Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan dan Pemasaran Produk Pada Industri Rumah Tangga (IRT) Rengginang Di Gampong Sukajadi Kebun Ireng, Langsa Lama Siti Komariyah; Haikal Fajri; Fiddini Alham
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4343

Abstract

Kendala yang dihadapi oleh industri rumah tangga rengginang di desa Sukajadi Kebun Ireng, Langsa di antaranya adalah belum ada pengembangan produk serta masih dipasarkan secara konvensional. Atas dasar hal tersebut tim pengabdian berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya pengembangan produk dan teknik pemasaran yang tepat agar produk rengginang lebih diminati oleh pembeli dan dapat dipasarkan secara luas. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu tahap persiapan (visitasi, perumusan masalah dan penawaran solusi), tahap pelaksanaan (survei pemahaman mitra/pre-test dan sosialisasi), dan tahap evaluasi (pelaksanaan kegiatan dan posttest). Dari hasil pre-test, mitra sudah sedikit paham tentang pengembangan produk, namun mitra belum mengetahui pentingnya atribut dan kemasan produk. Untuk pemasaran sendiri mitra belum mengetahui tentang e-commers, mitra lebih mengenal pemasaran melalui media sosial. Setelah diberikan sosialisasi tentang pengembangan  dan pemasaran produk, berdasarkan hasil posttest, mitra mulai tertarik melakukan pengembangan produk, seperti membuat merk, memperbaiki kemasan serta menjual produk dalam bentuk yang lain (produk siap santap). Untuk pemasaran sendiri mitra lebih tertarik memasarkan produk rengginang melalui WhatApp. Selain itu pengetahuan mitra terkait pengembangan dan pemasaran produk meningkat hingga 83%.
PEMBERDAYAAN WANITA PETERNAK MELALUI NILAI TAMBAH “VILLAGE FROZEN CHICKEN” BUMBU ACEH DI GAMPOENG BUKET MEDANG ARA KECAMATAN LANGSA TIMUR Hanisah Hanisah; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya; Faoeza Hafiz Saragih; Fiddini Alham; Thursina Mahyuddin
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1: Januari 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i1.1027

Abstract

Ayam merupakan salah satu jenis unggas yang paling banyak dipelihara dan dibudidayakan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Jenis ayam yang paling banyak diternakkan adalah ayam petelur dan ayam pedaging. Pemanfaatan daging ayam sudah banyak dilakukan menjadi beberapa produk olahan seperti ayam dan nugget. Kedua produk tersebut sedang menjadi trend kuliner di masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya stand penjual ayam bakar dan sosis. Salah satu daerah yang banyak menjajakan produk ini adalah Buket Medang Ara. kendala yang dihadapi adalah sebagian dari penjual belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat ayam dan nugget. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat memberi tambahan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah daging ayam menjadi kedua produk tersebut. Kegiatan ini melibatkan ibuibu rumah tangga dan pedagang ayam yang terdapat di gampoeng tersebut yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian diawali dengan survey potensi daerah, pengumpulan data, penyuluhan produk turunan dan teknik pengolahannya, serta praktik pembutan ayam dan nugget. Kegiatan berlansung dengan baik dimana peserta serius mengikuti pelatihan dan bisa mempraktikkan pembuatan ayam dan nugget ayam.
Pemberdayaan perempuan dalam mengembangkan usaha rumahan melalui added value ikan bulan di Gampong Kuala Langsa, Kota Langsa Andika Putriningtias; Fiddini Alham; Hanisah Hanisah; Teuku Muhammad Faisal; Fauziah Azmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29960

