Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

INDUKSI MUTASI ETIL METAN SULFONAT (EMS) TERHADAP KENAMPAKAN FENOTIP ANGGREK KI AKSARA (MACODES PETOLA) SECARA IN VITRO Nurul Kamila; Sulistyo Sidik Purnomo; Nurcahyo Widyodaru; Edhi Sandra
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6835

Abstract

Tanaman hias khususnya anggrek sangat diminati oleh pasar domestik maupun internasional sehingga membuat perkembangan anggrek terus dilakukan. Pengembangan kultivar baru dapat diperoleh melalui pemuliaan tanaman dengan cara persilangan dua tetua namun membutuhkan waktu yang lama. Pengadaan kultivar baru dengan mutasi sudah banyak dilakukan.Etil Metan Sulfonat (EMS) adalah salah satu mutagen yang sering digunakan dan telah dikonfirmasi efektif dalam menginduksi mutasi berbagai organisme.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Etil Metan Sulfonat (EMS) dengan lama perendaman yang tepat terhadap kenampakan fenotip pada Anggrek Ki Aksara (Macodes petola) secara in vitro. Percobaan dilakukan di laboratorium kultur jaringan Esha Flora, Bogor. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor kombinasi yaitu konsentrasi EMS dan lama perendaman sejumlah 16 kombinasi dan 1 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 51 unit percobaan. Data yang diperoleh di uji secara statistik menggunakan uji Anova 5% dan uji lanjut DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa EMS dengan konsentrasi rendah yakni 0.2% dan 0.4% dapat menstimulasi pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar, sedangkan dengan konsentrasi yang lebih tinggi yakni 0.6% dan 0.8% dapat menghambat pertumbuhan namun menghasilkan penampilan warna tunas yang berbeda dibandingkan kontrol pada Macodes petola.
PENGARUH KETEBALAN DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM JERAMI DAN SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG F3 JENIS MERDEKA DI KABUPATEN KARAWANG Anggini Riyaldi Putri; Sulistyo Sidik Purnomo; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.6838

Abstract

Jamur merang termasuk dalam golongan jamur saprofit.Oleh sebab itu, media tanam merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya jamur merang.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam jerami dan sekam padi yang memberikan hasil tertinggi pada ketebalan media terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang F3 jenis merdeka di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan.Faktor pertama adalah ketebalan media yang terdiri dari 3 taraf, yaitu t1 (15 cm), t2 (20 cm), dan t3 (25 cm).Sedangkan faktor kedua adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 4 taraf, yaitu m1 (100% jerami), m2 (75% jerami + 25% sekam), m3 (50% jerami + 50% sekam), m4 (25% jerami + 75% sekam).Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%.Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara ketebalan dan komposisi media tanam jerami dan sekam padi terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil jamur merang.Namun, terdapat faktor mandiri komposisi media tanam taraf m2 dapat memberikan hasil tertinggi pada jumlah badan buah dan taraf m4 pada lama masa panen.Keduanya berbeda nyata dengan m1, tetapi tidak berbeda nyata dengan komposisi media tanam lainnya.
PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L. var. mira) Larasati Dwi Wahyuni; Sulistyo Sidik Purnomo; Hayatul Rahmi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4036

Abstract

Sayuran merupakan produk pangan yang disajikan sebagai makanan pelengkap dan penyeimbang. Salah satu tanaman sayuran yang sering dibudidayakan di Indonesia adalah bayam. Air cucian beras merupakan salah satu sumber pupuk organik cair yang dapat diberikan dan diserap oleh tanaman. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciherang, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 sampai dengan Juni 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal menggunakan perlakuan fermentasi air limbah cucian beras. Perlakuan yang diujikan dalam penelitian adalah 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Keenam perlakuan dengan kadar tertentu dirancang sebagai berikut: kontrol P0 (tanpa pemberian air cucian beras), P1 (konsentrasi 20%), P2 (konsentrasi 40%), P3 (konsentrasi 60%), P4 (konsentrasi 80%), P5 (konsentrasi 100%). Analisis data menggunakan uji F taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P3 (Konsentrasi 60%) menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 hst dan jumlah daun pada umur 14 hst, 21 hst.
UJI PERTUMBUHAN MISELIA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) PADA KOMBINASI BEBERAPA MEDIA SECARA IN VITRO Amrina Rosada; Sulistyo Sidik Purnomo; Devie Rienzani Supriadi; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.12494

Abstract

Biakan yang unggul, media, serta perawatan tanpa adanya kontaminasi menjadi faktor penting untuk mendapat bibit jamur merang yang unggul. Media murni PDA (Potato Dextrose Agar) yang relatif mahal membuat cara kultur jamur merang membutuhkan pilihan media kultur lain. Arang sekam dan sekam padi berpotensi menjadi alternatif media kultur jamur merang karena kandungan karbon yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan kombinasi media kultur jamur merang dengan harapan dapat menghasilkan pertumbuhan miselia tertinggi biakan G2 FP007 Faperta Unsika secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Februari sampai dengan bulan April tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor Tunggal dengan 5 kali ulangan. Terdapat 7 perlakuan, yaitu A (PDA 100%), B (Arang Sekam 100%), C (Sekam 100%), D (PDA 80% + Arang Sekam 20%), E (PDA 80% + Sekam 20%), F (PDA 60% + Arang Sekam 20% + Sekam 20%), dan G (Arang Sekam 50% + Sekam 50%). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam taraf 5% dan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Perlakuan E (PDA 80% + Arang Sekam 20%) menunjukkan hasil rerata pertumbuhan diameter miselia tertinggi setelah perlakuan kontrol PDA 100% yaitu sebesar 6,99 cm. Perlakuan E juga memperlihatkan laju tumbuh miselia tertinggi daripada perlakuan media lainnya dengan pertumbuhan 3,32 cm/hari dikarenakan kandungan yang terdapat pada arang sekam mampu dimanfaatkan secara langsung oleh hifa jamur merang.