Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Implemetasi Metode Debat Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMKN 5 Mataram Hafsah Hafsah; Isnaini Isnaini; Ratna Juwita
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.30158

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fenomena yang melatarbelakangi adanya sejumlah faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Antara lain penggunaan media dan metode pembelajaran konvensional sehingga tidak dapat membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Sebagaimana yang selama ini dilakukan di kelas X Grafika di sekolah tepatnya di SMKN 5 Mataram. Pembelajaran dikelas membutuhkan metode pembelajaran yan berpusat pada siswa. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran debat yang dimana siswa dapat bekerja secara aktif dalam mengemukakan dan mengeluarkan pendapat, gagasan serta ide-ide yang dimiliki. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses penggunaan metode debat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dikelas X Grafika SMKN 5 Mataram, dan kemudian mendeskripsikan faktor penghambat penerapan atau pengimplementasian metode debat terhadap motivasi belajar siswa dan mengetahui masalah yang muncul selama penerapan metode debat dikelas terhadap motivasi belajar siswa di kelas X Grafika SMKN 5 Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data meliputi sumber data primer, sekunder, dan tersier. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) implementasi atau penerapan metode debat mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif dan bersemangat serta rasa keingintahuan lebih besar ketika ketika proses pembelajaran berlangsung. (2) faktor penghambat penerapan metode debat terhadap motivasi belajar dalah faktor keterbatasan waktu, kurangnya bahan referensi serta karakarter siswa yang berbeda-beda. (3) Solusi yang ditawarkan disini yaitu, sebelum penerapan metode debat dikelas guru diharapkan menyiapkan rangkaiannya seminggu sebelum metode debat diterapkan, kemudian yang kedua guru diharapkan memberi kebabasan kepada siswa untuk bebas mengakses materi dari internet kemudian yang ketiga terkait karakter siswa disini guru dituntut untuk lebih sabar lagi dalam menghadapi siswa
Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Sekolah Dasar Melalui Model Learning Community Berbasis Audio Visual Hafsah Hafsah; Sumiati Sumiati
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i1.24723

Abstract

Hasil belajar merupakan output proses pembelajaran yang dilakukan melalui evaluasi kemampuan kognitif, afektif dan ketarampilan siswa dalam pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah factor psikis, fisik, social dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Subyek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 38 orang siswa untuk siswa kelas eksperimen dan 38 orang siswa kelas control sehingga totalnya 76 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan analisis document. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, dengan melakukan uji hipotesis, uji t dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis statistic pada uji Hipotesis terdapat korelasi yang signifikan dengan nilai FHitung 0.822 kemudian uji F table mencapai 0,32. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan sehingga berdampak adanya peningkatan hasil belajar PPKn sekolah dasar melalui model learning community berbasis audio visual. Serta, hasil analisis uji koefisien pada uji t sebesar 5,240 dan signifikansi 0,000. Dengan hasil itu dapat dianalogikan bahwa ada pengaruh sebesar 52,40% terhadap pembelajaran model learning community berbasis audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar pada mata Pelajaran PPKn, sedangkan 47,60% dipengaruhi oleh lainnya seperti kemampuan bawaan, keluarga, lingkungan dan budaya sekolah. Dengan demikian bahwa hasil belajar PPKn sekolah dasar melalui model learning community berbasis audio visual dapat berpengaruh siginifikan terhadap adanya peningkatkan hasil belajar PPKn. Learning outcomes are the output of the learning process which is carried out through evaluating students' cognitive, affective and learning skills. Factors that influence student learning outcomes are psychological, physical, social and environmental factors. The method used in this research is quantitative with an experimental approach. The research subjects involved in this research were 38 students in the experimental class and 38 students in the control class for a total of 76 people. Data collection uses observation, tests and document analysis. Data analysis uses descriptive statistics, by conducting hypothesis tests, t tests and drawing conclusions. The results of this research show that the results of statistical analysis in the hypothesis test have a significant correlation with the Fcount value of 0.822, then the Ftable test reaches 0.32. This shows that there is a significant relationship that has an impact on improving primary school Civic learning outcomes through the audio-visual based learning community model. Also, the results of the coefficient test analysis on the t test are 5.240 and the significance is 0.000. With these results, it can be analogous that there is an influence of 52.40% on audio-visual based learning community model learning which can improve elementary school students' learning outcomes in Civics subjects, while 47.60% is influenced by others such as innate abilities, family, environment and culture. school. Thus, primary school Civic learning outcomes through an audio-visual based learning community model can have a significant influence on improving Civic learning outcomes.
Sosialisasi Pencegahan Tindakan Bullying Sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak Hafsah Hafsah; Jainul Jainul; Sri Arfani; Syaharani Imelda; Nirwana Nirwana; Novitasari Novitasari; Nikmatul Ima; I’in Sulastri
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.35262

Abstract

Bullying di sekolah dasar menjadi ancaman serius bagi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengevaluasi program sosialisasi pencegahan bullying di SDN 4 Danger untuk mewujudkan sekolah aman dan ramah anak. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), penelitian melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dengan triangulasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap bullying, di mana lebih dari 80% mampu mengenali bentuk dan dampaknya, meski 13% masih sulit membedakan antara candaan dan perundungan. Program ini juga mendorong perubahan perilaku, tercermin dari penurunan kasus ejekan sebesar 70%, keberanian melapor 65%, serta suasana kelas lebih kondusif hingga 75%. Orang tua semakin menyadari pentingnya komunikasi dengan anak, meskipun sebagian belum terlibat penuh. Guru melaporkan meningkatnya kepekaan dalam mengenali bullying halus dan perlunya pengawasan berkelanjutan. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi pencegahan paling efektif melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh warga sekolah, sekaligus memberikan kontribusi akademis pada literatur pencegahan bullying di Indonesia dan model praktis yang dapat direplikasi di sekolah dasar lainnya.Bullying in elementary schools poses a serious threat to children's development. This study aims to describe and evaluate a bullying prevention outreach program at SDN 4 Danger, to create a safe and child-friendly school environment. Using a descriptive qualitative method with a Participatory Action Research (PAR) approach, the study involved students, teachers, and parents. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed inductively with triangulation. The results showed an increase in students' understanding of bullying, with more than 80% able to recognize its forms and impacts, although 13% still had difficulty distinguishing between teasing and bullying. The program also encouraged behavioral changes, reflected in a 70% decrease in teasing cases, a 65% increase in reporting behavior, and a more conducive classroom atmosphere of up to 75%. Parents are increasingly recognizing the importance of communicating with their children, although some are not yet fully engaged in this process. Teachers reported increased sensitivity in recognizing subtle bullying and the need for ongoing supervision. The study concluded that the most effective prevention strategy is through a participatory approach involving the entire school community, while providing an academic contribution to the literature on bullying prevention in Indonesia and a practical model that can be replicated in other elementary schools.