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2023. PKM ini bertujuan untuk menghasilkan produk olahan ikan, hingga tahap pemasaran. Indikatornya adalah kontribusi perempuan dalam peningkatan pendapatan keluarga. Mitra yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Karang Taruna Gampong. Metode yang dilakukan adalah pendekatan sosial, pelaksanakan kegiatan, evaluasi dan monitoring. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah terciptanya kreatifitas masyarakat Gampong Kuala Langsa, khususnya perempuan dalam menciptakan sebuah produk olahan ikan bulan. Dimana dari hasil olahan ini dapat meningkatkan nilai atau harga jual ikan bulan tersebut dan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan skill anggota mitra terhadap pentingnya packaging dan branding suatu produk. Serta peningkatan daya kreatifitas mitra untuk mengembangkan suatu bahan menjadi suatu produk olahan yang memiliki nilai tambah sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Kata kunci: ikan bulan; kuala langsa; nugget; pemberdayaan; Perempuan; usaha rumahan. AbstractThis Community Service (PKM) activity was carried out from August to September. This PKM aims to produce processed fish products, up to the marketing stage. The indicator is the contribution of women in increasing family income. Partners who are the target of this activity are Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) and Gampong Youth Organization. The methods used are social approach, activity implementation, evaluation and monitoring. The result of this PKM activity is the creation of creativity in the community of Gampong Kuala Langsa, especially women in creating a processed moon fish product. Where from these processed results can increase the value or selling price of the moon fish and can help improve the family economy. The result of this activity is an increase in the knowledge and skills of partner members on the importance of packaging and branding a product. As well as increasing the creativity of partners to develop an ingredient into a processed product that has added value so that it can increase family income. Keywords: moon fish; kuala langsa; nuggets; empowerment; women; home-based business.
THE ROLE OF WOMEN FARMERS IN RICE FARMING IN EAST LANGSA DISTRICT, LANGSA CITY: PERAN WANITA TANI DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN LANGSA TIMUR KOTA LANGSA Fitri Amelia Sihaloho; Fiddini Alham; Faoeza Hafiz Saragih
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v15i1.3976

Abstract

This study aimed to analyze the roles of women farmers in the productive, reproductive, and social aspects of lowland  rice farming, their working time allocation, and their income contribution to household income in East Langsa District,  Langsa City. The method used in this study was quantitative descriptive analysis. The research location was determined  purposefully in three villages with the highest number of farmer households, while the respondents were selected using  simple random sampling from the sample farmer households. The data used in this study consisted of primary and  secondary data. The data analysis methods used included descriptive percentage analysis, calculation of women  farmers’ working time allocation, and calculation of the contribution of women farmers’ income to household income.  The results showed that the role of women farmers in lowland rice farming in the productive aspect was most dominant  in planting activities, with an involvement rate of 100%, while the lowest involvement was found in land preparation  activities, at 0%. In the reproductive and social aspects, women farmers played an active role in household activities  and social community activities such as religious gatherings, PKK, and posyandu. The average working time allocation  of women farmers for productive or income-earning activities was 59.47% of the total working time allocation, which  included productive, reproductive, and social activities. The contribution of income provided by women farmers was  22.37%. This indicates that the income contribution of women farmers in lowland rice farming was included in the  medium contribution category (20.01– 30.00%).
PEMBERDAYAAN PESISIR BERBASIS PRODUK: PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN AKSES PASAR KERUPUK TIRAM DI DESA KUALA LANGSA Muhammad Rizqi Zati; Dhian Rosalina; Fiddini Alham
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3137

Abstract

Kuala Langsa Village, located along the coast of Langsa City, Aceh, possesses abundant oyster resources; however, their utilization remains limited to the sale of fresh oysters with low added value. The local community lacks knowledge and awareness in developing innovative oyster-based products with higher economic value. The objective of this program is to enhance economic independence through innovation in oyster-based product processing. The activities were designed through a participatory approach in collaboration with the PKK Kuala Bersama women's group. The stages included socialization on the importance of product diversification, technical training on oyster cracker production in accordance with food safety standards, modern packaging training, digital marketing training, and continuous mentoring and evaluation. The results of this program indicate that 16 out of 20 partner members successfully practiced oyster cracker production, including processing and packaging products with improved quality and longer shelf life. Additionally, 10 of 20 members began marketing their products through social media and online marketplaces, reaching consumers beyond their local area. This community service initiative successfully addressed the challenge of low added value in oyster resources, enabling the Kuala Langsa community to transform oysters into innovative products and strengthen the local coastal economy by developing a competitive flagship product—oyster crackers.