait dan kompleksitas aliran material diantara pihak-pihak tersebut. Suatu rancangan strategis dihasilkan dalam bentuk skema rantai Reverse Logistic yang meliputi pihak-pihak yang terlibat, proses yang perlu dilakukan, dan alur proses dan meterialnya. Battery reuse digolongkan ke dalam 3 grup berdasarkan kapasitasnya, yaitu Grup A (≥80%), Grup B (70%-79%), Grup C (60%-69%). Selain itu, dihasilkan juga report dampak lingkungan dari komponen baterai laptop dengan Sustainability Evaluation dan skema life cycle dari baterai laptop hasil rancangan. Secara umum dapat dikatakan bahwa dengan memperhatikan konsep Reverse Logistic bagi baterai laptop bekas, akan terjadi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan dari komponen baterai laptop sebesar hingga 29% dari dampak sebelumnya. 
Analisis Kinematik dan Statika dari Gerak Jari Prostetik dengan Mekanisme Rack and Pinion Arthaya, Bagus; Faisal Wahab; Christian F. Naa; Ari Setiawan; G.R. Prasetyo; J.E. Mulyadi
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 4 No. 1 (2025): SNTE III
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46962/snte.25.085

Abstract

Anak-anak yang lahir sebagai anak penyandang disabilitas, terutama lahir tanpa tangan, akan merasakan banyak sekali kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari di tahap awal masa belajar dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, alat bantu tangan prostetik yang dibahas dalam artikel akan dapat membantu mereka bekerja seperti layaknya orang biasa. Tangan prostetik dibuat dengan bentuk yang lebih sederhana dari tangan manusia umumnya. Pergerakan rotasi antar engsel ruas jari dibangkitkan dengan mekanisme rack and pinion dengan tujuan untuk mendapatkan kekakuan rakitan yang baik. Konfigurasi jari-jari tangan diatur sedemikian rupa agar ruang genggam/jepit yang terbentuk memiliki volume sebesar mungkin. Perhitungan matematis dilakukan untuk mengetahui semua gaya yang bekerja pada setiap sambungan ruas jadi, gaya di dalam seluruh batang serta kapasitas motor penggerak yang digunakan pada mekanisme di atas. Sejumlah perhitungan beban disajikan dalam artikel ini dan sekaligus analisis beban aktual beserta defleksi maksimum yang terjadi pada setiap ruas tangan prostetik. Hasil pengujian/perhitungan menunjukkan bahwa rancangan tangan jari-jari dari tangan prostetik ini memiliki kekuatan yang baik dan tidak menunjukkan defleksi batang yang dapat merugikan kekakuan rancangan.